PostKota News

Respons Cepat Damkar Minahasa Padamkan Kebakaran Rumah Tiga Lantai di Tompaso Barat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Sebuah rumah tiga lantai milik keluarga Rammo Sumolang di Jaga I, Desa Tompaso II Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, terbakar pada Minggu malam, 6 September 2026.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga sekitar. Rumah yang diketahui milik keluarga Rammo Sumolang, yang saat ini berdomisili di Jakarta, diketahui dijaga oleh keluarga Kalangi-Helna yang baru beberapa hari menempati bangunan tersebut.

Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari bagian plafon atau loteng di lantai dasar akibat korsleting listrik. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi.

Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., bersama jajaran personel Damkar.

Penanganan kebakaran juga mendapat dukungan dari berbagai unsur. Di antaranya Camat Tompaso Barat bersama jajaran, Hukum Tua Desa Tompaso II Utara beserta perangkat desa, Camat Kawangkoan bersama jajaran, personel Polsek Tompaso, anggota Koramil Kawangkoan/Tompaso, serta Tim Pemadam Kebakaran Pertamina Geothermal Energy Lahendong.

Sinergi lintas instansi tersebut membantu mempercepat proses pengendalian kobaran api. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pendinginan di sejumlah bagian bangunan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerugian mencakup kerusakan bangunan, perabotan, serta berbagai perlengkapan rumah tangga.

Tidak terdapat informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Atas respons cepat dan penanganan di lapangan, perhatian dan dukungan juga diberikan oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., terhadap proses penanganan kebakaran tersebut.

Pemerintah Kabupaten Minahasa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dapat disebabkan oleh gangguan instalasi listrik.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap jaringan listrik, stopkontak, kabel, serta berbagai peralatan elektronik di rumah sebagai langkah pencegahan.

Kecepatan respons dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat guna menghadapi kondisi darurat dan menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa.

Damkar Minahasa Gerak Cepat Jinakkan Kebakaran Rumah di Perbatasan Kiniar-Tolour

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa berhasil mengendalikan kebakaran yang melanda sebuah rumah semi kayu di wilayah perbatasan Kelurahan Kiniar dan Kelurahan Tolour, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Rumah yang terbakar diketahui milik Oman Lukas. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga sekitar, mengingat lokasi rumah berada di kawasan permukiman yang berbatasan langsung antara Kelurahan Kiniar dan Kelurahan Tolour.

Menerima laporan kejadian, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa langsung bergerak menuju lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman sekaligus berupaya mencegah kobaran api merembet ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.

Penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa bersama personel Damkar serta unsur terkait.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga bermula dari api pada dodika atau tungku di dapur yang lupa dimatikan setelah digunakan. Api kemudian membesar hingga membakar bagian rumah.

Berkat gerak cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat juga diminta memastikan tungku, kompor, maupun sumber api lainnya benar-benar telah padam setelah digunakan. Selain itu, pemeriksaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga perlu dilakukan sebelum meninggalkan rumah.

Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran serta mencegah jatuhnya korban dan kerugian yang lebih besar.

Rona Budaya Sulut 2026 Dibuka, Yulius Selvanus Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi dan Identitas Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan bahwa Rona Budaya Sulut 2026 tidak boleh berhenti sebagai perayaan budaya tahunan. Ia mendorong kebudayaan menjadi kekuatan strategis yang mampu menggerakkan ekonomi, pariwisata, sekaligus memperkokoh identitas masyarakat Sulawesi Utara.

Pesan tersebut disampaikan Yulius saat membuka secara resmi Rona Budaya Sulut 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Sabtu (5/9/2026) malam.

Menurut Yulius, momentum Rona Budaya harus menjadi titik balik dalam cara pemerintah dan masyarakat memandang kebudayaan. Budaya tidak boleh hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu yang dikenang melalui kegiatan seremonial.

“Kebudayaan bukan sekadar cerita masa lalu di dalam buku sejarah, melainkan benteng pertahanan jati diri serta mesin penggerak kemajuan daerah di masa depan,” tutur Yulius.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam pembukaan Rona Budaya yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

Mengusung tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas”, Rona Budaya Sulut 2026 mempertemukan kekayaan budaya dari tiga kawasan besar Sulawesi Utara, yakni Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya.

Namun, bagi Yulius, keberagaman tersebut tidak cukup hanya ditampilkan di atas panggung. Pemerintah harus memastikan warisan budaya terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Budaya sebagai Penggerak Ekonomi

Yulius menilai kebudayaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Utara.

Karena itu, Rona Budaya 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang mengandalkan produk berbasis budaya lokal.

Seni, kerajinan, kuliner, fesyen, hingga berbagai produk kreatif daerah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Sulawesi Utara.

Di titik inilah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ingin menghubungkan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu gerakan.

Kekayaan tradisi dan identitas daerah diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Dengan pendekatan tersebut, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat menciptakan ruang usaha dan lapangan ekonomi baru bagi masyarakat.

Digelar Selama Sebulan

Rona Budaya Sulut 2026 akan berlangsung selama satu bulan dengan sejumlah agenda yang mengangkat tokoh, sejarah, serta keragaman budaya Sulawesi Utara.

Beberapa di antaranya adalah Pekan Bataha Santiago, Pekan Maria Walanda Maramis, Pekan Adampe Dolot, hingga Pekan Keragaman Nusantara.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kembali sosok-sosok penting sekaligus nilai sejarah yang membentuk identitas Sulawesi Utara.

Yulius menegaskan, seluruh agenda tersebut harus memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial.

Pemprov Sulut, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Pekan Kebudayaan Daerah sebagai agenda resmi yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Ini adalah janji pemerintah untuk menyediakan wadah yang terstruktur, inklusif dan berkelanjutan bagi pemajuan kebudayaan,” katanya.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kesinambungan, bukan sekadar kegiatan yang muncul ketika momentum perayaan tiba.

Keberagaman sebagai Kekuatan

Keberadaan Nusa Utara, Minahasa Raya, dan Bolaang Mongondow Raya dalam satu panggung Rona Budaya memperlihatkan wajah Sulawesi Utara sebagai daerah yang dibangun dari keberagaman.

Perbedaan tradisi, bahasa, seni, dan sejarah tidak dipandang sebagai sekat, melainkan sebagai kekayaan yang memperkuat identitas bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai “Sitou Timou Tumou Tou” dan “Torang Samua Basudara” yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Utara.

Menurut Yulius, kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat persatuan di tengah perubahan zaman.

Anak Muda Diminta Tetap Berakar pada Budaya

Satu hal yang menjadi perhatian khusus Gubernur adalah keberlanjutan budaya di tangan generasi muda.

Yulius mengingatkan agar anak-anak muda Sulawesi Utara tidak kehilangan identitas hanya karena mengejar modernitas.

“Jadilah generasi yang cerdas dan modern, namun tetap berakar kuat pada identitas leluhur kita,” beber Yulius.

Karena itu, pemerintah daerah didorong tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan budaya, tetapi juga aktif membina pelaku seni, membuka ruang bagi kreativitas anak muda, membantu UMKM berbasis budaya, serta memasukkan nilai-nilai budaya dalam kebijakan pembangunan.

Pada akhirnya, Rona Budaya Sulut 2026 ingin membawa satu pesan besar: kemajuan daerah tidak harus dibayar dengan hilangnya identitas.

Sulawesi Utara dapat bergerak menjadi daerah yang modern, terbuka, dan kompetitif, namun tetap memiliki karakter kuat melalui budaya dan sejarah yang diwariskan para leluhur.

Yulius pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Rona Budaya bukan hanya sebagai tontonan, melainkan gerakan bersama untuk merawat identitas Sulawesi Utara.

“Tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Sulawesi Utara adalah daerah yang kaya, damai, berbudaya, dan selalu melangkah mantap menuju masa depan,” ujar Yulius.

Dengan visi tersebut, Rona Budaya Sulut 2026 tidak sekadar membuka panggung untuk mengenang masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi membangun masa depan Sulawesi Utara—ekonominya tumbuh, pariwisatanya bergerak, generasi mudanya percaya diri, namun identitas daerah tetap terjaga.

BPJS Kesehatan Perkuat Standar Customer Excellence melalui CX126

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SURABAYA, 4 September 2026 – BPJS Kesehatan terus memperkuat kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Customer eXcellence 126 (CX126). Program ini dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan sekaligus mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik menjadikan pengalaman peserta sebagai salah satu faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

“Di era keterbukaan informasi, customer experience menjadi pilar utama dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi,” kata Pujo, Jumat (4/9).

Menurutnya, peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang mudah diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik saat berinteraksi langsung di Kantor Cabang maupun melalui berbagai kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, serta kanal digital lainnya.

CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif. Pujo menegaskan, CX126 tidak sekadar bertujuan mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.

“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujarnya.

Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yakni Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

Selain delapan pilar tersebut, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman dan suara peserta menjadi bagian penting dalam mengukur kualitas pelayanan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata kehadiran Program JKN yang secara langsung dirasakan oleh peserta.

Menurut Stevanus, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi menjadi faktor yang menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap Program JKN.

“Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” tegas Stevanus.

Ia menambahkan, hasil asesmen CX126 tidak boleh berhenti pada pemberian penghargaan. Hasil tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat dipantau keberlanjutannya.

Melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong agar praktik-praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.

“Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan,” kata Stevanus.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi.

Menurut Akmal, keunggulan pelayanan lahir ketika kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah. Karena itu, CX126 diharapkan tidak hanya menjadi instrumen penilaian, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong budaya perbaikan dan pembelajaran secara berkelanjutan di seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Perkuat Engagement Peserta, BPJS Kesehatan Tondano Apresiasi Peserta JKN

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID Tondano – BPJS Kesehatan Cabang Tondano terus memperkuat hubungan dengan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui berbagai upaya untuk meningkatkan engagement dan loyalitas peserta. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian apresiasi kepada peserta yang berinteraksi dan mengakses layanan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Tondano.

Sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Tondano melaksanakan Appreciation Day Gift bagi peserta. Salah satu peserta yang menerima apresiasi tersebut adalah James Tombokan.

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Daryono. Pemberian tersebut menjadi bentuk ucapan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan peserta dalam memanfaatkan layanan Program JKN.

Daryono mengatakan, engagement dengan peserta merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang kuat antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kemudahan dan kecepatan layanan, tetapi juga dari perhatian serta apresiasi yang diberikan kepada peserta.

“Apresiasi ini merupakan bentuk terima kasih kami kepada peserta yang telah mempercayakan Program JKN. Kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga merasakan perhatian dan kepedulian dari BPJS Kesehatan,” ujar Daryono.

Ia menambahkan, pengelolaan engagement dan loyalitas peserta perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi, edukasi, penyampaian informasi, hingga pemberian apresiasi kepada peserta yang berinteraksi dengan BPJS Kesehatan.

“Setiap interaksi dengan peserta menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan masukan sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang positif. Harapannya, kepercayaan peserta terhadap Program JKN dapat semakin kuat,” tambahnya.

Sementara itu, James Tombokan menyambut baik apresiasi yang diterimanya. Ia menilai pemberian apresiasi tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menunjukkan perhatian BPJS Kesehatan kepada peserta.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Saya merasa senang mendapatkan perhatian seperti ini. Semoga pelayanan BPJS Kesehatan terus semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap James.

Melalui kegiatan Appreciation Day Gift, BPJS Kesehatan Cabang Tondano berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan peserta sekaligus menciptakan pengalaman pelayanan yang positif. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun engagement dan loyalitas peserta secara berkelanjutan.

Dengan hubungan yang semakin kuat antara peserta dan BPJS Kesehatan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN terus meningkat. Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan turut mendorong terciptanya pelayanan yang semakin berkualitas, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.

Vanda Sarundajang Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Letkol (Purn) Jantje Benhard Komaling

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., MAP., melayat ke rumah duka atas meninggalnya Letkol (Purn) Jantje Benhard Komaling di Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Jumat (4/9/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Minahasa tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ungkapan belasungkawa Pemerintah Kabupaten Minahasa kepada keluarga yang tengah berduka.

Dalam kesempatan itu, Vanda Sarundajang menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Ia juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta penghiburan dalam menghadapi suasana duka.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa dan secara pribadi, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ungkap Vanda.

Letkol (Purn) Jantje Benhard Komaling dikenang sebagai sosok yang telah memberikan pengabdian selama menjalankan tugasnya. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenalnya.

Kunjungan Wakil Bupati Minahasa ke rumah duka diharapkan menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam memberikan dukungan moral dan penguatan bagi keluarga yang sedang mengalami kedukaan.

Perkuat Sinergi Pemajuan HAM, Bupati Minahasa Terima Audiensi Kanwil Kementerian HAM

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi Tengah yang membawahi wilayah kerja Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, Mangatas Nadeak, S.Pd., SH., MH., bersama Koordinator Wilayah Kerja HAM Sulawesi Utara, Edwin Lodewyk Metusala, SH., di Ruang Kerja (Ruker) Bupati Minahasa, Kamis (3/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kementerian HAM, khususnya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program di bidang hak asasi manusia di daerah.

Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah hal terkait pemajuan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM. Selain itu, turut ditekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan jajaran Kementerian HAM untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik senantiasa berlandaskan prinsip-prinsip HAM.

Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan audiensi jajaran Kementerian HAM. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta menghadirkan pelayanan publik yang adil dan berorientasi pada pemenuhan hak masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa akan terus mendukung berbagai program Kementerian HAM serta memperkuat sinergi dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Kabupaten Minahasa,” ujar Bupati.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dengan jajaran Kementerian HAM, khususnya dalam pelaksanaan program-program HAM di Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa.

Turut mendampingi Bupati Minahasa dalam audiensi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.