MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Kabupaten Minahasa mulai mematangkan strategi untuk merebut gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara XIII tahun 2027. Berstatus sebagai tuan rumah, Minahasa tak ingin sekadar sukses menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga membuktikan diri sebagai kekuatan utama olahraga di Sulawesi Utara.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai membenahi sistem pembinaan atlet melalui pemetaan potensi, penguatan koordinasi antarlembaga, serta penerapan strategi berbasis data.
Langkah ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., mewakili Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan sambutan Bupati mengenai arah kebijakan pengembangan olahraga prestasi di daerah.
SIRODA VASUNG Jadi Fondasi Pembinaan Berbasis Data
Salah satu agenda strategis dalam FGD tersebut adalah sosialisasi SIRODA VASUNG (Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Unggul dan Valid), sebuah inovasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terukur, terarah, dan berkelanjutan.
Melalui sistem ini, pembinaan olahraga tidak lagi hanya bertumpu pada hasil pertandingan, tetapi harus dimulai dengan identifikasi dan pemetaan potensi atlet sejak tahap awal.
Data mengenai jumlah atlet, kelompok usia, kemampuan individu, kualitas pelatih, hingga ketersediaan fasilitas olahraga menjadi komponen penting dalam menentukan arah pembinaan setiap cabang olahraga.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Sekda Lynda menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan perencanaan matang, pembinaan berkesinambungan, serta evaluasi yang didukung data akurat.
Ia menekankan, olahraga bukan semata-mata tentang kemenangan dan perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga merupakan sarana membangun karakter, kedisiplinan, mental kompetitif, dan kualitas generasi muda.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari KONI, organisasi cabang olahraga, pelatih hingga insan olahraga, diminta memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah untuk memaksimalkan potensi atlet Minahasa.
Potensi 357 Ribu Penduduk Harus Dimaksimalkan
Minahasa dinilai memiliki modal demografis yang cukup besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dengan jumlah penduduk sekitar 357.000 jiwa, proses pencarian bibit atlet dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Menurut Sekda, tidak boleh ada potensi atlet muda yang terlewat hanya karena keterbatasan akses pembinaan atau belum teridentifikasi.
Dalam konteks tersebut, SIRODA VASUNG diharapkan menjadi instrumen untuk memotret kekuatan olahraga Minahasa secara objektif. Data yang terkumpul nantinya dapat menjadi dasar menentukan cabang olahraga unggulan, memetakan peluang medali, sekaligus menetapkan prioritas pembinaan.
“Target kita bukan sekadar menjadi peserta yang baik, tetapi bagaimana Minahasa mampu meraih prestasi tertinggi. Setelah sebelumnya berada pada peringkat kedua, kita ingin meningkatkan capaian tersebut menjadi peringkat pertama pada Porprov 2027. Untuk itu, seluruh proses pembinaan harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target juara umum bukan sekadar ambisi, melainkan harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang jelas, indikator pencapaian yang terukur, serta evaluasi berkala.
Anggaran dan Fasilitas Jadi Tantangan
Di balik ambisi besar tersebut, pemerintah daerah juga menyadari bahwa pencapaian prestasi membutuhkan dukungan anggaran dan sarana prasarana yang memadai.
Keterbatasan kemampuan keuangan daerah pada tahun anggaran 2025–2026 menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Pemkab Minahasa terus mengupayakan alternatif pembiayaan, termasuk melalui koordinasi dan pengajuan permohonan bantuan kepada kementerian terkait untuk mendukung pembangunan fasilitas olahraga.
Perhatian terhadap kesejahteraan dan apresiasi atlet berprestasi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Penghargaan dinilai penting sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Minahasa dalam berbagai kompetisi.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah, Pemkab Minahasa turut mendorong keterlibatan dunia usaha, BUMN, dan sektor perbankan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Bukan Sekadar Tuan Rumah, Minahasa Bidik Puncak Prestasi
Melalui FGD dan penerapan SIRODA VASUNG, Pemkab Minahasa ingin memastikan persiapan menuju Porprov Sulut 2027 berjalan lebih sistematis dan tidak hanya berorientasi pada kegiatan menjelang pertandingan.
Pembinaan atlet, pemetaan cabang olahraga unggulan, peningkatan kualitas pelatih, pemenuhan fasilitas, hingga dukungan pembiayaan harus berjalan dalam satu strategi yang terintegrasi.
Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh rencana tersebut diwujudkan secara konsisten di lapangan.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan optimalisasi potensi atlet daerah, Minahasa menargetkan satu capaian besar: tidak hanya menjadi tuan rumah yang sukses, tetapi juga berdiri di puncak klasemen Porprov Sulawesi Utara 2027 sebagai juara umum.
