PostKota News

Pajak Diabaikan, Pemkab Minahasa Turun Tangan

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mulai memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

Langkah tegas itu ditunjukkan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, saat memimpin langsung Tim Intensifikasi Pajak Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku usaha, termasuk KFC Tondano, Kamis (1/10/2026).

Sidak tersebut menjadi sinyal keras Pemkab Minahasa bahwa kewajiban pajak bukan perkara yang bisa diabaikan oleh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Tim gabungan yang turun dalam kegiatan ini melibatkan Bapenda Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, Polres Minahasa, Satpol PP, Bagian Hukum Pemkab Minahasa, serta unsur pers.

Pengawasan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan terhadap objek serta kewajiban perpajakan pelaku usaha. Pemerintah daerah memastikan seluruh objek pajak terdata dan kewajiban yang melekat dipenuhi sesuai ketentuan.

Saat berada di KFC Tondano, Wabup Vanda menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha yang menganggap enteng kewajiban pajak daerah.“Kami mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, jangan menganggap sepele kewajiban pajak. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sarundajang.

Ia menyebut, pembinaan dan peringatan akan tetap menjadi bagian dari proses penertiban. Namun, apabila kewajiban perpajakan tetap diabaikan, Pemkab Minahasa akan menindaklanjutinya melalui mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bahkan, menurut Vanda, sanksi dapat diterapkan hingga penutupan usaha apabila memenuhi dasar hukum serta prosedur yang dipersyaratkan.“Kami akan turun terus. Kalau ada yang belum memenuhi kewajibannya, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Jangan sampai sudah diberikan peringatan tetapi tetap tidak mengindahkan,” ujarnya.

Menurut Wabup, intensifikasi pajak daerah bukan sekadar persoalan penagihan. Optimalisasi penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerimaan tersebut selanjutnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Turut mendampingi Wabup Vanda dalam sidak tersebut, Kaban Bapenda Minahasa Jeffry M. Tangkulung, SH, MAP; Kasat Pol PP Minahasa Drs. Laxie S.J. Korengkeng, M.Si; serta Intelijen Kejari Minahasa Reinhard Tawalujan, SH.serta KBO Intelkam Polres Minahasa Aiptu Steven Rengkuan.

Stiki

DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — DPRD Kabupaten Minahasa menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa tersebut dipimpin Ketua DPRD Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adri Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing. Hadir pula Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Lynda Watania, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta undangan lainnya.
Pendapatan Daerah Tembus Rp1,12 Triliun
Dalam penyampaian pemerintah daerah, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1.129.894.707.421,00.
Menurut Bupati, pembahasan perubahan APBD merupakan tahapan penting untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan daerah. Proses tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rapat paripurna ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan bahwa proses perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Dondokambey.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan yang berkelanjutan.
DPRD Diingatkan Kawal Kepentingan Rakyat
Momentum rapat paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan ucapan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029.
Bupati berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi lembaga legislatif untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kiranya momentum dua tahun pengabdian ini menjadi penyemangat untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.
Rapat paripurna ini menjadi awal pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan selanjutnya diharapkan tidak sekadar memenuhi prosedur penganggaran, tetapi juga memastikan setiap kebijakan perubahan anggaran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.(J.Uno)

Stiki

Pemkab Minahasa Gerak Cepat Hadapi Kemarau, Pompa Air Dikerahkan Selamatkan Lahan Pertanian

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus memperkuat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai mengancam produktivitas pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP (RD-Vasung) bergerak cepat dengan mengoordinasikan jajaran Pemkab Minahasa untuk melakukan penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau.

Sebelumnya, Bupati Robby Dondokambey telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan mendapat suplai air yang memadai, sehingga petani tetap memiliki peluang untuk mempertahankan hasil panennya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christine Tampanguma mengatakan, pihaknya telah turun ke sejumlah wilayah untuk membantu para petani yang terdampak kemarau.

Menurut Christine, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan terus diupayakan mendapat dukungan, salah satunya melalui pengerahan pompa air dan Brigade Alsintan.

“Ini salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian memberikan pinjam pakai alat mesin pompa air untuk menyuplai air ke lahan persawahan yang terdampak kemarau,” kata Christine kepada Manado Post, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, petani yang membutuhkan bantuan namun belum terdata dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Dinas Pertanian.

“Petani mengajukan permohonan pinjam alat melalui BPP atau penyuluh pertanian di kecamatan, kemudian disampaikan ke Brigade Alsintan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain mengerahkan pompa air, Pemkab Minahasa juga memberikan perhatian terhadap keberadaan jalur irigasi dan sumber-sumber aliran air di desa dan kelurahan.

Sesuai arahan Bupati Robby Dondokambey, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa diminta bersama-sama membuka serta membersihkan jalur-jalur air yang masih memungkinkan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kerja bakti terus kita gencarkan. Semua jalur air di desa dan kelurahan dibuka dan dialirkan ke masyarakat. Fokus kita adalah ketersediaan air bagi masyarakat,” tegas Christine.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Minahasa dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan jumlah lahan yang mengalami gagal panen dapat ditekan.

Stiki

Minahasa Perkuat Data Pajak dan Pertanahan lewat Sistem Digital

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat tata kelola data pajak dan pertanahan melalui kerja sama pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa bersama Pemkot Tangerang Selatan. Penandatanganan berlangsung secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Minahasa, Jumat (11/9/2026), dan disaksikan Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.

Watania mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi digital, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang tertib, akurat, terintegrasi, dan akuntabel.

Menurutnya, persoalan pertanahan berkaitan erat dengan pengelolaan pajak. Karena itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Berbicara tentang pertanahan, ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah. Kaitannya juga dengan pajak,” ujar Watania.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi teknis antara perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda dan Diskominfo dari kedua daerah.

“Setelah penandatanganan antar kepala daerah, akan ada turunannya. Termasuk kerja sama antara Bapenda Minahasa dengan Bapenda Tangerang Selatan serta Diskominfo dengan Diskominfo,” jelasnya.

Watania menilai, Minahasa perlu terbuka terhadap inovasi dan praktik tata kelola dari daerah lain. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung penerapan e-government dan membangun sistem data yang terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan objek pajak, menata informasi pertanahan, serta mengidentifikasi potensi pendapatan daerah secara lebih efektif.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pemerintah kabupaten karena memang berbicara tentang pertanahan ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah, sama kaitannya dengan pajak,” tuturnya.

Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya memindahkan administrasi manual ke sistem elektronik. Teknologi harus berdampak pada peningkatan pelayanan, akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas pendapatan daerah.

“Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan data dan meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Bapenda Minahasa Jeffry Tangkulung, SH, MAP, Kepala Diskominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, Kabag Kerja Sama Rener Karwur, SSTP, MAP, serta jajaran Bapenda Minahasa.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Minahasa dalam membangun pengelolaan data pajak dan pertanahan yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.(J.Uno)

Stiki

Meriahkan HUT ke-598 Minahasa, Ormas Adat hingga Kepala OPD Tampil dalam Karnaval Seni Budaya

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa terasa dalam gelaran Karnaval Seni dan Budaya yang berlangsung meriah, Selasa (3/11/2026).

Mengambil titik start di Situs Sejarah Benteng Moraya, Tondano, karnaval tersebut dilepas langsung Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP. Turut hadir dalam prosesi pelepasan jajaran Forkopimda dan Sekretaris Daerah Minahasa Dr Lynda Watania MM MSi.

Peserta kemudian bergerak menuju garis finis di Lapangan Sam Ratulangi Tondano dengan menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya Minahasa.

Karnaval ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga organisasi masyarakat adat. Semarak kegiatan semakin terasa dengan keikutsertaan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Minahasa.

Barisan OPD dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Drs Moudy Pangerapan MAP yang tampil mengenakan pakaian adat Kabasaran. Sementara itu, kepala OPD lainnya mengenakan busana putih hitam lengkap dengan ikat kepala berhias bulu burung manguni.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa pagelaran seni dan budaya bukan sekadar hiburan atau seremoni perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan representasi kekayaan, keindahan, sekaligus identitas budaya Minahasa yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Menurutnya, melalui tarian tradisional, musik, lagu daerah, dan berbagai ekspresi kesenian lainnya, masyarakat diajak untuk semakin memahami pentingnya menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya sebagai jati diri dan kebanggaan bersama.

“Budaya harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai identitas serta kebanggaan masyarakat Minahasa,” tegas Bupati yang akrab disapa RD tersebut.

Ia juga menekankan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-598 Minahasa, yakni “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”.

Menurut RD, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harapan sekaligus komitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selain itu, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar kekayaan seni dan budaya Minahasa terus dikembangkan serta dipromosikan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, warisan budaya leluhur tidak hanya dipertahankan sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi pembangunan serta perekonomian masyarakat.

Secara khusus, RD mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin mencintai, mengenal, dan mengambil bagian dalam pelestarian budaya Minahasa.

“Jadikan budaya sebagai kebanggaan dan kekuatan untuk membangun Minahasa yang semakin maju dan sejahtera,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati RD turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para seniman, budayawan, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mengambil bagian dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya Minahasa.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh identitas Minahasa di tengah perkembangan zaman.

“Pagelaran ini menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.

RESMIKAN PERUMDA RANO MANGUNI MINAHASA, BUPATI RD TEKANKAN PROFESIONALISME DAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Minahasa resmi meresmikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ranumanguni Minahasa, Selasa (3/11/2026). Peresmian ini menjadi langkah penting dalam transformasi kelembagaan perusahaan daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses transformasi perusahaan daerah menjadi Perumda Ranumanguni Minahasa.

Menurut Bupati, perubahan status tersebut bukan sekadar pergantian nama atau bentuk kelembagaan, melainkan momentum pembenahan menyeluruh terhadap pengelolaan badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Peresmian ini bukan sekadar perubahan nama atau bentuk kelembagaan, tetapi merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, dan berorientasi pada masyarakat,” tegas Dondokambey.

Ia menekankan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga keberadaan Perumda Ranumanguni Minahasa memiliki tanggung jawab strategis. Perusahaan daerah tersebut tidak hanya dituntut menjalankan fungsi usaha, tetapi juga harus memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal.

Bupati berharap, melalui perubahan kelembagaan ini, Perumda Ranumanguni mampu meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air bersih, memperbaiki konstruksi serta jaringan distribusi, menekan tingkat kebocoran, dan memastikan ketersediaan air yang layak, aman, serta berkelanjutan bagi masyarakat Minahasa.

Kepada jajaran direksi dan seluruh pegawai, Dondokambey mengingatkan agar momentum peresmian dijadikan sebagai awal semangat baru dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, inovatif, dan berintegritas.

Ia juga meminta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Setiap aset daerah harus dikelola dengan baik, setiap anggaran harus dipergunakan secara efektif, dan setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati turut menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Menurutnya, pelayanan kepada pelanggan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan responsif terhadap setiap keluhan masyarakat.

“Jangan sampai perubahan status kelembagaan hanya terlihat dalam administrasi, tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Dondokambey juga berbagi pengalaman saat pernah memimpin perusahaan air minum pada tahun 2016. Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis seperti kebocoran pipa harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

Ia juga menyinggung pengalaman penghapusan utang perusahaan air minum yang nilainya mencapai sekitar Rp45 miliar berdasarkan akumulasi kewajiban pada masa itu, ketika sejumlah wilayah Minahasa masih berada dalam satu pengelolaan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa pembenahan perusahaan air minum membutuhkan keseriusan, koordinasi, serta keberanian melakukan perubahan tata kelola.

Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Minahasa yang telah memberikan dukungan dalam proses pembentukan Perumda Ranumanguni.

Ia berharap dukungan legislatif dan seluruh pemangku kepentingan terus terjaga sehingga perusahaan daerah tersebut dapat bangkit dan kembali memperkuat fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Peresmian ini turut dihadiri perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Utara, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Minahasa, unsur TNI-Polri, Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN dan BUMD, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Pembangunan, Pdt. Winda Walalangi, M.PH., bersama unsur masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Perumda Ranumanguni menjadikan peresmian tersebut sebagai tonggak sejarah untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Robby Dondokambey secara resmi menyatakan Perumda Rano manguni Minahasa diresmikan pada Selasa, 3 November 2026.

“Selamat bekerja dan selamat mengemban tanggung jawab dalam setiap usaha pengabdian kepada masyarakat Minahasa,” tutupnya.

DPRD dan Pemkab Minahasa Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Diarahkan untuk Kepentingan Rakyat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan ini menjadi landasan penyusunan anggaran daerah dengan fokus pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam rapat paripurna DPRD Minahasa, Selasa (3/11/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adrie Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing, serta dihadiri seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan, kesepakatan KUA-PPAS 2027 bukan sekadar pemenuhan tahapan administratif, melainkan bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Ia mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Minahasa yang telah menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Menurut Robby, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Karena itu, kebijakan anggaran harus disusun secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kemampuan fiskal daerah, serta prioritas pembangunan yang memberikan dampak nyata.

Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Jadi Prioritas

Bupati menekankan, program pembangunan tahun 2027 harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menerjemahkan prioritas tersebut ke dalam program dan kegiatan yang terukur, tepat sasaran, serta berorientasi pada hasil.

“Setiap rupiah anggaran daerah harus memberikan dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Robby.

Selain agenda pembangunan, Bupati turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi kelangkaan dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Ia meminta pengendalian inflasi daerah diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Pemantauan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga di pasar harus dilakukan secara intensif. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penimbunan maupun praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.

Perangkat daerah terkait juga diminta bergerak cepat dan responsif dalam mengantisipasi gejolak harga maupun potensi kelangkaan barang agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Dorong Sinergi Eksekutif dan Legislatif

Di akhir sambutannya, Robby mengajak DPRD dan pemerintah daerah terus menjaga sinergi serta kemitraan dalam mengawal pembangunan Minahasa.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam pembahasan anggaran seharusnya menjadi ruang untuk melahirkan kebijakan yang lebih baik, bukan menjadi penghambat kerja sama.

“Kepentingan masyarakat harus tetap ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi hingga tercapainya kesepakatan KUA-PPAS 2027.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Sekretaris Daerah Lynda Watania, unsur Forkopimda, para asisten, pimpinan instansi vertikal, tim ahli DPRD, insan pers, serta perwakilan mahasiswa Universitas Negeri Manado.

HUT ke-598 Minahasa, Bupati, Wabup dan Sekda Ziarah ke Makam Para Mantan Pemimpin Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa dan pengabdian para tokoh yang pernah memimpin serta meletakkan fondasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Tanah Minahasa.

Ziarah dilaksanakan di sejumlah lokasi berbeda dan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, serta Sekretaris Daerah Lynda D. Watania bersama jajaran masing-masing.

Bupati Robby Dondokambey mengawali rangkaian ziarah di makam Almarhum Warouw Karowan di Maumbi, Almarhum J. H. Rumambi di Sukur, Minahasa Utara, Almarhum H. R. Ticoalu di Airmadidi, Almarhum H. Karouw di Kauditan, Almarhum J. P. Mongula di Kairagi, serta Almarhum J. F. Lumentut dan Almarhum B. G. Lapian di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi.

Menurut Bupati Robby, ziarah tersebut bukan sekadar tradisi dalam rangka peringatan hari jadi daerah, melainkan wujud penghargaan atas kontribusi para pemimpin terdahulu.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan, apresiasi, serta tradisi penghargaan atas jasa dan dedikasi para pimpinan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Tanah Minahasa,” ucap Bupati Robby.

Sementara itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., bersama jajaran melaksanakan ziarah ke makam Almarhum Max Lumintang di Sonder, Almarhum A. L. Lelengboto di Tompaso Barat, Almarhum A. R. Warouw di Kakas, Almarhum E. F. Saerang di Langowan Timur, serta Almarhum Jan Rolos di Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Vanda mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan sekaligus menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi bagi kemajuan Minahasa.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan dan jasa para tokoh yang pernah meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Minahasa,” kata Wabup Vanda.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania bersama jajaran juga melakukan ziarah ke sejumlah makam mantan pejabat daerah.

Lokasi yang dikunjungi meliputi makam Almarhum A. F. Sumampouw di Tondano Utara, Almarhum S. V. Runtu dan Almarhum Rull Kuron di Kembuan, Tondano, Almarhum D. A. T. Gerungan dan Almarhum A. Pelealu di Wawalintouan, Almarhum D. J. Montong di Tondano Selatan, serta Almarhum S. H. Sarundajang di Kawangkoan.

Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Almarhum Dolfi Tanor, Almarhum K. L. Senduk, dan Almarhum Boy Tangkawarouw di Tomohon, Almarhum E. Kandouw di Pineleng, serta Almarhum Jantje W. Sajow di Koka, Tombulu.

“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pemimpin terdahulu,” ujar Sekda Lynda.

Melalui rangkaian ziarah tersebut, Pemkab Minahasa menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan para pemimpin sebelumnya.

Momentum HUT ke-598 Kabupaten Minahasa pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pemerintahan, memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melanjutkan cita-cita pembangunan.

Semangat pengabdian para pendahulu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Minahasa yang semakin maju dan sejahtera.

Pendiri PERMIKOMNAS Akmal Budi Yulianto: Mahasiswa Harus Jadi Pemimpin Digital Berintegritas

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Pendiri Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI), Akmal Budi Yulianto, mendorong mahasiswa informatika dan komputer untuk tidak sekadar menjadi pengguna dan penguasa teknologi, tetapi tampil sebagai pemimpin digital yang berintegritas, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Akmal dalam sambutannya yang diwakili Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-IX PERMIKOMNAS RI Tahun 2026 di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, 2 November 2026.

Dalam sambutannya, Akmal menegaskan bahwa PERMIKOMNAS harus menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan mahasiswa. Organisasi tidak boleh berhenti sebagai tempat berburu jabatan atau memperluas jaringan pertemanan, tetapi harus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin masa depan.

“Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang hanya mampu melahirkan pengurus baru, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru,” demikian pesan Akmal.

Sebagai salah satu pendiri, Akmal mengaku bangga melihat PERMIKOMNAS terus bertahan dan berkembang hingga memasuki penyelenggaraan MUNAS kesembilan. Keberlanjutan tersebut, menurutnya, menjadi bukti pentingnya organisasi dalam menyiapkan generasi mahasiswa yang memiliki kapasitas, karakter, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman berorganisasi merupakan proses pembelajaran kepemimpinan yang sesungguhnya. Di dalamnya, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, mengelola konflik, mengambil keputusan, hingga mempertanggungjawabkan amanah.

Teknologi Harus Menjawab Persoalan Masyarakat

Akmal juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, komputasi awan, hingga keamanan siber. Perkembangan tersebut membuka peluang besar bagi mahasiswa informatika untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia.

Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kematangan karakter dan nilai kemanusiaan. Mahasiswa tidak cukup hanya menciptakan teknologi yang canggih, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari memperluas akses pendidikan, mendorong digitalisasi UMKM, hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mahasiswa ditantang menghadirkan solusi yang berdampak langsung.

“Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin bijaksana,” tegas pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pengalaman BPJS Kesehatan dalam mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat memperkuat pelayanan publik. Pemanfaatan layanan digital, termasuk aplikasi Mobile JKN, telah membuka kemudahan akses bagi masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan.

Dari pengalaman tersebut, Akmal menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya mengejar kecanggihan sistem atau banyaknya aplikasi yang dikembangkan. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana teknologi mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari berapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” demikian salah satu pesan utamanya.

Lima Pesan untuk Kader PERMIKOMNAS

Dalam sambutannya, Akmal menitipkan lima pesan penting bagi seluruh kader PERMIKOMNAS.

Pertama, membangun integritas sebelum mengejar prestasi. Kedua, menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, memperkuat kolaborasi dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Keempat, menjadikan organisasi sebagai ruang berkarya melalui program-program yang memberikan dampak nyata. Kelima, mempersiapkan diri menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Ia juga mendorong PERMIKOMNAS agar tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas organisasi. Sebaliknya, organisasi harus mampu menghadirkan program konkret dan berkelanjutan, seperti kolaborasi riset antarkampus, pelatihan keterampilan digital, pendampingan UMKM, edukasi keamanan siber, hingga pengembangan inovasi teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kualitas organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi oleh manfaat dan perubahan yang dihasilkan.

MUNAS Harus Melahirkan Persatuan dan Kepemimpinan Baru

Akmal juga mengingatkan bahwa MUNAS Ke-IX harus menjadi ruang demokrasi yang sehat dan dewasa. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam menentukan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihormati.

Namun, kompetisi tidak boleh merusak persaudaraan ataupun mengaburkan tujuan bersama.

“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan pernah kehilangan tujuan,” pesannya.

Lebih dari sekadar forum pergantian kepengurusan, MUNAS diharapkan menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah gerak PERMIKOMNAS, melahirkan kepemimpinan berintegritas, serta memperluas kolaborasi lintas perguruan tinggi dan generasi.

Penguatan jejaring alumni dan para senior juga menjadi perhatian. Pengalaman mereka dinilai sebagai modal penting untuk membimbing kader dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional, baik di sektor usaha, pemerintahan, maupun pelayanan publik.

Akmal turut mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan proses selama masa kuliah. Pengalaman memimpin rapat, menyusun program kerja, membangun kerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawab organisasi merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang,” demikian pesan penutup Akmal.

Melalui MUNAS Ke-IX, PERMIKOMNAS RI diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat komitmen untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Sebab, tantangan Indonesia di era digital tidak hanya membutuhkan generasi yang cakap teknologi, tetapi juga pemimpin yang bijaksana, berani mengambil tanggung jawab, dan mampu memastikan kemajuan teknologi membawa manfaat bagi sebanyak mungkin orang.

HUT ke-60 GMIM Imanuel Sendangan, Bupati Minahasa Tekankan Kerukunan dan Ketahanan Pangan Keluarga

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SONDER – Memasuki usia pelayanan ke-60 tahun, Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Wilayah Sonder, diharapkan semakin memperkuat peran gereja dalam menjaga kerukunan, membangun persaudaraan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey melalui Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Minggu (1/11/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Vanda Sarundajang, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi atas enam dekade perjalanan pelayanan jemaat yang dinilai menjadi bukti kesetiaan Tuhan sekaligus buah dari perjuangan, doa, dan pengabdian para pendahulu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat bersyukur dan selamat merayakan HUT ke-60 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Sendangan,” ungkap Sarundajang.

Menurutnya, usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang menyimpan sejarah iman, pengorbanan, kebersamaan, serta kesetiaan dalam membangun kehidupan bergereja.

Karena itu, momentum perayaan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan dan memperkuat komitmen dalam bertumbuh di dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Bupati juga berharap GMIM Imanuel Sendangan terus menjadi terang Kristus di tengah masyarakat, menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Minahasa yang rukun, damai, dan sejahtera.

Gereja Didorong Jadi Perekat Kerukunan

Dalam sambutannya, Sarundajang turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama dengan terus menghidupi semangat Torang Samua Basudara.

Ia menilai, kerukunan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah

Selain kerukunan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan keluarga, khususnya menjelang akhir tahun.

Melalui sambutan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat agar bijak mengelola keuangan rumah tangga, mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia juga mendorong setiap keluarga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan dan hortikultura, seperti cabai, tomat, bawang, serta aneka sayuran.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan langkah sederhana namun strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan kebersamaan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, kita dapat memperkuat kemandirian pangan serta menjaga kesejahteraan masyarakat Minahasa,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Sarundajang.

Mengakhiri sambutannya, Vanda Sarundajang mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan, mempererat tali persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi muda.

Ia berharap, momentum HUT ke-60 ini menjadi titik penguatan bagi Jemaat GMIM Imanuel Sendangan untuk semakin dewasa dalam iman, bertumbuh dalam pelayanan, dan menghadirkan kesaksian nyata melalui tindakan kasih di tengah masyarakat.

Perayaan enam dekade pelayanan ini pun diharapkan tidak hanya memperkokoh kehidupan bergereja, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi jemaat dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA MINAHASA FISHING COMPETITION 2026 DI BENTENG MORAYA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, secara resmi membuka ajang Minahasa Fishing Competition 2026 yang dipusatkan di kawasan Benteng Moraya, Tondano, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Pembukaan lomba diawali dengan laporan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Minahasa, Agustifo Tumundo, SE, MSi. Turut hadir Ketua TP-PKK Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE, Asisten I Sekda Dr. Riviva Maringka, MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Moudy Pangerapan, MAP, Kepala Dinas Perikanan Ir. Lendy Aruperes, Kepala Dinas PUPR Rivai Mamonto, ST, pimpinan KONI Minahasa, serta jajaran Dispora.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Minahasa Fishing Competition 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus mempromosikan potensi wisata dan kekayaan alam Danau Tondano.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Minahasa ke-598 yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Selain itu, lomba memancing ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Danau Tondano sebagai salah satu aset alam dan kebanggaan Kabupaten Minahasa.

Setelah melalui kompetisi, panitia menetapkan para pemenang dalam dua kategori, yakni kategori ASN dan kategori masyarakat umum.

Untuk kategori ASN, Juara I diraih Irene Rumagit, SE, MSi, yang membawa pulang Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Recky Rumagit dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Sementara Juara III diraih Aldi Onibala dengan Trophy Sekda Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Sementara pada kategori masyarakat umum, Juara I diraih Marlon Mahayu dengan Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Yurike Onibala dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Adapun Juara III diraih Deary Waroka dengan Trophy Ketua TP-PKK Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Melalui penyelenggaraan Minahasa Fishing Competition 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap potensi Danau Tondano semakin dikenal luas, sekaligus menjadikan kegiatan olahraga rekreasi sebagai salah satu daya tarik wisata dan penggerak ekonomi masyarakat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.