UNIMA Luncurkan Teknologi Intermittent Irrigation, Minahasa Jadi Lokasi Riset Mitigasi Gas Metana

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID – – Universitas Negeri Manado (UNIMA) meluncurkan program penelitian teknologi intermittent irrigation sekaligus melakukan pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pertanian modern yang tidak hanya mengejar peningkatan produktivitas, tetapi juga berorientasi pada efisiensi penggunaan air dan mitigasi emisi gas rumah kaca.

Rektor UNIMA, Dr. Joseph P. Kambey, SE., MBA., Ak., mengatakan penelitian tersebut merupakan bagian dari program yang didanai melalui skema Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP.
Menurutnya, persawahan merupakan salah satu sumber emisi gas metana yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menghadapi pemanasan global.
“Dengan penelitian ini kita bisa melihat bagaimana persawahan menghasilkan gas metana dan bagaimana kita memitigasi pemanasan global,” ujar Kambey dalam sambutannya.
Ia menegaskan, penelitian tersebut menjadi penting karena UNIMA menggandeng Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai mitra utama. Hasil penelitian nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah pertanian lainnya di Indonesia.
Kambey juga menyampaikan rencana membawa hasil penelitian tersebut ke tingkat nasional, termasuk melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian untuk menyampaikan hasil dan potensi pengembangan teknologi tersebut.

Sementara itu, Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyampaikan apresiasi atas langkah UNIMA yang menjadikan Minahasa sebagai lokasi penelitian teknologi pertanian berbasis lingkungan.
Menurut Bupati, teknologi intermittent irrigation merupakan pendekatan baru dalam pengelolaan air sawah dengan cara mengatur pemberian dan pengeringan air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.
“Pengelolaan air yang lebih efisien sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian,” kata Dondokambey.
Ia menilai pengambilan sampel gas metana juga memiliki nilai strategis karena data emisi dari lahan persawahan dapat menjadi dasar penelitian untuk mengetahui dampak pengelolaan air terhadap lingkungan.
Dengan demikian, kata dia, inovasi pertanian tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan pengurangan emisi dan kelestarian lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh dan petani,” tegasnya.
Bupati berharap hasil penelitian UNIMA dapat diterapkan langsung di tingkat petani sehingga inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi memberikan manfaat nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Gas Metana Jadi Perhatian Utama
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini secara khusus menguji pengaruh sistem pengairan terhadap emisi gas metana dari lahan persawahan.
Ia memperlihatkan perangkat box chamber yang digunakan untuk menangkap gas dari lahan. Perangkat tersebut dipadukan dengan aerator dan kantung penampung sampel sebelum gas dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
“Dalam sampel gas ini terdapat CO₂, N₂O, gas metana dan gas-gas lainnya. Nantinya akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui berapa kadar masing-masing gas,” jelas Naharia.
Ia menerangkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sawah yang terus-menerus tergenang dengan lahan yang menerapkan sistem pengairan berselang.
Pada kondisi sawah tergenang, proses penguraian bahan organik berlangsung tanpa oksigen sehingga bakteri anaerob atau bakteri metanogen dapat menghasilkan gas metana.
Naharia menyebut emisi metana pada sistem sawah tergenang secara konvensional dapat mencapai sekitar 250–300 kilogram per hektare per musim, sedangkan pada perlakuan tertentu dengan sistem pengairan berselang diperkirakan jauh lebih rendah.
“Bagaimana kita memodifikasi pengairan supaya gas metana ini tidak diproduksi? Jawabannya adalah intermittent irrigation,” ujarnya.
Selain berpotensi menekan emisi metana, teknologi tersebut dinilai memiliki sejumlah keuntungan bagi petani, antara lain menghemat penggunaan air, mengurangi kebutuhan tenaga kerja serta berpotensi menekan hama dan penyakit yang berkembang pada kondisi sawah tergenang.
“Minahasa Didorong Jadi Model Nasional”Naharia menegaskan bahwa penelitian ini memiliki arti penting karena mempertemukan kekuatan akademik, pemerintah daerah dan kelompok tani dalam satu program.
Ia menyebut Minahasa menjadi daerah yang didorong untuk menjadi contoh penerapan teknologi pertanian rendah emisi.
“Secara kelembagaan, kami bangga karena UNIMA melakukan penelitian ini bersama pemerintah daerah, dan Kabupaten Minahasa menjadi lokasi pelaksanaannya,” katanya.
Hasil penelitian selanjutnya akan dianalisis secara ilmiah, termasuk menggunakan analisis varians atau ANOVA, untuk melihat pengaruh perlakuan pengairan terhadap emisi gas rumah kaca.
Tim peneliti berharap hasil penelitian tersebut nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang agar teknologi pengairan berselang dapat dikembangkan lebih luas di sentra-sentra persawahan Indonesia.
Program ini sekaligus mempertegas arah baru pembangunan pertanian: produktivitas tetap digenjot, tetapi lingkungan tidak boleh dikorbankan. Minahasa kini menjadi salah satu ruang pembuktian bahwa teknologi pertanian dan agenda pengendalian perubahan iklim dapat berjalan beriringan.(J.Uno)

Bupati Minahasa Dukung Riset UNIMA, Teknologi Hemat Air dan Pengurangan Emisi Jadi Harapan Baru Petani

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan riset dan inovasi teknologi pertanian yang dilakukan Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., mengapresiasi langkah UNIMA yang memilih wilayah Minahasa sebagai lokasi penelitian teknologi pertanian berbasis lingkungan, khususnya penerapan intermittent irrigation atau sistem pengairan berselang pada lahan persawahan.

Menurut Dondokambey, inovasi tersebut menjadi penting di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, terutama perubahan iklim dan potensi kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas lahan.
Teknologi intermittent irrigation merupakan pendekatan pengelolaan air dengan mengatur pemberian dan pengeringan air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman. Sistem tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan air yang lebih efisien tanpa mengabaikan kebutuhan pertumbuhan tanaman.

“Pengelolaan air yang lebih efisien sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian,” ujar Bupati.
Tak hanya persoalan air, penelitian UNIMA juga menyentuh aspek lingkungan melalui pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan.
Bagi Pemkab Minahasa, data emisi tersebut memiliki nilai strategis. Hasil pengukuran dapat menjadi bahan penelitian untuk melihat hubungan antara pola pengelolaan air dengan tingkat emisi gas metana dari lahan sawah.
Artinya, inovasi pertanian tidak lagi semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan produksi. Aspek keberlanjutan lingkungan dan upaya menekan emisi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian ke depan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh dan petani,” tegas Dondokambey.

Dari Laboratorium ke Sawah Petani
Bupati berharap riset yang dilakukan UNIMA tidak berhenti pada laporan penelitian atau publikasi akademik.
Ia mendorong agar hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif dan mudah diterapkan petani di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi pertanian pada akhirnya harus diukur dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, baik melalui efisiensi penggunaan air, peningkatan produktivitas maupun perbaikan kesejahteraan.
Pemkab Minahasa pun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, UNIMA, peneliti, tenaga penyuluh dan kelompok petani.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses alih teknologi dari perguruan tinggi ke lahan pertanian, sekaligus menjadikan Minahasa sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Dukungan Bupati terhadap riset UNIMA ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pertanian daerah yang tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga bagaimana menjaga sumber daya air, menekan dampak lingkungan dan memastikan pertanian tetap mampu bertahan menghadapi perubahan iklim.(J.uno)

Pemkab Minahasa–UNIMA Teken MoU, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Peningkatan SDM

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan Universitas Negeri Manado (UNIMA) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026). Kesepakatan ini menjadi tonggak penguatan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si., MAP, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., jajaran pimpinan UNIMA, para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama—baik yang baru maupun lama—serta jajaran Pemkab Minahasa. Kegiatan strategis tersebut difasilitasi oleh Universitas Negeri Manado.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penandatanganan MoU yang dinilainya sangat penting dan strategis bagi kedua belah pihak. Menurutnya, kerja sama ini membuka ruang sinergi yang luas, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rektor UNIMA juga mengungkapkan rencana pembukaan sejumlah fakultas baru, antara lain Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian. “Pembukaan fakultas-fakultas ini akan memberikan kesempatan besar bagi anak-anak Minahasa untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa harus keluar daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor UNIMA berharap dukungan Pemkab Minahasa, terutama terkait pemanfaatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di sekitar kampus UNIMA untuk menunjang pembukaan Fakultas Kedokteran. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan UNIMA sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, yang memerlukan dukungan serta kemudahan perizinan dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi berkelanjutan antara dunia pemerintahan dan dunia akademik. “Kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi strategis dan visioner, karena berorientasi pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa,” tegas Bupati.
Bupati berharap nota kesepahaman tersebut segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Bentuk implementasinya mencakup peningkatan kompetensi aparatur sipil negara, penguatan riset dan kajian ilmiah, hingga pengembangan kelembagaan.
Menutup sambutannya, Bupati Minahasa menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Manado atas kemitraan yang terjalin. Ia berharap kerja sama ini menjadi langkah awal yang kokoh dalam mewujudkan Minahasa yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Rektor Unima Tegaskan Pemecatan Jika Dosen Terbukti Terlibat Pelecehan Terhadap Almarhum Evia

MINAHASA, POSTKOTANEWS.CO.ID – Universitas Negeri Manado (UNIMA) berduka atas meninggalnya mahasiswi EM (21 tahun), yang ditemukan tewas gantung diri di rumah kost di kompleks kampus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Tomohon, Selasa, 30 Desember 2025. Rektor UNIMA, Dr. Joseph Kambey, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas jika ada oknum dosen yang terbukti terlibat dalam kasus ini.
Mendengar kabar duka tersebut, Rektor Joseph Kambey langsung mengumpulkan jajarannya dan bergegas ke Rumah Sakit Anugerah Tomohon untuk melihat jenazah EM dan mengurus segala keperluan untuk dibawa ke rumah duka di Kelurahan Kamasi, Tomohon Tengah.
Di rumah duka, Kambey menyatakan, “Peristiwa ini sangat memilukan hati kami sebagai pendidik di kampus Unima. Saya bersama jajaran turut berbelasungkawa dengan kematian EM, apalagi peristiwa gantung diri ini diduga dilatarbelakangi oleh tindakan tidak wajar oknum dosen FIP terhadap almarhum EM, yang menyebabkan depresi berat hingga berujung pada tindakan mengakhiri hidup.”
Kambey secara tegas meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Kota Tomohon, untuk mengusut tuntas latar belakang kematian EM. “Saya menghormati hukum dan menjunjung tinggi praduga tidak bersalah, namun jika terbukti adanya keterlibatan oknum DM (50), seorang dosen, dalam peristiwa ini, saya tidak segan-segan memecat oknum dosen tersebut,” tegas Rektor Kambey.
Pantauan media di rumah duka menunjukkan banyaknya pelayat dari pejabat UNIMA, mahasiswa, dan masyarakat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah EM alias Evia Mangolo.
Wakil Rektor II, Prof. Dr. Donal Ratu, M.Pd., menambahkan bahwa pihak direktorat UNIMA akan bertanggung jawab untuk mengurus semua kebutuhan almarhumah EM hingga pemakaman. “Kami siap membantu pihak keluarga untuk mengatur ibadah pemakaman adik mahasiswi EM sampai selesai,” ujar Ratu.
Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat dan pihak kampus berharap agar kasus ini segera terungkap motif  EM (21) Mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Unima mengakhiri hidup dengan cara gantung diri .

Bupati Minahasa Robby Dondokambey Ikuti Ujian Tertutup Disertasi di Unima

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID Minahasa — Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si., MAP (RD), kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan dunia akademik dan pembangunan sumber daya manusia. RD mengikuti Ujian Tertutup Disertasi Program Doktor Manajemen Pendidikan yang digelar di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Manado (Unima), Tomohon, Rabu (17/12/2025).

Dalam ujian tersebut, Robby Dondokambey mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Kualitas Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Minahasa”. Topik ini mencerminkan perhatian serius Bupati Minahasa terhadap pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan dan keberlanjutan daerah.

RD menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia bukan sekadar konsep akademik, melainkan kebutuhan nyata yang menentukan arah pembangunan Minahasa ke depan. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama dalam setiap perumusan kebijakan publik.

Ujian tertutup berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat. Dalam pemaparannya, Robby Dondokambey menjelaskan secara sistematis hasil kajian dan temuan penelitian, mulai dari kondisi objektif pengembangan SDM di Kabupaten Minahasa, berbagai tantangan yang dihadapi, hingga strategi peningkatan kualitas SDM yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Paparan tersebut membuka ruang dialog ilmiah yang konstruktif antara kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan. Tim penguji dan dosen pembimbing yang hadir terdiri atas akademisi berpengalaman, antara lain Rektor Unima Dr. Joseph Philip Kambey, SE, MBA, Ak, mantan Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd, serta Prof. Dr. Joulanda A. M. Rawis, M.Pd, Prof. Dr. Jeffry S. J. Lengkong, M.Pd, Prof. Dr. Ruth Umbase, M.Hum, Prof. Dr. Rolles M. Palilingan, MS, dan Prof. Dr. Henny N. Tambingon, M.Si.

Berbagai pertanyaan kritis dan masukan konstruktif disampaikan tim penguji, khususnya terkait relevansi hasil penelitian dengan kebijakan publik serta implementasinya dalam pemerintahan daerah. Robby Dondokambey menjawab setiap pertanyaan secara tenang, argumentatif, dan berbasis data, menunjukkan penguasaan materi akademik yang kuat serta pengalaman praktis sebagai kepala daerah.

Keikutsertaan Robby Dondokambey dalam ujian disertasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa jabatan publik bukan penghalang untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri, melainkan sarana memperkaya perspektif dalam pengambilan kebijakan.

Melalui disertasi tersebut, Bupati Minahasa berharap gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa, sejalan dengan semangat membangun daerah dari kualitas manusianya.

Wakil Bupati Minahasa Ikuti Kuliah Tamu Program MAN UNIMA

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, mengikuti kegiatan Kuliah Tamu Program Magister Administrasi Negara (MAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Sabtu (6/12/25).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Indonesia Association for Public Administration (IAPA), Prof. Dr. Mujibur Rahman Khairul Muluk, S.Sos., M.Si., sebagai narasumber.

Kuliah tamu yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa ini turut dihadiri jajaran pimpinan FISH UNIMA, yakni Wakil Dekan I Dr. Xaverius E. Lobja, S.Pd., M.Si., dan Wakil Dekan II Dr. Fitri H. Mamonto, S.Ag., M.AP., bersama para dosen Program MAN.

Pada kesempatan tersebut, Vanda Sarundajang yang juga merupakan Ketua Kelas MAN UNIMA menerima sertifikat penghargaan dari pihak kampus. Sertifikat diserahkan langsung oleh Kepala Program Studi Administrasi Negara S-2, Dr. Steven Tarore, S.Pd., M.A.P., sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif dan dedikasinya dalam proses perkuliahan.

Selain itu, Wakil Bupati turut menyerahkan sejumlah buku karya Dr. S.H. Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara periode 2005–2010, kepada pihak UNIMA sebagai kontribusi literasi dan referensi akademik bagi mahasiswa dan dosen.

Dalam sambutannya, Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi kepada UNIMA yang terus menghadirkan ruang dialog akademik berkualitas melalui kegiatan kuliah tamu.

“Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkaya wawasan dan praktik administrasi publik. Kehadiran narasumber nasional seperti Prof. Muluk tentu memberikan nilai tambah bagi seluruh peserta,” ujar Wabup.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa selalu mendukung upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk melalui kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik terus diperkuat demi kemajuan pembangunan di Minahasa,” tambahnya.

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan ini, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala BPBD, serta Kepala Bagian Prokopim.

Mahasiswa Teknik Informatika UNIMA Kecewa dengan Pelayanan BPMP SULUT.Minta Polda Sulut Turun Tangan

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Acara Malam Kebersamaan 7 Program Studi Teknik Informatika UNIMA yang berlangsung selama 3 hari 2 malam di BPMP SULUT (27-29 November 2025) diwarnai kekecewaan dari para mahasiswa. Pasalnya, pihak BPMP SULUT dinilai tidak profesional dan kurang transparan dalam memberikan pelayanan.

Menurut perwakilan mahasiswa Teknik Informatika Unima Owen (22) yang juga sebagai panitia acara, sejumlah masalah muncul selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan BPMP SULUT. Banyak hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal, bahkan ada peraturan yang tiba-tiba diubah saat hari kegiatan,” ujarnya.

Berikut adalah beberapa poin ketidakpuasan mahasiswa:
Perubahan Kebijakan Mendadak: Peraturan dan kebijakan yang berubah secara tiba-tiba menyebabkan rundown acara menjadi kacau dan mengalami keterlambatan.
Masalah Air: Ketersediaan air yang tidak memadai, padahal saat survei lokasi sebelumnya air lancar. Hal ini menyebabkan peserta dan panitia kesulitan untuk mandi dan berdampak pada keterlambatan kegiatan.

Fasilitas Air yang Kurang Memadai: Kapasitas fasilitas air tidak mencukupi untuk jumlah peserta yang banyak. Selain itu, pihak BPMP menerima pihak lain untuk berkegiatan di lokasi yang sama tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kasur Tidak Memadai: Beberapa kamar asrama tidak mendapatkan kasur yang memadai untuk jumlah peserta.
Ketidakadilan Penggunaan Aula: Pihak BPMP menggunakan aula tanpa koordinasi dengan panitia, sehingga menyebabkan keterlambatan kegiatan.

Waktu Checkout yang Tidak Sesuai Kesepakatan: Waktu checkout yang awalnya tidak ditentukan jamnya, tiba-tiba diubah menjadi pukul 12.00 atau maksimal 17.00 pada hari terakhir, padahal kesepakatan awal tidak ada ketentuan jam checkout.
Total biaya yang dikeluarkan untuk akomodasi adalah Rp. 6.731.000 untuk 53 kamar dan aula. Sementara untuk konsumsi totalnya mencapai Rp. 24.725.000.
Desakan Evaluasi Kinerja Terkait buruknya pelayanan NOBARTV tersebut, panitia secara khusus menyoroti tanggung jawab pengelola teknis di lapangan. Panitia berharap perhatian serius dari Ibu Youlanda Yane Ngantung, S.Pd, M.Pd (Selaku Penanggung Jawab Bagian Akomodasi) dan Ibu Dr. Deisy Sampul, S.Kom., Ms.I (Kepala Sub Bagian Umum BPMP).
“Kami berharap pihak BPMP SULUT dapat berbenah diri dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dan semoga tidak terulang lagi di kemudian hari,” pungkasnya

Ketidak puasnya pelayanan BPMP Sulut sebenarnya juga dialami sejumlah  organisasi yang menyewa fasilitas tersebut ,sehingga mereka meminta Aparat Hukum untuk menyelidiki BPMP ini ,diduga ada unsur kesengajaan untuk meraup keuntungan pribadi atau sekelompok dalam pengelolaan Fasilitas Negara tersebut .

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.