PostKota News

Pajak Diabaikan, Pemkab Minahasa Turun Tangan

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mulai memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

Langkah tegas itu ditunjukkan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, saat memimpin langsung Tim Intensifikasi Pajak Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku usaha, termasuk KFC Tondano, Kamis (1/10/2026).

Sidak tersebut menjadi sinyal keras Pemkab Minahasa bahwa kewajiban pajak bukan perkara yang bisa diabaikan oleh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Tim gabungan yang turun dalam kegiatan ini melibatkan Bapenda Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, Polres Minahasa, Satpol PP, Bagian Hukum Pemkab Minahasa, serta unsur pers.

Pengawasan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan terhadap objek serta kewajiban perpajakan pelaku usaha. Pemerintah daerah memastikan seluruh objek pajak terdata dan kewajiban yang melekat dipenuhi sesuai ketentuan.

Saat berada di KFC Tondano, Wabup Vanda menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha yang menganggap enteng kewajiban pajak daerah.“Kami mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, jangan menganggap sepele kewajiban pajak. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sarundajang.

Ia menyebut, pembinaan dan peringatan akan tetap menjadi bagian dari proses penertiban. Namun, apabila kewajiban perpajakan tetap diabaikan, Pemkab Minahasa akan menindaklanjutinya melalui mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bahkan, menurut Vanda, sanksi dapat diterapkan hingga penutupan usaha apabila memenuhi dasar hukum serta prosedur yang dipersyaratkan.“Kami akan turun terus. Kalau ada yang belum memenuhi kewajibannya, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Jangan sampai sudah diberikan peringatan tetapi tetap tidak mengindahkan,” ujarnya.

Menurut Wabup, intensifikasi pajak daerah bukan sekadar persoalan penagihan. Optimalisasi penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerimaan tersebut selanjutnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Turut mendampingi Wabup Vanda dalam sidak tersebut, Kaban Bapenda Minahasa Jeffry M. Tangkulung, SH, MAP; Kasat Pol PP Minahasa Drs. Laxie S.J. Korengkeng, M.Si; serta Intelijen Kejari Minahasa Reinhard Tawalujan, SH.serta KBO Intelkam Polres Minahasa Aiptu Steven Rengkuan.

Stiki

DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — DPRD Kabupaten Minahasa menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa tersebut dipimpin Ketua DPRD Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adri Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing. Hadir pula Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Lynda Watania, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta undangan lainnya.
Pendapatan Daerah Tembus Rp1,12 Triliun
Dalam penyampaian pemerintah daerah, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1.129.894.707.421,00.
Menurut Bupati, pembahasan perubahan APBD merupakan tahapan penting untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan daerah. Proses tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rapat paripurna ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan bahwa proses perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Dondokambey.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan yang berkelanjutan.
DPRD Diingatkan Kawal Kepentingan Rakyat
Momentum rapat paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan ucapan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029.
Bupati berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi lembaga legislatif untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kiranya momentum dua tahun pengabdian ini menjadi penyemangat untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.
Rapat paripurna ini menjadi awal pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan selanjutnya diharapkan tidak sekadar memenuhi prosedur penganggaran, tetapi juga memastikan setiap kebijakan perubahan anggaran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.(J.Uno)

Stiki

Pemkab Minahasa Gerak Cepat Hadapi Kemarau, Pompa Air Dikerahkan Selamatkan Lahan Pertanian

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus memperkuat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai mengancam produktivitas pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP (RD-Vasung) bergerak cepat dengan mengoordinasikan jajaran Pemkab Minahasa untuk melakukan penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau.

Sebelumnya, Bupati Robby Dondokambey telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan mendapat suplai air yang memadai, sehingga petani tetap memiliki peluang untuk mempertahankan hasil panennya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christine Tampanguma mengatakan, pihaknya telah turun ke sejumlah wilayah untuk membantu para petani yang terdampak kemarau.

Menurut Christine, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan terus diupayakan mendapat dukungan, salah satunya melalui pengerahan pompa air dan Brigade Alsintan.

“Ini salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian memberikan pinjam pakai alat mesin pompa air untuk menyuplai air ke lahan persawahan yang terdampak kemarau,” kata Christine kepada Manado Post, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, petani yang membutuhkan bantuan namun belum terdata dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Dinas Pertanian.

“Petani mengajukan permohonan pinjam alat melalui BPP atau penyuluh pertanian di kecamatan, kemudian disampaikan ke Brigade Alsintan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain mengerahkan pompa air, Pemkab Minahasa juga memberikan perhatian terhadap keberadaan jalur irigasi dan sumber-sumber aliran air di desa dan kelurahan.

Sesuai arahan Bupati Robby Dondokambey, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa diminta bersama-sama membuka serta membersihkan jalur-jalur air yang masih memungkinkan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kerja bakti terus kita gencarkan. Semua jalur air di desa dan kelurahan dibuka dan dialirkan ke masyarakat. Fokus kita adalah ketersediaan air bagi masyarakat,” tegas Christine.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Minahasa dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan jumlah lahan yang mengalami gagal panen dapat ditekan.

Stiki

Minahasa Perkuat Data Pajak dan Pertanahan lewat Sistem Digital

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat tata kelola data pajak dan pertanahan melalui kerja sama pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa bersama Pemkot Tangerang Selatan. Penandatanganan berlangsung secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Minahasa, Jumat (11/9/2026), dan disaksikan Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.

Watania mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi digital, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang tertib, akurat, terintegrasi, dan akuntabel.

Menurutnya, persoalan pertanahan berkaitan erat dengan pengelolaan pajak. Karena itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Berbicara tentang pertanahan, ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah. Kaitannya juga dengan pajak,” ujar Watania.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi teknis antara perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda dan Diskominfo dari kedua daerah.

“Setelah penandatanganan antar kepala daerah, akan ada turunannya. Termasuk kerja sama antara Bapenda Minahasa dengan Bapenda Tangerang Selatan serta Diskominfo dengan Diskominfo,” jelasnya.

Watania menilai, Minahasa perlu terbuka terhadap inovasi dan praktik tata kelola dari daerah lain. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung penerapan e-government dan membangun sistem data yang terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan objek pajak, menata informasi pertanahan, serta mengidentifikasi potensi pendapatan daerah secara lebih efektif.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pemerintah kabupaten karena memang berbicara tentang pertanahan ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah, sama kaitannya dengan pajak,” tuturnya.

Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya memindahkan administrasi manual ke sistem elektronik. Teknologi harus berdampak pada peningkatan pelayanan, akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas pendapatan daerah.

“Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan data dan meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Bapenda Minahasa Jeffry Tangkulung, SH, MAP, Kepala Diskominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, Kabag Kerja Sama Rener Karwur, SSTP, MAP, serta jajaran Bapenda Minahasa.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Minahasa dalam membangun pengelolaan data pajak dan pertanahan yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.(J.Uno)

Stiki

Jelang HUT ke-598 Minahasa, Sekda Lynda Watania Pimpin Ziarah ke Makam Para Mantan Pemimpin Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar ziarah ke makam para mantan bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah, Senin (2/11/2026).

Ziarah yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pemerintahan dan pembangunan di Tanah Minahasa.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Lynda bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), didampingi para asisten, staf ahli bupati, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Minahasa, serta jajaran terkait.

Di setiap lokasi, prosesi ziarah diisi dengan penghormatan, mengheningkan cipta, tabur bunga, dan doa bersama sebagai ungkapan penghargaan atas dedikasi para tokoh yang pernah mengabdikan diri bagi Kabupaten Minahasa.

Rangkaian ziarah diawali di wilayah Tondano Raya. Rombongan mengunjungi makam almarhum A.F. Sumampouw di Tondano Utara, almarhum Drs. S.V. Runtu dan almarhum Rull Kuron di Kembuan, almarhum D.A.T. Gerungan dan almarhum A. Pelealu di Wawalintouan, serta almarhum D.J. Montong di Tondano Selatan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Kawangkoan untuk menziarahi makam almarhum S.H. Sarundajang, yang pernah menjabat sebagai Penjabat Sekda dan Sekda Minahasa, serta Gubernur Sulawesi Utara. Almarhum juga merupakan ayahanda Wakil Bupati Minahasa saat ini, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P.

Dari Kawangkoan, rombongan melanjutkan ziarah ke Kota Tomohon dengan mengunjungi makam almarhum Drs. Dolfi Tanor, Ph.D., almarhum Drs. K.L. Senduk, dan almarhum Drs. Boy Tangkawarouw.

Rangkaian penghormatan berlanjut ke wilayah Pineleng, tepatnya di makam almarhum E. Kandouw, sebelum ditutup di makam almarhum Drs. Jantje W. Sajow, M.Si., di Koka.

Sekda Lynda Watania mengatakan, ziarah makam merupakan salah satu agenda resmi yang telah dipersiapkan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa bersama panitia pelaksana dalam rangka menyambut hari jadi daerah tersebut.

“Di hari jadi Minahasa ini, ada beberapa agenda yang telah disiapkan. Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pemimpin terdahulu,” ujar Lynda.

Ia menjelaskan, peringatan HUT ke-598 Minahasa juga akan diramaikan dengan karnaval budaya yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Karnaval tersebut akan menampilkan beragam potensi budaya daerah, sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk menunjukkan kekayaan tradisi serta identitas budaya Minahasa.

“Karnaval akan dibuka pagi hari di Benteng Moraya dan berakhir di Lapangan Dr. Sam Ratulangi Tondano,” jelasnya.

Menurut Lynda, kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai suguhan unik dan menarik untuk memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus menyemarakkan perayaan hari jadi Kabupaten Minahasa.

Puncak rangkaian peringatan HUT ke-598 Minahasa nantinya akan melibatkan unsur pemerintah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat luas. Agenda tersebut juga akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Minahasa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Minahasa tidak hanya merayakan pertambahan usia daerah, tetapi juga mengajak masyarakat mengenang sejarah, menghargai jasa para pendahulu, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Minahasa.

HUT ke-60 GMIM Imanuel Sendangan, Bupati Minahasa Tekankan Kerukunan dan Ketahanan Pangan Keluarga

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SONDER – Memasuki usia pelayanan ke-60 tahun, Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Wilayah Sonder, diharapkan semakin memperkuat peran gereja dalam menjaga kerukunan, membangun persaudaraan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey melalui Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Minggu (1/11/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Vanda Sarundajang, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi atas enam dekade perjalanan pelayanan jemaat yang dinilai menjadi bukti kesetiaan Tuhan sekaligus buah dari perjuangan, doa, dan pengabdian para pendahulu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat bersyukur dan selamat merayakan HUT ke-60 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Sendangan,” ungkap Sarundajang.

Menurutnya, usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang menyimpan sejarah iman, pengorbanan, kebersamaan, serta kesetiaan dalam membangun kehidupan bergereja.

Karena itu, momentum perayaan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan dan memperkuat komitmen dalam bertumbuh di dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Bupati juga berharap GMIM Imanuel Sendangan terus menjadi terang Kristus di tengah masyarakat, menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Minahasa yang rukun, damai, dan sejahtera.

Gereja Didorong Jadi Perekat Kerukunan

Dalam sambutannya, Sarundajang turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama dengan terus menghidupi semangat Torang Samua Basudara.

Ia menilai, kerukunan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah

Selain kerukunan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan keluarga, khususnya menjelang akhir tahun.

Melalui sambutan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat agar bijak mengelola keuangan rumah tangga, mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia juga mendorong setiap keluarga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan dan hortikultura, seperti cabai, tomat, bawang, serta aneka sayuran.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan langkah sederhana namun strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan kebersamaan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, kita dapat memperkuat kemandirian pangan serta menjaga kesejahteraan masyarakat Minahasa,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Sarundajang.

Mengakhiri sambutannya, Vanda Sarundajang mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan, mempererat tali persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi muda.

Ia berharap, momentum HUT ke-60 ini menjadi titik penguatan bagi Jemaat GMIM Imanuel Sendangan untuk semakin dewasa dalam iman, bertumbuh dalam pelayanan, dan menghadirkan kesaksian nyata melalui tindakan kasih di tengah masyarakat.

Perayaan enam dekade pelayanan ini pun diharapkan tidak hanya memperkokoh kehidupan bergereja, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi jemaat dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA MINAHASA FISHING COMPETITION 2026 DI BENTENG MORAYA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, secara resmi membuka ajang Minahasa Fishing Competition 2026 yang dipusatkan di kawasan Benteng Moraya, Tondano, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Pembukaan lomba diawali dengan laporan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Minahasa, Agustifo Tumundo, SE, MSi. Turut hadir Ketua TP-PKK Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE, Asisten I Sekda Dr. Riviva Maringka, MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Moudy Pangerapan, MAP, Kepala Dinas Perikanan Ir. Lendy Aruperes, Kepala Dinas PUPR Rivai Mamonto, ST, pimpinan KONI Minahasa, serta jajaran Dispora.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Minahasa Fishing Competition 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus mempromosikan potensi wisata dan kekayaan alam Danau Tondano.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Minahasa ke-598 yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Selain itu, lomba memancing ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Danau Tondano sebagai salah satu aset alam dan kebanggaan Kabupaten Minahasa.

Setelah melalui kompetisi, panitia menetapkan para pemenang dalam dua kategori, yakni kategori ASN dan kategori masyarakat umum.

Untuk kategori ASN, Juara I diraih Irene Rumagit, SE, MSi, yang membawa pulang Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Recky Rumagit dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Sementara Juara III diraih Aldi Onibala dengan Trophy Sekda Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Sementara pada kategori masyarakat umum, Juara I diraih Marlon Mahayu dengan Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Yurike Onibala dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Adapun Juara III diraih Deary Waroka dengan Trophy Ketua TP-PKK Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Melalui penyelenggaraan Minahasa Fishing Competition 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap potensi Danau Tondano semakin dikenal luas, sekaligus menjadikan kegiatan olahraga rekreasi sebagai salah satu daya tarik wisata dan penggerak ekonomi masyarakat.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA SOSIALISASI SI RODA VASUNG, DORONG DIGITALISASI PEMBINAAN OLAHRAGA MINAHASA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., secara resmi membuka Sosialisasi Aplikasi Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Valid dan Unggul (SI RODA VASUNG), Jumat (30/10/2026), di Gedung TIC Benteng Moraya, Tondano.

Aplikasi SI RODA VASUNG merupakan inovasi yang digagas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa, Agustifo Tumundo, SE., M.Si. Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Proyek Perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, SI RODA VASUNG menjadi langkah strategis dalam mendorong pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Minahasa melalui sistem pendataan yang terintegrasi dan berbasis digital.

Bupati yang akrab disapa RD itu menegaskan, ke depan seluruh data dan aktivitas olahraga di Kabupaten Minahasa perlu terdokumentasi dalam satu sistem digital agar lebih tertata, akurat, dan mudah diakses.

“Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa. Karena itu, saya memberikan kesempatan kepada Kadispora untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan guna mengembangkan inovasi ini. Saya dan Ibu Wakil Bupati juga akan terus memonitor proses dan perkembangannya,” ungkap Dondokambey.

Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang turut membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk olahraga. Melalui SI RODA VASUNG, data atlet, catatan prestasi, hingga riwayat kejuaraan diharapkan dapat tersimpan secara sistematis dan terintegrasi.

Menurutnya, selama ini penelusuran rekam jejak atlet yang pernah meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan masih menjadi tantangan tersendiri. Padahal, data tersebut sangat penting sebagai dasar evaluasi dan acuan dalam menyusun pola pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Selama ini, ketika kita ingin mengetahui siapa saja atlet yang pernah meraih juara pada kejuaraan sebelumnya, terkadang kita kesulitan mendapatkan datanya. Padahal, rekam jejak prestasi tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus menjadi referensi bagi pembinaan atlet generasi berikutnya,” jelasnya.

Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah daerah diharapkan dapat memetakan potensi atlet, mengukur perkembangan prestasi, serta menentukan arah pembinaan secara lebih tepat. Data tersebut juga menjadi dasar dalam memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Minahasa.

Bupati RD turut mengapresiasi capaian olahraga Minahasa dalam sejumlah ajang kompetisi. Ia berharap prestasi tersebut terus ditingkatkan melalui pembinaan yang terarah, dukungan anggaran, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Sementara itu, Kepala Dispora Minahasa Agustifo Tumundo dalam laporannya menjelaskan bahwa SI RODA VASUNG dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Data Valid, Prestasi Unggul, dan Kolaborasi Berkelanjutan.

Pilar Data Valid berorientasi pada pengelolaan data atlet secara digital, terintegrasi, dan akurat guna meminimalkan kesalahan dalam pendataan. Pilar Prestasi Unggul diarahkan pada peningkatan capaian olahraga secara berkelanjutan, sekaligus pemetaan potensi dan bakat atlet sejak usia dini.

“Sedangkan pilar ketiga adalah Kolaborasi Berkelanjutan, yakni membangun sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan,” urai Tumundo.

Melalui implementasi SI RODA VASUNG, pembinaan olahraga Minahasa diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pendataan konvensional, tetapi didukung informasi yang valid sebagai dasar perencanaan, evaluasi, dan pengembangan prestasi atlet.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Minahasa Dr. Riviva Maringka, M.Si., Sekretaris Dispora Minahasa Ronny Suwarno, S.Sos., Kabid Pembinaan Prestasi Dispora Frederikus Lumi, S.Pd., MAP., unsur Pengurus KONI Minahasa Jenly Rey dan Cinthya Pelealu, M.Pd., para ketua cabang olahraga se-Kabupaten Minahasa, insan pers, serta jajaran Dispora Minahasa.

SEKDA WATANIA BUKA SOSIALISASI ATURAN BARU LKPP 2026, PEJABAT PENGADAAN DIMINTA KUASAI REGULASI

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, membuka kegiatan sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (29/10/2026).dihadiri seluruh pejabat eselon II dan III dilingkup jajaran Pemkab Minahasa.
Kegiatan ini menjadi langkah penting Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memperkuat pemahaman aparatur terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam arahannya, Lynda Watania menegaskan bahwa pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa harus meninggalkan pola kerja lama yang berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi maupun persoalan hukum.
Menurutnya, penguasaan regulasi menjadi kebutuhan mendasar bagi kepala perangkat daerah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pejabat terkait lainnya.
“Penting sekali kepala-kepala dinas dan badan, termasuk KPA dan PPK, diberikan penguatan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mereka menguasai seluruh proses pengadaan barang dan jasa,” tegas Watania .

Ia mengingatkan, setiap tahapan pengadaan harus dilaksanakan secara cermat dan bertanggung jawab. Pejabat tidak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan kebiasaan atau kepercayaan kepada pihak lain tanpa memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Sekda adalah proses pembayaran pekerjaan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pejabat berwenang tidak boleh langsung menyetujui pembayaran sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Watania, setiap keputusan harus didasarkan pada pemeriksaan yang memadai, bukan sekadar formalitas administratif.
Ia juga mendorong pejabat perangkat daerah memanfaatkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memperoleh pendampingan apabila menemukan keraguan dalam proses pelaksanaan pekerjaan maupun sebelum melakukan pembayaran.
“Kalau kepala dinas akan melakukan pembayaran dan masih ada keraguan, silakan meminta bantuan APIP untuk memastikan apakah prosesnya sudah benar. Jika menyangkut pekerjaan teknis seperti bangunan, perlu juga melibatkan tenaga teknis yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemeriksaan harus dilakukan sesuai bidang keahlian. Pejabat administrasi tidak dapat serta-merta memastikan kualitas pekerjaan teknis tanpa dukungan pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Karena itu, koordinasi dengan APIP dan perangkat daerah teknis dinilai penting untuk membantu memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan sebelum pembayaran diproses.

Lebih lanjut, Watania menegaskan bahwa tata kelola pengadaan barang dan jasa tidak hanya berfokus pada proses pelaksanaan dan pembayaran. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi, harus dipahami serta dijalankan secara benar.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius karena adanya regulasi baru menuntut pemahaman yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan dalam penerapannya.
“Penyelenggaraan pemerintahan harus dimulai dari proses perencanaan yang benar-benar dikuasai, kemudian dilaksanakan sesuai aturan sampai pada tahap pengawasan dan evaluasi,” tegasnya.
Watania juga mengingatkan bahwa pejabat yang terlibat dalam pengadaan tidak cukup hanya mengetahui prosedur secara umum. Mereka harus memahami ketentuan yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai regulasi baru di bidang pengadaan barang dan jasa, yakni Peraturan Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2026, sebagaimana disebutkan dalam arahan kegiatan.
Watania mengingatkan bahwa perubahan regulasi dapat membawa perbedaan ketentuan maupun mekanisme pelaksanaan yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh seluruh pejabat terkait.
Ia meminta peserta tidak mengabaikan kegiatan sosialisasi, melainkan mengikuti seluruh materi agar memahami perubahan aturan dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, peningkatan pemahaman terhadap regulasi bukan sekadar memenuhi kewajiban mengikuti kegiatan, tetapi merupakan bagian dari upaya melindungi pelaksanaan tugas pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan dapat memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa, serta meminimalkan risiko kesalahan prosedur yang dapat berdampak pada pertanggungjawaban hukum.
Penegasan Sekda tersebut menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap regulasi, ketelitian dalam memeriksa pekerjaan, serta koordinasi dengan unsur pengawasan harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Advokat Marcsano Wowor Soroti Dugaan Pemalsuan 90 Lembar BAP Tita Tambahani, Minta Terdakwa Dibebaskan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MANADO — Dugaan pemalsuan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam perkara pidana yang menjerat Tita Tambahani menjadi sorotan tim penasihat hukumnya. Marcsano Rolando Wowor, S.H., menilai dugaan ketidaksesuaian dokumen tersebut merupakan persoalan serius yang berpotensi memengaruhi integritas proses peradilan sekaligus menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Menurut Marcsano, apabila dugaan tersebut terbukti, persoalannya tidak hanya berkaitan dengan keabsahan dokumen penyidikan, tetapi juga menyangkut pertanggungjawaban hukum pihak yang terbukti terlibat.

“Bukan hanya institusi atau lembaga yang tercoreng, tetapi pelakunya juga dapat diproses pidana apabila terbukti menyerahkan dokumen palsu kepada majelis hakim yang mengadili perkara tersebut,” tegas Marcsano kepada wartawan seusai persidangan, Rabu (28/10/2026).

90 Lembar BAP Disorot

Marcsano mengungkapkan, pihaknya menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam dokumen perkara setelah membandingkan berkas yang dipegang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan salinan berkas milik majelis hakim dan tim penasihat hukum terdakwa.

Dari hasil pencocokan tersebut, tim penasihat hukum mencatat sedikitnya 90 lembar BAP yang dinilai bermasalah. Dugaan ketidaksesuaian itu disebut mencakup tanda tangan Tita Tambahani, sejumlah saksi, penasihat hukum, serta penyidik.

Selain tanda tangan, tim penasihat hukum juga menyoroti sejumlah cap atau stempel institusi kepolisian, tanda tangan pejabat terkait, serta pencantuman tanggal pada berbagai dokumen penyidikan.

Dalam daftar perbandingan yang disampaikan tim penasihat hukum, catatan tersebut tidak hanya menyangkut BAP korban dan para saksi, tetapi juga dokumen administrasi penyidikan, penetapan status tersangka, penangkapan, penahanan, penangguhan penahanan, hingga penyitaan barang bukti.

Marcsano menilai, dugaan ketidaksesuaian tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dokumen pemeriksaan merupakan bagian penting dalam proses penanganan perkara pidana.

Ia juga menyoroti potensi dampaknya terhadap hak-hak hukum terdakwa, terutama hak untuk memperoleh perlindungan hukum dan menjalani proses peradilan yang adil.

Meski demikian, dugaan pemalsuan dan ketidaksesuaian dokumen tersebut masih merupakan temuan serta penilaian dari pihak penasihat hukum. Pembuktian mengenai keaslian dokumen dan pihak yang bertanggung jawab memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Tim PH Minta Tita Tambahani Dibebaskan

Di tengah sorotan terhadap dokumen perkara, tim penasihat hukum dari Marcsano Rolando Wowor, S.H. & Partners, Advocates and Legal Consultants, juga menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim.

Dalam pembelaannya, tim PH meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan seluruh dalil pembelaan yang diajukan untuk kepentingan Tita Tambahani.

Mereka turut memohon agar berkas perkara pidana yang disusun penyidik dan/atau penyidik pembantu Unit II Ekonomi Polresta Manado, serta dakwaan JPU Kejaksaan Negeri Manado dengan nomor register PDM-67/Mnd/Eoh.2/06/2026 atas nama terdakwa Tita Tambahani, dinyatakan gugur demi hukum.

“Selain meminta agar pleidoi klien kami diterima dan dikabulkan, kami juga memohon agar seluruh berkas perkara dan dakwaan sebagaimana tertuang dalam pembelaan dinyatakan gugur demi hukum,” ujar Marcsano, didampingi Samuel Tatawi, S.H., dan Charles Andries Ukus, S.H., M.A.

Tim penasihat hukum juga meminta majelis hakim menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) terhadap Tita Tambahani dari seluruh dakwaan serta memulihkan nama baiknya ke kedudukan semula.

Permohonan tersebut merupakan bagian dari argumentasi pembelaan yang selanjutnya akan dipertimbangkan majelis hakim bersama keseluruhan fakta persidangan dan tanggapan penuntut umum.

Replik JPU Dijadwalkan 4 November

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Faisal Munawir Kossah, S.H., dengan hakim anggota Hj. Aisyah Adama, S.H., M.H., dan Harianto Mamontoh, S.H. Persidangan dibantu Panitera Pengganti Rosanny N. Nika, A.Md.Kom., S.H., M.H.

Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan pada Rabu (4/11/2026), dengan agenda mendengarkan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap nota pembelaan terdakwa.

Agenda tersebut menjadi tahapan penting dalam proses persidangan sebelum perkara berlanjut ke tahapan berikutnya hingga majelis hakim menjatuhkan putusan.

Perkembangan perkara ini sekaligus menempatkan dugaan ketidaksesuaian dokumen penyidikan sebagai persoalan yang perlu diperjelas melalui mekanisme hukum, tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah dan hak seluruh pihak untuk memperoleh proses peradilan yang adil.

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Robby Dondokambey Apresiasi Generasi Muda Minahasa

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Minahasa di halaman Kantor Bupati, Rabu (28/10/2026).

Momentum peringatan Sumpah Pemuda tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat dan buku tabungan kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa Tahun 2026, piagam penghargaan bagi peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026, serta sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Penyerahan penghargaan kepada anggota Paskibraka dan peserta Jambore Nasional menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi, dedikasi, dan kontribusi generasi muda dalam kegiatan kebangsaan. Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi para pemuda untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

Selain memberikan apresiasi kepada generasi muda, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan sertifikat PTSL kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Hadir dalam upacara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE.

Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Minahasa, pimpinan instansi vertikal, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, serta seluruh camat se-Kabupaten Minahasa.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, semangat persatuan dan komitmen membangun daerah diharapkan terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda. Pemuda Minahasa diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan melalui prestasi, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.