Sidak Mobil Dinas : Bupati RD Bongkar Persoalan Pajak, BPKB hingga STNK Kendaraan Dinas

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Pengelolaan kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mendapat sorotan langsung dari Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP. (RD).

Melalui inspeksi mendadak (sidak), Bupati RD tidak hanya melihat kondisi fisik kendaraan, tetapi juga menguji sejauh mana tertib administrasi aset daerah benar-benar dijalankan.
Persoalan yang diperiksa cukup mendasar: apakah pajak kendaraan sudah lunas, apakah BPKB tersedia, dan apakah STNK masih lengkap.
“Apakah dia lunas pajak atau ada BPKB-nya belum ada, atau STNK-nya tidak ada. Nanti kita buat laporan, matriks lengkap,” tegas RD.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemeriksaan kendaraan dinas tidak berhenti pada pencatatan jumlah armada. Pemkab Minahasa kini diarahkan untuk memiliki gambaran menyeluruh mengenai status administrasi dan kondisi setiap kendaraan yang menjadi aset pemerintah daerah.
Tak hanya dokumen, kondisi fisik kendaraan juga menjadi perhatian. Bupati menyebut pemeriksaan akan mencakup komponen kendaraan, termasuk kondisi ban serta aspek lain yang berkaitan dengan kelayakan dan keselamatan operasional.
“Kita akan mengecek kondisi kendaraan, termasuk ban,” ujarnya.

Bukan Sekadar Armada, Tapi Aset Daerah
Sidak ini menjadi penting karena kendaraan dinas merupakan aset pemerintah yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Kelengkapan dokumen dan kondisi kendaraan menjadi bagian dari tata kelola aset yang tidak boleh diabaikan.
Jika ditemukan kendaraan dengan pajak tertunggak, dokumen tidak lengkap, atau kondisi fisik yang tidak layak, persoalan tersebut tentunya membutuhkan tindak lanjut dan penataan.

RD menyatakan kewajiban pajak kendaraan akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam penganggaran pemerintah daerah.
“Pajakmu nanti kita anggarkan,” kata RD.
Namun, di tengah kebutuhan pelayanan pemerintahan, Pemkab Minahasa juga mempertimbangkan kemungkinan penambahan armada. Bupati menyebut komunikasi dengan pihak lain menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan.
“Kalau untuk penambahan mungkin armada, kita dapat teman-teman Kabupaten Kutai yang ada lobi-lobi di tempat yang bisa membantu. Kemarin yang di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Menunggu Hasil Matriks Pemeriksaan
Yang kini menarik ditunggu bukan sekadar pelaksanaan sidak, melainkan hasil pendataan setelah pemeriksaan.
Matriks kendaraan yang disebut Bupati RD diharapkan mampu menjawab secara terang: berapa kendaraan yang pajaknya tertunggak, berapa yang dokumennya belum lengkap, bagaimana kondisi fisiknya, dan perangkat daerah mana yang menggunakan kendaraan tersebut.
Dengan begitu, sidak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Sebab, jika ditemukan persoalan administrasi maupun kondisi kendaraan, masyarakat tentu berhak mengetahui bagaimana Pemkab Minahasa menindaklanjutinya.

UNIMA Luncurkan Teknologi Intermittent Irrigation, Minahasa Jadi Lokasi Riset Mitigasi Gas Metana

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID – – Universitas Negeri Manado (UNIMA) meluncurkan program penelitian teknologi intermittent irrigation sekaligus melakukan pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pertanian modern yang tidak hanya mengejar peningkatan produktivitas, tetapi juga berorientasi pada efisiensi penggunaan air dan mitigasi emisi gas rumah kaca.

Rektor UNIMA, Dr. Joseph P. Kambey, SE., MBA., Ak., mengatakan penelitian tersebut merupakan bagian dari program yang didanai melalui skema Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP.
Menurutnya, persawahan merupakan salah satu sumber emisi gas metana yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menghadapi pemanasan global.
“Dengan penelitian ini kita bisa melihat bagaimana persawahan menghasilkan gas metana dan bagaimana kita memitigasi pemanasan global,” ujar Kambey dalam sambutannya.
Ia menegaskan, penelitian tersebut menjadi penting karena UNIMA menggandeng Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai mitra utama. Hasil penelitian nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah pertanian lainnya di Indonesia.
Kambey juga menyampaikan rencana membawa hasil penelitian tersebut ke tingkat nasional, termasuk melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian untuk menyampaikan hasil dan potensi pengembangan teknologi tersebut.

Sementara itu, Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyampaikan apresiasi atas langkah UNIMA yang menjadikan Minahasa sebagai lokasi penelitian teknologi pertanian berbasis lingkungan.
Menurut Bupati, teknologi intermittent irrigation merupakan pendekatan baru dalam pengelolaan air sawah dengan cara mengatur pemberian dan pengeringan air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.
“Pengelolaan air yang lebih efisien sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian,” kata Dondokambey.
Ia menilai pengambilan sampel gas metana juga memiliki nilai strategis karena data emisi dari lahan persawahan dapat menjadi dasar penelitian untuk mengetahui dampak pengelolaan air terhadap lingkungan.
Dengan demikian, kata dia, inovasi pertanian tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan pengurangan emisi dan kelestarian lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh dan petani,” tegasnya.
Bupati berharap hasil penelitian UNIMA dapat diterapkan langsung di tingkat petani sehingga inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi memberikan manfaat nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Gas Metana Jadi Perhatian Utama
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini secara khusus menguji pengaruh sistem pengairan terhadap emisi gas metana dari lahan persawahan.
Ia memperlihatkan perangkat box chamber yang digunakan untuk menangkap gas dari lahan. Perangkat tersebut dipadukan dengan aerator dan kantung penampung sampel sebelum gas dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
“Dalam sampel gas ini terdapat CO₂, N₂O, gas metana dan gas-gas lainnya. Nantinya akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui berapa kadar masing-masing gas,” jelas Naharia.
Ia menerangkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sawah yang terus-menerus tergenang dengan lahan yang menerapkan sistem pengairan berselang.
Pada kondisi sawah tergenang, proses penguraian bahan organik berlangsung tanpa oksigen sehingga bakteri anaerob atau bakteri metanogen dapat menghasilkan gas metana.
Naharia menyebut emisi metana pada sistem sawah tergenang secara konvensional dapat mencapai sekitar 250–300 kilogram per hektare per musim, sedangkan pada perlakuan tertentu dengan sistem pengairan berselang diperkirakan jauh lebih rendah.
“Bagaimana kita memodifikasi pengairan supaya gas metana ini tidak diproduksi? Jawabannya adalah intermittent irrigation,” ujarnya.
Selain berpotensi menekan emisi metana, teknologi tersebut dinilai memiliki sejumlah keuntungan bagi petani, antara lain menghemat penggunaan air, mengurangi kebutuhan tenaga kerja serta berpotensi menekan hama dan penyakit yang berkembang pada kondisi sawah tergenang.
“Minahasa Didorong Jadi Model Nasional”Naharia menegaskan bahwa penelitian ini memiliki arti penting karena mempertemukan kekuatan akademik, pemerintah daerah dan kelompok tani dalam satu program.
Ia menyebut Minahasa menjadi daerah yang didorong untuk menjadi contoh penerapan teknologi pertanian rendah emisi.
“Secara kelembagaan, kami bangga karena UNIMA melakukan penelitian ini bersama pemerintah daerah, dan Kabupaten Minahasa menjadi lokasi pelaksanaannya,” katanya.
Hasil penelitian selanjutnya akan dianalisis secara ilmiah, termasuk menggunakan analisis varians atau ANOVA, untuk melihat pengaruh perlakuan pengairan terhadap emisi gas rumah kaca.
Tim peneliti berharap hasil penelitian tersebut nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang agar teknologi pengairan berselang dapat dikembangkan lebih luas di sentra-sentra persawahan Indonesia.
Program ini sekaligus mempertegas arah baru pembangunan pertanian: produktivitas tetap digenjot, tetapi lingkungan tidak boleh dikorbankan. Minahasa kini menjadi salah satu ruang pembuktian bahwa teknologi pertanian dan agenda pengendalian perubahan iklim dapat berjalan beriringan.(J.Uno)

Bupati Minahasa Dukung Riset UNIMA, Teknologi Hemat Air dan Pengurangan Emisi Jadi Harapan Baru Petani

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan riset dan inovasi teknologi pertanian yang dilakukan Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., mengapresiasi langkah UNIMA yang memilih wilayah Minahasa sebagai lokasi penelitian teknologi pertanian berbasis lingkungan, khususnya penerapan intermittent irrigation atau sistem pengairan berselang pada lahan persawahan.

Menurut Dondokambey, inovasi tersebut menjadi penting di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, terutama perubahan iklim dan potensi kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas lahan.
Teknologi intermittent irrigation merupakan pendekatan pengelolaan air dengan mengatur pemberian dan pengeringan air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman. Sistem tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan air yang lebih efisien tanpa mengabaikan kebutuhan pertumbuhan tanaman.

“Pengelolaan air yang lebih efisien sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian,” ujar Bupati.
Tak hanya persoalan air, penelitian UNIMA juga menyentuh aspek lingkungan melalui pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan.
Bagi Pemkab Minahasa, data emisi tersebut memiliki nilai strategis. Hasil pengukuran dapat menjadi bahan penelitian untuk melihat hubungan antara pola pengelolaan air dengan tingkat emisi gas metana dari lahan sawah.
Artinya, inovasi pertanian tidak lagi semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan produksi. Aspek keberlanjutan lingkungan dan upaya menekan emisi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian ke depan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh dan petani,” tegas Dondokambey.

Dari Laboratorium ke Sawah Petani
Bupati berharap riset yang dilakukan UNIMA tidak berhenti pada laporan penelitian atau publikasi akademik.
Ia mendorong agar hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif dan mudah diterapkan petani di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi pertanian pada akhirnya harus diukur dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, baik melalui efisiensi penggunaan air, peningkatan produktivitas maupun perbaikan kesejahteraan.
Pemkab Minahasa pun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, UNIMA, peneliti, tenaga penyuluh dan kelompok petani.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses alih teknologi dari perguruan tinggi ke lahan pertanian, sekaligus menjadikan Minahasa sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Dukungan Bupati terhadap riset UNIMA ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pertanian daerah yang tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga bagaimana menjaga sumber daya air, menekan dampak lingkungan dan memastikan pertanian tetap mampu bertahan menghadapi perubahan iklim.(J.uno)

Musim Panas Berkepanjangan, Polres Minahasa Ajak Warga Waspada Karhutla

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Polres Minahasa mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul kondisi musim panas yang berkepanjangan.

Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., mengimbau masyarakat agar menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan, lahan kosong, dan area perkebunan.

“Mari kita bersama-sama mencegah kebakaran demi keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan kita,” demikian pesan utama Polres Minahasa dalam kampanye pencegahan Karhutla.

Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun rumput secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di tempat yang dapat memicu munculnya api.

Polres Minahasa mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat paparan asap, merusak ekosistem, serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan berbagai pihak.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran di wilayahnya.

Jika terjadi kebakaran atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110.

Melalui kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Mari bersama menjaga Minahasa tetap aman, hijau, dan lestari.

“Alam Lestari, Masa Depan Minahasa.”

Tanamkan Semangat Bela Negara, Sat Binmas Polres Minahasa Bekali Siswa SRMA Tampusu

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Semangat bela negara perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Bukan hanya melalui pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga lewat kebiasaan sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menaati aturan, serta peduli terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Minahasa saat memberikan materi Bela Negara kepada siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Tampusu dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.09 WITA tersebut berlangsung di gedung gereja milik sekolah yang berada di seputaran Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.

KBO Sat Binmas Polres Minahasa, Aiptu Denny Kosakoy, hadir sebagai pemateri. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar agar nilai-nilai Bela Negara dapat dipahami secara lebih dekat dan mudah diterapkan.

Dalam pemaparannya, para siswa diajak untuk terlebih dahulu mengenal diri sendiri, memahami pentingnya hidup berdampingan dengan sesama, serta membangun kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Aiptu Denny kemudian menjelaskan arti dan hakikat Bela Negara, berbagai bentuk Bela Negara yang dapat dilakukan oleh masyarakat, serta pentingnya menjaga pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, semangat Bela Negara tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar. Bagi pelajar, Bela Negara dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan aktivitas sehari-hari.

Belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, menaati peraturan sekolah, menghargai perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan merupakan bentuk nyata semangat Bela Negara yang dapat dilakukan generasi muda.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa tampak mengikuti materi dengan penuh perhatian. Mereka juga didampingi Kepala Sekolah, guru bidang kurikulum, guru bidang kesiswaan, guru asuh, serta satuan pengamanan sekolah.

Melalui kegiatan MPLS tersebut, Polres Minahasa menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah generasi muda. Kehadiran kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut berperan dalam membangun karakter serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar.

Generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Karena itu, menanamkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat kebersamaan sejak dini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkarakter.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Empat Kafilah Minahasa Siap Harumkan Sulut di MTQ Nasional 2026 di Semarang

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa secara resmi melepas empat kafilah utusan daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keempat peserta tersebut akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada ajang MTQ Nasional. Mereka masing-masing adalah:

Ghadiza Khumaira Abu Bakar, cabang Tilawah Anak Putri;

Abid Fadhil Mudzakirillah, cabang Tartil Qur’an Golongan Anak Putra;

Indah Ufaira Masloman, cabang Tartil Qur’an Golongan Anak Putri; dan

Muhammad Hilmanu Yasir, cabang Hifzhil Qur’an 30 Juz.

Acara pelepasan berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (7/9/2026), dan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Dr. Riviva Maringka, M.Si.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Minahasa, Hi. Syafaruddin Maddepungeng, S.E., menyampaikan rasa syukur dan bangga karena tahun ini untuk pertama kalinya Minahasa mengutus empat peserta untuk berlaga di MTQ Nasional.

“Empat utusan dari Kabupaten Minahasa ini akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Insyaallah, dengan doa Bapak Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta para orang tua, mereka dapat meraih prestasi dan menjadi juara nasional,” ujar Syafaruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kementerian Agama Kabupaten Minahasa yang selama ini memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, dalam proses pembinaan para peserta.

“Untuk pertama kalinya tahun ini dari Minahasa ada empat orang yang mengikuti MTQ Nasional. Ini merupakan satu kebanggaan kita bersama,” katanya.

Syafaruddin menjelaskan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional akan berlangsung selama satu minggu. Pembukaan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila, pusat Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., mengaku optimistis keempat peserta mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa, di tingkat nasional.

“Kami sangat berbahagia manakala anak-anak kita ini ketika berada di tingkat nasional boleh mengharumkan nama Sulawesi Utara, setidaknya Minahasa di tingkat nasional,” ujarnya.

Dolie juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang dengan penuh dedikasi terus membina dan mempersiapkan para peserta. Menurutnya, proses pembinaan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai, meskipun tidak selalu disertai insentif atau honor.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam MTQ tidak semata-mata bertujuan untuk memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, MTQ menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang mampu memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

“Ini bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi bagaimana menjadikan putra-putri kita yang ada di Minahasa mampu menerapkan apa sesungguhnya yang tertuang dalam kitab suci Alquran,” katanya.

Dolie berpesan kepada para peserta untuk terus bersemangat dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi.

“Selamat berjuang, selamat berlomba. Terus semangat. Kami di sini tetap berdoa, semoga pergi dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat,” tuturnya.

Mewakili Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Riviva Maringka, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih juara.

Menurutnya, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran, meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki karakter yang kuat.

“Karena itu, kepada seluruh peserta yang akan membawa nama Kabupaten Minahasa, saya berpesan agar mengikuti MTQ ini dengan penuh keyakinan, disiplin, rendah hati, dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Riviva.

Ia meminta para peserta menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui proses latihan dan pembinaan selama ini. Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Setiap penampilan harus menjadi kesempatan untuk memberikan yang terbaik sekaligus membawa nama baik daerah.

“Adik-adik sekalian, yang lebih penting adalah kehormatan. Jaga keadaan di sana, jaga mental, jaga hati agar supaya fokus betul-betul pada perlombaan,” pesan Maringka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra, Kabag Tapem, para orang tua kafilah, staf Kantor Kementerian Agama Minahasa, para pelatih, official, serta sejumlah pengurus LPTQ Minahasa.

Polres Minahasa Gelar Sertijab, IPDA Ronny Steven Ambat Resmi Nahkodai Polsek Kawangkoan

MINAHASA,POSTKOTANEWS.COID  — Kepolisian Resor (Polres) Minahasa kembali melakukan penyegaran organisasi. Jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kawangkoan kini resmi berganti.
IPDA Ronny Steven Ambat, S.E., dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Kawangkoan, menggantikan IPDA Rinto Royke Michael Langi.
Pergantian jabatan tersebut ditandai melalui Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di Aula Tansatrisna Polres Minahasa, Senin (7/9/2026) pagi.
Sertijab dipimpin langsung Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., selaku Inspektur Upacara.
Mutasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Kapolda Sulawesi Utara Nomor: Kep/416/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polda Sulut.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, dilakukan penanggalan dan penyematan tanda jabatan, dilanjutkan pengambilan sumpah janji jabatan terhadap pejabat baru yang didampingi rohaniawan.
Usai pengucapan sumpah jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, Pakta Integritas serta Kontrak Kerja.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Minahasa IPDA N. Tairas bertindak sebagai Komandan Upacara, sementara Kasubbag Mutjab Bag SDM Polres Minahasa IPTU Jeffry Rompas dipercaya sebagai Perwira Upacara.
Sertijab yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA hingga 08.45 WITA tersebut berjalan tertib, aman dan kondusif.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu membawa energi baru dalam memperkuat pelayanan kepolisian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya di wilayah hukum Polsek Kawangkoan.
Dengan resmi dilantiknya IPDA Ronny Steven Ambat sebagai Kapolsek Kawangkoan, tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan pejabat baru untuk menjawab berbagai tantangan keamanan dan pelayanan masyarakat ke depan.(73’U

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.