MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — DPRD Kabupaten Minahasa menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa tersebut dipimpin Ketua DPRD Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adri Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing. Hadir pula Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Lynda Watania, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta undangan lainnya.
Pendapatan Daerah Tembus Rp1,12 Triliun
Dalam penyampaian pemerintah daerah, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1.129.894.707.421,00.
Menurut Bupati, pembahasan perubahan APBD merupakan tahapan penting untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan daerah. Proses tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rapat paripurna ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan bahwa proses perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Dondokambey.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan yang berkelanjutan.
DPRD Diingatkan Kawal Kepentingan Rakyat
Momentum rapat paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan ucapan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029.
Bupati berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi lembaga legislatif untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kiranya momentum dua tahun pengabdian ini menjadi penyemangat untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.
Rapat paripurna ini menjadi awal pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan selanjutnya diharapkan tidak sekadar memenuhi prosedur penganggaran, tetapi juga memastikan setiap kebijakan perubahan anggaran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.(J.Uno)
Berita Populer
PostKota News
Pemkab Minahasa Gerak Cepat Hadapi Kemarau, Pompa Air Dikerahkan Selamatkan Lahan Pertanian
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus memperkuat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai mengancam produktivitas pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP (RD-Vasung) bergerak cepat dengan mengoordinasikan jajaran Pemkab Minahasa untuk melakukan penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau.
Sebelumnya, Bupati Robby Dondokambey telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan mendapat suplai air yang memadai, sehingga petani tetap memiliki peluang untuk mempertahankan hasil panennya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christine Tampanguma mengatakan, pihaknya telah turun ke sejumlah wilayah untuk membantu para petani yang terdampak kemarau.
Menurut Christine, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan terus diupayakan mendapat dukungan, salah satunya melalui pengerahan pompa air dan Brigade Alsintan.
“Ini salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian memberikan pinjam pakai alat mesin pompa air untuk menyuplai air ke lahan persawahan yang terdampak kemarau,” kata Christine kepada Manado Post, akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan, petani yang membutuhkan bantuan namun belum terdata dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Dinas Pertanian.
“Petani mengajukan permohonan pinjam alat melalui BPP atau penyuluh pertanian di kecamatan, kemudian disampaikan ke Brigade Alsintan Dinas Pertanian,” jelasnya.
Selain mengerahkan pompa air, Pemkab Minahasa juga memberikan perhatian terhadap keberadaan jalur irigasi dan sumber-sumber aliran air di desa dan kelurahan.
Sesuai arahan Bupati Robby Dondokambey, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa diminta bersama-sama membuka serta membersihkan jalur-jalur air yang masih memungkinkan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kerja bakti terus kita gencarkan. Semua jalur air di desa dan kelurahan dibuka dan dialirkan ke masyarakat. Fokus kita adalah ketersediaan air bagi masyarakat,” tegas Christine.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Minahasa dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan jumlah lahan yang mengalami gagal panen dapat ditekan.
Minahasa Perkuat Data Pajak dan Pertanahan lewat Sistem Digital
MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat tata kelola data pajak dan pertanahan melalui kerja sama pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa bersama Pemkot Tangerang Selatan. Penandatanganan berlangsung secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Minahasa, Jumat (11/9/2026), dan disaksikan Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.
Watania mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi digital, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang tertib, akurat, terintegrasi, dan akuntabel.
Menurutnya, persoalan pertanahan berkaitan erat dengan pengelolaan pajak. Karena itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Berbicara tentang pertanahan, ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah. Kaitannya juga dengan pajak,” ujar Watania.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi teknis antara perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda dan Diskominfo dari kedua daerah.
“Setelah penandatanganan antar kepala daerah, akan ada turunannya. Termasuk kerja sama antara Bapenda Minahasa dengan Bapenda Tangerang Selatan serta Diskominfo dengan Diskominfo,” jelasnya.
Watania menilai, Minahasa perlu terbuka terhadap inovasi dan praktik tata kelola dari daerah lain. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung penerapan e-government dan membangun sistem data yang terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan objek pajak, menata informasi pertanahan, serta mengidentifikasi potensi pendapatan daerah secara lebih efektif.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pemerintah kabupaten karena memang berbicara tentang pertanahan ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah, sama kaitannya dengan pajak,” tuturnya.
Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya memindahkan administrasi manual ke sistem elektronik. Teknologi harus berdampak pada peningkatan pelayanan, akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas pendapatan daerah.
“Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan data dan meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala Bapenda Minahasa Jeffry Tangkulung, SH, MAP, Kepala Diskominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, Kabag Kerja Sama Rener Karwur, SSTP, MAP, serta jajaran Bapenda Minahasa.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Minahasa dalam membangun pengelolaan data pajak dan pertanahan yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.(J.Uno)
Minahasa Matangkan Persiapan, HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM Dipusatkan di Kakas Raya
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Pria/Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM terus dimatangkan. Tahun ini, Rayon Minahasa dipercaya menjadi tuan rumah, dengan pusat kegiatan berada di Wilayah Kakas Raya.
Pemantapan persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia pelaksana bersama panitia lokal yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (1/10/2026).
Rapat dipimpin Ketua Harian Panitia, Pnt Dr Drs Riviva Maringka MSi, yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Minahasa, didampingi Sekretaris Umum Panitia, Pnt Rio Rindengan SSos MA. Jajaran panitia pelaksana dan panitia lokal turut hadir dalam rapat tersebut.
Berbagai hal strategis menjadi pembahasan, mulai dari kesiapan teknis, koordinasi antar-panitia, hingga pematangan rangkaian kegiatan menjelang puncak perayaan. Seluruh unsur panitia diminta memastikan setiap kebutuhan dipersiapkan secara optimal agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan lancar.
“Rapat ini digelar demi memastikan apa-apa saja yang perlu disiapkan sebelum pelaksanaan hari H kegiatan nanti,” ujar Pnt Riviva Maringka, didampingi Pnt Rio Rindengan.
Puncak perayaan HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM akan ditandai dengan Ibadah Raya pada 9 Oktober 2026, yang dipusatkan di Lapangan God Bless Minahasa.
Ketua Umum Panitia, Pnt Dr Robby Dondokambey SSi MAP, yang juga Bupati Minahasa, mengajak seluruh panitia dan warga GMIM, khususnya kaum bapak, untuk bersama-sama mendukung serta menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, dukungan dan keterlibatan seluruh elemen menjadi bagian penting dalam menyukseskan Minahasa sebagai tuan rumah perayaan HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia optimistis seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung tertib dan lancar sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan pelayanan P/KB Sinode GMIM.
Hari Kesaktian Pancasila di Minahasa: Upacara Khidmat, Puluhan ASN Terima Kenaikan Pangkat
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Kamis (1/10/2026).
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat kepada puluhan aparatur sipil negara (ASN).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti ratusan peserta. Hadir jajaran asisten, staf ahli, kepala badan dan dinas, direktur RSUD, para kepala bagian, hingga camat se-Kabupaten Minahasa.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolayan membacakan naskah ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Dalam ikrar tersebut ditegaskan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Puluhan ASN Terima SK Kenaikan Pangkat
Di balik rangkaian peringatan yang sarat nilai kebangsaan, momentum tersebut juga menjadi kabar baik bagi puluhan ASN di lingkungan Pemkab Minahasa.
Penyerahan SK kenaikan pangkat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan kinerja ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Para penerima SK tampak antusias saat menerima dokumen kenaikan pangkat yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memohon penyertaan Tuhan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa.
Doa juga ditujukan bagi jajaran pimpinan daerah, yakni Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS., MAP, serta Sekretaris Daerah Dr. Linda Watania, MM., M.Si.
Upacara ditutup dengan laporan komandan upacara dan penghormatan terakhir. Setelah itu, seluruh peserta membubarkan diri.
Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan daerah dan para ASN penerima SK kenaikan pangkat.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila di Minahasa tahun ini pun menjadi perpaduan antara refleksi terhadap sejarah perjuangan bangsa dan apresiasi terhadap aparatur yang menjalankan tugas pelayanan publik di daerah.
Kemarau Belum Berakhir, Wabup Minahasa Turun Langsung Bantu Petani Atasi Kekeringan
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Musim kemarau yang belum berakhir mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Minahasa. Sejumlah lahan pertanian mengalami kekurangan air hingga menyebabkan tanaman mulai mengering dan mengancam produktivitas petani.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP turun langsung meninjau lahan pertanian di Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Rabu (30/9).
Dalam kunjungan itu, Pemkab Minahasa melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan pompa air kepada petani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian, khususnya lokasi yang berada dekat dengan sumber air.
“Pemkab Minahasa melalui Dinas Pertanian turun tangan membantu langsung petani. Musim kemarau ini masih belum usai, harus ada langkah nyata menghadapi kekeringan yang terjadi, terutama di pertanian,” kata Wabup.
Tak sekadar melakukan peninjauan, Wabup berdialog langsung dengan Kelompok Tani Lepo Weru untuk menyerap aspirasi petani terkait ketersediaan sumber air dan sarana pendukung pertanian.
Wabup juga ikut turun ke lahan, melakukan penyiraman tanaman sekaligus menanam cabai rawit bersama para petani.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan di wilayah Parepei. Untuk daerah lain yang terdampak, pemerintah menyiapkan pasokan air menggunakan mobil tangki PDAM.
“Untuk wilayah lain yang mengalami kekeringan, pemerintah menyediakan pasokan air dengan mobil tangki PDAM,” ujarnya.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Minahasa juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan mengajukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut antara lain berupa traktor dan mesin pompa air guna memperkuat sarana pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pertanian Christin Moniung Tampaguma, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, serta Camat Remboken Eigtmi Moniung.
Pemkab Minahasa Perkuat JKN, Fokus Perluas Kepesertaan dan Pangkas Kendala Administrasi
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat upaya menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengoptimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, bersama jajaran BPJS Kesehatan Cabang Tondano dan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa di Ruang Kerja Wakil Bupati, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dalam pelaksanaan JKN serta merumuskan langkah perbaikan agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat.
Ada tiga hal utama yang menjadi perhatian, yakni memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan, serta mengurangi kendala administratif yang masih dihadapi peserta.
Sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan jajaran kesehatan dinilai penting untuk memastikan akses terhadap jaminan kesehatan dapat diberikan secara adil, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat, Pemkab Minahasa berharap pelayanan kesehatan publik dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program JKN tidak hanya menjangkau lebih banyak warga, tetapi juga memberikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.
25 Camat Ditekan Kejar PBB, Minahasa Target 100 Persen Oktober
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa memperketat penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sebanyak 25 camat diminta bergerak lebih agresif mengejar realisasi pajak di wilayah masing-masing, menyusul masih adanya kecamatan dan desa yang belum mencapai target.
Evaluasi tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si. Pemerintah daerah bahkan menetapkan target realisasi PBB mencapai 100 persen pada Oktober 2026.
Watania mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan capaian PBB antarwilayah masih timpang. Sejumlah kecamatan telah mencapai target, namun masih ada desa yang belum menuntaskan kewajiban pajaknya.
“Ekstensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan menjadi salah satu langkah yang kami lakukan. Target-target penyelesaian sudah diketahui, dan kami melihat masih ada beberapa kecamatan yang belum memenuhi target yang diharapkan,” ujar Watania.
Camat Tak Bisa Hanya Menunggu Bapenda
Watania menegaskan, mengejar target PBB bukan semata-mata tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Camat diminta mengambil peran aktif dengan menggerakkan pemerintah desa dan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, camat memiliki tanggung jawab untuk memastikan penagihan, koordinasi, hingga sosialisasi berjalan sampai ke tingkat desa.
“Ini bukan hanya semata-mata kita menagih pajak, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab moral mereka sebagai kepala kecamatan,” tegasnya.
Pemkab Minahasa meminta para camat segera menyusun dan menjalankan langkah konkret untuk mengejar wilayah yang masih tertinggal.
Evaluasi Setiap Pekan
Tekanan terhadap percepatan PBB semakin kuat karena waktu yang tersedia semakin terbatas. Pemkab Minahasa menargetkan realisasi 100 persen pada Oktober 2026.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, evaluasi akan dilakukan setiap pekan.
“Waktunya tinggal satu bulan. Setiap satu minggu akan kami evaluasi. Para camat sudah memberikan komitmen untuk melakukan optimalisasi dan langkah-langkah konkret agar PBB di wilayah mereka bisa 100 persen,” kata Watania.
Ia meminta camat tidak berhenti pada koordinasi administratif. Perangkat kecamatan dan desa harus aktif melakukan sosialisasi serta pendekatan persuasif kepada wajib pajak.
“Ini menjadi tanggung jawab para camat untuk mengonsolidasikan, berkoordinasi ke samping dan juga turun ke bawah. Berbagai cara harus dilakukan secara persuasif, mendorong masyarakat, menggugah mereka dan memberikan sosialisasi agar masyarakat sadar membayar pajak,” jelasnya.
Langowan Barat Tertinggi, Sawangan Terendah
Dalam evaluasi tersebut, capaian PBB antarwilayah masih menunjukkan kesenjangan.
Kecamatan Langowan Barat disebut menjadi wilayah dengan capaian tertinggi. Sementara Kecamatan Sawangan berada pada posisi terendah.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kecamatan, terutama wilayah dengan capaian rendah, untuk mengejar ketertinggalan sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Watania mengatakan, PBB masih menjadi salah satu jenis pajak daerah yang realisasinya relatif rendah. Karena itu, diperlukan keterlibatan aktif seluruh jajaran pemerintahan hingga ke tingkat desa.
Masyarakat Diminta Lunasi PBB
Di sisi lain, Pemkab Minahasa mengingatkan masyarakat agar segera memenuhi kewajiban pembayaran PBB sesuai ketetapan yang telah ditetapkan Bapenda.
“Pajak merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia, termasuk masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa. Kami mengimbau agar masyarakat melunasi pajak sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan,” ujar Watania.
Menurutnya, optimalisasi PBB tidak hanya berkaitan dengan penerimaan daerah, tetapi juga mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“PBB juga merupakan bagian dari proses percepatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat maupun pelayanan pemerintahan. Karena itu kami mendorong masyarakat untuk menjadi warga yang taat pajak,” tandasnya.
Dengan evaluasi mingguan dan target 100 persen pada Oktober, para camat kini dituntut membuktikan komitmennya. Wilayah yang masih tertinggal harus bergerak lebih cepat agar target PBB Kabupaten Minahasa tidak kembali meleset.
Dari Klinik ke Gedung Dewan, dr. Anita Mamuaya Kini Pimpin Komisi I DPRD Minahasa
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pengabdian kepada masyarakat tak selalu bermula dari panggung politik. Bagi dr. Anita Mamuaya, M.Kes., pengabdian justru lebih dulu dijalani melalui dunia kesehatan, sebelum akhirnya membawanya ke kursi legislatif dan kini dipercaya memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Minahasa.
Jauh sebelum terjun ke politik, dr. Anita dikenal sebagai praktisi kesehatan yang aktif melayani masyarakat melalui praktik mandiri dan klinik dokter umum. Dari ruang pelayanan kesehatan tersebut, ia berhadapan langsung dengan beragam persoalan warga, termasuk kebutuhan masyarakat dari kalangan pra-sejahtera.
Pengalaman itu kini menjadi bagian penting dari bekalnya sebagai wakil rakyat. Terpilih melalui Partai Gerindra, dr. Anita juga dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Minahasa.
Terbaru, amanah untuk memimpin Komisi I DPRD Minahasa resmi diberikan melalui Rapat Paripurna Penetapan Perubahan Susunan Pimpinan dan Keanggotaan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Minahasa, yang dipimpin Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, S.E., Senin (28/9/2026).
Sebagai Ketua Komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum, dan kepegawaian, dr. Anita menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat akan tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas legislatif.
“Komitmen saya sebagai Ketua Komisi I, bahwa seorang wakil rakyat harus senantiasa aktif turun di tengah masyarakat, mendengarkan kesulitan dan kebutuhan warga secara langsung, serta mengawal aspirasi tersebut hingga tuntas,” ujar dr. Anita saat ditemui di Gedung Manguni.
Menurutnya, fungsi legislatif tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja. Aspirasi masyarakat harus didengar secara langsung agar dapat menjadi bahan pengawasan sekaligus pijakan dalam mendorong kebijakan pemerintah daerah.
Di sisi lain, dr. Anita juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja perangkat daerah yang menjadi mitra kerja Komisi I. Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah mampu meningkatkan pelayanan, menciptakan inovasi, dan memastikan program pemerintah benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Untuk mitra kerja kami di SKPD terkait, harus siap bekerja untuk rakyat lebih baik lagi, siap berinovasi, dan satu tujuan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Minahasa,” tegasnya.
Komisi I DPRD Minahasa memiliki fungsi pengawasan terhadap sejumlah sektor strategis pemerintahan daerah. Ruang lingkupnya antara lain Sekretariat Daerah, khususnya Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan dan Bagian Organisasi; Inspektorat Daerah; Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD); Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM); Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol); Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil); Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP); hingga pemerintah kecamatan di seluruh Kabupaten Minahasa.
Dengan latar belakang sebagai praktisi kesehatan, dr. Anita kini membawa pengalaman pelayanan langsung kepada masyarakat ke dalam ruang legislatif.
Baginya, aspirasi warga tidak boleh berhenti pada tahap penyampaian. Aspirasi tersebut harus dikawal melalui fungsi pengawasan dan proses pemerintahan agar dapat diterjemahkan menjadi pelayanan serta kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat Minahasa.
Tim Bridge Minahasa Raih Runner-up Kelas B di Kejurnas 2026
MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MAMUJU — Tim Bridge Kabupaten Minahasa menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge 2026 di Mamuju, Sulawesi Barat, yang berlangsung 17–26 September 2026.
Minahasa berhasil merebut peringkat kedua kategori antarkota Kelas B, di bawah Ambon yang keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi ketiga ditempati Toradja.
Capaian tersebut diraih melalui permainan solid dan kekompakan para atlet yang memperkuat Tim Bridge Minahasa, yakni Alexander Mamesah, Jonky Tumbel, Allan Sumanti, Jimmy Poluakan, Jordy Moleong, Yeremia Paoki, serta Stenly Runtu (NPC).
Alexander Mamesah mengatakan persaingan di kategori tersebut berlangsung ketat karena diikuti tim-tim dengan kualitas permainan yang cukup kuat.
“Permainan cukup ketat karena tim yang datang memang juga cukup hebat, tapi berkat kekompakan tim kami berhasil meraih peringkat kedua,” jelas Alex.
Menurut Alex, hasil tersebut menjadi modal penting bagi Tim Bridge Minahasa untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi pada ajang nasional berikutnya. Kekompakan serta kerja sama antarpemain, kata dia, menjadi salah satu kunci dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Di ajang yang sama, kontingen Sulawesi Utara berhasil keluar sebagai juara umum Kejurnas Bridge 2026 dengan koleksi lima medali emas.
Prestasi Minahasa di kategori antarkota Kelas B turut memperkuat kiprah Sulawesi Utara di pentas bridge nasional. Hasil ini sekaligus diharapkan menjadi pemacu bagi pembinaan dan pengembangan atlet bridge di Kabupaten Minahasa agar mampu mencatatkan prestasi lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
- 1
- 2
- 3
- …
- 498
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



















