Ibadah Oikumene Pemkab Minahasa: Bupati RD Ajak ASN Tetap Melekat kepada Tuhan dan Tingkatkan Pelayanan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Tondano – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar Ibadah Oikumene awal bulan Juni 2026 yang berlangsung khidmat bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kerja di lingkungan Pemkab Minahasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wale Ne Tou Tondano, Rabu (3/6/2026).

Ibadah dipimpin Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara, Pdt. Yvonne Indra Awuy Lantu, dengan pembacaan Firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 65:5 dan Yohanes 15:16.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yvonne menegaskan bahwa setiap orang yang dipilih Tuhan merupakan pribadi yang berbahagia karena Tuhan sendiri yang memanggil dan mendekatkan umat-Nya.

“Berbahagialah mereka yang Engkau pilih. Tuhan yang memilih kita. Tuhan menyuruh kita mendekat, maka Tuhan akan mendekat kepada kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan, setiap orang pasti menghadapi berbagai tantangan, baik sakit penyakit maupun persoalan hidup. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

“Ada saatnya kita sakit, ada saatnya kita mengalami masalah, tetapi Tuhan akan mendekat kepada kita. Jika kita tetap tinggal dalam pelataran Tuhan, kita akan menikmati kasih setia-Nya dan pertolongan Tuhan tidak akan pernah terlambat,” katanya.

Menurutnya, apabila seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa hidup melekat kepada Tuhan, maka Minahasa akan terus mengalami pertumbuhan dan berkat.

“Saya percaya, jika kita semua hidup melekat kepada Tuhan, Minahasa akan terus bertumbuh dan diberkati,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Ibadah Oikumene setiap bulan bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi fondasi moral dan spiritual bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Ibadah Oikumene ini dilaksanakan setiap bulan dan bukan sekadar agenda rutin. Kita harus memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Minahasa atas dedikasi dan kerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia bersyukur karena Pemkab Minahasa kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

“Pemkab Minahasa kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk yang ke-12 kali berturut-turut. Saat ini posisi kita berada di peringkat ketiga dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Kumtua), sehingga perbedaan pilihan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Bupati juga meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi dan berpotensi menimbulkan pohon tumbang maupun gangguan lainnya.

“Kita harus bergerak cepat dalam melakukan penanganan terhadap berbagai potensi dampak cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Minahasa Tegaskan Peran Indonesia sebagai Pilar Perdamaian Dunia

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Kedamaian Dunia. Ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terwujudnya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Dondokambey.

Menurutnya, di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun bangsa. Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis, mampu berdiri kokoh sebagai contoh nyata keberagaman yang dipersatukan dalam ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam percaturan dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila menjadi pondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia dalam menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

“Semua itu merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dondokambey juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan berbangsa.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, menjunjung tinggi religiositas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Selamat Hari Lahir Pancasila. Merdeka,” tutupnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Sekretaris Daerah Lynda Watania, Kapolres Minahasa, Dandim Minahasa, Kajari Minahasa, Ketua DPRD Minahasa, Ketua TP-PKK Minahasa, perwakilan BPJS Kesehatan Tondano, pengurus DPD GAMKI Sulawesi Utara, serta seluruh kepala perangkat daerah dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Minahasa Cetak Rekor! Pemkab Raih Opini WTP ke-12 Berturut-turut di Era RD-Vasung

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Kabupaten Minahasa sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Capaian gemilang ini menjadi bukti nyata komitmen kuat Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS. (RD-Vasung), dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Bupati Robby Dondokambey, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, yang digelar pada Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara itu dihadiri Kepala BPK Perwakilan Sulut, Bombit Agus Mulyo, bersama para kepala daerah, Ketua DPRD, Sekda, serta jajaran pemerintah daerah dari 14 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara.

Raihan opini WTP ke-12 secara beruntun semakin menegaskan konsistensi kepemimpinan RD-Vasung dalam menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, terbuka, profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik sesuai standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.

Usai menerima penghargaan, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah bekerja penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Kiranya capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempertahankan tata kelola pemerintahan yang baik demi kemajuan Minahasa,” ujar Bupati Robby Dondokambey.

Turut mendampingi Bupati dalam agenda tersebut yakni Asisten Administrasi Umum, Inspektur Daerah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Dengan capaian monumental ini, Kabupaten Minahasa kembali membuktikan diri sebagai daerah yang konsisten menjaga kredibilitas pengelolaan anggaran, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan RD-Vasung.

Bupati Robby Dondokambey Pimpin Kerja Bakti Massal di Stadion Maesa, ASN Diingatkan Waspada Bencana

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Robby Dondokambey memimpin apel kerja bakti massal yang digelar di Stadion Maesa Tondano, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung program Indonesia Bersih sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, rapi, dan nyaman.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa kerja bakti bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta merawat fasilitas publik milik masyarakat.

Menurutnya, Stadion Maesa dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu aset daerah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan perlu dijaga melalui kepedulian bersama, termasuk dari jajaran pemerintah daerah.

“Kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kebersihan mencerminkan disiplin serta rasa tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah,” ujar Dondokambey.

Selain mengingatkan pentingnya membangun budaya hidup bersih, Bupati juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan dan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Ia menekankan bahwa ancaman banjir dan tanah longsor harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintah daerah. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta tetap siaga dan responsif terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

“Saat ini kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, termasuk potensi banjir dan longsor,” katanya.

Usai apel, seluruh ASN diarahkan melakukan pembersihan di ruang kerja masing-masing serta area sekitar perkantoran. Langkah tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas petugas kebersihan.

Bupati menegaskan bahwa keberadaan tenaga kebersihan tidak menghilangkan kewajiban ASN untuk menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal yang bersih dan tertata.

“Meski tersedia tenaga kebersihan, ASN tetap harus menjadi contoh bagi masyarakat. Budaya hidup bersih harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Robby Dondokambey juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan tenaga outsourcing yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti serta menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Menurutnya, kebersamaan dan kerja sama menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih, tertib, nyaman, dan profesional.

“Dengan semangat kebersamaan, setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan. Nilai gotong royong seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh peserta melaksanakan kerja bakti dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, para asisten, Inspektur Daerah, kepala perangkat daerah, para camat, kepala bagian, unsur TNI-Polri, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Jalan Sehat hingga Deklarasi Integritas, Martina Dondokambey Tekankan Transparansi Penerimaan Murid Baru

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO — Suasana Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, tampak berbeda pada Jumat pagi. Ribuan aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan menjaga kebugaran, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam dunia pendidikan.

Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey-Lengkong, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menjalankan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Tubuh yang sehat menjadi modal penting untuk bekerja dan mengabdi secara optimal,” ujarnya.

Namun, perhatian utama dalam kegiatan itu tertuju pada penandatanganan deklarasi komitmen bersama terkait proses penerimaan murid baru di Kabupaten Minahasa.

Martina menekankan bahwa sistem penerimaan murid baru harus berjalan secara transparan, adil, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka tanpa praktik-praktik yang mencederai integritas pendidikan.

“Langkah ini sangat penting agar setiap anak mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh layanan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Menurut Martina, deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga integritas di sektor pendidikan.

Karena itu, ia meminta seluruh panitia penerimaan murid baru untuk mengedepankan kejujuran, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Di akhir kegiatan, Martina juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sistem di sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga yang kuat.

“Fondasi utama pendidikan anak dimulai dari keluarga,” pungkasnya.

Mahasiswa Jangan Abai Kesehatan, Skrining Rutin Jadi Langkah Penting Cegah Penyakit

MIINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Tondano – Kesibukan kuliah, aktivitas organisasi, hingga kehidupan sosial sering membuat mahasiswa lupa memperhatikan kondisi kesehatannya. Padahal, menjaga kesehatan sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah melakukan skrining kesehatan secara rutin.

Skrining kesehatan merupakan proses pemeriksaan untuk mendeteksi potensi penyakit atau gangguan kesehatan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Pemeriksaan ini penting karena sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan kesehatan mental dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari. Melalui skrining, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Mahasiswa termasuk kelompok usia produktif yang umumnya merasa masih sehat dan jarang mengalami keluhan serius. Kondisi tersebut membuat banyak mahasiswa menganggap pemeriksaan kesehatan bukan sebagai prioritas. Padahal, pola hidup selama masa perkuliahan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Jadwal yang padat, pola makan tidak teratur, kurang tidur, stres akibat tugas dan ujian, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental mahasiswa.

Raien Simbala (20), seorang mahasiswa, mengaku sebelumnya kurang peduli terhadap kondisi kesehatannya. Ia merasa pemeriksaan kesehatan belum diperlukan selama tidak merasakan keluhan.

“Awalnya saya pikir kalau masih muda dan tidak ada keluhan berarti tubuh sehat-sehat saja. Tapi setelah ikut skrining kesehatan, saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting sejak sekarang,” ujar Raien.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi tubuh yang selama ini kurang diperhatikan. Setelah mengikuti skrining, ia mulai memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat agar tetap produktif menjalani perkuliahan.

“Setelah ikut skrining, saya mulai memperbaiki pola makan, lebih rutin olahraga, dan berusaha mengatur waktu istirahat supaya tidak sering begadang,” tambahnya.

Beberapa jenis skrining kesehatan yang dianjurkan bagi mahasiswa antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), kadar kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan mental. Pemeriksaan tersebut umumnya mudah dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tidak membutuhkan waktu lama. Selain itu, biayanya relatif terjangkau sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Skrining kesehatan tidak hanya bermanfaat untuk mendeteksi penyakit lebih dini, tetapi juga meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pola hidup sehat. Dengan mengetahui kondisi tubuh secara berkala, mahasiswa dapat lebih cepat melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Membangun kebiasaan melakukan skrining kesehatan sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Tubuh yang sehat akan membantu mahasiswa menjalani aktivitas akademik secara optimal, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung produktivitas sehari-hari. Karena itu, mahasiswa diharapkan mulai peduli terhadap kesehatannya dan tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Pemkab Minahasa Dorong UMKM Naik Kelas Lewat GENCARKAN dan Literasi Keuangan

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Pemerintah Kabupaten Minahasa terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digelar bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulutGo, dan Bank Mandiri di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” itu dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS, Asisten III Jany Moniung, Kepala OJK Sulawesi Utara Budiman Siahaan, jajaran Bank SulutGo Cabang Tondano, Bank Mandiri, Kepala Dinas Koperasi Minahasa Sibbi Sengke, Kepala Dinas PMD Minahasa Alex Mamesah, serta para pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vanda Sarundajang yang mewakili Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan pentingnya kemampuan pengelolaan keuangan di tengah perkembangan ekonomi digital saat ini.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memiliki pemahaman keuangan yang baik agar mampu mengembangkan usaha secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar pelaku usaha mampu mengambil keputusan yang tepat, terhindar dari praktik keuangan yang merugikan, dan mampu merencanakan masa depan usaha dengan lebih baik,” ujar Vanda.

Ia menambahkan, UMKM dengan pengelolaan keuangan yang baik akan lebih siap bersaing, lebih produktif, dan lebih percaya diri dalam memperluas pasar usaha.

Selain meningkatkan literasi keuangan, Pemkab Minahasa juga terus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran.

“Produk yang dipasarkan harus mampu menjadi produk premium dan memiliki daya saing tinggi, termasuk untuk menembus pasar nasional maupun ekspor,” katanya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Minahasa yang dibacakan pada kegiatan tersebut, disebutkan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar bangsa menuju negara maju dan sejahtera saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan.

Bupati juga memaparkan data UMKM di Minahasa yang mencapai 51.384 unit usaha, terdiri dari 51.191 usaha mikro, 168 usaha kecil, dan 25 usaha menengah.

Berbagai sektor usaha di Minahasa, mulai dari perdagangan, kuliner, jasa, kerajinan mebel, hingga kerajinan keramik, dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila mendapat dukungan pembiayaan dan pendampingan yang tepat.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026, Pemkab Minahasa turut fokus mendorong pengembangan usaha kacang sangrai Kawangkoan, kerajinan batok kelapa Tondano, serta usaha kuliner melalui dukungan pembiayaan Kredit Bohusami.

Kegiatan GENCARKAN diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM Minahasa yang semakin inovatif, kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing kuat dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.