PostKota News

Pajak Diabaikan, Pemkab Minahasa Turun Tangan

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mulai memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

Langkah tegas itu ditunjukkan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, saat memimpin langsung Tim Intensifikasi Pajak Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku usaha, termasuk KFC Tondano, Kamis (1/10/2026).

Sidak tersebut menjadi sinyal keras Pemkab Minahasa bahwa kewajiban pajak bukan perkara yang bisa diabaikan oleh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Tim gabungan yang turun dalam kegiatan ini melibatkan Bapenda Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, Polres Minahasa, Satpol PP, Bagian Hukum Pemkab Minahasa, serta unsur pers.

Pengawasan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan terhadap objek serta kewajiban perpajakan pelaku usaha. Pemerintah daerah memastikan seluruh objek pajak terdata dan kewajiban yang melekat dipenuhi sesuai ketentuan.

Saat berada di KFC Tondano, Wabup Vanda menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha yang menganggap enteng kewajiban pajak daerah.“Kami mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, jangan menganggap sepele kewajiban pajak. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sarundajang.

Ia menyebut, pembinaan dan peringatan akan tetap menjadi bagian dari proses penertiban. Namun, apabila kewajiban perpajakan tetap diabaikan, Pemkab Minahasa akan menindaklanjutinya melalui mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bahkan, menurut Vanda, sanksi dapat diterapkan hingga penutupan usaha apabila memenuhi dasar hukum serta prosedur yang dipersyaratkan.“Kami akan turun terus. Kalau ada yang belum memenuhi kewajibannya, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Jangan sampai sudah diberikan peringatan tetapi tetap tidak mengindahkan,” ujarnya.

Menurut Wabup, intensifikasi pajak daerah bukan sekadar persoalan penagihan. Optimalisasi penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerimaan tersebut selanjutnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Turut mendampingi Wabup Vanda dalam sidak tersebut, Kaban Bapenda Minahasa Jeffry M. Tangkulung, SH, MAP; Kasat Pol PP Minahasa Drs. Laxie S.J. Korengkeng, M.Si; serta Intelijen Kejari Minahasa Reinhard Tawalujan, SH.serta KBO Intelkam Polres Minahasa Aiptu Steven Rengkuan.

Stiki

DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — DPRD Kabupaten Minahasa menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa tersebut dipimpin Ketua DPRD Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adri Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing. Hadir pula Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Lynda Watania, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta undangan lainnya.
Pendapatan Daerah Tembus Rp1,12 Triliun
Dalam penyampaian pemerintah daerah, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1.129.894.707.421,00.
Menurut Bupati, pembahasan perubahan APBD merupakan tahapan penting untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan daerah. Proses tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rapat paripurna ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan bahwa proses perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Dondokambey.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan yang berkelanjutan.
DPRD Diingatkan Kawal Kepentingan Rakyat
Momentum rapat paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan ucapan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029.
Bupati berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi lembaga legislatif untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kiranya momentum dua tahun pengabdian ini menjadi penyemangat untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.
Rapat paripurna ini menjadi awal pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan selanjutnya diharapkan tidak sekadar memenuhi prosedur penganggaran, tetapi juga memastikan setiap kebijakan perubahan anggaran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.(J.Uno)

Stiki

Pemkab Minahasa Gerak Cepat Hadapi Kemarau, Pompa Air Dikerahkan Selamatkan Lahan Pertanian

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus memperkuat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai mengancam produktivitas pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP (RD-Vasung) bergerak cepat dengan mengoordinasikan jajaran Pemkab Minahasa untuk melakukan penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau.

Sebelumnya, Bupati Robby Dondokambey telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan mendapat suplai air yang memadai, sehingga petani tetap memiliki peluang untuk mempertahankan hasil panennya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christine Tampanguma mengatakan, pihaknya telah turun ke sejumlah wilayah untuk membantu para petani yang terdampak kemarau.

Menurut Christine, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan terus diupayakan mendapat dukungan, salah satunya melalui pengerahan pompa air dan Brigade Alsintan.

“Ini salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian memberikan pinjam pakai alat mesin pompa air untuk menyuplai air ke lahan persawahan yang terdampak kemarau,” kata Christine kepada Manado Post, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, petani yang membutuhkan bantuan namun belum terdata dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Dinas Pertanian.

“Petani mengajukan permohonan pinjam alat melalui BPP atau penyuluh pertanian di kecamatan, kemudian disampaikan ke Brigade Alsintan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain mengerahkan pompa air, Pemkab Minahasa juga memberikan perhatian terhadap keberadaan jalur irigasi dan sumber-sumber aliran air di desa dan kelurahan.

Sesuai arahan Bupati Robby Dondokambey, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa diminta bersama-sama membuka serta membersihkan jalur-jalur air yang masih memungkinkan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kerja bakti terus kita gencarkan. Semua jalur air di desa dan kelurahan dibuka dan dialirkan ke masyarakat. Fokus kita adalah ketersediaan air bagi masyarakat,” tegas Christine.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Minahasa dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan jumlah lahan yang mengalami gagal panen dapat ditekan.

Stiki

Minahasa Perkuat Data Pajak dan Pertanahan lewat Sistem Digital

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat tata kelola data pajak dan pertanahan melalui kerja sama pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa bersama Pemkot Tangerang Selatan. Penandatanganan berlangsung secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Minahasa, Jumat (11/9/2026), dan disaksikan Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.

Watania mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi digital, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang tertib, akurat, terintegrasi, dan akuntabel.

Menurutnya, persoalan pertanahan berkaitan erat dengan pengelolaan pajak. Karena itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Berbicara tentang pertanahan, ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah. Kaitannya juga dengan pajak,” ujar Watania.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi teknis antara perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda dan Diskominfo dari kedua daerah.

“Setelah penandatanganan antar kepala daerah, akan ada turunannya. Termasuk kerja sama antara Bapenda Minahasa dengan Bapenda Tangerang Selatan serta Diskominfo dengan Diskominfo,” jelasnya.

Watania menilai, Minahasa perlu terbuka terhadap inovasi dan praktik tata kelola dari daerah lain. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung penerapan e-government dan membangun sistem data yang terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan objek pajak, menata informasi pertanahan, serta mengidentifikasi potensi pendapatan daerah secara lebih efektif.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pemerintah kabupaten karena memang berbicara tentang pertanahan ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah, sama kaitannya dengan pajak,” tuturnya.

Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya memindahkan administrasi manual ke sistem elektronik. Teknologi harus berdampak pada peningkatan pelayanan, akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas pendapatan daerah.

“Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan data dan meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Bapenda Minahasa Jeffry Tangkulung, SH, MAP, Kepala Diskominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, Kabag Kerja Sama Rener Karwur, SSTP, MAP, serta jajaran Bapenda Minahasa.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Minahasa dalam membangun pengelolaan data pajak dan pertanahan yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.(J.Uno)

Stiki

Oklen Plt Golkar Minahasa ,Adrie Kamasih Klarifikasi Pergantian Ketua Golkar Minahasa: Bukan Pencopotan, Masa Jabatan Berakhir

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pergantian kepemimpinan di tubuh DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa mendapat penjelasan langsung dari mantan ketua, Adrie Kamasih. Ia menegaskan, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II bukan disebabkan penilaian buruk terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya, melainkan karena masa jabatan periode 2020–2025 telah berakhir.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama anggapan bahwa dirinya diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan ketua.”Ungkap Kamasibertempat diruang komisi II kantor Dewan Minahasa.Selasa (13/10/26).

Adrie menjelaskan, kepengurusan yang dipimpinnya secara resmi berlaku untuk periode 2020–2025. Namun, tertundanya pelaksanaan pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara berdampak pada tertundanya proses pemilihan ketua DPD II di tingkat kabupaten dan kota.

“Perlu diketahui masyarakat bahwa masa tugas kami dari tahun 2020 sampai 2025 memang sudah selesai. Namun, karena pemilihan Ketua DPD I tertunda, pemilihan ketua DPD II juga ikut tertunda. Setelah pemilihan DPD I terlaksana, barulah dilanjutkan dengan proses pemilihan di tingkat kabupaten dan kota,” jelas Adrie.

Ia menyebut, setelah masa kepengurusannya berakhir, dirinya menerima perpanjangan masa tugas selama satu tahun. Adrie pun menyampaikan terima kasih kepada pimpinan partai yang telah memberikan kesempatan tersebut.

Menurutnya, penunjukan Plt merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa periode 2025–2030.

“Saya menyampaikan selamat kepada saudara yang dipercayakan pimpinan DPD I untuk mempersiapkan Musda pemilihan Ketua DPD II. Saya juga mengajak seluruh pengurus, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten, untuk mendukung pelaksanaan tugas Plt demi kelancaran organisasi,” ujarnya.

Adrie menegaskan, dirinya kini tetap menjadi bagian dari Partai Golkar dan menyerahkan proses selanjutnya kepada mekanisme serta petunjuk pimpinan partai.

Terkait kemungkinan kembali maju dalam pemilihan ketua, Adrie menyatakan belum mengambil keputusan. Ia memilih melihat perkembangan situasi dan kondisi organisasi ke depan serta menunggu arahan dari pimpinan partai.

Apler Bentian: “Bukan Karena Penilaian Buruk terhadap Kinerja”

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara, Apler Bentian, menegaskan bahwa penunjukan Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa tidak berkaitan dengan penilaian negatif terhadap kinerja Adrie Kamasih maupun kepengurusan sebelumnya.

Menurut Apler, keputusan tersebut didasarkan pada berakhirnya masa kepengurusan periode 2020–2025. Penunjukan Plt menjadi bagian dari langkah organisasi untuk memastikan roda kepengurusan tetap berjalan sekaligus mempersiapkan Musda.

“Tidak ada kaitannya dengan penilaian buruk terhadap kinerja Pak Adrie Kamasih dan teman-teman di DPD II. Ini murni karena masa kepengurusan beliau sudah berakhir dari 2020 sampai 2025,” tegas Apler.

Ia menjelaskan, Plt diberikan mandat untuk menjalankan roda organisasi serta mempersiapkan pelaksanaan Musda guna menentukan kepemimpinan DPD II Partai Golkar Minahasa untuk periode berikutnya.

Apler berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan secepatnya. Ia menyebut pelaksanaan Musda diupayakan berlangsung pada tahun 2026, sedangkan kepastian waktu pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan Plt Ketua DPD II.

Plt Ketua Siapkan Konsolidasi dan Musda

Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa, Oklen Waleleng, menyatakan akan segera melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus dan kader untuk memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan.

Setelah menerima Surat Keputusan (SK) penunjukan yang diserahkan oleh Apler Bentian, Oklen menyebut salah satu langkah awalnya adalah menata kebutuhan internal organisasi, termasuk menunjuk Steizy Runtu sebagai sekretaris untuk membantu kelancaran tugas kepengurusan sementara.

Menurut Oklen, tugas utama Plt adalah menjaga keberlangsungan organisasi dan mempersiapkan pelaksanaan Musda. Ia juga menekankan pentingnya mengembalikan peran Partai Golkar agar memiliki posisi strategis dalam dinamika politik, baik pada pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah.

“Golkar harus menjadi penentu, bukan hanya penonton dalam Pilpres maupun Pilkada. Ini menjadi salah satu tugas untuk membawa kembali kejayaan Partai Golkar,” ujar Oklen.

Pergantian kepemimpinan sementara ini menjadi tahapan organisasi menuju pemilihan ketua definitif DPD II Partai Golkar Minahasa periode 2025–2030. Dengan mandat yang diberikan, Plt diharapkan mampu menjaga konsolidasi kader, menjalankan roda organisasi, dan mempersiapkan Musda sesuai mekanisme serta arahan pimpinan partai.

Catatan redaksi: Kepastian jadwal Musda dan tahapan pemilihan ketua definitif masih perlu dikonfirmasi kepada pihak DPD I maupun Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa.

Bupati RD Lantik ASN Minahasa, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Tanpa Berbelit

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menegaskan pentingnya integritas, disiplin, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia meminta pejabat yang baru dilantik bekerja responsif, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta meninggalkan pola birokrasi yang lambat dan berbelit-belit.

Penegasan itu disampaikan Robby saat memimpin pengambilan sumpah/janji dan pelantikan ASN dalam jabatan administrator, pengawas, dan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Selasa (13/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda Deisye Watania, M.M., M.Si., Ketua TP-PKK Minahasa Martina Watok Dondokambey-Lengkong, S.E., serta jajaran pejabat pemerintah daerah. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa.

Dalam sambutannya, Robby menyampaikan selamat kepada para ASN yang mendapat kepercayaan menduduki jabatan baru. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar perubahan posisi dalam struktur pemerintahan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, sumpah/janji jabatan tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Ikrar tersebut harus menjadi pedoman moral dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara, pemerintah, serta masyarakat Minahasa.

“Sumpah tersebut bukan hanya diucapkan secara lisan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegas Robby.

Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, profesional, dan berorientasi pada hasil. Setiap ASN dituntut mampu bekerja efektif, bergerak cepat, serta tanggap terhadap kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Robby secara khusus mengingatkan agar aparatur tidak mempertahankan pola kerja yang lamban, prosedur birokrasi yang berbelit-belit, maupun sikap tidak responsif terhadap keluhan publik.

“Jadilah aparatur yang hadir memberikan solusi, bukan menambah persoalan,” pesannya.

Dorong Birokrasi yang Profesional dan Kolaboratif

Robby menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi, membangun komunikasi yang efektif, dan mengutamakan kerja sama dalam menjalankan program pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa ego sektoral hanya akan menghambat pelaksanaan program dan mengurangi efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap pejabat harus mampu menempatkan kepentingan daerah dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Jabatan bukan pula sarana untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menuntut kinerja pejabat yang baru dilantik, Bupati juga menekankan pentingnya peran pimpinan perangkat daerah dalam membina, mengevaluasi, dan mengawasi ASN di lingkungan kerja masing-masing.

Para pimpinan perangkat daerah diharapkan menjadi teladan dalam disiplin dan profesionalisme, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung peningkatan kompetensi aparatur.

Menurut Robby, keberhasilan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang disusun, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, setiap pejabat harus memahami tugas pokok dan kewenangannya serta mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas secara optimal.

Pelantikan Jadi Momentum Perbaikan Kinerja

Menutup sambutannya, Robby mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat kebersamaan, meningkatkan etos kerja, dan menjaga komitmen pengabdian demi kemajuan daerah.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan perubahan nyata dalam kinerja birokrasi, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.

“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan membangun daerah dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap profesionalisme dan integritas ASN semakin kuat, tata kelola pemerintahan semakin efektif, serta pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pemkab Minahasa Salurkan Lima Traktor Crawler, Dorong Efisiensi Pengolahan Lahan Sawah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pertanian menyalurkan lima unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Crawler kepada kelompok tani. Bantuan dari Kementerian Pertanian RI ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sawah sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian di Kabupaten Minahasa.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP, didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS dan Sekretaris Daerah Dr Lynda D Watania MM MSi, di halaman Kantor Bupati Minahasa, Tondano, Selasa (13/10/2026) pagi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Minahasa, Christiene Tampanguma, dalam laporannya menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Satuan Kerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, Traktor Crawler memiliki peran penting dalam mempercepat pengolahan lahan sawah. Penggunaan alat tersebut juga berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara signifikan dibandingkan metode konvensional.

“Bantuan ini berupa lima unit Traktor Crawler yang diperuntukkan bagi pengolahan lahan sawah. Secara umum, penggunaan alat ini dapat menghemat tenaga kerja hingga 80–90 persen dibandingkan pengolahan lahan secara manual menggunakan cangkul maupun tenaga hewan,” jelas Tampanguma.

Adapun kelompok tani penerima bantuan tersebut yakni Koptan Karapita yang diketuai Seska Wuon dari Desa Raringis, Kecamatan Langowan Barat; Koptan Citawaya yang diketuai Rendy Wokas dari Desa Amongena I, Kecamatan Langowan Timur; Koptan Sumaru Endo yang diketuai Agus Tenda dari Desa Sendangan I, Kecamatan Sonder; serta Koptan Goro yang diketuai Steven Sumanti dari Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat.

Tampanguma menambahkan, bantuan tersebut sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Utara dalam kegiatan penanaman padi di Kecamatan Kakas.

Sementara itu, Bupati Robby Dondokambey menegaskan, bantuan alsintan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia meminta seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan yang diberikan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian di Minahasa.

“Saya berharap, dengan adanya bantuan ini, proses pengolahan lahan dapat menjadi lebih efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Minahasa,” ujar Dondokambey.

Atas nama Pemkab Minahasa, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah tersebut.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan pertanian Minahasa yang semakin maju, produktif, dan berdaya saing.

“Dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, penyerahan bantuan ini resmi dilaksanakan kepada kelompok tani yang telah dipersiapkan. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi para petani dan kemajuan Kabupaten Minahasa,” pungkasnya.

Hapsa Pemuda GMIM Kawangkoan 2026, Vanda Sarundajang: Pemuda Harus Jadi Obor Pembangunan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, mengajak Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak hanya dituntut aktif dalam pelayanan gereja, tetapi juga harus menjadi teladan, menjaga lingkungan, dan hadir sebagai mitra strategis pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Vanda saat menghadiri Ibadah Pembukaan Hari Persatuan (Hapsa) Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan Tahun 2026 di Gereja GMIM Zaitun Kiawa, Kawangkoan, Minggu (11/10/2026).

“Pemuda harus menjadi obor pembangunan yang menerangi lingkungan dengan keteladanan, sekaligus menjadi mitra strategis bagi gereja dan pemerintah,” tegas Vanda dalam sambutannya.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting sebagai generasi penerus gereja, bangsa, dan daerah. Karena itu, semangat pelayanan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Soroti Kekeringan dan Ratusan Kasus Kebakaran

Selain mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan, Vanda menyoroti persoalan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Minahasa, terutama dampak fenomena El Nino yang berpotensi memperparah kekeringan dan krisis air bersih.

Ia mengungkapkan, Dinas Pemadam Kebakaran telah menangani hampir 300 titik kebakaran lahan maupun bangunan di Minahasa.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran di tengah cuaca kering.

Vanda pun mengingatkan masyarakat, termasuk kalangan pemuda, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Ia juga mengimbau warga menggunakan air bersih secara bijak, menyusul penurunan debit air tanah.

Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa peran pemuda dalam pembangunan tidak berhenti pada kegiatan organisasi dan pelayanan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka.

Iman Harus Terwujud dalam Tindakan Nyata

Ibadah pembukaan Hapsa Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan 2026 mengusung tema “REKINDLE”, yang bermakna menyalakan kembali dan mengobarkan karunia Allah dalam diri Pemuda GMIM.

Ibadah dipimpin Pdt. Junisar Watulangkow, M.Th. Dalam khotbah berdasarkan Roma 12:9–12, ia mengajak pemuda menerapkan iman melalui kehidupan yang kudus, kasih yang tulus, serta sikap saling menghormati sebagai saudara seiman.

“Kerajinan dan semangat dalam melayani Tuhan tidak boleh kendor. Roh orang percaya harus tetap menyala-nyala di tengah berbagai tantangan zaman, serta menjaga keutuhan persekutuan tanpa persaingan yang tidak sehat,” ungkap Pdt. Junisar.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan gereja dalam mendorong kehadiran pemuda pada ibadah rutin. Di sisi lain, antusiasme kaum muda dinilai cenderung tinggi ketika mengikuti kegiatan kreatif dan perlombaan.

Karena itu, ia berharap semangat tersebut dapat diarahkan secara seimbang, sehingga keterlibatan pemuda dalam kegiatan kreatif berjalan beriringan dengan pertumbuhan iman dan pelayanan yang berkelanjutan.

Berlangsung hingga Pertengahan November

Rangkaian Hapsa Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan 2026 dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November mendatang. Berbagai kegiatan pembinaan spiritual, olahraga, dan kesenian disiapkan untuk mempererat persekutuan sekaligus mengembangkan potensi pemuda gereja.

Usai mengikuti kegiatan pembukaan, Wakil Bupati Vanda Sarundajang melepas peserta lomba gerak jalan Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan.

Melalui momentum Hapsa ini, pemuda diharapkan tidak hanya menjaga semangat persekutuan, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai iman menjadi aksi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Kabupaten Minahasa.

Tampilkan Pesona Budaya dan Alam Minahasa, Wabup Vanda Saksikan Sailing Pass FPSL Bitung 2026

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Kabupaten Minahasa unjuk pesona budaya dan keindahan alam dalam Sailing Pass Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) Bitung 2026, Sabtu (10/10). Melalui parade kapal hias bertema budaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa berupaya memperluas promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan leluhur Minahasa kepada masyarakat luas.

Keikutsertaan Minahasa dalam festival tersebut disaksikan langsung Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moudy Leonhard Pangerapan, SH, MAP.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya daerah dalam perhelatan yang mengangkat kekayaan wisata bahari Sulawesi Utara, khususnya keindahan Selat Lembeh.

Wakil Bupati Vanda Sarundajang mengatakan, kehadiran Minahasa dalam FPSL 2026 bukan sekadar memeriahkan festival, melainkan juga membawa identitas, kearifan lokal, dan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Minahasa.

“Ini juga menjadi ajang kita mempromosikan keindahan Kabupaten Minahasa ke masyarakat luas, baik budaya, kearifan lokal dan potensi pariwisatanya,” ujar Vanda.

Ia menambahkan, kekayaan seni, sejarah, dan alam Minahasa perlu terus diperkenalkan melalui berbagai ruang promosi, termasuk festival pariwisata berskala regional.

“Melalui mural, tarian dan simbol budaya, kami ingin menunjukkan bahwa Minahasa kaya akan seni, sejarah dan pesona alam yang layak dikenal dunia,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Vanda turut menyaksikan Sailing Pass 2026 bertajuk “Dancing on The Boat”, yang menghadirkan atraksi kapal sebagai salah satu daya tarik utama festival.

Pada parade kapal hias, Minahasa tampil dengan kapal berwarna merah yang dihiasi mural keindahan alam dan budaya daerah. Ikon Benteng Moraya turut ditampilkan sebagai representasi sejarah perjuangan rakyat Minahasa.

Ornamen burung Manguni dan motif bunga khas Minahasa memperkuat karakter budaya pada kapal tersebut. Penampilan semakin semarak dengan atraksi tari Kabasaran serta kehadiran figur Waraney Wulan, yang merepresentasikan semangat kepahlawanan dan identitas budaya Tou Minahasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa, Moudy Leonhard Pangerapan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam FPSL 2026 diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi pariwisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata menuju Minahasa Daerah Pariwisata Maju dan Sejahtera,” kata Moudy.

Menurutnya, keterlibatan dalam festival seperti FPSL menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong kolaborasi antarpemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di Sulawesi Utara.

FPSL Bitung 2026 mengusung tema “Together in Harmony”, yang merefleksikan semangat kebersamaan dan keharmonisan dalam mengembangkan potensi daerah, terutama di sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Melalui partisipasi ini, Pemkab Minahasa berharap kekayaan budaya dan daya tarik alam daerah semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan leluhur sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Minahasa.

HUT ke-64 P/KB GMIM di Minahasa, Kaum Bapa Didorong Jadi Teladan dalam Keluarga dan Masyarakat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Ribuan anggota Pria/Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memadati Lapangan God Bless Tondano, Jumat (9/10/2026), dalam Ibadah Syukur Agung Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 P/KB GMIM. Momentum ini menjadi ajakan bagi kaum bapa untuk memperkuat iman, meneguhkan tanggung jawab dalam keluarga, serta meningkatkan kontribusi bagi gereja dan masyarakat.

Ibadah syukur berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan gereja, tokoh masyarakat, serta anggota P/KB dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.

Ibadah dipimpin Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Janny Chrestian Rende, M.Th. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya peran kaum bapa sebagai teladan dalam keluarga, gereja, dan kehidupan bermasyarakat.

Kaum bapa, menurut pesan yang disampaikan dalam ibadah tersebut, diharapkan tidak hanya menjadi penopang keluarga, tetapi juga menghadirkan pengaruh positif melalui kehidupan yang berlandaskan iman, integritas, dan tanggung jawab.

Usai ibadah, perayaan dilanjutkan dengan prosesi pemasangan dan penyalaan lilin ulang tahun ke-64 yang diikuti pimpinan gereja, Komisi P/KB GMIM, serta tamu undangan.

Bupati Minahasa Laporkan Rangkaian Kegiatan HUT

Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., selaku Ketua Panitia Umum Rayon Minahasa, menyampaikan laporan pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-64 P/KB GMIM.

Ia menjelaskan, perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah syukur, tetapi juga diisi berbagai perlombaan dan kegiatan yang melibatkan anggota P/KB dari sejumlah wilayah pelayanan.

Kegiatan tersebut meliputi lomba vocal group, paduan suara Seri A dan Seri B, Cerdas Cermat Alkitab (CCA), lomba Panji Yosua, serta berbagai cabang olahraga dan kegiatan kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat kebersamaan, dan mendorong keterlibatan aktif kaum bapa dalam pelayanan gereja.

Melalui peringatan ini, seluruh anggota P/KB GMIM juga diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, menjaga silaturahmi, serta menunjukkan ketangguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Maurits Mantiri Tegaskan Pentingnya Keteladanan Kaum Bapa

Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM, Ir. Maurits Mantiri, M.M., menegaskan bahwa perjalanan pelayanan P/KB GMIM selama 64 tahun harus menjadi pijakan untuk terus memperkuat peran kaum bapa dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kaum bapa memiliki tanggung jawab besar sebagai suami, ayah, dan kepala keluarga. Peran tersebut harus diwujudkan melalui sikap yang bertanggung jawab, bijaksana, serta mampu memberikan teladan bagi anggota keluarga.

Nilai kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan dalam pelayanan, lanjutnya, perlu terus dipertahankan agar keberadaan P/KB GMIM memberikan dampak nyata bagi kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Keteladanan kaum bapa juga dinilai penting dalam membangun keluarga yang kokoh, menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda, serta menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.

Pemprov Sulut Apresiasi Kontribusi GMIM

Dukungan terhadap peran gereja dalam pembangunan daerah turut disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui sambutan tertulis yang dibacakan perwakilan pemerintah provinsi.

Pemprov Sulut mengapresiasi kontribusi GMIM dalam membangun karakter iman dan moral masyarakat. Gereja dipandang sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam memperkuat nilai spiritual, moralitas, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Sinergi antara pemerintah dan gereja diharapkan terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang harmonis dan sejahtera.

Momentum HUT ke-64 P/KB GMIM pun menjadi pengingat bahwa pelayanan gereja dan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum bapa sebagai bagian penting dalam keluarga dan komunitas.

Sejumlah Kepala Daerah dan Tokoh Hadir

Ibadah Syukur Agung HUT ke-64 P/KB GMIM turut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Utara bersama jajaran pemerintah provinsi, anggota DPD RI asal Sulawesi Utara Stefanus B.A.N. Liow, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, serta Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang.

Hadir pula Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Maurits Mantiri, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Minahasa, para pendeta, pimpinan BPMS GMIM, panitia pelaksana, dan pasukan Panji Yosua GMIM juga mengikuti kegiatan tersebut.

Peringatan HUT ke-64 P/KB GMIM diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan, membangun keluarga yang berlandaskan iman, dan menghadirkan keteladanan nyata di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, P/KB GMIM diharapkan terus mengambil bagian dalam memperkuat kehidupan bergereja sekaligus mendukung pembangunan daerah di Sulawesi Utara.

Sekda Lynda Watania Buka Bina Rohani Siswa di Kakas: “Generasi Muda Menentukan Wajah Indonesia

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID KAKAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, membuka sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan Bina Rohani Siswa yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa di SMP Negeri 1 Kakas, Kamis (8/10/2026).

Mengusung tema “Pembinaan Akhlak dan Mental, Membangun Karakter dan Spiritual”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para siswa untuk memperkuat karakter, mental, spiritual, sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan sejak usia sekolah.

Dalam pemaparannya, Lynda Watania menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, para siswa saat ini merupakan aset bangsa sekaligus calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.

“Generasi muda adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Apa yang kalian lakukan hari ini akan membentuk Indonesia esok,” ujar Lynda di hadapan para siswa.

Ia mengatakan, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Karena itu, Lynda mendorong para siswa untuk memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya melalui semangat belajar, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

“Terus kembangkan potensi diri, jaga persatuan dan toleransi, serta jadilah generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, masyarakat dan bangsa,” pesannya.

Kegiatan yang diselenggarakan FKUB Kabupaten Minahasa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, kecerdasan sosial, serta kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

Melalui pembinaan sejak usia sekolah, para siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, mental dan spiritual yang baik serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus FKUB Minahasa, Kepala SMP Negeri 1 Kakas Junne S. Mangente, S.Pd, Kasat Binmas Polres Minahasa IPTU Aris Sukisman, Kapolsek Kakas IPTU Daniel Pangau, Kabag Perencanaan dan Keuangan Jeklyn Rumbayan, S.Kom, Kabid KESBAK Kesbangpol Bryan Mambu, S.Sos., MAP, Kabid Kewaspadaan Daerah Selvana Luntas, S.IP, para guru, serta siswa-siswi SMP Negeri 1 Kakas.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.