PostKota News

Pelayanan BPN Minahasa Dipertanyakan, Pengurusan Peralihan Sertifikat Sudah Lebih Sebulan Tanpa Kejelasan

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Pelayanan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Minahasa kembali dipertanyakan. Pengurusan peralihan nama sertifikat tanah yang diajukan sejak 17 Juli 2026 oleh Juliana Rampengan, sebagai ahli waris mendiang suaminya, Nicolas Rori, disebut hingga kini belum mendapatkan kejelasan yang memadai.

Pihak keluarga mengaku kecewa lantaran selama lebih dari satu bulan tidak memperoleh informasi resmi terkait status berkas yang telah dimasukkan.

Kuasa hukum Juliana Rampengan, Jhon Kolang, SH, bersama Fatrawati Ibrahim, SH, menilai seharusnya pihak BPN memberikan penjelasan apabila terdapat kendala dalam proses administrasi, baik berupa pemblokiran, pencegahan maupun adanya pengaduan dari pihak lain.

“Kalau memang ada kendala, seharusnya disampaikan kepada pemohon. Apakah ada pemblokiran, pencegahan atau persoalan lainnya, sehingga kami bisa mengetahui langkah yang harus ditempuh,” ujar Jhon.

Menurutnya, pemohon justru harus berulang kali datang untuk mencari tahu perkembangan berkas. Bahkan, informasi yang diterima disebut berubah-ubah.

Ia menyinggung adanya informasi pada 10 Agustus 2026 yang menyebut apabila terdapat pemblokiran, pihak pemohon diminta memasukkan berkas untuk kemudian dilakukan kajian. Namun, pada perkembangan berikutnya, persoalan yang muncul disebut kembali berbeda.

“Ini yang menjadi tanda tanya besar. Orang sudah memasukkan berkas sejak 17 Juli, tetapi sampai satu bulan lebih tidak mendapatkan penjelasan yang jelas dan resmi,” tegasnya.Kuasa Hukum: Jika Ada Gugatan, Silakan Diuji di Pengadilan

Terkait adanya pihak lain, yakni Henny, yang disebut memiliki dokumen dan berpotensi mengajukan gugatan terhadap kepemilikan atau peralihan tanah tersebut, kuasa hukum Juliana menyatakan tidak gentar.

Menurut Jhon, gugatan merupakan hak setiap warga negara. Bahkan, pihaknya justru mempersilakan persoalan tersebut diuji melalui jalur pengadilan apabila pihak Henny merasa memiliki dasar hukum yang kuat.

“Kalau ada gugatan dari pihak lawan, silakan. Justru di pengadilan nanti akan diuji apakah dokumen yang dimiliki itu sah dan mempunyai kekuatan hukum atau tidak. Kami siap menghadapi,” katanya.

Ia mempertanyakan dasar hukum dokumen yang disebut menjadi pegangan pihak Henny. Menurutnya, dokumen tersebut berupa surat di bawah tangan dan pemberian hibah disebut hanya dilakukan oleh mendiang Nicolas Rori.

Padahal, lanjut Jhon, apabila objek tersebut merupakan harta bersama dalam perkawinan, maka berdasarkan ketentuan mengenai harta bersama, tindakan hukum atas harta tersebut semestinya memperhatikan persetujuan kedua pihak suami dan istri.

“Dalam surat itu, yang bertindak sebagai pemberi hibah adalah Bapak Nicolas Rori. Ibu Juliana hanya disebut sebagai saksi. Saksi adalah pihak yang mengetahui atau melihat suatu peristiwa, bukan pihak yang memberikan persetujuan sebagai pemilik harta bersama,” jelasnya.

Jhon menilai, apabila persoalan tersebut benar-benar dibawa ke pengadilan, pihaknya siap menguji seluruh dokumen yang dimiliki pihak Henny.

“Kalau memang merasa punya kekuatan hukum, silakan diuji di pengadilan. Kami juga siap membawa seluruh bukti yang kami miliki untuk membela kepentingan hukum Ibu Juliana Rampengan,” ujarnya.

Kakan BPN: Berkas Akan Ditindaklanjuti, Pihak Henny Dipersilakan Menggugat

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Minahasa Alfrits Opit, saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti pemberkasan yang diminta Juliana Rampengan terkait peralihan nama sertifikat sebagai ahli waris bersama mendiang Nicolas Rori.

Namun demikian, Opit juga menyatakan pihak Henny diberikan kesempatan untuk menempuh gugatan perdata apabila merasa memiliki dokumen yang cukup untuk menggugat Juliana Rampengan.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak kuasa hukum Juliana.

Pasalnya, menurut kuasa hukum, Kakan BPN Minahasa dalam keterangannya telah menyebut Juliana Rampengan sebagai pihak yang merupakan ahli waris, namun pada saat yang sama tetap memberikan ruang bagi pihak lain untuk menggugat.

Bagi kuasa hukum Juliana, kondisi tersebut dinilai janggal dan menimbulkan tanda tanya terkait lambannya proses peralihan sertifikat.

Jhon Kolang bahkan menduga terdapat unsur kesengajaan dalam keterlambatan proses peralihan nama sertifikat dari mendiang Nicolas Rori kepada Juliana Rampengan selaku istri dan ahli waris.

“Kami mempertanyakan mengapa proses ini begitu lambat. Ketika pihak BPN sendiri sudah menyebut siapa ahli warisnya, mengapa proses peralihan sertifikat masih berlarut-larut?” kata Jhon.

Ia menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan apabila pihak lain ingin menggunakan jalur hukum. Namun, menurutnya, proses administrasi pertanahan tidak semestinya dibiarkan tanpa kejelasan.

“Kalau memang ada keberatan atau gugatan, silakan tempuh jalur hukum. Tetapi pemohon juga berhak mendapatkan kepastian dan informasi yang jelas mengenai berkas yang sudah diajukan,” tegasnya.

Kini, sorotan diarahkan pada BPN Minahasa. Publik menunggu apakah proses peralihan sertifikat tersebut benar-benar akan segera ditindaklanjuti atau justru kembali berlarut-larut tanpa kepastian.

Pertanyaanya: jika berkas sudah diajukan sejak 17 Juli dan pihak BPN menyebut Juliana Rampengan sebagai ahli waris, apa sebenarnya yang membuat proses peralihan sertifikat belum juga tuntas? (73’U)

Bupati Robby Lepas Education Road Show GTK 2026, Dorong Guru Minahasa Terus Berinovasi

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui berbagai program yang melibatkan guru serta tenaga kependidikan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP saat menghadiri sekaligus melepas Minahasa Education Road Show GTK Tahun 2026 di Stadion Maesa Tondano, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun semangat bersama di kalangan guru dan tenaga kependidikan agar terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dedikasi, serta kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Minahasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, anggota DPRD Kabupaten Minahasa, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, serta para guru dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Robby menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Minahasa Education Road Show GTK 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi ajang mempererat kebersamaan, tetapi juga ruang untuk mendorong inovasi dan membangun semangat baru dalam dunia pendidikan.

Ia menegaskan, guru dan tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas dan profesionalisme para pendidik.

“Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, membangun kedisiplinan, menanamkan nilai-nilai positif, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bupati Robby juga menilai perkembangan zaman yang semakin dinamis menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi, pengembangan metode pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang inovatif menjadi hal yang perlu terus diperkuat.

Melalui Road Show GTK 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap terbangun interaksi dan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Bupati pun mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Minahasa, kata dia, akan terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang memberikan ruang bagi para guru untuk berkembang, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas generasi Minahasa di masa yang akan datang,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari kehadiran Sekda Minahasa bersama jajaran pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

Minahasa Education Road Show GTK Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan energi positif bagi para pendidik untuk terus bergerak, belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun pendidikan Minahasa yang semakin berkualitas, adaptif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa optimistis pembangunan sumber daya manusia dapat terus diperkuat dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.

Dari guru yang berdedikasi, lahir generasi yang berprestasi. Dari pendidikan yang berkualitas, tumbuh Minahasa yang semakin maju.

Martina Dondokambey: Kader Kesehatan Jadi Garda Terdepan Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey Lengkong, menegaskan pentingnya peran strategis kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut Martina, persoalan kesehatan tidak semata-mata diukur melalui angka statistik, tetapi juga menyangkut sentuhan nyata di tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan kader menjadi penting untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara efektif.

Hal tersebut disampaikan Martina saat membuka secara resmi Kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan yang digelar di Hotel Mercure, Minahasa, Kamis (27/8/2026).

Istri Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey itu mengatakan, kekuatan utama kader kesehatan terletak pada kedekatan emosional dan sosial mereka dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kader adalah pendamping dan penggerak keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari,” ujar Martina di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, kader kesehatan tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai informasi. Lebih dari itu, kader harus mampu menjadi sahabat, pendidik, sekaligus jembatan yang menghubungkan kebutuhan nyata masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

Martina menilai peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara TP PKK, pemerintah daerah, kader kesehatan, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan dan keluarga yang sehat.

Karena itu, penguatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pendampingan di lapangan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu mengoptimalkan langkah promotif dan preventif, terutama dalam mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini di lingkungan keluarga. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat direspons secara cepat, tepat, dan tepat sasaran.

Martina optimistis, melalui konsistensi dan penguatan kompetensi kader kesehatan, visi untuk mewujudkan keluarga Minahasa yang lebih sehat, tangguh, serta memiliki kualitas hidup yang semakin baik dan bermartabat dapat diwujudkan.

Pemkab Minahasa Dorong Inovasi Sains dan Teknologi melalui Program BESTARI SAINTEK 2026

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong penguatan inovasi berbasis sains dan teknologi guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI SAINTEK) Tahun 2026.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program BESTARI SAINTEK Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa, yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, peneliti, kelompok tani, pemuda, hingga masyarakat.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Manado (Unima), khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, bersama Ketua Tim Peneliti Program BESTARI SAINTEK, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., beserta seluruh tim peneliti dan para mitra yang telah memilih Minahasa sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program.

Menurut Pemerintah Kabupaten Minahasa, BESTARI SAINTEK merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem masyarakat yang mengedepankan sains, teknologi, inovasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Program BESTARI SAINTEK diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pemkab Minahasa menegaskan, hasil penelitian dan pengembangan teknologi tidak boleh hanya berhenti di lingkungan akademik. Inovasi yang dihasilkan harus dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya petani, kelompok masyarakat, pemuda, pelaku usaha, serta pemerintah desa.

Karena itu, kelompok tani dan masyarakat juga diajak untuk terbuka terhadap berbagai inovasi di bidang pertanian. Pemanfaatan teknologi dinilai penting dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas hasil pertanian, sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain inovasi pertanian, Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan keluarga.

Gerakan menanam di pekarangan, meskipun sederhana, diyakini dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Sosialisasi dan penyamaan persepsi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, kelompok tani, pemuda, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, penerapan ilmu pengetahuan yang tepat guna, teknologi yang sesuai kebutuhan, serta semangat gotong royong, Program BESTARI SAINTEK diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Minahasa yang semakin maju, mandiri, produktif, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan dan jajaran Universitas Negeri Manado, Tim Peneliti Program BESTARI SAINTEK, para mitra utama dan pendukung, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kelompok Tani Tumaar Ne Pemuda, Reportase Kawanua, para camat dan lurah, serta undangan dan peserta kegiatan lainnya.

Kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI SAINTEK) Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa kemudian secara resmi dibuka.

Pemerintah Kabupaten Minahasa mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan menghadirkan berbagai inovasi agar Program BESTARI SAINTEK tidak hanya menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sidak ke RSUD Sam Ratulangi, Bupati Robby Tegaskan Pelayanan Kesehatan Harus Cepat dan Humanis

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa mempertegas komitmennya dalam melakukan reformasi pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Hal itu ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Robby didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sidak dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah sakit, mengevaluasi fasilitas dan infrastruktur penunjang, sekaligus memastikan standar pelayanan kepada pasien berjalan secara optimal.

Bupati Robby menyisir sejumlah fasilitas rumah sakit, mulai dari sarana penunjang medis hingga ruang pelayanan pasien. Peninjauan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pelayanan di lapangan.

Keterlibatan Dinas PU dan Satpol PP juga menunjukkan adanya pendekatan lintas perangkat daerah. Aspek infrastruktur, kebersihan, keamanan, serta ketertiban lingkungan rumah sakit diharapkan dapat ditangani secara terpadu dan responsif.

Menurut Bupati Robby, fasilitas kesehatan milik pemerintah harus dibarengi dengan kualitas pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Rumah sakit pemerintah wajib memberikan pelayanan yang profesional, cepat, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Evaluasi dan pembenahan fasilitas pendukung akan terus kami lakukan secara berkala tanpa menunggu laporan di atas kertas,” tegas Bupati Robby.

Ia menambahkan, pengawasan secara langsung di lapangan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan birokrasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi pada tingkat operasional.

Pemkab Minahasa juga menaruh perhatian terhadap terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman, bersih, nyaman, dan tertata. Kondisi tersebut dinilai penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Melalui pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, Pemkab Minahasa optimistis RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano dapat terus berbenah dan bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang andal, humanis, serta berstandar tinggi bagi seluruh masyarakat Minahasa.

Sekda Minahasa Evaluasi Pengelolaan DAK KB Nonfisik dan BOKB Semester I 2026

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., mengikuti rapat evaluasi secara daring terkait analisis dan evaluasi pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB) Nonfisik serta Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) atas capaian Semester I Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Rabu (26/8/2026). Dalam rapat itu, Sekda Lynda Watania didampingi sejumlah pejabat dan jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut berfokus pada peninjauan realisasi pengelolaan DAK Subbidang KB Nonfisik dan BOKB selama paruh pertama tahun anggaran 2026. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program berjalan efektif serta mengukur capaian kinerja yang didukung melalui anggaran pemerintah pusat.

Melalui pertemuan virtual tersebut, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program di lapangan, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dapat memengaruhi pencapaian target.

Keikutsertaan Sekda Lynda D. Watania bersama jajaran perangkat daerah menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memperkuat pengawasan dan tata kelola anggaran, khususnya pada program pembangunan di bidang keluarga berencana.

Evaluasi Semester I ini menjadi bagian penting dalam mengukur tingkat capaian program sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pada semester berikutnya. Dengan demikian, berbagai hambatan operasional dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti agar target program KB dapat direalisasikan secara optimal hingga akhir Tahun Anggaran 2026.

Wabup Vanda Sarundajang Buka Fasilitasi FKUB Minahasa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., selaku Ketua Dewan Penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi FKUB Kabupaten Minahasa Tahun 2026, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarumat beragama dalam menjaga serta memelihara kerukunan di wilayah Kabupaten Minahasa.

Dalam sambutannya, Vanda Sarundajang menekankan pentingnya menjaga toleransi, kebersamaan, serta membangun komunikasi yang baik di tengah keberagaman masyarakat Minahasa.

Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan salah satu modal utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan kondusif.

Sebagai Ketua Dewan Penasihat FKUB Kabupaten Minahasa, Wabup Vanda juga mendorong seluruh pengurus FKUB, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk terus memperkuat komunikasi dan meningkatkan peran dalam merawat persatuan serta mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.

“Kerukunan harus terus kita rawat bersama. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Minahasa yang aman, damai, dan harmonis,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan fasilitasi dan koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Minahasa, FKUB, Kementerian Agama, para camat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan kehidupan umat beragama yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Kabupaten Minahasa, Kabag Kesra, Ketua FKUB Kabupaten Minahasa, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, para pengurus FKUB kecamatan se-Kabupaten Minahasa, serta para camat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.