Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Laut KKP RI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Laut di Desa Tateli Minahasa” Sambut Hari Laut Sedunia”

SULUT,POSTKOTANEWS.CO.ID –Kementetian Kelautan dan Perinkanan (KKP), melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) menggelar gerakan bersih-bersih pantai dan laut, di Desa Tateli 1, Kecamatan Mandolang, samping Hotel Mercure, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Sebelum Gerakan bersih pantai dan laut, terlebih dahulu dilaksanakan apel yang dipimpin langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Drs. Victor Gustaf Manoppo, MH.

Aksi bersih pantai dan laut ini dilakukan oleh ratusan peserta, seperti Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa, DKP, Dinas Pendidikan Minahasa, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara, perwakilan Kecamatan Mandolang dan masyarakat Pesisir Desa Tateli Satu.

Selain itu, juga melibatkan anak-anak sekolah, seperti siswa Madrasah Ibtidaiyah Tateli, Siswa SD Inpres Tateli, Siswa SD Inpres Buntong, dan siswa SMP 14 Februari Buntong Tateli, bersama Guru Pendamping sekolah.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Manoppo, menyampaikan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga hari ini kita dapat berkumpul di Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa guna melakukan aksi bersih pantai dan laut.

“Kita berkumpul disini demi menyambut Bulan Cinta Laut, melalui kampanye aksi bersih pantai dan laut yang dilaksanakan hari ini dalam rangka menyambut Hari Laut Sedunia. Untuk itu, diadakan aksu bersih-bersih pantai,” kata Manoppo.

Lanjut dijelaskannya, ada beberpa poin yang harus menjadi perhatian kita semua, seperti
Laut bukanlah tempat sampah raksasa. Laut dengan segala keunikan, keanekaragaman hayati dan kekayaan sumberdayanya telah dan akan tetap menjadi harapan dan masa depan kita.

Baca juga:  Bupati Minahasa Jadi Inspektur Upacara Pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77

Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi ancaman bagi laut, ekosistem dan pasti akan berdampak kepada kita. Sampah plastik misalnya, jika tidak dikelola dengan baik, maka menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan termakan oleh biota laut.

“Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan laut, produktivitas perairan bahkan Kesehatan manusia,” ujar Manoppo.

Kementerian KP telah menindaklanjuti komitmen Indonesia dalam penanganan sampah plastik di laut, dengan target pengurangan sampah plastik 70% hingga tahun 2025 sesuai mandat Peraturan Persiden No 83 Tahun 2018. Pada tahun 2022 penurunan sampah plastik di laut baru mencapai 35,36% (Data TKN-PSL).

Beberapa program berkelanjutan yang telah dilaksanakan berupa edukasi, kampanye dan aksi nyata pembersihan sampah di laut dengan partisipasi nelayan melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut yang telah diinisiasi sejak tahun 2022 di 14 Kab/Kota dengan total sampah terkumpul 89,44 ton oleh 1.508 nelayan dan di tahun 2023 di 18 Kab/Kota dengan total sampah terkumpul 171,78 ton oleh 1.350 nelayan.

Pada tahun 2024, Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut dilaksanakan secara serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia yang melibatkan 1.760 nelayan dengan mengusung tema “Laut Sehat, Indonesia Sejahtera” sebagai momentum penting bagi kesehatan laut kita.

“Melalui Bulan Cinta Laut yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan, diupayakan dapat tercipta sebuah upaya pemerintah yang berkolaborasi bersama masyarakat, dan berbagai mitra dalam mengendalikan sampah plastik yang masuk ke laut. Serta kegiatan penanggulangan sampah yang mudah diadopsi masyarakat dalam skala lokal. Upaya gotong royong ini sejalan dengan tema Hari Laut Sedunia,” ujarnya.

Baca juga:  Resmob Polres Minahasa Bekuk Lelaki Terduga Pelaku Aniaya

Bertepatan peringatan Hari Laut Sedunia pada 8 Juni ini, mengingatkan kita bahwa Indonesia sebagai negara maritim, memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan program ekonomi biru untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan.

Lanjut Manoppo menjelaskan pemerintah sangat mengapresiasi upaya-upaya bersama seluruh pihak dalam mensosialisasikan perubahan perilaku masyarakat, untuk secara sadar dan sukarela menjaga laut dari sampah, mulai penerapan 3R (reduce, reuse, recycle), pemilahan sampah serta pemanfaatan lainnya untuk kerajinan tangan daur ulang.

“Dengan demikian akan terbangun sebuah sistem tata kelola pengelolaan sampah secara baik dan terintegrasi (good governance) dari hulu sampai hilir dengan konsep circular economy. Selain itu, laut yang bersih dan sehat memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, baik oleh KKP maupun bekerjasama dengan pihak lain, untuk tujuan konservasi, pendidikan dan pelatihan, wisata bahari berkelanjutan, perikanan tangkap terukur, budidaya perikanan berorientasi ekspor, pembangunan kampung budidaya, maupun kegiatan ekonomi berkelanjutan lainnya,” kata dia.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas partipasi dan dukungan semua pihak dalam menjaga laut sebagai masa depan bangsa yang bersoih dan lestari.

“Semoga laut kita selalu terjaga kebersihannya, ikannya melimpah dan masyarakat kelautan dan perikanan kesejahteraannya dapat terus meningkat,”tutupnya.

Hadir dalam gerakan aksi bersih pantai dan laut, diantaranya Sekertaris Direktorat PKRL-KKP Dr Husdiantoro, S.Pi, MSc, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan pulau kecil Ditjen PKRL- KKP Muhammad Yusuf, S Hut, M.Si, Kepala BPSPL Makasar Permana Yudiarso, ST, MT, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Dr Tinneke Adam, MSi serta Camat Mandolang Reyli Yurike Pinasang, SE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *