Empat Kafilah Minahasa Siap Harumkan Sulut di MTQ Nasional 2026 di Semarang

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa secara resmi melepas empat kafilah utusan daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keempat peserta tersebut akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada ajang MTQ Nasional. Mereka masing-masing adalah:

Ghadiza Khumaira Abu Bakar, cabang Tilawah Anak Putri;

Abid Fadhil Mudzakirillah, cabang Tartil Qur’an Golongan Anak Putra;

Indah Ufaira Masloman, cabang Tartil Qur’an Golongan Anak Putri; dan

Muhammad Hilmanu Yasir, cabang Hifzhil Qur’an 30 Juz.

Acara pelepasan berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (7/9/2026), dan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Dr. Riviva Maringka, M.Si.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Minahasa, Hi. Syafaruddin Maddepungeng, S.E., menyampaikan rasa syukur dan bangga karena tahun ini untuk pertama kalinya Minahasa mengutus empat peserta untuk berlaga di MTQ Nasional.

“Empat utusan dari Kabupaten Minahasa ini akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Insyaallah, dengan doa Bapak Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta para orang tua, mereka dapat meraih prestasi dan menjadi juara nasional,” ujar Syafaruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kementerian Agama Kabupaten Minahasa yang selama ini memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, dalam proses pembinaan para peserta.

“Untuk pertama kalinya tahun ini dari Minahasa ada empat orang yang mengikuti MTQ Nasional. Ini merupakan satu kebanggaan kita bersama,” katanya.

Syafaruddin menjelaskan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional akan berlangsung selama satu minggu. Pembukaan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila, pusat Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., mengaku optimistis keempat peserta mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa, di tingkat nasional.

“Kami sangat berbahagia manakala anak-anak kita ini ketika berada di tingkat nasional boleh mengharumkan nama Sulawesi Utara, setidaknya Minahasa di tingkat nasional,” ujarnya.

Dolie juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang dengan penuh dedikasi terus membina dan mempersiapkan para peserta. Menurutnya, proses pembinaan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai, meskipun tidak selalu disertai insentif atau honor.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam MTQ tidak semata-mata bertujuan untuk memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, MTQ menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang mampu memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

“Ini bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi bagaimana menjadikan putra-putri kita yang ada di Minahasa mampu menerapkan apa sesungguhnya yang tertuang dalam kitab suci Alquran,” katanya.

Dolie berpesan kepada para peserta untuk terus bersemangat dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.

“Selamat berjuang, selamat berlomba. Terus semangat. Kami di sini tetap berdoa, semoga pergi dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat,” tuturnya.

Mewakili Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Riviva Maringka, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih juara.

Menurutnya, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran, meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang kuat.

“Karena itu, kepada seluruh peserta yang akan membawa nama Kabupaten Minahasa, saya berpesan agar mengikuti MTQ ini dengan penuh keyakinan, disiplin, rendah hati, dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Riviva.

Ia meminta para peserta menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui proses latihan dan pembinaan selama ini. Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Setiap penampilan harus menjadi kesempatan untuk memberikan yang terbaik sekaligus membawa nama baik daerah.

“Adik-adik sekalian, yang lebih penting adalah kehormatan. Jaga keadaan di sana, jaga mental, jaga hati agar supaya fokus betul-betul pada perlombaan,” pesan Maringka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra, Kabag Tapem, para orang tua kafilah, staf Kantor Kementerian Agama Minahasa, para pelatih, official, serta sejumlah pengurus LPTQ Minahasa.

Antisipasi El Nino, Gubernur Yulius Perintahkan Pengamanan Pasokan dan Harga Cabai di Sulut

SULUT,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga cabai di tengah ancaman dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.

Perhatian tersebut disampaikan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring, Senin (7/9/2026).

Rakor tersebut diikuti pemerintah daerah dan berlangsung dari Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius meminta seluruh perangkat daerah terkait bersama pemerintah kabupaten dan kota bergerak cepat memastikan ketersediaan cabai di Sulut. Komoditas tersebut dinilai strategis karena fluktuasi harganya turut memberikan dampak terhadap inflasi daerah.

Menurut Yulius, potensi El Nino perlu diantisipasi sejak dini. Perubahan pola cuaca dapat berdampak terhadap ketersediaan air, produktivitas pertanian hingga pasokan pangan di pasar.

“Kita harus mengantisipasi sejak dini dampak perubahan cuaca dan El Nino terhadap produksi pangan. Jangan sampai gangguan produksi dan distribusi menyebabkan pasokan berkurang dan harga meningkat sehingga membebani masyarakat,” tegas Yulius.

Gubernur kemudian meminta dilakukan pemetaan terhadap produksi dan ketersediaan cabai di seluruh wilayah Sulut, terutama daerah-daerah yang menjadi sentra produksi.

Selain menjaga produksi, pemerintah diminta memastikan distribusi berjalan lancar sehingga pasokan dari sentra pertanian dapat tersalurkan ke pasar dan wilayah konsumen.

Yulius menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu hingga terjadi lonjakan harga. Apabila produksi lokal diperkirakan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, intervensi harus segera dilakukan.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni membuka akses pasokan cabai dari luar daerah.

“Apabila produksi dan pasokan lokal tidak mencukupi, kita harus segera membuka akses pasokan dari daerah lain. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat, sehingga harga cabai tetap berada dalam batas yang wajar.

Pemprov Perkuat Koordinasi

Arahan Gubernur Yulius langsung ditindaklanjuti jajaran Pemprov Sulut. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, mengatakan koordinasi akan diperkuat dengan melibatkan perangkat daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani hingga pelaku distribusi.

“Tidak menunggu sampai gejolak harga semakin tinggi. Produksi lokal harus diamankan, distribusi harus lancar, dan apabila diperlukan, pasokan tambahan dari luar daerah harus segera difasilitasi untuk menjaga stabilitas harga,” kata Ringkuangan.

Ia menambahkan, pengendalian harga cabai tidak cukup dilakukan ketika harga sudah melonjak. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dari sisi produksi, stok, distribusi hingga mitigasi dampak perubahan iklim.

Pemprov Sulut juga akan memperkuat pemantauan terhadap harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan strategis secara berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, petani, pelaku usaha, distributor serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Sulut berupaya memastikan potensi gangguan produksi akibat El Nino tidak berkembang menjadi persoalan baru bagi masyarakat, terutama dalam bentuk lonjakan harga pangan.

Bagi pemerintah daerah, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Polres Minahasa Gelar Sertijab, IPDA Ronny Steven Ambat Resmi Nahkodai Polsek Kawangkoan

MINAHASA,POSTKOTANEWS.COID  — Kepolisian Resor (Polres) Minahasa kembali melakukan penyegaran organisasi. Jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kawangkoan kini resmi berganti.
IPDA Ronny Steven Ambat, S.E., dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Kawangkoan, menggantikan IPDA Rinto Royke Michael Langi.
Pergantian jabatan tersebut ditandai melalui Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Aula Tansatrisna Polres Minahasa, Senin (7/9/2026) pagi.
Sertijab dipimpin langsung Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., selaku Inspektur Upacara.
Mutasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Kapolda Sulawesi Utara Nomor: Kep/416/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polda Sulut.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, dilakukan penanggalan dan penyematan tanda jabatan, dilanjutkan pengambilan sumpah janji jabatan terhadap pejabat baru yang didampingi rohaniawan.
Usai pengucapan sumpah jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, Pakta Integritas serta Kontrak Kerja.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Minahasa IPDA N. Tairas bertindak sebagai Komandan Upacara, sementara Kasubbag Mutjab Bag SDM Polres Minahasa IPTU Jeffry Rompas dipercaya sebagai Perwira Upacara.
Sertijab yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA hingga 08.45 WITA tersebut berjalan tertib, aman dan kondusif.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu membawa energi baru dalam memperkuat pelayanan kepolisian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya di wilayah hukum Polsek Kawangkoan.
Dengan resmi dilantiknya IPDA Ronny Steven Ambat sebagai Kapolsek Kawangkoan, tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan pejabat baru untuk menjawab berbagai tantangan keamanan dan pelayanan masyarakat ke depan.(73’U

Respons Cepat Damkar Minahasa Padamkan Kebakaran Rumah Tiga Lantai di Tompaso Barat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Sebuah rumah tiga lantai milik keluarga Rammo Sumolang di Jaga I, Desa Tompaso II Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, terbakar pada Minggu malam, 6 September 2026.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga sekitar. Rumah yang diketahui milik keluarga Rammo Sumolang, yang saat ini berdomisili di Jakarta, diketahui dijaga oleh keluarga Kalangi-Helna yang baru beberapa hari menempati bangunan tersebut.

Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari bagian plafon atau loteng di lantai dasar akibat korsleting listrik. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi.

Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., bersama jajaran personel Damkar.

Penanganan kebakaran juga mendapat dukungan dari berbagai unsur. Di antaranya Camat Tompaso Barat bersama jajaran, Hukum Tua Desa Tompaso II Utara beserta perangkat desa, Camat Kawangkoan bersama jajaran, personel Polsek Tompaso, anggota Koramil Kawangkoan/Tompaso, serta Tim Pemadam Kebakaran Pertamina Geothermal Energy Lahendong.

Sinergi lintas instansi tersebut membantu mempercepat proses pengendalian kobaran api. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pendinginan di sejumlah bagian bangunan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerugian mencakup kerusakan bangunan, perabotan, serta berbagai perlengkapan rumah tangga.

Tidak terdapat informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Atas respons cepat dan penanganan di lapangan, perhatian dan dukungan juga diberikan oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., terhadap proses penanganan kebakaran tersebut.

Pemerintah Kabupaten Minahasa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dapat disebabkan oleh gangguan instalasi listrik.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap jaringan listrik, stopkontak, kabel, serta berbagai peralatan elektronik di rumah sebagai langkah pencegahan.

Kecepatan respons dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat guna menghadapi kondisi darurat dan menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa.

Damkar Minahasa Gerak Cepat Jinakkan Kebakaran Rumah di Perbatasan Kiniar-Tolour

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa berhasil mengendalikan kebakaran yang melanda sebuah rumah semi kayu di wilayah perbatasan Kelurahan Kiniar dan Kelurahan Tolour, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Rumah yang terbakar diketahui milik Oman Lukas. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga sekitar, mengingat lokasi rumah berada di kawasan permukiman yang berbatasan langsung antara Kelurahan Kiniar dan Kelurahan Tolour.

Menerima laporan kejadian, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa langsung bergerak menuju lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman sekaligus berupaya mencegah kobaran api merembet ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.

Penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa bersama personel Damkar serta unsur terkait.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga bermula dari api pada dodika atau tungku di dapur yang lupa dimatikan setelah digunakan. Api kemudian membesar hingga membakar bagian rumah.

Berkat gerak cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat juga diminta memastikan tungku, kompor, maupun sumber api lainnya benar-benar telah padam setelah digunakan. Selain itu, pemeriksaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga perlu dilakukan sebelum meninggalkan rumah.

Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran serta mencegah jatuhnya korban dan kerugian yang lebih besar.

Rona Budaya Sulut 2026 Dibuka, Yulius Selvanus Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi dan Identitas Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan bahwa Rona Budaya Sulut 2026 tidak boleh berhenti sebagai perayaan budaya tahunan. Ia mendorong kebudayaan menjadi kekuatan strategis yang mampu menggerakkan ekonomi, pariwisata, sekaligus memperkokoh identitas masyarakat Sulawesi Utara.

Pesan tersebut disampaikan Yulius saat membuka secara resmi Rona Budaya Sulut 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (5/9/2026) malam.

Menurut Yulius, momentum Rona Budaya harus menjadi titik balik dalam cara pemerintah dan masyarakat memandang kebudayaan. Budaya tidak boleh hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu yang dikenang melalui kegiatan seremonial.

“Kebudayaan bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah, melainkan benteng pertahanan jati diri serta mesin penggerak kemajuan daerah di masa depan,” tutur Yulius.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam pembukaan Rona Budaya yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

Mengusung tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas”, Rona Budaya Sulut 2026 mempertemukan kekayaan budaya dari tiga kawasan besar Sulawesi Utara, yakni Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya.

Namun, bagi Yulius, keberagaman tersebut tidak cukup hanya ditampilkan di atas panggung. Pemerintah harus memastikan warisan budaya terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Budaya sebagai Penggerak Ekonomi

Yulius menilai kebudayaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Utara.

Karena itu, Rona Budaya 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang mengandalkan produk berbasis budaya lokal.

Seni, kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk kreatif daerah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Sulawesi Utara.

Di titik inilah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ingin menghubungkan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu gerakan.

Kekayaan tradisi dan identitas daerah diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Dengan pendekatan tersebut, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat menciptakan ruang usaha dan lapangan ekonomi baru bagi masyarakat.

Digelar Selama Sebulan

Rona Budaya Sulut 2026 akan berlangsung selama satu bulan dengan sejumlah agenda yang mengangkat tokoh, sejarah, serta keragaman budaya Sulawesi Utara.

Beberapa di antaranya adalah Pekan Bataha Santiago, Pekan Maria Walanda Maramis, Pekan Adampe Dolot, hingga Pekan Keragaman Nusantara.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kembali sosok-sosok penting sekaligus nilai sejarah yang membentuk identitas Sulawesi Utara.

Yulius menegaskan, seluruh agenda tersebut harus memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial.

Pemprov Sulut, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Pekan Kebudayaan Daerah sebagai agenda resmi yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Ini adalah janji pemerintah untuk menyediakan wadah yang terstruktur, inklusif dan berkelanjutan bagi pemajuan kebudayaan,” katanya.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kesinambungan, bukan sekadar kegiatan yang muncul ketika momentum perayaan tiba.

Keberagaman sebagai Kekuatan

Keberadaan Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya dalam satu panggung Rona Budaya memperlihatkan wajah Sulawesi Utara sebagai daerah yang dibangun dari keberagaman.

Perbedaan tradisi, bahasa, seni, dan sejarah tidak dipandang sebagai sekat, melainkan sebagai kekayaan yang memperkuat identitas bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai “Sitou Timou Tumou Tou” dan “Torang Samua Basudara” yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Utara.

Menurut Yulius, kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat persatuan di tengah perubahan zaman.

Anak Muda Diminta Tetap Berakar pada Budaya

Satu hal yang menjadi perhatian khusus Gubernur adalah keberlanjutan budaya di tangan generasi muda.

Yulius mengingatkan agar anak-anak muda Sulawesi Utara tidak kehilangan identitas hanya karena mengejar modernitas.

“Jadilah generasi yang cerdas dan modern, namun tetap berakar kuat pada identitas leluhur kita,” beber Yulius.

Karena itu, pemerintah daerah didorong tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan budaya, tetapi juga aktif membina pelaku seni, membuka ruang bagi kreativitas anak muda, membantu UMKM berbasis budaya, serta memasukkan nilai-nilai budaya dalam kebijakan pembangunan.

Pada akhirnya, Rona Budaya Sulut 2026 ingin membawa satu pesan besar: kemajuan daerah tidak harus dibayar dengan hilangnya identitas.

Sulawesi Utara dapat bergerak menjadi daerah yang modern, terbuka, dan kompetitif, namun tetap memiliki karakter kuat melalui budaya dan sejarah yang diwariskan para leluhur.

Yulius pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Rona Budaya bukan hanya sebagai tontonan, melainkan gerakan bersama untuk merawat identitas Sulawesi Utara.

“Tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Sulawesi Utara adalah daerah yang kaya, damai, berbudaya, dan selalu melangkah mantap menuju masa depan,” ujar Yulius.

Dengan visi tersebut, Rona Budaya Sulut 2026 tidak sekadar membuka panggung untuk mengenang masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi membangun masa depan Sulawesi Utara—ekonominya tumbuh, pariwisatanya bergerak, generasi mudanya percaya diri, namun identitas daerah tetap terjaga.

BPJS Kesehatan Perkuat Standar Customer Excellence melalui CX126

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SURABAYA, 4 September 2026 – BPJS Kesehatan terus memperkuat kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Customer eXcellence 126 (CX126). Program ini dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sekaligus mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menjadikan pengalaman peserta sebagai salah satu faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

“Di era keterbukaan informasi, customer experience menjadi pilar utama dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi,” kata Pujo, Jumat (4/9).

Menurutnya, peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang mudah diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik saat berinteraksi langsung di Kantor Cabang maupun melalui berbagai kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, serta kanal digital lainnya.

CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Pujo menegaskan, CX126 tidak sekadar bertujuan mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.

“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujarnya.

Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yakni Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

Selain delapan pilar tersebut, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman dan suara peserta menjadi bagian penting dalam mengukur kualitas pelayanan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata kehadiran Program JKN yang secara langsung dirasakan oleh peserta.

Menurut Stevanus, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi menjadi faktor yang menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap Program JKN.

“Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” tegas Stevanus.

Ia menambahkan, hasil asesmen CX126 tidak boleh berhenti pada pemberian penghargaan. Hasil tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat dipantau keberlanjutannya.

Melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong agar praktik-praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.

“Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan,” kata Stevanus.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi.

Menurut Akmal, keunggulan pelayanan lahir ketika kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah. Karena itu, CX126 diharapkan tidak hanya menjadi instrumen penilaian, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong budaya perbaikan dan pembelajaran secara berkelanjutan di seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.