PostKota News

Polsek Langowan Tertibkan Motor Berknalpot Brong, Pengendara 17 Tahun Diberi Tindakan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Polsek Langowan memperketat penertiban kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polsek Langowan.

Penertiban digelar pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Langowan menemukan satu unit Honda Sonic warna ungu tahun 2017 dengan nomor polisi DB 5087 ML yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pengendara yang diketahui masih berusia 17 tahun langsung diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga memeriksa kelengkapan kendaraan dan pengendara serta melakukan penertiban terhadap knalpot yang digunakan.

Tak hanya melakukan penindakan, personel Polsek Langowan turut memberikan edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya menggunakan kendaraan sesuai standar teknis dan ketentuan keselamatan lalu lintas.

Penertiban bukan sekadar penindakan

Polsek Langowan menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan sanksi kepada pelanggar. Penertiban juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor, agar lebih disiplin dalam berlalu lintas.

Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis dapat menghasilkan suara bising yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.

Polsek Langowan memastikan kegiatan edukasi dan penertiban akan terus dilakukan secara humanis sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya.

Polisi tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Kebun di Watulaney Amian Terbakar, Damkar Minahasa Bersama personil Polsek Lembean Timur  Bergerak Cepat

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID – Kebakaran lahan perkebunan terjadi di kawasan Perkebunan Parentek, Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Lahan milik Nofjen Sepang tersebut terbakar dan sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasi berada tidak jauh dari akses jalan umum serta berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Youni Korengkeng (50), warga Desa Watulaney Jaga III. Saat berada di kebunnya yang berdekatan dengan lokasi kejadian, saksi melihat lahan milik Nofjen Sepang telah terbakar.
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Watulaney.
Mendapat laporan, Pemerintah Desa Watulaney langsung mengumumkan kejadian melalui pengeras suara desa. Polsek Lembean Timur bersama pemerintah desa dan masyarakat kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Upaya pemadaman awal dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Pemerintah desa juga segera menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa untuk mengantisipasi api merembet dan mengancam kawasan sekitar.
Tim Damkar Pemkab Minahasa kemudian tiba di lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran. Berkat respons cepat petugas bersama personil Polsek Lembean Timur,  pemerintah desa dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 30 x 30 meter atau kurang lebih 900 meter persegi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material juga dipastikan nihil. Berdasarkan informasi di lapangan, lahan tersebut sudah tidak diolah pemiliknya dan selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lokasi pembuangan sampah. Area yang terbakar didominasi rumput, tanaman liar serta sisa sampah.
Meski api telah berhasil dipadamkan, masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan aman dan kondusif. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses pemadaman karena lokasi dapat diakses kendaraan Damkar dan berada dekat dengan aliran sungai yang memungkinkan petugas melakukan pengisian air.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terlebih pada kondisi cuaca kering. Pengelolaan sampah dan aktivitas pembakaran di area perkebunan juga perlu mendapat perhatian agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas.

Minahasa Replikasi Sistem Peta Pajak Tangsel, Robby Dondokambey Dorong Digitalisasi dan Optimalisasi PAD

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kabupaten Minahasa mengambil langkah memperkuat digitalisasi pengelolaan pajak dan pertanahan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Antar Daerah dan Perjanjian Kerja Sama tentang Replikasi dan Pemanfaatan Sistem Peta Pajak dan Pertanahan Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026), di Lantai IV Kantor Wali Kota Tangerang Selatan.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP hadir langsung dalam agenda tersebut didampingi Sekretaris Daerah Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si.

Agenda ini diikuti sekitar 60 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menjadi forum pertukaran inovasi antarpemerintah daerah dalam pemanfaatan teknologi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Bidik Data Pajak Lebih Akurat

Bagi Minahasa, kerja sama ini diarahkan untuk mengadopsi sistem digital yang telah dikembangkan Tangerang Selatan, terutama dalam pemetaan objek pajak dan data pertanahan.

Melalui replikasi sistem tersebut, Pemkab Minahasa berupaya membangun basis data yang lebih akurat, terintegrasi dan mudah dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan pajak daerah.

Digitalisasi ini juga diharapkan membantu pemerintah dalam mengidentifikasi objek dan potensi pajak secara lebih optimal. Dengan data yang semakin terintegrasi, proses pengelolaan perpajakan diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Robby Dondokambey menempatkan transformasi digital sebagai bagian penting dalam membangun pemerintahan yang efektif dan responsif. Sistem informasi yang terintegrasi dinilai dapat mempercepat proses pengelolaan data sekaligus meningkatkan akurasi dan keterukuran dalam pengambilan keputusan.

Namun, sistem yang direplikasi tidak akan diterapkan begitu saja. Pemkab Minahasa akan menyesuaikannya dengan kebutuhan, kondisi serta karakteristik wilayah Minahasa.

Perkuat Pelayanan Publik

Kerja sama dengan Tangerang Selatan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi Pemkab Minahasa untuk memperoleh pengalaman dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.

Selain mengikuti penandatanganan kerja sama, Bupati Robby Dondokambey bersama Sekda Lynda Watania juga meninjau Stand Tangerang Selatan Expo. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk melihat langsung berbagai inovasi, produk serta pengembangan layanan yang ditampilkan dalam expo.

Pemkab Minahasa berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pertukaran sistem, tetapi menghasilkan penerapan teknologi yang memberikan dampak nyata terhadap pelayanan masyarakat.

Dengan basis data perpajakan dan pertanahan yang semakin kuat, pemerintah daerah menargetkan pelayanan pajak menjadi lebih efektif, transparan dan mudah diakses, sekaligus membuka ruang optimalisasi potensi PAD.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN RI, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Gubernur Banten, serta Wali Kota Tangerang Selatan.

Bupati Robby Dondokambey juga didampingi Kepala Bapenda, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Bagian Kerja Sama Kabupaten Minahasa.

Keikutsertaan Minahasa dalam agenda yang melibatkan 60 kepala daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antardaerah dan mempercepat adopsi inovasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Wabup Vanda Sarundajang Letakkan Batu Pertama MPP Minahasa, Pelayanan Publik Masuk Babak Baru

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai langkah baru untuk menghadirkan layanan pemerintahan yang lebih mudah, cepat, transparan dan terintegrasi.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., di Kelurahan Toukuramber, tepatnya di belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Minahasa itu turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab Minahasa, mulai dari para asisten, staf ahli, inspektur, Sekretaris DPRD, kepala badan dan dinas, kepala satuan, direktur RSUD, direktur PDAM hingga para kepala bagian.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas yang nantinya ditujukan sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP yang disampaikan pada kegiatan itu, ditegaskan bahwa pembangunan MPP bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan.

“Peletakan batu pertama hari ini bukan sekadar simbol dimulainya sebuah pembangunan fisik. Lebih dari itu, momentum ini merupakan tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.”

Bupati menekankan, masyarakat harus memperoleh pelayanan yang sederhana dan tidak berbelit-belit, dengan kepastian waktu dan biaya. Pelayanan juga harus ditopang aparatur yang profesional, berintegritas dan memiliki semangat melayani.

Melalui MPP, berbagai layanan pemerintahan dan layanan instansi terkait akan dipusatkan dalam satu tempat. Konsep ini diharapkan memangkas waktu dan tenaga masyarakat yang selama ini harus berpindah dari satu kantor ke kantor lain untuk mengurus kebutuhan administrasi.

Namun, Pemkab Minahasa menegaskan bahwa MPP tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung.

“Gedung yang baik harus diikuti dengan pelayanan yang baik. Fasilitas yang modern harus dibarengi dengan aparatur yang ramah, responsif, disiplin dan bertanggung jawab,” tegas Bupati.

Karena itu, pembangunan MPP diarahkan menjadi bagian dari transformasi budaya kerja aparatur. Perangkat daerah dan instansi yang nantinya terlibat diminta memperkuat sinergi dan meninggalkan pola kerja sektoral.

Koordinasi, integrasi dan komunikasi antarlembaga menjadi kunci agar seluruh layanan di MPP dapat berjalan efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Bupati juga meminta proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, transparansi, akuntabilitas serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Setiap tahapan pembangunan, menurutnya, harus dapat dipertanggungjawabkan karena fasilitas tersebut dibangun menggunakan sumber daya yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Kehadiran MPP nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha dan pihak lain yang membutuhkan pelayanan pemerintahan.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemkab Minahasa menargetkan lahirnya sistem pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat—bukan hanya melalui fasilitas yang representatif, tetapi juga melalui aparatur yang profesional, ramah, responsif dan berintegritas.

Pembangunan MPP ini menjadi salah satu bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa mendorong terwujudnya daerah yang maju dan sejahtera, dengan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu fondasi pembangunan.

Wabup Vanda: Kader Kesehatan Harus Jadi Penggerak Kesehatan dari Keluarga

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., mendorong kader kesehatan semakin aktif menjadi penggerak sekaligus penghubung masyarakat dengan tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Vanda saat membuka kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Masyarakat Kabupaten Minahasa, yang digelar di Tateli Resort and Convention, Jumat (18/9/2026).

Dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kesehatan tersebut, Vanda juga memberikan materi kepada para peserta. Ia menegaskan, kader kesehatan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Peran kader kesehatan sangat penting karena kader berada langsung di tengah-tengah masyarakat. Kader dapat menjadi penggerak, pemberi informasi sekaligus penghubung masyarakat dengan tenaga dan fasilitas kesehatan,” ujar Vanda.

Menurut Vanda, pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga medis. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

Karena berada paling dekat dengan masyarakat, kader diharapkan mampu membantu menemukan berbagai persoalan kesehatan sejak dini sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Vanda juga meminta para kader terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting agar program-program kesehatan pemerintah tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan hingga ke tingkat keluarga.

Keluarga, kata Vanda, menjadi titik awal dalam membangun masyarakat yang sehat. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan edukasi dan pendampingan terkait pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan penyakit.

“Kalau keluarga sehat, maka masyarakat juga akan semakin kuat. Karena itu, kader harus terus hadir memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain memperkuat kapasitas individu kader, Vanda menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Kader diminta membangun komunikasi yang baik dengan Puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur terkait lainnya.

Koordinasi tersebut diperlukan agar berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa, tenaga kesehatan dan kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta kesadaran kesehatan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, para kepala Puskesmas se-Kabupaten Minahasa, serta kader kesehatan dari wilayah Kawangkoan Raya dan Sonder.

Melalui penguatan dan pemberdayaan ini, Pemkab Minahasa berharap kader semakin siap menjalankan peran strategis di tengah masyarakat. Pendekatan kesehatan pun terus diarahkan tidak semata-mata pada penanganan saat masyarakat sakit, tetapi juga pada pencegahan, edukasi, dan peningkatan kesadaran kesehatan sejak dari keluarga.

Pemkab Minahasa Perkuat Profesionalisme ASN Lewat Profiling: Pemetaan Potensi Jadi Dasar Pengembangan Aparatur

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MANADO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa memperkuat langkah pembenahan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan Profiling ASN (ProASN). Pemetaan ini diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kompetensi, potensi, serta kebutuhan pengembangan aparatur.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, saat memberikan pengarahan sekaligus mengikuti kegiatan ProASN Pemkab Minahasa di Kantor Regional XI BKN Manado, Jumat (18/9/2026).

Menurut Lynda, profiling menjadi bagian penting dalam memastikan pengembangan ASN dilakukan secara terukur dan berdasarkan data. Karena itu, seluruh aparatur diminta mengikuti setiap tahapan dengan serius dan penuh tanggung jawab.

“Profiling ASN merupakan bagian penting dalam mengenali potensi dan kompetensi aparatur. Karena itu, seluruh proses harus diikuti dengan serius dan penuh tanggung jawab,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.

Lynda menegaskan, peningkatan kualitas ASN tidak sebatas kemampuan teknis. Integritas, profesionalisme, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika pemerintahan dan tuntutan pelayanan publik juga menjadi bagian penting dalam membangun aparatur yang berkualitas.

Ia menjelaskan, hasil profiling diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam membangun sistem manajemen ASN yang lebih objektif dan terarah. Data tersebut dapat mendukung pengembangan aparatur sekaligus membantu pemerintah menyesuaikan kapasitas ASN dengan kebutuhan organisasi.

“Pengembangan sumber daya aparatur harus dilakukan secara terukur agar potensi, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan ASN dapat diketahui secara lebih komprehensif,” ujarnya.

Pemkab Minahasa menargetkan penguatan manajemen ASN dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan organisasi pemerintahan. Dengan pemetaan yang lebih sistematis, aparatur diharapkan dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai kompetensi sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ProASN tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, Dr. Akhmad Syauki, SH, MH, serta Ketua Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kanreg XI Manado, Jovinus Montolalu, S.E, M.A.P., Ak.

Pelaksanaan profiling sekaligus memperkuat sinergi antara Pemkab Minahasa dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mendorong penerapan manajemen ASN berbasis kompetensi.

Bagi Pemkab Minahasa, hasil pemetaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai data administratif, tetapi dapat menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengembangkan aparatur yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik.

Dengan penguatan berbasis data tersebut, pembenahan birokrasi diharapkan semakin terarah dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Wabup Vanda Sarundajang Buka Festival Literasi Minahasa, Tekankan Penguatan SDM dan Pengembangan Talenta Muda

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., membuka Festival Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa tersebut menjadi momentum untuk mendorong peningkatan minat baca, kemampuan menulis, serta keterampilan berpikir kritis di kalangan peserta didik dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Vanda Sarundajang mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi yang dinilainya memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan literasi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Minahasa.
“Kegiatan ini sangat baik untuk menstimulasi minat sekaligus mengukur kemampuan literasi peserta didik maupun masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa, khususnya dalam kemampuan menulis dan berpikir kritis,” ujar Vanda.

Ia berharap, kegiatan literasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan festival semata, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan guna memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Perpustakaan yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Vanda, peningkatan kemampuan literasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia Minahasa yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.
Ia menilai, Kabupaten Minahasa memiliki potensi besar berupa talenta-talenta muda yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.

Kalau kemampuan literasi masyarakat terus meningkat, tentu Minahasa ke depan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Ternyata kita memiliki banyak talenta. Anak-anak peserta didik Minahasa ini luar biasa,” katanya.
Apresiasi Penampilan Peserta Lomba Bertutur
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Vanda juga memberikan apresiasi terhadap penampilan salah satu peserta didik, Queen, yang berhasil meraih juara III dalam lomba bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Vanda menilai, penampilan Queen menunjukkan bahwa kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menyampaikan cerita, tetapi juga mencakup kreativitas, ekspresi, gestur, serta kemampuan memvisualisasikan pesan yang disampaikan.

Ia menambahkan, perpaduan antara kemampuan bertutur, ekspresi, dan visualisasi mampu membuat pesan yang disampaikan” menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh para pendengar.

“Yang disampaikan tadi tentang legenda Danau Tondano bisa didengar dengan baik. Storytelling-nya sampai, lomba bertuturnya juga bagus, ditambah visualisasi yang melengkapi penampilannya,” tutur Vanda.
Festival Literasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Minahasa, Jeffry Tangkulung, S.H., serta Kepala Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa, Santy Lengkong, S.STP., M.Si.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap kegiatan literasi dapat terus menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperkuat budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.