Sambut Hari Raya Kurban warga Muslim di Minahasa terima 36 Ekor Sapi dari Pj Bupati Kumendong.

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID [ADVE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menyerahkan 36 ekor hewan kurban, Sabtu (15/6/2024), kepada umat muslim di Kabupaten Minahasa yang akan melaksanakan hari raya Iduladha 1445 Hijriyah.

Pj Bupati Minahasa Jemmy Kumendong dalam sambutannya mengatakan, penyerahan hewan kurban ini merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan ini memiliki makna nilai-nilai penting yang terkait dengan ketaatan, keikhlasan dan pengorbanan yang bagi umat muslim pada umumnya berasal dari kisah nabi Ibrahim dan putranya Ismail,” kata Kumendong.

Menurut Pj Bupati Minahasa, penyerahan 36 sapi sebagai hewan kurban ini adalah bentuk ketaatan ibadah umat muslim yang dilakukan sebagai wujud pengabdian dan rasa syukur kepada sang pencipta.

“Kurban juga menjadi momen untuk refleksi diri bagi setiap individu muslim. Melalui kurban, umat diajak untuk merenungkan makna pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana bersikap ikhlas, rela berkorban demi kebaikan bersama, dan mengutamakan kepentingan orang lain,” ujar Kumendong.

Dirinya berharap, penyerahan hewan kurban ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan, serta berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.

“Penyerahan hewan kurban ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban saudara kita yang membutuhkan,” pungkas Kumendong.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekda Lynda Watania, Asisten I Riviva Maringka, Asisten II Arody Tangkere, Kadis Kominfo, Kadis Perhubungan, Kaban BKPSDM, Kaban Kesbangpol, Sekwan DPRD, Kabag Kesra, Kapolres, Dandim 1309/Minahasa, Ketua MUI, dan para perwakilan penerima hewan kurban.(73″U)

Indonesia Perkuat Blue Natural Capital

MANADO, POSTKOTANEWS.CO.ID— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen meningkatkan “Blue Natural Capital” atau “Modal Alam Biru” sebagai upaya melestarikan dan memulihkan kondisi ekosistem alam. Investasi ini dapat mendukung ekosistem laut yang berkelanjutan dan berketahanan yang menjadi landasan model ekonomi biru berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo dalam sambutannya mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan pada High Level Forum on Blue Natural Capital dalam rangka Coral Triangle Day di Manado.Selasa(11/06/24)

“Ini merupakan momen yang tepat bagi negara-negara CTI-CFF untuk mempertimbangkan cara memanfaatkan peluang investasi dalam aset alam, dengan tujuan memposisikan diri sebagai inovator global dalam proyek dan perekonomian kelautan berkelanjutan,” ujarnya.

Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) yang meliputi negara Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste merupakan harta karun global berupa keanekaragaman hayati laut. Wilayah ini merupakan rumah bagi beragam kehidupan laut, yang memberikan penghidupan bagi jutaan orang, kekayaan terumbu karang, hutan bakau dan wisata bahari eko-kultural yang berkelanjutan.

Menurut Victor, strategi dan instrumen investasi keuangan untuk melestarikan dan membangun kembali Modal Alam Biru (Blue Natural Capital) sangat penting untuk memberikan insentif dan mendukung pengelolaan kelautan dan pesisir dalam perekonomian biru. Kondisi ekosistem terumbu karang, lamun dan bakau yang masih asli di Kawasan Segitiga Karang mewakili “Modal Alam Biru” yang melimpah di kawasan ini.

“Kemitraan multilateral merupakan alat penting dalam upaya Indonesia untuk melindungi ekosistem di Kawasan Segitiga Karang dan memanfaatkan kekuatan Modal Alam Biru untuk menjamin masa depan yang sejahtera dan berkelanjutan bagi kawasan,” tambahnya.

Special Envoy of Seychelles for ASEAN and Founder of Blue Institute Nico Barito menjelaskan pentingnya sinergi antara konservasi dan ekonomi masyarakat serta perlunya pelibatan dukungan Pemerintah Daerah dan pelibatan masyarakat lokal dalam program Blue Natural Capital supaya program ini bisa cepat dipahami dan terealisasi.

“Instrumen investasi keuangan Blue Natural Capital juga dapat dimanfaatkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pengembangan nelayan dan masyarakat pesisir,” tutupnya.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam pengelolaan ruang laut yang mendukung program ekonomi biru.

*HUMAS DITJEN PENGELOLAAN KELAUTAN DAN RUANG LAUT*

Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Laut KKP RI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Laut di Desa Tateli Minahasa” Sambut Hari Laut Sedunia”

SULUT,POSTKOTANEWS.CO.ID –Kementetian Kelautan dan Perinkanan (KKP), melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) menggelar gerakan bersih-bersih pantai dan laut, di Desa Tateli 1, Kecamatan Mandolang, samping Hotel Mercure, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Sebelum Gerakan bersih pantai dan laut, terlebih dahulu dilaksanakan apel yang dipimpin langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Drs. Victor Gustaf Manoppo, MH.

Aksi bersih pantai dan laut ini dilakukan oleh ratusan peserta, seperti Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa, DKP, Dinas Pendidikan Minahasa, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, perwakilan Kecamatan Mandolang dan masyarakat Pesisir Desa Tateli Satu.

Selain itu, juga melibatkan anak-anak sekolah, seperti siswa Madrasah Ibtidaiyah Tateli, Siswa SD Inpres Tateli, Siswa SD Inpres Buntong, dan siswa SMP 14 Februari Buntong Tateli, bersama Guru Pendamping sekolah.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Manoppo, menyampaikan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga hari ini kita dapat berkumpul di Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa guna melakukan aksi bersih pantai dan laut.

“Kita berkumpul disini demi menyambut Bulan Cinta Laut, melalui kampanye aksi bersih pantai dan laut yang dilaksanakan hari ini dalam rangka menyambut Hari Laut Sedunia. Untuk itu, diadakan aksu bersih-bersih pantai,” kata Manoppo.

Lanjut dijelaskannya, ada beberpa poin yang harus menjadi perhatian kita semua, seperti
Laut bukanlah tempat sampah raksasa. Laut dengan segala keunikan, keanekaragaman hayati dan kekayaan sumberdayanya telah dan akan tetap menjadi harapan dan masa depan kita.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi ancaman bagi laut, ekosistem dan pasti akan berdampak kepada kita. Sampah plastik misalnya, jika tidak dikelola dengan baik, maka menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan termakan oleh biota laut.

“Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan laut, produktivitas perairan bahkan Kesehatan manusia,” ujar Manoppo.

Kementerian KP telah menindaklanjuti komitmen Indonesia dalam penanganan sampah plastik di laut, dengan target pengurangan sampah plastik 70% hingga tahun 2025 sesuai mandat Peraturan Persiden No 83 Tahun 2018. Pada tahun 2022 penurunan sampah plastik di laut baru mencapai 35,36% (Data TKN-PSL).

Beberapa program berkelanjutan yang telah dilaksanakan berupa edukasi, kampanye dan aksi nyata pembersihan sampah di laut dengan partisipasi nelayan melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut yang telah diinisiasi sejak tahun 2022 di 14 Kab/Kota dengan total sampah terkumpul 89,44 ton oleh 1.508 nelayan dan di tahun 2023 di 18 Kab/Kota dengan total sampah terkumpul 171,78 ton oleh 1.350 nelayan.

Pada tahun 2024, Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut dilaksanakan secara serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia yang melibatkan 1.760 nelayan dengan mengusung tema “Laut Sehat, Indonesia Sejahtera” sebagai momentum penting bagi kesehatan laut kita.

“Melalui Bulan Cinta Laut yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan, diupayakan dapat tercipta sebuah upaya pemerintah yang berkolaborasi bersama masyarakat, dan berbagai mitra dalam mengendalikan sampah plastik yang masuk ke laut. Serta kegiatan penanggulangan sampah yang mudah diadopsi masyarakat dalam skala lokal. Upaya gotong royong ini sejalan dengan tema Hari Laut Sedunia,” ujarnya.

Bertepatan peringatan Hari Laut Sedunia pada 8 Juni ini, mengingatkan kita bahwa Indonesia sebagai negara maritim, memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan program ekonomi biru untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan.

Lanjut Manoppo menjelaskan pemerintah sangat mengapresiasi upaya-upaya bersama seluruh pihak dalam mensosialisasikan perubahan perilaku masyarakat, untuk secara sadar dan sukarela menjaga laut dari sampah, mulai penerapan 3R (reduce, reuse, recycle), pemilahan sampah serta pemanfaatan lainnya untuk kerajinan tangan daur ulang.

“Dengan demikian akan terbangun sebuah sistem tata kelola pengelolaan sampah secara baik dan terintegrasi (good governance) dari hulu sampai hilir dengan konsep circular economy. Selain itu, laut yang bersih dan sehat memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, baik oleh KKP maupun bekerjasama dengan pihak lain, untuk tujuan konservasi, pendidikan dan pelatihan, wisata bahari berkelanjutan, perikanan tangkap terukur, budidaya perikanan berorientasi ekspor, pembangunan kampung budidaya, maupun kegiatan ekonomi berkelanjutan lainnya,” kata dia.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas partipasi dan dukungan semua pihak dalam menjaga laut sebagai masa depan bangsa yang bersoih dan lestari.

“Semoga laut kita selalu terjaga kebersihannya, ikannya melimpah dan masyarakat kelautan dan perikanan kesejahteraannya dapat terus meningkat,”tutupnya.

Hadir dalam gerakan aksi bersih pantai dan laut, diantaranya Sekertaris Direktorat PKRL-KKP Dr Husdiantoro, S.Pi, MSc, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan pulau kecil Ditjen PKRL- KKP Muhammad Yusuf, S Hut, M.Si, Kepala BPSPL Makasar Permana Yudiarso, ST, MT, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Dr Tinneke Adam, MSi serta Camat Mandolang Reyli Yurike Pinasang, SE.

Bupati Kumendong Kukuhkan Pengurus BKSAUA dan LPPD Minahasa Periode 2024-2028

MINAHASA : Penjabat Bupati Minahasa,Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, melaksanakan pelantikan pengurus Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Pelantikan Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) periode tahun 2024-2028, bertempat di ruang sidang kantor Bupati Minahasa, Rabu (05/06).

Surat Keputusan (SK)Bupati Minahasa tentang pembentukan pengurus BKSAUA serta pembentukan pengurus LPPD 2024-2028 diserahkan langsung oleh Penjabat Bupati Minahasa, Dr Jemmy Stani Kumendong MSi disaksikan langsung oleh Ketua BKSAUA, Pdt Handry Dengah STh, Kepala Kantor Kemenag Minahasa, Dolly Tangan MPd serta Presidium BKSAUA yang hadir.
Adapun Ketua BKSAUA Minahasa yang dilantik adalah Pdt Dan Sompe STh serta Ketua LPPD Minahasa, Ny Djeneke Kumendong-Onibala SH, MSA, beserta seluruh pengurus dari berbagai elemen agama dan masyarakat.

Bupati Kumendong dalam sambutannya menyampaikan kerukunan beragama di Kabupaten Minahasa sangat terjalin dengan baik. “Toleransi dan dukungan para tokoh agama sangat baik. BKSAUA Minahasa diharapkan menjadi sebuah wadah yang efektif untuk berkomunikasi, membangun dialog dan menciptakan kerukunan di tanah Minahasa,” ujar Bupati Kumendong seraya mengharapkan BKSAUA yang dilantik dapat memainkan peran penting memperkokoh kerukunan di tengah kehidupan umat beragama di Minahasa.

Lebih lanjut Bupati Kumendong juga berharap pengurus LPPD yang dilantik dapat memberikan sumbangsih dan karya bagi budaya lokal jati diri Minahasa.Pada kesempatan ini Bupati Kumendong memberikan tantangan kepada LPPD untuk lebih mengembangkan lagu- lagu Gerejawi berbahasa daerah sebagai jatidiri lokal daerah Minahasa

“Mari kita melihat contoh yang positif, misalnya masyarakat kabupaten Sangihe yang terlihat banyak mengeluarkan lagu-lagu daerah, contoh Masamper dan lain sebagainya. Saya berharap LPPD terus menjadi penggerak paduan suara di kabupaten Minahasa. Banyak selamat bagi seluruh pengurus yang sudah dilantik. Semoga karya dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapat tuntunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kunci Bupati Kumendong.

Sekda Watania: Pemkab Minahasa Dipimpin Kumendong Punya Strategi Jitu Menurunkan Angka Stunting.

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID —Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Minahasa Dr Lynda D Watania MM MSi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Minahasa melakukan pemaparan presentase laporan pada Tim evaluator Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Tahun 2024, Provinsi Sulawesi Utara, bertempat di The Sentra Hotel Manado, Rabu (29/5).

Dalam presentase yang disampaikan, Sekkab Lynda Watania begitu menguasai dan paham akan permasalahan stunting di Minahasa. Bahkan diapresiasi oleh para panelis. “Terima kasih kepada ibu Sekda Minahasa yang terlihat begitu paham dan sangat baik menjelaskan target penurunan stunting. Bahkan tanpa ada pendampingan dari Dinas atau TPPS,” ujar salah satu Panelis.

Usai presentase, kepada Manado Post, Sekkab Lynda Watania membeber strategi percepatan penurunan stunting yang bakal dilakulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

“Strategi kami, dengan melibatkan semua stakeholder. Karena penurunan stunting ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu stakeholder. Melainkan semua yang terlibat dalam TPPS harus bergerak bersama. Harus dikoordinasikan dengan baik, agar semua bisa bekerja sesuai tugas masing-masing dalam bekerja menangani masalah stunting,” bebernya.

Ia juga menyebut, Pemkab Minahasa menerima segala masukan yang sudah diberikan para panelis dalam kegiatan.

“Pada intinya, Pemkab Minahasa yang dipimpin Pj Bupati DR.Jemmy Kumendong dan jajaran  juga menerima semua masukan diberikan dari tim panelis, yang sifatnya syrategis dan kontruktif. Semua saran yang diberikan kami menerima, demi upaya perbaikan Kabupaten Minahasa didalam upaya penurunan stunting di Minahasa,” sebutnya.

Dalam presentase kali ini, Sekkab Lynda Watania menunjukan kesiapan serta keseriusan jajaran Pemkab Minahasa dalam memerangi stunting, dengan menghadirkan seluruh jajaran, baik para Kepala Dinas/Badan, Camat, bahkan TPPS.(73″U)

Pilkada Minahasa Jalur Independen di Tutup 12;00 Wita malam.Ini Penjelasan KPU

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Berdasarkan rekapitalasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, dan sesuai berita acara nomor 168/PL 02.2BA/7102/2/2024, sehingga KPU Minahasa menutup penyerahan berkas bagi bakal calon perseoarangan.

Penutupan penyerahan berkas bakal perseorangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa ini, dilaksanakan dalam konfrensi pers, Minggu (12/5/2024) malam, sekira Pukul 24.00 Wita.

Hadir dalam konfrensi pers tersebut, Ketua KPU Minahasa Rendy Suawa, Lydia A. Malonda, Aprilia Regar, Rijali A.H.I Soeratinojo, dan Arif Kurniawan serta Sekertaris Stella Sompe.

Disampaikan Ketua KPU Minahasa Rendy Suawa, pemasukan berkas bagi bakal calon perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa sudah ditutup.

“Sampai malam ini, tidak ada pasangan calon perseorangan mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa 2024. Padahal pendaftaran calon perseorangan itu, telah dibuka dari tanggal 8 hingga 12 Mei hari ini. Namun, tidak ada calon yang mengajukan berkasnya,” kata Suawa.

Lanjut dijelaskan Ketua Divisi Keuangan, Umum dan Rumah Tangga ini, pemberitahuan atau lewat papan pengumuman, bahkan melalui website KPU, untuk syarat dukungan calon perseorangan ada 22.525 orang. Dan itu, terdistribusi di 13 Kecamatan dari 25 Kecamatan yang ada di Minahasa.

“Jika ada pasangan calon perseorangan yang mendaftar, tentu akan di verifikasi. Namun, sampai penutupan pendaftaran, tak ada calon yang mengajukan syarat dukungan sehingga tidak ada tindakan yang kami lakukan dampai hari ini,” bebernya.

Diketahui untuk jumlah syarat dukungan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa perseorangan, menurut Suawa, sekira 8,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Minahasa.

“Kenapa hanya 8,5 persen syarat dikungan calon perseorangan. Sebab, penggunaan data DPT berkisar di 265 ribu, karena di atas dari 250 ribu. Maka menggunakan presentasi itu, hanya 8,5 persen,” tutupnya(73″U)

Sinergitas APH.TNI serta Masyarakat dalam Penanganan Perkara Koneksitas

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Kapolres Minahasa yang diwakili Kasat Reskrim Polres Minahasa, IPTU Dwirianto Tandirerung Str.K, menghadiri acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) di Hotel Yama, Tondano Rabu (8/5/24).

Kegiatan sosialisasi tersebut bertema “Sinergitas Penanganan Perkara Koneksitas” dengan fokus pada penanganan perkara pidana yang melibatkan oknum TNI dan masyarakat sipil.

Asisten Bidang Pidana Militer Kejati Sulut, Kolonel Laut E.J. Sumampow, SH, serta Kepala Seksi Penindakan Pidana Militer Kejati Sulut, LA Waja, SH, MH. sebagai narasumber Selain itu, juga hadir berbagai pihak penting.

Kehadiran berbagai instansi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi dalam menangani perkara pidana yang memiliki koneksi kompleks antara oknum TNI dan masyarakat sipil. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan strategi yang efektif dalam penanganan kasus-kasus yang relevan di Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Minahasa IPTU Dwirianto Tandirerung Str.K, menyampaikan komitmen Polres Minahasa dalam memperkuat koordinasi antara penegak hukum untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penegakan hukum, terutama dalam konteks penanganan perkara koneksitas yang semakin kompleks dan memerlukan kerjasama yang solid antara berbagai lembaga terkait.(73″U)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.