Mahasiswa Jangan Abai Kesehatan, Skrining Rutin Jadi Langkah Penting Cegah Penyakit

Berita, Minahasa5 Dilihat

MIINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Tondano – Kesibukan kuliah, aktivitas organisasi, hingga kehidupan sosial sering membuat mahasiswa lupa memperhatikan kondisi kesehatannya. Padahal, menjaga kesehatan sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit di masa mendatang. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah melakukan skrining kesehatan secara rutin.

Skrining kesehatan merupakan proses pemeriksaan untuk mendeteksi potensi penyakit atau gangguan kesehatan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Pemeriksaan ini penting karena sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan kesehatan mental dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari. Melalui skrining, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Mahasiswa termasuk kelompok usia produktif yang umumnya merasa masih sehat dan jarang mengalami keluhan serius. Kondisi tersebut membuat banyak mahasiswa menganggap pemeriksaan kesehatan bukan sebagai prioritas. Padahal, pola hidup selama masa perkuliahan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Baca juga:  Bupati Minahasa Hadiri HUT ke 20 Jemaat Waleta Pineleng Dua

Jadwal yang padat, pola makan tidak teratur, kurang tidur, stres akibat tugas dan ujian, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental mahasiswa.

Raien Simbala (20), seorang mahasiswa, mengaku sebelumnya kurang peduli terhadap kondisi kesehatannya. Ia merasa pemeriksaan kesehatan belum diperlukan selama tidak merasakan keluhan.

“Awalnya saya pikir kalau masih muda dan tidak ada keluhan berarti tubuh sehat-sehat saja. Tapi setelah ikut skrining kesehatan, saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting sejak sekarang,” ujar Raien.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi tubuh yang selama ini kurang diperhatikan. Setelah mengikuti skrining, ia mulai memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat agar tetap produktif menjalani perkuliahan.

“Setelah ikut skrining, saya mulai memperbaiki pola makan, lebih rutin olahraga, dan berusaha mengatur waktu istirahat supaya tidak sering begadang,” tambahnya.

Beberapa jenis skrining kesehatan yang dianjurkan bagi mahasiswa antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), kadar kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan mental. Pemeriksaan tersebut umumnya mudah dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tidak membutuhkan waktu lama. Selain itu, biayanya relatif terjangkau sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.

Baca juga:  Bawaslu Minahasa Umumkan Perpanjangan Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu Kelurahan dan Desa

Skrining kesehatan tidak hanya bermanfaat untuk mendeteksi penyakit lebih dini, tetapi juga meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pola hidup sehat. Dengan mengetahui kondisi tubuh secara berkala, mahasiswa dapat lebih cepat melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Membangun kebiasaan melakukan skrining kesehatan sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan. Tubuh yang sehat akan membantu mahasiswa menjalani aktivitas akademik secara optimal, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung produktivitas sehari-hari. Karena itu, mahasiswa diharapkan mulai peduli terhadap kesehatannya dan tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *