PostKota News

Pajak Diabaikan, Pemkab Minahasa Turun Tangan

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mulai memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

Langkah tegas itu ditunjukkan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, MAP, saat memimpin langsung Tim Intensifikasi Pajak Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelaku usaha, termasuk KFC Tondano, Kamis (1/10/2026).

Sidak tersebut menjadi sinyal keras Pemkab Minahasa bahwa kewajiban pajak bukan perkara yang bisa diabaikan oleh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Tim gabungan yang turun dalam kegiatan ini melibatkan Bapenda Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, Polres Minahasa, Satpol PP, Bagian Hukum Pemkab Minahasa, serta unsur pers.

Pengawasan dilakukan melalui pendataan dan pemeriksaan terhadap objek serta kewajiban perpajakan pelaku usaha. Pemerintah daerah memastikan seluruh objek pajak terdata dan kewajiban yang melekat dipenuhi sesuai ketentuan.

Saat berada di KFC Tondano, Wabup Vanda menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha yang menganggap enteng kewajiban pajak daerah.“Kami mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, jangan menganggap sepele kewajiban pajak. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku,” tegas Sarundajang.

Ia menyebut, pembinaan dan peringatan akan tetap menjadi bagian dari proses penertiban. Namun, apabila kewajiban perpajakan tetap diabaikan, Pemkab Minahasa akan menindaklanjutinya melalui mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bahkan, menurut Vanda, sanksi dapat diterapkan hingga penutupan usaha apabila memenuhi dasar hukum serta prosedur yang dipersyaratkan.“Kami akan turun terus. Kalau ada yang belum memenuhi kewajibannya, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Jangan sampai sudah diberikan peringatan tetapi tetap tidak mengindahkan,” ujarnya.

Menurut Wabup, intensifikasi pajak daerah bukan sekadar persoalan penagihan. Optimalisasi penerimaan pajak menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerimaan tersebut selanjutnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Turut mendampingi Wabup Vanda dalam sidak tersebut, Kaban Bapenda Minahasa Jeffry M. Tangkulung, SH, MAP; Kasat Pol PP Minahasa Drs. Laxie S.J. Korengkeng, M.Si; serta Intelijen Kejari Minahasa Reinhard Tawalujan, SH.serta KBO Intelkam Polres Minahasa Aiptu Steven Rengkuan.

Stiki

DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — DPRD Kabupaten Minahasa menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat I pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa tersebut dipimpin Ketua DPRD Franky Wolayan, didampingi Wakil Ketua I Adri Kamasi dan Wakil Ketua II Putri Pontororing. Hadir pula Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Lynda Watania, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta undangan lainnya.
Pendapatan Daerah Tembus Rp1,12 Triliun
Dalam penyampaian pemerintah daerah, Bupati Robby Dondokambey mengungkapkan bahwa pendapatan daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1.129.894.707.421,00.
Menurut Bupati, pembahasan perubahan APBD merupakan tahapan penting untuk menyesuaikan kebijakan anggaran dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan daerah. Proses tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Rapat paripurna ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan bahwa proses perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Dondokambey.
Ia menekankan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan yang berkelanjutan.
DPRD Diingatkan Kawal Kepentingan Rakyat
Momentum rapat paripurna tersebut juga dirangkaikan dengan ucapan selamat atas dua tahun pengabdian pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa periode 2024–2029.
Bupati berharap momentum tersebut menjadi penyemangat bagi lembaga legislatif untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kiranya momentum dua tahun pengabdian ini menjadi penyemangat untuk terus menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab, serta senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Minahasa,” ungkapnya.
Rapat paripurna ini menjadi awal pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa sesuai mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tahapan selanjutnya diharapkan tidak sekadar memenuhi prosedur penganggaran, tetapi juga memastikan setiap kebijakan perubahan anggaran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa.(J.Uno)

Stiki

Pemkab Minahasa Gerak Cepat Hadapi Kemarau, Pompa Air Dikerahkan Selamatkan Lahan Pertanian

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus memperkuat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah dan mulai mengancam produktivitas pertanian. Jika kebutuhan air tanaman tidak segera terpenuhi, kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP (RD-Vasung) bergerak cepat dengan mengoordinasikan jajaran Pemkab Minahasa untuk melakukan penanganan sekaligus mengantisipasi dampak kemarau.

Sebelumnya, Bupati Robby Dondokambey telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah sentra pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang masih memungkinkan diselamatkan mendapat suplai air yang memadai, sehingga petani tetap memiliki peluang untuk mempertahankan hasil panennya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Minahasa Christine Tampanguma mengatakan, pihaknya telah turun ke sejumlah wilayah untuk membantu para petani yang terdampak kemarau.

Menurut Christine, lahan pertanian yang masih memungkinkan untuk diselamatkan terus diupayakan mendapat dukungan, salah satunya melalui pengerahan pompa air dan Brigade Alsintan.

“Ini salah satu kepedulian Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian memberikan pinjam pakai alat mesin pompa air untuk menyuplai air ke lahan persawahan yang terdampak kemarau,” kata Christine kepada Manado Post, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, petani yang membutuhkan bantuan namun belum terdata dapat mengajukan permohonan peminjaman alat kepada Dinas Pertanian.

“Petani mengajukan permohonan pinjam alat melalui BPP atau penyuluh pertanian di kecamatan, kemudian disampaikan ke Brigade Alsintan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain mengerahkan pompa air, Pemkab Minahasa juga memberikan perhatian terhadap keberadaan jalur irigasi dan sumber-sumber aliran air di desa dan kelurahan.

Sesuai arahan Bupati Robby Dondokambey, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa diminta bersama-sama membuka serta membersihkan jalur-jalur air yang masih memungkinkan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kerja bakti terus kita gencarkan. Semua jalur air di desa dan kelurahan dibuka dan dialirkan ke masyarakat. Fokus kita adalah ketersediaan air bagi masyarakat,” tegas Christine.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Minahasa dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berupaya menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan jumlah lahan yang mengalami gagal panen dapat ditekan.

Stiki

Minahasa Perkuat Data Pajak dan Pertanahan lewat Sistem Digital

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat tata kelola data pajak dan pertanahan melalui kerja sama pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa bersama Pemkot Tangerang Selatan. Penandatanganan berlangsung secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Minahasa, Jumat (11/9/2026), dan disaksikan Sekda Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.

Watania mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi digital, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola data pemerintahan yang tertib, akurat, terintegrasi, dan akuntabel.

Menurutnya, persoalan pertanahan berkaitan erat dengan pengelolaan pajak. Karena itu, pemerintah membutuhkan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Berbicara tentang pertanahan, ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah. Kaitannya juga dengan pajak,” ujar Watania.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui kolaborasi teknis antara perangkat daerah terkait, termasuk Bapenda dan Diskominfo dari kedua daerah.

“Setelah penandatanganan antar kepala daerah, akan ada turunannya. Termasuk kerja sama antara Bapenda Minahasa dengan Bapenda Tangerang Selatan serta Diskominfo dengan Diskominfo,” jelasnya.

Watania menilai, Minahasa perlu terbuka terhadap inovasi dan praktik tata kelola dari daerah lain. Teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung penerapan e-government dan membangun sistem data yang terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat memetakan objek pajak, menata informasi pertanahan, serta mengidentifikasi potensi pendapatan daerah secara lebih efektif.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik bagi pemerintah kabupaten karena memang berbicara tentang pertanahan ada banyak permasalahan yang dihadapi daerah, sama kaitannya dengan pajak,” tuturnya.

Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya memindahkan administrasi manual ke sistem elektronik. Teknologi harus berdampak pada peningkatan pelayanan, akurasi data, pengawasan, dan akuntabilitas pendapatan daerah.

“Pada akhirnya, digitalisasi ini diharapkan bukan sekadar perubahan sistem administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pengawasan data dan meningkatkan akuntabilitas pendapatan daerah,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Bapenda Minahasa Jeffry Tangkulung, SH, MAP, Kepala Diskominfo Minahasa Ricky Laloan, SH, Kabag Kerja Sama Rener Karwur, SSTP, MAP, serta jajaran Bapenda Minahasa.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Minahasa dalam membangun pengelolaan data pajak dan pertanahan yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan pelayanan publik.(J.Uno)

Stiki

Meriahkan HUT ke-598 Minahasa, Ormas Adat hingga Kepala OPD Tampil dalam Karnaval Seni Budaya

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa terasa dalam gelaran Karnaval Seni dan Budaya yang berlangsung meriah, Selasa (3/11/2026).

Mengambil titik start di Situs Sejarah Benteng Moraya, Tondano, karnaval tersebut dilepas langsung Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP. Turut hadir dalam prosesi pelepasan jajaran Forkopimda dan Sekretaris Daerah Minahasa Dr Lynda Watania MM MSi.

Peserta kemudian bergerak menuju garis finis di Lapangan Sam Ratulangi Tondano dengan menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya Minahasa.

Karnaval ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga organisasi masyarakat adat. Semarak kegiatan semakin terasa dengan keikutsertaan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Minahasa.

Barisan OPD dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Drs Moudy Pangerapan MAP yang tampil mengenakan pakaian adat Kabasaran. Sementara itu, kepala OPD lainnya mengenakan busana putih hitam lengkap dengan ikat kepala berhias bulu burung manguni.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa pagelaran seni dan budaya bukan sekadar hiburan atau seremoni perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan representasi kekayaan, keindahan, sekaligus identitas budaya Minahasa yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Menurutnya, melalui tarian tradisional, musik, lagu daerah, dan berbagai ekspresi kesenian lainnya, masyarakat diajak untuk semakin memahami pentingnya menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya sebagai jati diri dan kebanggaan bersama.

“Budaya harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai identitas serta kebanggaan masyarakat Minahasa,” tegas Bupati yang akrab disapa RD tersebut.

Ia juga menekankan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-598 Minahasa, yakni “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”.

Menurut RD, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harapan sekaligus komitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selain itu, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar kekayaan seni dan budaya Minahasa terus dikembangkan serta dipromosikan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, warisan budaya leluhur tidak hanya dipertahankan sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi pembangunan serta perekonomian masyarakat.

Secara khusus, RD mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin mencintai, mengenal, dan mengambil bagian dalam pelestarian budaya Minahasa.

“Jadikan budaya sebagai kebanggaan dan kekuatan untuk membangun Minahasa yang semakin maju dan sejahtera,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati RD turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para seniman, budayawan, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mengambil bagian dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya Minahasa.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh identitas Minahasa di tengah perkembangan zaman.

“Pagelaran ini menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.

RESMIKAN PERUMDA RANO MANGUNI MINAHASA, BUPATI RD TEKANKAN PROFESIONALISME DAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Minahasa resmi meresmikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ranumanguni Minahasa, Selasa (3/11/2026). Peresmian ini menjadi langkah penting dalam transformasi kelembagaan perusahaan daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses transformasi perusahaan daerah menjadi Perumda Ranumanguni Minahasa.

Menurut Bupati, perubahan status tersebut bukan sekadar pergantian nama atau bentuk kelembagaan, melainkan momentum pembenahan menyeluruh terhadap pengelolaan badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Peresmian ini bukan sekadar perubahan nama atau bentuk kelembagaan, tetapi merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, dan berorientasi pada masyarakat,” tegas Dondokambey.

Ia menekankan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga keberadaan Perumda Ranumanguni Minahasa memiliki tanggung jawab strategis. Perusahaan daerah tersebut tidak hanya dituntut menjalankan fungsi usaha, tetapi juga harus memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal.

Bupati berharap, melalui perubahan kelembagaan ini, Perumda Ranumanguni mampu meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air bersih, memperbaiki konstruksi serta jaringan distribusi, menekan tingkat kebocoran, dan memastikan ketersediaan air yang layak, aman, serta berkelanjutan bagi masyarakat Minahasa.

Kepada jajaran direksi dan seluruh pegawai, Dondokambey mengingatkan agar momentum peresmian dijadikan sebagai awal semangat baru dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, inovatif, dan berintegritas.

Ia juga meminta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Setiap aset daerah harus dikelola dengan baik, setiap anggaran harus dipergunakan secara efektif, dan setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati turut menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Menurutnya, pelayanan kepada pelanggan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan responsif terhadap setiap keluhan masyarakat.

“Jangan sampai perubahan status kelembagaan hanya terlihat dalam administrasi, tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Dondokambey juga berbagi pengalaman saat pernah memimpin perusahaan air minum pada tahun 2016. Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis seperti kebocoran pipa harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

Ia juga menyinggung pengalaman penghapusan utang perusahaan air minum yang nilainya mencapai sekitar Rp45 miliar berdasarkan akumulasi kewajiban pada masa itu, ketika sejumlah wilayah Minahasa masih berada dalam satu pengelolaan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa pembenahan perusahaan air minum membutuhkan keseriusan, koordinasi, serta keberanian melakukan perubahan tata kelola.

Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Minahasa yang telah memberikan dukungan dalam proses pembentukan Perumda Ranumanguni.

Ia berharap dukungan legislatif dan seluruh pemangku kepentingan terus terjaga sehingga perusahaan daerah tersebut dapat bangkit dan kembali memperkuat fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Peresmian ini turut dihadiri perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Utara, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Minahasa, unsur TNI-Polri, Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN dan BUMD, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Pembangunan, Pdt. Winda Walalangi, M.PH., bersama unsur masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Perumda Ranumanguni menjadikan peresmian tersebut sebagai tonggak sejarah untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Robby Dondokambey secara resmi menyatakan Perumda Rano manguni Minahasa diresmikan pada Selasa, 3 November 2026.

“Selamat bekerja dan selamat mengemban tanggung jawab dalam setiap usaha pengabdian kepada masyarakat Minahasa,” tutupnya.

HUT ke-598 Minahasa, Bupati, Wabup dan Sekda Ziarah ke Makam Para Mantan Pemimpin Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa dan pengabdian para tokoh yang pernah memimpin serta meletakkan fondasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Tanah Minahasa.

Ziarah dilaksanakan di sejumlah lokasi berbeda dan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, serta Sekretaris Daerah Lynda D. Watania bersama jajaran masing-masing.

Bupati Robby Dondokambey mengawali rangkaian ziarah di makam Almarhum Warouw Karowan di Maumbi, Almarhum J. H. Rumambi di Sukur, Minahasa Utara, Almarhum H. R. Ticoalu di Airmadidi, Almarhum H. Karouw di Kauditan, Almarhum J. P. Mongula di Kairagi, serta Almarhum J. F. Lumentut dan Almarhum B. G. Lapian di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi.

Menurut Bupati Robby, ziarah tersebut bukan sekadar tradisi dalam rangka peringatan hari jadi daerah, melainkan wujud penghargaan atas kontribusi para pemimpin terdahulu.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan, apresiasi, serta tradisi penghargaan atas jasa dan dedikasi para pimpinan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Tanah Minahasa,” ucap Bupati Robby.

Sementara itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., bersama jajaran melaksanakan ziarah ke makam Almarhum Max Lumintang di Sonder, Almarhum A. L. Lelengboto di Tompaso Barat, Almarhum A. R. Warouw di Kakas, Almarhum E. F. Saerang di Langowan Timur, serta Almarhum Jan Rolos di Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Vanda mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan sekaligus menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi bagi kemajuan Minahasa.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan dan jasa para tokoh yang pernah meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Minahasa,” kata Wabup Vanda.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania bersama jajaran juga melakukan ziarah ke sejumlah makam mantan pejabat daerah.

Lokasi yang dikunjungi meliputi makam Almarhum A. F. Sumampouw di Tondano Utara, Almarhum S. V. Runtu dan Almarhum Rull Kuron di Kembuan, Tondano, Almarhum D. A. T. Gerungan dan Almarhum A. Pelealu di Wawalintouan, Almarhum D. J. Montong di Tondano Selatan, serta Almarhum S. H. Sarundajang di Kawangkoan.

Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Almarhum Dolfi Tanor, Almarhum K. L. Senduk, dan Almarhum Boy Tangkawarouw di Tomohon, Almarhum E. Kandouw di Pineleng, serta Almarhum Jantje W. Sajow di Koka, Tombulu.

“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pemimpin terdahulu,” ujar Sekda Lynda.

Melalui rangkaian ziarah tersebut, Pemkab Minahasa menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan para pemimpin sebelumnya.

Momentum HUT ke-598 Kabupaten Minahasa pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pemerintahan, memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melanjutkan cita-cita pembangunan.

Semangat pengabdian para pendahulu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Minahasa yang semakin maju dan sejahtera.

HUT ke-60 GMIM Imanuel Sendangan, Bupati Minahasa Tekankan Kerukunan dan Ketahanan Pangan Keluarga

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SONDER – Memasuki usia pelayanan ke-60 tahun, Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Wilayah Sonder, diharapkan semakin memperkuat peran gereja dalam menjaga kerukunan, membangun persaudaraan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey melalui Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Minggu (1/11/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Vanda Sarundajang, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi atas enam dekade perjalanan pelayanan jemaat yang dinilai menjadi bukti kesetiaan Tuhan sekaligus buah dari perjuangan, doa, dan pengabdian para pendahulu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat bersyukur dan selamat merayakan HUT ke-60 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Sendangan,” ungkap Sarundajang.

Menurutnya, usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang menyimpan sejarah iman, pengorbanan, kebersamaan, serta kesetiaan dalam membangun kehidupan bergereja.

Karena itu, momentum perayaan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan dan memperkuat komitmen dalam bertumbuh di dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Bupati juga berharap GMIM Imanuel Sendangan terus menjadi terang Kristus di tengah masyarakat, menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Minahasa yang rukun, damai, dan sejahtera.

Gereja Didorong Jadi Perekat Kerukunan

Dalam sambutannya, Sarundajang turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama dengan terus menghidupi semangat Torang Samua Basudara.

Ia menilai, kerukunan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah

Selain kerukunan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan keluarga, khususnya menjelang akhir tahun.

Melalui sambutan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat agar bijak mengelola keuangan rumah tangga, mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia juga mendorong setiap keluarga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan dan hortikultura, seperti cabai, tomat, bawang, serta aneka sayuran.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan langkah sederhana namun strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan kebersamaan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, kita dapat memperkuat kemandirian pangan serta menjaga kesejahteraan masyarakat Minahasa,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Sarundajang.

Mengakhiri sambutannya, Vanda Sarundajang mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan, mempererat tali persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi muda.

Ia berharap, momentum HUT ke-60 ini menjadi titik penguatan bagi Jemaat GMIM Imanuel Sendangan untuk semakin dewasa dalam iman, bertumbuh dalam pelayanan, dan menghadirkan kesaksian nyata melalui tindakan kasih di tengah masyarakat.

Perayaan enam dekade pelayanan ini pun diharapkan tidak hanya memperkokoh kehidupan bergereja, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi jemaat dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA MINAHASA FISHING COMPETITION 2026 DI BENTENG MORAYA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, secara resmi membuka ajang Minahasa Fishing Competition 2026 yang dipusatkan di kawasan Benteng Moraya, Tondano, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Pembukaan lomba diawali dengan laporan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Minahasa, Agustifo Tumundo, SE, MSi. Turut hadir Ketua TP-PKK Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE, Asisten I Sekda Dr. Riviva Maringka, MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Moudy Pangerapan, MAP, Kepala Dinas Perikanan Ir. Lendy Aruperes, Kepala Dinas PUPR Rivai Mamonto, ST, pimpinan KONI Minahasa, serta jajaran Dispora.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Minahasa Fishing Competition 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus mempromosikan potensi wisata dan kekayaan alam Danau Tondano.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Minahasa ke-598 yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Selain itu, lomba memancing ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Danau Tondano sebagai salah satu aset alam dan kebanggaan Kabupaten Minahasa.

Setelah melalui kompetisi, panitia menetapkan para pemenang dalam dua kategori, yakni kategori ASN dan kategori masyarakat umum.

Untuk kategori ASN, Juara I diraih Irene Rumagit, SE, MSi, yang membawa pulang Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Recky Rumagit dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Sementara Juara III diraih Aldi Onibala dengan Trophy Sekda Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Sementara pada kategori masyarakat umum, Juara I diraih Marlon Mahayu dengan Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Yurike Onibala dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Adapun Juara III diraih Deary Waroka dengan Trophy Ketua TP-PKK Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Melalui penyelenggaraan Minahasa Fishing Competition 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap potensi Danau Tondano semakin dikenal luas, sekaligus menjadikan kegiatan olahraga rekreasi sebagai salah satu daya tarik wisata dan penggerak ekonomi masyarakat.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA SOSIALISASI SI RODA VASUNG, DORONG DIGITALISASI PEMBINAAN OLAHRAGA MINAHASA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., secara resmi membuka Sosialisasi Aplikasi Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Valid dan Unggul (SI RODA VASUNG), Jumat (30/10/2026), di Gedung TIC Benteng Moraya, Tondano.

Aplikasi SI RODA VASUNG merupakan inovasi yang digagas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa, Agustifo Tumundo, SE., M.Si. Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Proyek Perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, SI RODA VASUNG menjadi langkah strategis dalam mendorong pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Minahasa melalui sistem pendataan yang terintegrasi dan berbasis digital.

Bupati yang akrab disapa RD itu menegaskan, ke depan seluruh data dan aktivitas olahraga di Kabupaten Minahasa perlu terdokumentasi dalam satu sistem digital agar lebih tertata, akurat, dan mudah diakses.

“Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa. Karena itu, saya memberikan kesempatan kepada Kadispora untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan guna mengembangkan inovasi ini. Saya dan Ibu Wakil Bupati juga akan terus memonitor proses dan perkembangannya,” ungkap Dondokambey.

Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang turut membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk olahraga. Melalui SI RODA VASUNG, data atlet, catatan prestasi, hingga riwayat kejuaraan diharapkan dapat tersimpan secara sistematis dan terintegrasi.

Menurutnya, selama ini penelusuran rekam jejak atlet yang pernah meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan masih menjadi tantangan tersendiri. Padahal, data tersebut sangat penting sebagai dasar evaluasi dan acuan dalam menyusun pola pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Selama ini, ketika kita ingin mengetahui siapa saja atlet yang pernah meraih juara pada kejuaraan sebelumnya, terkadang kita kesulitan mendapatkan datanya. Padahal, rekam jejak prestasi tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus menjadi referensi bagi pembinaan atlet generasi berikutnya,” jelasnya.

Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah daerah diharapkan dapat memetakan potensi atlet, mengukur perkembangan prestasi, serta menentukan arah pembinaan secara lebih tepat. Data tersebut juga menjadi dasar dalam memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Minahasa.

Bupati RD turut mengapresiasi capaian olahraga Minahasa dalam sejumlah ajang kompetisi. Ia berharap prestasi tersebut terus ditingkatkan melalui pembinaan yang terarah, dukungan anggaran, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Sementara itu, Kepala Dispora Minahasa Agustifo Tumundo dalam laporannya menjelaskan bahwa SI RODA VASUNG dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Data Valid, Prestasi Unggul, dan Kolaborasi Berkelanjutan.

Pilar Data Valid berorientasi pada pengelolaan data atlet secara digital, terintegrasi, dan akurat guna meminimalkan kesalahan dalam pendataan. Pilar Prestasi Unggul diarahkan pada peningkatan capaian olahraga secara berkelanjutan, sekaligus pemetaan potensi dan bakat atlet sejak usia dini.

“Sedangkan pilar ketiga adalah Kolaborasi Berkelanjutan, yakni membangun sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan,” urai Tumundo.

Melalui implementasi SI RODA VASUNG, pembinaan olahraga Minahasa diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pendataan konvensional, tetapi didukung informasi yang valid sebagai dasar perencanaan, evaluasi, dan pengembangan prestasi atlet.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Minahasa Dr. Riviva Maringka, M.Si., Sekretaris Dispora Minahasa Ronny Suwarno, S.Sos., Kabid Pembinaan Prestasi Dispora Frederikus Lumi, S.Pd., MAP., unsur Pengurus KONI Minahasa Jenly Rey dan Cinthya Pelealu, M.Pd., para ketua cabang olahraga se-Kabupaten Minahasa, insan pers, serta jajaran Dispora Minahasa.

SEKDA WATANIA BUKA SOSIALISASI ATURAN BARU LKPP 2026, PEJABAT PENGADAAN DIMINTA KUASAI REGULASI

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, membuka kegiatan sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (29/10/2026).dihadiri seluruh pejabat eselon II dan III dilingkup jajaran Pemkab Minahasa.
Kegiatan ini menjadi langkah penting Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memperkuat pemahaman aparatur terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam arahannya, Lynda Watania menegaskan bahwa pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa harus meninggalkan pola kerja lama yang berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi maupun persoalan hukum.
Menurutnya, penguasaan regulasi menjadi kebutuhan mendasar bagi kepala perangkat daerah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pejabat terkait lainnya.
“Penting sekali kepala-kepala dinas dan badan, termasuk KPA dan PPK, diberikan penguatan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mereka menguasai seluruh proses pengadaan barang dan jasa,” tegas Watania .

Ia mengingatkan, setiap tahapan pengadaan harus dilaksanakan secara cermat dan bertanggung jawab. Pejabat tidak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan kebiasaan atau kepercayaan kepada pihak lain tanpa memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Sekda adalah proses pembayaran pekerjaan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pejabat berwenang tidak boleh langsung menyetujui pembayaran sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Watania, setiap keputusan harus didasarkan pada pemeriksaan yang memadai, bukan sekadar formalitas administratif.
Ia juga mendorong pejabat perangkat daerah memanfaatkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memperoleh pendampingan apabila menemukan keraguan dalam proses pelaksanaan pekerjaan maupun sebelum melakukan pembayaran.
“Kalau kepala dinas akan melakukan pembayaran dan masih ada keraguan, silakan meminta bantuan APIP untuk memastikan apakah prosesnya sudah benar. Jika menyangkut pekerjaan teknis seperti bangunan, perlu juga melibatkan tenaga teknis yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemeriksaan harus dilakukan sesuai bidang keahlian. Pejabat administrasi tidak dapat serta-merta memastikan kualitas pekerjaan teknis tanpa dukungan pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Karena itu, koordinasi dengan APIP dan perangkat daerah teknis dinilai penting untuk membantu memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan sebelum pembayaran diproses.

Lebih lanjut, Watania menegaskan bahwa tata kelola pengadaan barang dan jasa tidak hanya berfokus pada proses pelaksanaan dan pembayaran. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi, harus dipahami serta dijalankan secara benar.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius karena adanya regulasi baru menuntut pemahaman yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan dalam penerapannya.
“Penyelenggaraan pemerintahan harus dimulai dari proses perencanaan yang benar-benar dikuasai, kemudian dilaksanakan sesuai aturan sampai pada tahap pengawasan dan evaluasi,” tegasnya.
Watania juga mengingatkan bahwa pejabat yang terlibat dalam pengadaan tidak cukup hanya mengetahui prosedur secara umum. Mereka harus memahami ketentuan yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai regulasi baru di bidang pengadaan barang dan jasa, yakni Peraturan Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2026, sebagaimana disebutkan dalam arahan kegiatan.
Watania mengingatkan bahwa perubahan regulasi dapat membawa perbedaan ketentuan maupun mekanisme pelaksanaan yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh seluruh pejabat terkait.
Ia meminta peserta tidak mengabaikan kegiatan sosialisasi, melainkan mengikuti seluruh materi agar memahami perubahan aturan dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, peningkatan pemahaman terhadap regulasi bukan sekadar memenuhi kewajiban mengikuti kegiatan, tetapi merupakan bagian dari upaya melindungi pelaksanaan tugas pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan dapat memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa, serta meminimalkan risiko kesalahan prosedur yang dapat berdampak pada pertanggungjawaban hukum.
Penegasan Sekda tersebut menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap regulasi, ketelitian dalam memeriksa pekerjaan, serta koordinasi dengan unsur pengawasan harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.