PostKota News

WALIKOTA CAROLL .J.A SENDUK ,SH MENERIMA 268 MAHASISWA KKN UNIMA

POSTKOTA.CO.ID – Walikota Tomohon Caroll J.A. Senduk, SH menerima mahasiswa peserta KKN Unima di Kota Tomohon. 

Walikota Caroll Senduk dalam sambutannya mengatakan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh civitas akademika Unima yang telah mempercayakan Kota Tomohon sebagai tempat berkarya melalui Mahasiswa-mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, tentu dengan KKN ini akan menambah ilmu dan pengalaman bagi Mahasiswa, besar harapan KKN ini dapat menjadi roda pengerak dalam masyarakat juga dapat berkontribusi nyata dalam masyarakat.

Pada kesempatan yang baik ini juga kami pemerintah Kota Tomohon mengingatkan bahwa Covid 19 masih ada, jadi tetap taati dan patuhi protokol kesehatan, yang belum divaksin agar segera divaksinasi, serta apabilah Mahasiswa KKN sudah di tempatkan di Kelurahan-kelurahan mari bersama-sama dengan pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakan tentang bahaya Covid 19, patuhi dan taati protokol, serta ajaklah warga yang belum di vaksinasi untuk segera divaksin.

Sekali lagi terima kasih kepada Unima yang hari ini juga melaksanakan pengobatan gratis dan donor darah. Kami menyambut baik kehadiran 268 Mahasiswa KKN Unima hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Menara Alfa Omega Tomohon, Selasa 01/03/2022 dan dihadiri Rektor Universitas Negeri Manado Prof. DR. Deitje A. Katuuk, MPd, Direktur Program Pascasarjana Unima Prof. DR. Ph. E.A. Tuerah, MSi, DEA, Ketua LPPM Unima DR. Raymond Rumampuk, MSi serta Para Dosen dan Mahasiswa KKN Unima.

Laws*

Tak Ada Sosialisasi Hingga Ganti Rugi Lahan, Proyek Revitalisasi Dikeluhkan Warga

Minahasa- postkota.co.id-Pengerjaan mega proyek prioritas nasional pembangunan Revitalisasi Danau Tondano di Minahasa sampai saat ini masih menjadi polemik di Masyarakat Kota air Tondano.

Proyek Revitalisasi Danau Tondano Tahap 1 yang digagas oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 (BWSS), Kementerian PUPR, dilaksanakan Kontraktor PT Bumi Karsa, saat ini banjir keluhan warga.

Diketahui, Proyek Revitasilasi Danau tahap pertama tersebut berbanderol 200 Miliar lebih dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi 1, Kementerian PUPR,yang dikerjakan oleh PT Bumi Karsa selaku Kontraktor Proyek.

Dilaksanakan dengan tiga tahap, untuk tahap pertama ini meliputi pembangunan tanggul pembatas badan air danau sepanjang 6,5 kilometer, yang akan melewati 4 Kecamatan, yakni Tondano Selatan, Tondano Utara, Tondano Barat, dan Kecamatan Eris.

Terkait pembangunan revitalisasi ini, menuai keluhan sejumlah warga yang tinggal dipinggiran danau tondano.

Menurut DP warga asal Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, mengatakan mereka tidak tahu kalau adanya proyek revitalisasi ini.

“Sampai saat ini tidak ada sosialisasi, dari pihak Balai Wilayah Sungai dan PT Bumi Karsa, kami tidak tahu kalau proyek ini sedang berlangsung,” keluh DP saat ditemui langsung Tribunmanado.co.id, Senin (28/2/2022).

Warga khawatir rumah tempat mereka tinggal akan digusur dan menjadi lokasi pembangunan revitalisasi tanpa adanya tanggungjawab dari PT Bumi Karsa.

“Terus kami mau tinggal dimana kalau digusur, apakah kami harus tinggal dijalan, saya sudah 20 tahun lebih tinggal disini dan mencari nafkah disini,” ujar DP.

Senada, sejumlah warga Desa di Kecamatan Eris pun mengeluhkan pengerjaan Revitalisasi Danau Tondano tersebut.

Warga menilai PT Bumi Karsa dan Balai Sungai jangan sembarangan menyerobot lahan mereka dipinggiran danau.

“Jangan hanya sepihak, kami memang mendukung proyek revitalisasi danau tondano ini, tetapi harus ada ganti rugi lahan,” tegas warga setempat.

Sebelumnya, pekerjaan Revitalisasi Danau Tondano ini sempat terhenti, disebabkan protes adanya tuntutan biaya ganti rugi lahan oleh sejumlah warga yang mengaku memiliki hak atas lahan yang masuk dalam pengerjaan Proyek.

Menurut warga, pihak Balai Wilayah Sungai dan PT Bima Karsa telah menyerobot lahan mereka tanpa adanya ganti rugi dari pihak terkait.

Saat dikonfirmasi, PPK Danau Situ dan Embung Revitalisasi Danau Tondano Rachman Rasyid mengatakan sebelum pengerjaan proyek, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda terkait kesiapan lahan pembangunan.

“Tentu saya sangat menyayangkan ada masalah seperti ini, namun kita telah melakukan koordinasi dan langkah-langkah persuasif kepada masyarakat soal kesiapan pembangunan proyek revitalisasi, jadi sebenarnya tidak ada masalah,” kelit Rachman

Dijelaskannya, proyek yang berbanderol 200 Miliar ini, akan dilaksanakan tiga tahap pembangunan yang akan melewati empat kecamatan,

Sementara itu, menindaklanjuti masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Asisten ll Perekonomian dan Pembangunan Ir Wenny Talumewo telah melakukan mediasi sengketa lahan Proyek Revitalisasi Danau Tondano.

“Jadi kita masih melakukan mediasi, terkait tuntutan ganti rugi lahan pada Lokasi Pembangunan Revitalisasi Danau antara PT Bumi Karsa dan masyarakat,” kata Talumewo saat ditemui Tribunmanado.co.id di Kantor Bupati Minahasa.

Malahan, Talumewo menegaskan agar PT Bumi Karsa selaku pelaksana kegiatan Revitalisasi agar tetap melanjutkan pekerjaan, sementara untuk tuntutan Masyarakat akan dilakukan penelitian lebih lanjut sebagaimana aturan yang ada. (Udin)

Wujudkan Good Governance, Mandagi Dorong OPD Pemkot Tomohon Tingkatkan Kinerja

POSTKOTA.CO.ID – Walikota Tomohon Caroll Senduk SH yang di wakili oleh Asisten administrasi umum sekretariat daerah Kota Tomohon Drs ODS Mandagi MAP, Senin (14/2/2022) menghadiri serta memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) kegiatan penataan organisasi sub kegiatan peningkatan kinerja dan reformasi birokrasi tahun 2022.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang rapat lantai III Sekretariat Daerah Kota Tomohon, dengan peserta kegiatan utusan dari setiap perangkat daerah (PD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon.

Maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar setiap perangkat daerah dapat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang benar sesuai dengan pedoman penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang telah di tetapkan.

“LKjIP Pemerintah Kota Tomohon betul-betul dapat dijadikan alat kendali, alat penilai kualitas kinerja, dan alat pendorong dalam pencapaian dan penetapan target-target kinerja berikutnya untuk terwujudnya Good Governance di lingkungan pemerintah Kota Tomohon,” jelas Mandagi.

Lebih lanjut Mandagi mengatakan, selaku Pemerintah Kota Tomohon menyambut positif dilaksanakan acara ini.

“Menurut hemat kami memiliki peran yang sangat besar dalam pengembangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Tomohon khususnya perbaikan dan penyempurnaan sistem akuntabilitas kinerja pemerintahan Kota Tomohon. Menyadari betapa pentingnya penataan organisasi melalui pelaksana rakor ini, maka diminta perhatian saudara dalam mengikuti kegiatan ini,” terangnya.

PEMKOT Dan PMI Tomohon Gelar Donor Darah

POSTKOTA.CO.ID – Palang Merah Indonesia cabang Tomohon, dalam rangka peringatan hari Valentine tahun 2022 menggelar kegiatan donor darah masal di kompleks Menara Alfa Omega kota Tomohon pada Senin (14/2).

Ketua PMI kota Tomohon Syerly Adeline Sompotan (SAS) mengatakan kegiatan ini dilaksanakan lantaran saat ini di Unit Donor Darah (UDD) PMI kota Tomohon sangat kurang stok Darah.

“Hampir tiap hari ada permintaan darah dari masyarakat. Untuk itu, kami melaksanakan giat donor darah seperti ini. Nah, kebetulan ada momen Hari Valentine, kami adakan kegiatan donor darah di pusat kota, dengan harapan semua masyarakat bisa tergerak hati untuk menolong sesama dengan menyumbangkan darah mereka,” ujarnya.

Untuk lebih menggerakkan hati masyarakat agar bisa mendonorkan darahnya, PMI Tomohon memberikan 100 paket hadiah bagi 100 pendonor pertama.

“Sesuai momen di hari ini, kami menyediakan 100 paket yang isinya ada tumbler, air mineral, masker dan tentunya cokelat. 100 paket ini diberikan bagi 100 orang pertama yang mendonorkan darah,” kata Sompotan.

Sehingga dengan ini, dia berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk bisa mendonorkan darahnya. “Karena ini juga bukan hanya untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Dengan itukan darah kita bisa berganti,” ucapnya.

“akhir-akhir ini ketersediaan darah di Unit Donor Darah PMI Tomohon sangat kurang. Karena kita ketahui bersama akhir-akhir ini Pemkot Tomohon sedang menggenjot vaksin booster. Sehingga ada pengaruhnya, dimana bagi yang sudah vaksin, kurang lebih harus satu bulan baru bisa mendonorkan darahnya,” tutup SAS.

Janji CS-WL Tuntas, Jalan Pinaras-Rambunan Salimperet Sudah Hotmix

POSTKOTA.CO.ID – Jalan Rambunan Salimperet sudah diaspal hotmix tinggal wilayah Tomohon dinanti tuntas secepatnya menjadi hadiah HUT Kepemimpinan CS-WL.
Manado Tempo-Tidak butuh sampai bertahun tahun harus menepati janji melakukan perbaikan infrastruktur utama tuntas direalisasikan duet pemimpin Kita Tomohon Walikota Carol Senduk dan Wenny Lumentut.26/2/2022

Bagaimana tidak, akses jalan penghubung antar kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon pada awal tahun 2022 sebagaimana janji akan dikerjakan sudah berproses dan selangkah lagi mulus dengan aspal.

Tak heran dua sosok ini kini menjadi perhatian bukan hanya warga Tomohon tapi juga warga Minahasa karena dengan terhubungnya akses jalan Desa Rambunan Salimperet (Minahasa) dan Pinaras (Tomohon) secara langsung roda perekonomian kedua daerah ini bergerak lebih maju.

Kondisi jalan Rambunan-Pinaras sebelum diaspal hotmix.
Terpantau manadotempo.com jalan tersebut sudah licin bak disetrika dengan hitam pekat usai diaspal dengan sejumlah alat berat, tinggal wilayah Tomohon saja yang sedang dikerjakan.

Walikota Tomohon Carrol Senduk (CS) dan Wawali Wenny Lumentut (WL) awalnya menyebut bahwa ruas jalan pinaras yang tembus ke Desa Rambunan memang akses utama untuk masyarakat di dua wilayah, tapi kalau jalan Pinaras kita (Pemkot Tomohon) punya kewenangan dan bisa dianggarkan.

“Artinya jalan Pinaras yang menuju Rambunan menjadi salah satu prioritas pembangunan kami, karena menyambung akses jalan dua wilayah, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon,” terang CS-WL.

Warga Pinaras dan Rambunan pun menghaturkan terima kasih mengingat sebelum jalan Pinaras-Rambunan diaspal, memang ada jalan alternatif ke Rambunan dan sebaliknya tapi harus melalui jalan Desa Sawangan dan Pinaras yang terkenal tanjakanya sangat ekstrim. Tidak sedikit yang menjadi korban masuk ke jurang hingga ada korban yang meninggal melalui jalan Sawangan-Pinaras itu.

“Kami lebih merasa lebih nyaman melalui jalan Rambunan Salimperet-Pinaras dan sebaliknya jika sudah diaspal hotmix. Selain jalannya tidak ada tanjakan ekstrim juga memangkas waktu jika ke kota Tomohon. Juga terdapat spot wisata pemandangan yang bagus dan bisa digarap menjadi obyek pariwisata gunung Salimperet tepat diantara jalan Rambunan dan Pinaras,” serentak disebutkan warga Desa Rambunan Kabupaten Minahasa yang diketahui memiliki dialek Tombulu sama persis dengan Pinaras Kota Tomohon.

SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN. Refleksi dari 1 Korintus 1:10-17.

POSTKOTA.CO.ID – DAMAI TAPI GERSANG. Inilah suasana yang bisa terjadi dalam persahabatan, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa jika tidak ada Solidaritas (rasa senasib, setia kawan). Dalam pelayanan tanpa Solidaritas, maka tak ada ber “Synhodos” (Yun: berjalan bersama). Yang ada adalah berjalan sendiri-sendiri berbalut kepentingan pelayanan akibatnya rentan perpecahan. Bagaimana mewujudkan Solidaritas dalam pelayanan agar tidak terjadi perpecahan? Paulus, terhadap jemaat multikultural Korintus yang sarat dengan bentuk pelayanan, ketokohan dan kepentingannya masing-masing, memberikan solusi terhadap hal ini.

1.DASAR: YESUS KRISTUS. Di ayat 10, Paulus menghimbau “aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, “demi nama Tuhan kita Yesus Kristus”. Jadi dasar terwujudkan solidaritas dalam pelayanan adalah “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Ini dimaksudkan supaya dengan menghormati nama Yesus orang akan menunjukkan sikap solidaritas agar perpecahan tidak terjadi. Jadi jika kita menghormati nama Yesus pasti mewujudkan solidaritas. Dengan demikian jangan pernah berkata mengenal , berkhotbah dan mengasihi Yesus , jika tanpa solidaritas. Ini sama halnya dengan menipu diri sendiri dan orang lain. Hal ini menegaskan bahwa dasar solidaritas kita bukan karena ikatan darah, jabatan, harta dan jasa baik seseorang, tapi karena Kristus jalan kebenaran dan hidup, yang solider hingga menebus dosa-dosa kita.

2.SOLUSI: SEIA SEKATA , ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR. Ini adalah cara bersolidaritas. Hal-hal ini diminta oleh Paulus didasarkan pada “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Seia sekata artinya sama-sama bersetuju/sepakat dalam semua hal. Berani menyesuaikan pendapat sendiri dengan pendapat orang lain; Erat bersatu adalah sikap yang tidak mempersoalkan berbagai perbedaan; Sehati sepikir berkaitan dengan sikap yang didasarkan pada hati nurani dan akal budi. Jadi sikap terhadap orang lain harus berdasar pada hati nurani dan rasio. Jadi jangan mewujudkan solidaritas hanya karena pertimbangan rasional lahiriah, untung dan rugi lalu membunuh hati nurani sebagai pusat pertimbangan baik dan jahat, salah dan benar. Oleh sebab itu jangan ijinkan apapun, bagaimanapun dan siapapun menekan kita hingga kita membunuh hati nurani kita sendiri.

3.KEPEDULIAN. Kepedulian berarti sikap memperhatikan karena kepekaan pada lingkungan adalah awal perwujudan Solidaritas. Inilah sikap keluarga Kloe sehingga melaporkan masalah perselisihan di Korintus kepada Paulus (ayt 11). Jadi kalau ada keadaan yang memprihatinkan, orang-orang baik jangan diam. Harus peka dan berbuat sesuatu. Sebagaimana kata orang bijak kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik. Hal yang sama terjadi dalam pelayanan karena banyaknya orang baik, yang bukan hanya diam tapi pragmatis. Takut kehilangan kekayaan dan jabatan sehingga bersikap diam dan ikut arus. Akibatnya pelayanan semakin mengalami perpecahan. Jadi setiap orang baik harus prihatin dan mengambil sikap untuk sebuah perubahan dalam pelayanan.

4.TANTANGAN: KULTUS INDIVIDU, EKSKLUSIFISME, MONOPOLI PELAYANAN, SUPERIORITY COMPLEX. Ini adalah factor-faktor penghambat solidaritas dalam pelayanan (ayt 12-17)
KULTUS INDIVIDU. Hal ini berarti pemujaan kepribadian atau kultus pemimpin. Masing-masing berkata aku dari golongan Paulus. Aku dari golongan Apolos (terpelajar dan fasih berhotbah) . Aku dari golongan Kefas (meragukan mandat Paulus). Aku dari golongan Kristus. Paulus mengkritik mereka “apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Bahkan kalaupun ada yang ia baptis, tidak boleh menjadi alasan pengkultusan dirinya. Jelas bahwa karena Kristus tidak terbagi-bagi, maka janganlah pesekutuan tubuh Kristus terpecah-pecah hanya karena soal siapa pemimpinnya. Oleh sebab itu sangat disayangkan kalau ada pelayan Tuhan menjagokan pemimpinnya di kolom, di jemaat dst, sementara menjatuhkan dan menjegal pelayan Tuhan lainnya. Di pihak lain ada pelayan yang memanfaatkan jasa pelayanannya untuk mengikat orang supaya patuh dan mengkultuskan dirinya.
EKSKLUSIFISME. Adalah sikap yang cenderung memisahkan diri dari orang lain. Sikap seperti ini biasanya muncul karena adanya kepentingan kelompok sehingga bersikap fanatic dan diskriminatif serta cenderung memberikan tekanan kepada pihak lain. Apalagi kalau memiliki jabatan, pengaruh dan pendukung sebagaimana kelompok Paulus, Apolos, Kefas dan lebih khusus yang mengaku kelompok Kristus yang menganggap rendah berhubungan dengan kelompok lain.

MONOPOLI PELAYANAN. Paulus bersyukur bahwa tidak ada seorangpun yang ia baptis selain Krispus dan Gayus, juga keluarga Stefanus (ayt 14-16). Ini berarti ia menghargai Apolos, Kefas dan lainnya yang membaptis. Artinya Paulus tidak memonopoli pelayanan. Demikian dalam pelayanan, solidaritas sulit terwujud karena ada pihak yang memonopoli pelayanan sehingga terkesan “one man show”. Padahal ada rekan anggota jemaat, diaken, penatua, guru agama dan pendeta serta kelompok lainnya.

SUPERIOROTY COMPLEX. Psikolog mengatakan, bahwa ini adalah sifat seseorang yang membuat ia merasa lebih hebat dari orang lain. Sering mengeluarkan klaim arogansi, memiliki opini yang tinggi terkait diri sendiri, suka menguasai dan enggan mendengarkan orang lain. Dan bukan tidak mungkin sifat ini dilakonkan untuk menutupi perilaku di masa lalu. Oleh kelompoknya, ia dipropagandakan untuk mencari keuntungan dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Kristus mengutus dia bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(ayt 17). Hal ini menunjukkan bahwa legalitas jabatannya sebagai Hamba Allah dan rasul, tidak membuatnya merasa lebih hebat dari orang lain sehingga harus menguasai dan merendahkan orang lain dalam talentanya masing-masing. Cukup baginya melaksanakan tugas utama sebagai pemberita injil. Orang yang melaksanakan baptisan dan tugas lainnya tidak kalah hebatnya. Oleh sebab itu jangan menganggap orang lain rendah sehingga tidak memberi kesempatan kepada orang lain dalam pelayanan.

5.JENIS: SOLIDARITAS MEKANIK , ORGANIK DAN SOLIDARITAS KRISTUS. 2 jenis solidaritas dikembangkan Emil Durkheim (Sosiolog,1858). Solidaritas mekanik muncul karena kesadaran tapi rentan pada monopoli dan tekanan (pada masyarakat primitive/homogen), sedangkan solidaritas organik karena kepentingan bersama, tapi rentan bukan pada hubungan tapi kepentingan (pada masyarakat modern/heterogen). Paulus bicara tentang “demi Yesus Kristus” inilah solidaritas Kristus yang tidak parsial, tidak pengkultusan, tidak monopoli dan tidak karena kepentingan pribadi tapi demi keselamatan orang yang dilayani.

Mari kita wujudkan Solidaritas dalam pelayanan. Jangan karena soal dukung mendukung terjadi perpecahan dalam jemaat. Mari halau semua tantangan penghambat solidaritas dan mari wujudkan solidaritas Yesus Kristus agar perpecahan terhindar dari pelayanan kita dan supaya gereja kita, tidak Damai tapi Gersang melainkan Damai penuh dengan sukacita sebagai gereja yang sehat.

Selamat melayani dengan Solidaritas Kristus. Soli Deo Gloria.(270222).
Salam kasih: Pdt.Dr.A.D.Sompe,MPdK.

Suparji Ahmad Direktur SA Mendukung Penyelesaian Kasus Nurhayati Secara Hukum Yang Berlaku.

POSTKOTA.CO.ID – Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad mendukung penyelesaian kasus Nurhayati secara hukum yang berlaku. Nurhayati ditetapkan tersangka usai melaporkan kepala Desanya yang melakukan korupsi.

Mekanisme hukum yang dimaksud Suparji adalah apabila berkas sudah P-21, maka yang harus mengentikan kasus adalah Kejaksaan. Bukan dari kepolisian melalui SP3.

“Apabila berkas udah P-21 maka artinya berkas telah dinyatakan lengkap secara formal dan materiil untuk disidangkan. Dan kewajiban penyidik sesuai hukum acara pidana adalah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum bukan malah menghentikan penyidikan,” kata Suparji dalam keterangan persnya.

Ia menegaskan bahwa SP3 diterbitkan sebelum berkas dinyatakan lengkap secara formal maupun materiil. Artinya yang mempunyai kewenangan untuk menghentikan kasus Nurhayati adalah kejaksaan.

“Apabila ada kepentingan umum maka Jaksa Agung lah yang berwenang mengesampingkan perkara berdasarkan asas oportunitas dan dominis litis Jaksa. Maka, penyidik agar menghargai lembaga prapenuntutan sebagaimaba diatur KUHAP,” paparnya.

“Seperti kasus-kasus sebelumnya, ada pencurian motor untuk memenuhi biaya hidup misalnya. Itu yang mengesampingkan perkara adalah Kejaksaan,” sambung akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Lebih lanjut, pada pokoknya ia mendukung Nurhayati dilepaskan dari jerat hukum namun harus sesuai Hukum Acara Pidana yang berlaku. Maka, ia berharap ke depan Polri lebih selektif dalam menindaklanjuti perkara.

“Penyidik harus punya sensitifitas terhadap keadilan dalam menindaklanjuti perkara. Maka kasus ini harus menjadi pelajaran, karena dikhawatirkan masyarakat yang melapor kejahatan justru ditersangkakan,” pungkasnya.

Pada sisi lain, ia mengingatkan bahwa sebuah perkara pidana harus dibuka seterang-terangnya dan tidak menutupi perkara yang lebih besar dengan mengedepankan berbagai isu, misalnya isu whistleblower. Karena mungkin saja terjadi seorang wistleblower dihukum karena perannya dalam tindak pidana yg dilaporkannya begitu signifikan.

“Atau bahkan whistleblower hanya melaporkan kasus yg kecil tapi ia menutupi kasus yang lebih besar yang telah dilakukannya. Oleh karena memandang sebuah kasus pidana seharusnya komprehensif dan penuh kearifan,” pungkasnya.

CP: Direktur SA Institut Suparji Ahmad (+62 821-3463-8683)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.