Hapsa Pemuda GMIM Kawangkoan 2026, Vanda Sarundajang: Pemuda Harus Jadi Obor Pembangunan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, mengajak Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak hanya dituntut aktif dalam pelayanan gereja, tetapi juga harus menjadi teladan, menjaga lingkungan, dan hadir sebagai mitra strategis pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Vanda saat menghadiri Ibadah Pembukaan Hari Persatuan (Hapsa) Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan Tahun 2026 di Gereja GMIM Zaitun Kiawa, Kawangkoan, Minggu (11/10/2026).

“Pemuda harus menjadi obor pembangunan yang menerangi lingkungan dengan keteladanan, sekaligus menjadi mitra strategis bagi gereja dan pemerintah,” tegas Vanda dalam sambutannya.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting sebagai generasi penerus gereja, bangsa, dan daerah. Karena itu, semangat pelayanan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Soroti Kekeringan dan Ratusan Kasus Kebakaran

Selain mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan, Vanda menyoroti persoalan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Minahasa, terutama dampak fenomena El Nino yang berpotensi memperparah kekeringan dan krisis air bersih.

Ia mengungkapkan, Dinas Pemadam Kebakaran telah menangani hampir 300 titik kebakaran lahan maupun bangunan di Minahasa.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran di tengah cuaca kering.

Vanda pun mengingatkan masyarakat, termasuk kalangan pemuda, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Ia juga mengimbau warga menggunakan air bersih secara bijak, menyusul penurunan debit air tanah.

Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa peran pemuda dalam pembangunan tidak berhenti pada kegiatan organisasi dan pelayanan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Iman Harus Terwujud dalam Tindakan Nyata

Ibadah pembukaan Hapsa Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan 2026 mengusung tema “REKINDLE”, yang bermakna menyalakan kembali dan mengobarkan karunia Allah dalam diri Pemuda GMIM.

Ibadah dipimpin Pdt. Junisar Watulangkow, M.Th. Dalam khotbah berdasarkan Roma 12:9–12, ia mengajak pemuda menerapkan iman melalui kehidupan yang kudus, kasih yang tulus, serta sikap saling menghormati sebagai saudara seiman.

“Kerajinan dan semangat dalam melayani Tuhan tidak boleh kendor. Roh orang percaya harus tetap menyala-nyala di tengah berbagai tantangan zaman, serta menjaga keutuhan persekutuan tanpa persaingan yang tidak sehat,” ungkap Pdt. Junisar.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan gereja dalam mendorong kehadiran pemuda pada ibadah rutin. Di sisi lain, antusiasme kaum muda dinilai cenderung tinggi ketika mengikuti kegiatan kreatif dan perlombaan.

Karena itu, ia berharap semangat tersebut dapat diarahkan secara seimbang, sehingga keterlibatan pemuda dalam kegiatan kreatif berjalan beriringan dengan pertumbuhan iman dan pelayanan yang berkelanjutan.

Berlangsung hingga Pertengahan November

Rangkaian Hapsa Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan 2026 dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November mendatang. Berbagai kegiatan pembinaan spiritual, olahraga, dan kesenian disiapkan untuk mempererat persekutuan sekaligus mengembangkan potensi pemuda gereja.

Usai mengikuti kegiatan pembukaan, Wakil Bupati Vanda Sarundajang melepas peserta lomba gerak jalan Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan.

Melalui momentum Hapsa ini, pemuda diharapkan tidak hanya menjaga semangat persekutuan, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai iman menjadi aksi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Kabupaten Minahasa.

Tampilkan Pesona Budaya dan Alam Minahasa, Wabup Vanda Saksikan Sailing Pass FPSL Bitung 2026

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Kabupaten Minahasa unjuk pesona budaya dan keindahan alam dalam Sailing Pass Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) Bitung 2026, Sabtu (10/10). Melalui parade kapal hias bertema budaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa berupaya memperluas promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan leluhur Minahasa kepada masyarakat luas.

Keikutsertaan Minahasa dalam festival tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moudy Leonhard Pangerapan, SH, MAP.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya daerah dalam perhelatan yang mengangkat kekayaan wisata bahari Sulawesi Utara, khususnya keindahan Selat Lembeh.

Wakil Bupati Vanda Sarundajang mengatakan, kehadiran Minahasa dalam FPSL 2026 bukan sekadar memeriahkan festival, melainkan juga membawa identitas, kearifan lokal, dan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Minahasa.

“Ini juga menjadi ajang kita mempromosikan keindahan Kabupaten Minahasa ke masyarakat luas, baik budaya, kearifan lokal dan potensi pariwisatanya,” ujar Vanda.

Ia menambahkan, kekayaan seni, sejarah, dan alam Minahasa perlu terus diperkenalkan melalui berbagai ruang promosi, termasuk festival pariwisata berskala regional.

“Melalui mural, tarian dan simbol budaya, kami ingin menunjukkan bahwa Minahasa kaya akan seni, sejarah dan pesona alam yang layak dikenal dunia,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Vanda turut menyaksikan Sailing Pass 2026 bertajuk “Dancing on The Boat”, yang menghadirkan atraksi kapal sebagai salah satu daya tarik utama festival.

Pada parade kapal hias, Minahasa tampil dengan kapal berwarna merah yang dihiasi mural keindahan alam dan budaya daerah. Ikon Benteng Moraya turut ditampilkan sebagai representasi sejarah perjuangan rakyat Minahasa.

Ornamen burung Manguni dan motif bunga khas Minahasa memperkuat karakter budaya pada kapal tersebut. Penampilan semakin semarak dengan atraksi tari Kabasaran serta kehadiran figur Waraney Wulan, yang merepresentasikan semangat kepahlawanan dan identitas budaya Tou Minahasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa, Moudy Leonhard Pangerapan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam FPSL 2026 diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi pariwisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata menuju Minahasa Daerah Pariwisata Maju dan Sejahtera,” kata Moudy.

Menurutnya, keterlibatan dalam festival seperti FPSL menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong kolaborasi antarpemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di Sulawesi Utara.

FPSL Bitung 2026 mengusung tema “Together in Harmony”, yang merefleksikan semangat kebersamaan dan keharmonisan dalam mengembangkan potensi daerah, terutama di sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Melalui partisipasi ini, Pemkab Minahasa berharap kekayaan budaya dan daya tarik alam daerah semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan leluhur sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Minahasa.

HUT ke-64 P/KB GMIM di Minahasa, Kaum Bapa Didorong Jadi Teladan dalam Keluarga dan Masyarakat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Ribuan anggota Pria/Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memadati Lapangan God Bless Tondano, Jumat (9/10/2026), dalam Ibadah Syukur Agung Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 P/KB GMIM. Momentum ini menjadi ajakan bagi kaum bapa untuk memperkuat iman, meneguhkan tanggung jawab dalam keluarga, serta meningkatkan kontribusi bagi gereja dan masyarakat.

Ibadah syukur berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan gereja, tokoh masyarakat, serta anggota P/KB dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.

Ibadah dipimpin Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Janny Chrestian Rende, M.Th. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya peran kaum bapa sebagai teladan dalam keluarga, gereja, dan kehidupan bermasyarakat.

Kaum bapa, menurut pesan yang disampaikan dalam ibadah tersebut, diharapkan tidak hanya menjadi penopang keluarga, tetapi juga menghadirkan pengaruh positif melalui kehidupan yang berlandaskan iman, integritas, dan tanggung jawab.

Usai ibadah, perayaan dilanjutkan dengan prosesi pemasangan dan penyalaan lilin ulang tahun ke-64 yang diikuti pimpinan gereja, Komisi P/KB GMIM, serta tamu undangan.

Bupati Minahasa Laporkan Rangkaian Kegiatan HUT

Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., selaku Ketua Panitia Umum Rayon Minahasa, menyampaikan laporan pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-64 P/KB GMIM.

Ia menjelaskan, perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah syukur, tetapi juga diisi berbagai perlombaan dan kegiatan yang melibatkan anggota P/KB dari sejumlah wilayah pelayanan.

Kegiatan tersebut meliputi lomba vocal group, paduan suara Seri A dan Seri B, Cerdas Cermat Alkitab (CCA), lomba Panji Yosua, serta berbagai cabang olahraga dan kegiatan kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, dan mendorong keterlibatan aktif kaum bapa dalam pelayanan gereja.

Melalui peringatan ini, seluruh anggota P/KB GMIM juga diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, menjaga silaturahmi, serta menunjukkan ketangguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Maurits Mantiri Tegaskan Pentingnya Keteladanan Kaum Bapa

Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM, Ir. Maurits Mantiri, M.M., menegaskan bahwa perjalanan pelayanan P/KB GMIM selama 64 tahun harus menjadi pijakan untuk terus memperkuat peran kaum bapa dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kaum bapa memiliki tanggung jawab besar sebagai suami, ayah, dan kepala keluarga. Peran tersebut harus diwujudkan melalui sikap yang bertanggung jawab, bijaksana, serta mampu memberikan teladan bagi anggota keluarga.

Nilai kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan dalam pelayanan, lanjutnya, perlu terus dipertahankan agar keberadaan P/KB GMIM memberikan dampak nyata bagi kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Keteladanan kaum bapa juga dinilai penting dalam membangun keluarga yang kokoh, menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.

Pemprov Sulut Apresiasi Kontribusi GMIM

Dukungan terhadap peran gereja dalam pembangunan daerah turut disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui sambutan tertulis yang dibacakan perwakilan pemerintah provinsi.

Pemprov Sulut mengapresiasi kontribusi GMIM dalam membangun karakter iman dan moral masyarakat. Gereja dipandang sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam memperkuat nilai spiritual, moralitas, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Sinergi antara pemerintah dan gereja diharapkan terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang harmonis dan sejahtera.

Momentum HUT ke-64 P/KB GMIM pun menjadi pengingat bahwa pelayanan gereja dan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum bapa sebagai bagian penting dalam keluarga dan komunitas.

Sejumlah Kepala Daerah dan Tokoh Hadir

Ibadah Syukur Agung HUT ke-64 P/KB GMIM turut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Utara bersama jajaran pemerintah provinsi, anggota DPD RI asal Sulawesi Utara Stefanus B.A.N. Liow, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, serta Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang.

Hadir pula Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Maurits Mantiri, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Minahasa, para pendeta, pimpinan BPMS GMIM, panitia pelaksana, dan pasukan Panji Yosua GMIM juga mengikuti kegiatan tersebut.

Peringatan HUT ke-64 P/KB GMIM diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan, membangun keluarga yang berlandaskan iman, dan menghadirkan keteladanan nyata di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, P/KB GMIM diharapkan terus mengambil bagian dalam memperkuat kehidupan bergereja sekaligus mendukung pembangunan daerah di Sulawesi Utara.

Sekda Lynda Watania Buka Bina Rohani Siswa di Kakas: “Generasi Muda Menentukan Wajah Indonesia

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID KAKAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, membuka sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan Bina Rohani Siswa yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa di SMP Negeri 1 Kakas, Kamis (8/10/2026).

Mengusung tema “Pembinaan Akhlak dan Mental, Membangun Karakter dan Spiritual”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para siswa untuk memperkuat karakter, mental, spiritual, sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan sejak usia sekolah.

Dalam pemaparannya, Lynda Watania menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, para siswa saat ini merupakan aset bangsa sekaligus calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.

“Generasi muda adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Apa yang kalian lakukan hari ini akan membentuk Indonesia esok,” ujar Lynda di hadapan para siswa.

Ia mengatakan, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Karena itu, Lynda mendorong para siswa untuk memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya melalui semangat belajar, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Terus kembangkan potensi diri, jaga persatuan dan toleransi, serta jadilah generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, masyarakat dan bangsa,” pesannya.

Kegiatan yang diselenggarakan FKUB Kabupaten Minahasa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, kecerdasan sosial, serta kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

Melalui pembinaan sejak usia sekolah, para siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, mental dan spiritual yang baik serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus FKUB Minahasa, Kepala SMP Negeri 1 Kakas Junne S. Mangente, S.Pd, Kasat Binmas Polres Minahasa IPTU Aris Sukisman, Kapolsek Kakas IPTU Daniel Pangau, Kabag Perencanaan dan Keuangan Jeklyn Rumbayan, S.Kom, Kabid KESBAK Kesbangpol Bryan Mambu, S.Sos., MAP, Kabid Kewaspadaan Daerah Selvana Luntas, S.IP, para guru, serta siswa-siswi SMP Negeri 1 Kakas.

Minahasa Dapat 450 Sak Beras Bantuan Pangan, Warga Kurang Mampu Jadi Sasaran

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Sebanyak 450 sak beras bantuan pangan disiapkan untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok keluarga penerima manfaat.

Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP, dalam agenda monitoring persiapan pelaksanaan Direktif Presiden terkait penyaluran bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado, Kamis (8/10/2026).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Vanda Sarundajang menjelaskan, Kabupaten Minahasa memperoleh alokasi sebanyak 450 sak beras dengan berat masing-masing 5 kilogram.

Menurutnya, bantuan akan disalurkan kepada warga yang memenuhi kriteria penerima, yakni masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 yang tidak menerima bantuan pangan rutin setiap bulan.

“Bantuan ini selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan layak menerima bantuan, yaitu warga masyarakat yang masuk Desil 1 sampai dengan Desil 4, tetapi mereka tidak menerima bantuan pangan rutin di setiap bulan,” jelas Vanda.

Ia berharap bantuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk dukungan pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Minahasa, lanjutnya, berharap proses penyaluran di lapangan berjalan lancar, tepat sasaran, dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, bantuan pangan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Semoga penyalurannya di lapangan berjalan lancar, tepat sasaran, serta turut menjaga stabilitas ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minahasa,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Wali Kota Manado, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang didampingi Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa, Maya Kainde, SH, MAP, Kabag Prokopim Shanty Lengkong, Camat Tombulu Deus Telaumbanua, dan Camat Langowan Barat Donald Lumingkewas, S.Pt, MAP.

Ibadah Oikumene Pemkab Minahasa, ASN Diingatkan Pentingnya Hikmat dan Integritas dalam Pelayanan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Nilai iman, integritas, dan keteladanan menjadi pesan utama dalam Ibadah Oikumene Pemerintah Kabupaten Minahasa Bulan Oktober 2026 yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Kamis (8/10/2026).

Ibadah tersebut tidak sekadar menjadi agenda kerohanian rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan moralitas aparatur sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan amanah pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ibadah dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolayan, SE.

Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, para asisten, staf ahli, kepala badan, kepala dinas, kepala satuan, Direktur RSUD, para kepala bagian, camat se-Kabupaten Minahasa, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Salomo dan Pentingnya Hikmat dalam Memimpin

Pelayanan firman Tuhan disampaikan Pdt. Tadius Batasina dengan bacaan Alkitab 2 Tawarikh 1:7–13. Firman tersebut mengisahkan permohonan Raja Salomo kepada Tuhan untuk memperoleh hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para aparatur pemerintahan. Hikmat dan kebijaksanaan dinilai tidak hanya diperlukan dalam mengambil keputusan, tetapi juga menjadi landasan untuk menghadirkan keadilan, ketulusan, serta integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, setiap keputusan dan tindakan aparatur memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, nilai-nilai iman diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman spiritual, tetapi diwujudkan dalam sikap profesional, jujur, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

ASN Diingatkan Jaga Keseimbangan Jasmani dan Rohani

Sementara itu, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S. dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan jasmani dan rohani bagi setiap aparatur pemerintah.

Menurutnya, kekuatan spiritual menjadi salah satu modal penting dalam membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Ia mengajak seluruh ASN menjadikan ibadah sebagai sumber kekuatan sekaligus penyegaran rohani. Nilai-nilai yang diperoleh dalam ibadah, kata dia, hendaknya tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat keteladanan juga menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Menjadi teladan, kata dia, harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.

Iman sebagai Penguat Pelayanan Publik

Melalui Ibadah Oikumene ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan semakin memperkokoh kebersamaan, memperkuat integritas aparatur, dan membangun semangat pelayanan yang dilandasi iman, moralitas, serta tanggung jawab.

Kehidupan spiritual pun diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan pribadi ASN, tetapi juga menjadi kekuatan moral dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Minahasa.

BAP Kasus Titaribka Tambahani Dipersoalkan di Persidangan, Tanda Tangan Saksi dan Terdakwa Diduga Dipalsukan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MANADO — Persidangan perkara Titaribka Tambahani di Pengadilan Negeri (PN) Manado memasuki babak baru. Keabsahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dipersoalkan setelah tanda tangan yang tercantum atas nama saksi Noldy Lila dan terdakwa Titaribka Tambahani diduga bukan dibubuhkan oleh pihak yang bersangkutan.

Persoalan tersebut mencuat dalam persidangan dan kemudian berlanjut ke ranah hukum. Tim penasihat hukum Titaribka Tambahani pada Rabu (7/10/2026) melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan ke Polda Sulawesi Utara.

Laporan tersebut diperkuat dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STLP) tertanggal 7 Oktober 2026 pukul 20.30 WITA. Dalam dokumen yang diterima redaksi, Titaribka Tambahani tercatat sebagai pelapor.

Tim penasihat hukum yang terdiri dari Advokat Samuel Tatawi, S.H., Advokat Marcsano Wowor, S.H., dan Advokat Charles Ukus, S.H., mempertanyakan keabsahan BAP yang menjadi bagian dari proses perkara hingga akhirnya dilimpahkan dan diperiksa di pengadilan.

“Mana mungkin BAP yang dilimpahkan sudah cacat hukum dan Jaksa tidak teliti melanjutkan ke pengadilan? Apa yang akan terjadi?” ujar Samuel Tatawi.

Soroti Dugaan Pemalsuan Dokumen

Penasihat hukum lainnya, Marcsano Wowor, menyoroti persoalan tersebut dari perspektif hukum pidana. Ia menyebut dugaan pemalsuan surat perlu dilihat berdasarkan ketentuan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang telah berlaku sejak 2 Januari 2026.

Menurut Wowor, Pasal 391 ayat (1) KUHP baru mengatur mengenai perbuatan membuat secara tidak benar atau memalsukan surat yang diperuntukkan sebagai bukti mengenai suatu hal, dengan maksud untuk menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat tersebut seolah-olah benar apabila penggunaannya dapat menimbulkan kerugian.

“Sebagai konteks hukum, UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP telah berlaku sejak 2 Januari 2026. Untuk dugaan pemalsuan surat secara umum, Pasal 391 KUHP baru mengatur perbuatan membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang diperuntukkan sebagai bukti suatu hal, dengan maksud digunakan seolah-olah benar, apabila penggunaannya dapat menimbulkan kerugian,” jelas Wowor.

Ketentuan tersebut, lanjut dia, menjadi salah satu dasar argumentasi tim penasihat hukum dalam mempertanyakan tanda tangan pada dokumen BAP yang digunakan dalam perkara Titaribka Tambahani.

Kini Masuk Ranah Penyidikan

Meski laporan dugaan pemalsuan telah diterima, belum dapat disimpulkan bahwa tindak pidana pemalsuan benar-benar terjadi. Kebenaran dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan alat bukti.

Penyidik nantinya dapat menguji keaslian dokumen, meminta keterangan saksi maupun pihak yang namanya tercantum dalam BAP, serta memeriksa alat bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tanda tangan tersebut.

Dengan diterbitkannya STLP, persoalan yang sebelumnya menjadi perdebatan di ruang sidang kini berkembang menjadi laporan pidana tersendiri.

Publik pun menunggu langkah Polda Sulawesi Utara dalam menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk mengungkap keabsahan dokumen BAP serta siapa yang sebenarnya membubuhkan tanda tangan yang kini dipersoalkan.

Sementara itu, perkara Titaribka Tambahani tetap berproses di PN Manado. Persoalan dugaan ketidaksesuaian tanda tangan dalam BAP kini menjadi babak baru yang berpotensi memengaruhi dinamika persidangan.

Catatan: Seluruh pihak yang disebut dalam dugaan ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan. Dugaan pemalsuan belum merupakan kesimpulan hukum sebelum dibuktikan melalui proses penyidikan dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.