PostKota News

Hukumtua Desa Kaleosan Ikuti Fasilitasi Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Desa Tahun 2022.

MINAHASA,- postkota.net- Hukumtua Desa Kaleosan Kecamatan Lembean Timur Jufry Guspita Sigar bersama 90 Hukumtua lainnya yang terpilih, di Kabupaten Minahasa mengikuti Fasilitasi Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Desa Tahun 2022.

Kegiatan fasilitasi dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa bertempat di Aula Pertemuan Kantor Dinas PMD Kelurahan Sasaran Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa Senin 12/12-2022.

Dalam kegiatan ini, Assisten 1 Pemerintahan dan Kesra Drs.Riviva Maringka MSi, membuka langsung kegiatan ini didampingi Kepala Dinas PMD Jeffry Tangkulung SH.MAp dan Sekertaris Dinas PMD Yulius Kalintabu SE.

Membuka kegiatan ini Drs.Riviva Maringka MSi mengatakan ,” Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Administrasi Seperti ini adalah kegiatan yang menjadi agenda rutin Pemkab Minahasa melalui Dinas PMD sebagai bentuk penguatan bagi para Hukumtua khususnya yang baru terpilih untuk menjalankan roda Pemerintahan didesa,” Kata Riviva.

Hukumtua Kaleosa. Jufry Sigar kepada postkota mengaku senang dengan adanya program ini, ” Kami sangat senang sebab kegiatan ini sebagai panduan para Hukumtua dalam melaksanakan pemerintahan didesa,” Kata Jufry.(Udin)

Saksikan Tempat Tinggal Oma Rosye, Kapolres Tommy Terharu

MINAHASA ,postkota.net- Rasa terharu  raut wajah Kapolres Minahasa, AKBP Tommy Bambang Souissa SIK saat menyerahkan bantuan Sembako Natal kepada Ibu Janda Rosye Ombong di Desa Tandengan Satu, Kecamatan Eris, Kamis (15/12/22) sore tadi.

Pasalnya, saat Kapolres Tommy menyambangi rumah Oma Rosye, untuk menyerahkan bantuan. Dirinya tercengang ketika melihat kondisi tempat tinggal yang sangat tidak layak untuk ditempati.

Bahkan, untuk tempat tidur saja, hanya beralaskan karung dan atapnya ditutupi terpal dengan ukuran satu kali dua saja. Bukan cuma itu, tempat untuk memasak saja tidak tertutup atap sama sekali.

Parahnya lagi, tempat tinggal Oma Rosye tersebut, berbatasan langsung dengan dinding pekuburan. Bahkan, jauh dikatakan layak untuk dijadikan tempat berlindung dari hujan dan panas.

“Saya sangat sedih melihat kondisi tempat tinggal Oma Rosye ini,” kata Kapolres Tommy, usai penyerahan Sembako.

Kapolres membeberkan bahwa baru kali ini dirinya melihat warga Minahasa yang mempunyai tempat tinggal sangat tidak layak untuk ditempati.

“Harusnya ada perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan, kalau perluh setiap ada bantuan, Oma Rosye harus menjadi prioritas,” sebutnya.

Ia pun berjanji akan menyampaikan kondisi tempat tinggal Oma Rosye kepada pemerintah daerah, sehingga bisa memperoleh bantuan rumah layak huni.

“Akan saya sampaikan kepada bupati apa yang saya lihat ini. Dan semoga Oma Rosye cepat mendapat tempat tinggal yang layak,” janji Kapolres Tommy.

Sementara, Oma Rosye mengaku kalau dirinya hanya tinggal sendiri saja. Sedangakan kerabatnya tinggal di luar daerah. Bahkan, untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan bantuan dan uluran tangan dari tetangga.

“Tanah ini cuma dipinjamkan oleh orang. Dan saya dirikan tempat tinggal ini apa adanya, yang penting ada tempat tidur,” katanya.

Soal bantuan. Oma Rosye mengaku hanya sesekali menerima bantuan dari pemerintah desa. “Dulu pernah dapat bantuan beras, dan itu hanya satu kali. Tapi sekarang belum ada bantuan lagi,” ungkapnya.

Terpantau, usai menerima bantuan Sembako, Oma Rosye langsung mendoakan Kapolres Minahasa dan jajaran, agar selalu diberkati oleh Tuhan.

Diketahui, Kapolres AKBP Tommy Bambang Souissa SIK didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Minahasa Ny Melda Tommy Souissa bersama Waka Polres Kompol Yindar Sapangallo SSos, PJU, pengurus Bhayangkari dan jajaran penyerahan Sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Eris dan Kakas secara maraton pagi hingga malam hari, Kamis tadi. (Udin)

Kasdam Xlll/MDK Dampingi Jenderal Purn. DR.H Moeldoko Beri Kuliah Umum di Unima

MINAHASA-postkota.net-Disambut Rektor Unima Prof.Dr.Deitje A.Katuuk,M.Pd dan Kasdam Xlll/Mdk Brigjen.TNI Mochamad Lutfie Beta, mewakil Danlantamal Kol.Laut (KH) F.V Jakobus serta Danlanud Samratulangi Manado Marsma TNI M.Satriyo Utomo SH,Kepala Staf Kepresidenan RI  Jenderal TNI Purn.DR.H.Moeldoko SIP, M.Si, jadi pemateri memberikan Kuliah Umum di Universitas Negeri Manado.

Bertempat digedung Auditorium Unima Kelurahan Maesa Unima kompleks Kantor Pusat, Mantan Panglima TNI ini tiba  pada pukul 10.00 wita bersama rombongan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Steven O.Kandouw SE langsung menuju tempat kegiatan.

Terpantau crew postkota.net didepan halaman Auditorium Unima, Kasdim 1302/Minahasa, Mayor.Inf Vino Satrio Onibala S.Pt  yang didampingi Pasi Intel Kodim/1302 Kapten.Inf Donny Lumenta yang juga menjabat sebagai Danramil 1302-01/tdo  memimpin Prajurit Kodim1302/ Minahasa dalam pengawalan.

Dalam materi Kuliah umum, Jenderal Moeldoko mengajak adik-adik Mahasiswa lebih memperkuat wawasan kebangsaan serta aspek idiologi pancasila untuk penguatan karakter Kepemimpinan Mahasiswa.

,” Meningkatkan Potensi mata kuliah dengan memperkuat Wawasan kebangsaan serta aspek ideologi Pancasila untuk penguatan Karakter Kepemimpinan Mahasiswa,” Kata Moeldoko.

Tampak dalam kegiatan ini, juga hadir Para Asisten Rektor, Para Guru Besar Unversitas Negeri Manado,   Asisten 3 Pembangunan Pemkab Minahasa, Ir.Weny Talumewo, Waka Polres Kompol Yindar.T.Sapangallo S.Sos, Kasat Intelkam AKP.Desatam Dumat SH, serta Prajurit TNI dan Personil Anggota Kepolisian Polres Minahasa.(Udin)

Ormas Adat Minahasa Apresiasi Kapolda Sulut , Pada Prosesi asesmen ke 34 WNI di Kamboja

MANADO, postkota.net-  Sebanyak 34 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di negara Kamboja, menjalani asesmen di markas kepolisian setempat.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, kegiatan asesmen dilakukan oleh Interpol Indonesia (Divhubinter Polri), Polda Sulut dan KBRI di Kamboja.

“Kegiatan asesmen dilakukan oleh Ses NCB Interpol Indonesia (Divhubinter Polri) Brigjen Pol Amur Chandra, Atase Kepolisian di Thailand Kombes Pol Endon Nurcahyo, Atase Pertahanan di Kamboja Kolonel CPM Mochamad Rizal, Staf KBRI di Kamboja, dan Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan serta anggota,” katanya, Kamis (15/12/2022) siang, di Mapolda Sulut.

Saat ini sedang dilakukan asesmen oleh pihak kepolisian Kamboja terhadap 34 WNI, di markas kepolisian Kamboja yang berada di Phnom Penh.

“Setelah asesmen oleh pihak kepolisian Kamboja, mereka akan dibawa ke KBRI di Kamboja, dan selanjutnya akan difasilitasi hingga kembali ke Indonesia. Saat ini Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan juga sedang melakukan asesmen, untuk mengetahui bagaimana proses mereka (ke 34 WNI) sampai di Kamboja dan kegiatan mereka selama di Kamboja,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, beberapa waktu yang lalu Divhubinter Polri beserta Dir Reskrimum Polda Sulut dan anggota telah dikirimkan ke Kamboja untuk mengetahui riwayat perjalanan WNI berkaitan informasi adanya 34 WNI yang saat ini berada di markas kepolisian Kamboja.

“Kronologisnya sehingga mereka berada di markas kepolisian Kamboja yaitu, pada awalnya para WNI ini direkrut oleh satu orang warga negara Malaysia dan diiming-imingi atau dijanjikan akan dipekerjakan dengan gaji tinggi. Namun setelah bekerja selama beberapa bulan, ternyata mereka mendapat gaji yang tidak sesuai dengan iming-iming atau tawaran pada saat mereka akan dipekerjakan,” ujarnya, di depan sejumlah awak media.

Karena tidak sesuai dengan gaji yang dijanjikan oleh perekrut, mereka kemudian meminta untuk berhenti bekerja dari pihak pengelola namun tidak diperkenankan. Kemudian mereka hanya ditempatkan di ruangan atau rumah milik pengelola.

“Kemungkinan besar mereka tidak diizinkan (untuk berhenti bekerja) karena biaya yang cukup besar pada saat mendatangkan beberapa WNI ini. Kemudian mereka berusaha untuk menghubungi pihak KBRI di Kamboja, sehingga pihak KBRI berkoordinasi dengan pihak kepolisian Kamboja yang ada di Phnom Penh,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Selanjutnya, pihak KBRI di Kamboja bersama kepolisian Kamboja, Atase Kepolisian di Thailand, dan Atase Pertahanan di Kamboja membebaskan mereka dari tempat bekerja yaitu di Poipet, Kamboja, yang berjarak sekitar 7-8 jam dari Phnom Penh (ibu Kota Kamboja).

“Setelah dikeluarkan dari Poipet, mereka dibawa ke markas kepolisian Kamboja di Phnom Penh. Dan saat ini kondisi ke 34 WNI tersebut dalam keadaan baik dan sehat,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menepis isu terkait adanya penganiayaan secara fisik terhadap para WNI tersebut.

“Berdasarkan hasil sementara yang kita dapatkan dari Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan bahwa, menurut keterangan beberapa WNI, mereka tidak mendapatkan penganiayaan secara fisik. Namun menurut mereka memang terjadi intimidasi ataupun ditakut-takuti akan dilakukan kekerasan atau lain sebagainya namun tidak mendapatkan penganiayaan secara fisik,” jelasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, para WNI tersebut dipekerjakan di Poipet, sebagai scammer.

“Scammer dalam arti, mereka bekerja untuk melakukan penipuan secara online kepada WNI lainnya, yang ada di Indonesia tentunya. Nah, ini pekerjaan mereka, sehingga mungkin ini juga menjadi ralat kami. Dimana sebelumnya kami sudah menyampaikan bahwa, mereka dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga ataupun di tempat hiburan. Namun sebenarnya mereka dipekerjakan sebagai scammer atau melakukan penipuan secara online,” terangnya.

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast sesuai informasi awal, diduga para WNI tersebut masuk ke Kamboja dengan berbagai fasilitas dan berbagai cara.

“Ada mungkin yang dengan jalur legal, namun banyak juga yang ilegal seolah-olah wisatawan atau turis. Yang jelas mereka masuk ke Kamboja untuk bekerja sebagai scammer dan awalnya mereka tertarik karena diiming-imingi atau dijanjikan dengan gaji yang cukup tinggi,” katanya.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, 34 WNI tersebut seluruhnya bukan warga Sulut.

“Info sementara dari hasil pemeriksaan, 34 WNI tersebut terdiri dari 33 warga Sulut dan 1 warga Palembang. Dan menurut mereka, masih banyak WNI khususnya dari Sulut yang masih berada di Poipet. Saat ini WNI tersebut belum berada di Phnom Penh, baik di markas kepolisian Kamboja maupun di KBRI Kamboja,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ormas Adat Laskar Manguni Indonesia (LMI) Melalui Ketua DPD  Kabupaten Minahasa Noldi Lila memberikan Apresiasi langkah yang di tempuh Kapolda Sulut Irjen.Pol Setyo Budiyanto,  pada Asesmen ke 33 Warga Tanah Toar Lumimuut yang menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang.

,” Selaku warga Sulawesi Utara Kami LMI mendukung sepenuhnya serta memberikan Apresiasi kepada Bapak Kapolda yang telah memberi Atensi serius pada penanganan TPPO terhadap 33 Warga Tanah Toar Lumimuut di Negara Kamboja,” Kata Noldi.

Dihubungi via cellulernya di 08524031… Noldi lila juga berharap agar Pemerintah Daerah Sulawesi Utara lebih memberi pengawasan yang extra ketat terhadap Perusahaan Pengelola jasa Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Sulut agar hal demikian tidak terulang lagi. (Udin)

Dinas PMD Minahasa Gelar Workshop Sipades Bagi Operator Desa

MINAHASA- postkota.net- Diikuti  peserta dari semua Desa yang ada di Kabupaten Minahasa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Melaksanakan Workshop Sipades bagi Operator Desa Rabu 14/12-2022.

Bertempat di Hotel Yama Resort Kelurahan Tataaran Patar Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa, Kegiatan dibuka Sekertariat Daerah (Sekda) Frets Muntu S.Sos pada pukul 10.00 wita.

Membuka Kegiatan ini, Sekda Frets Muntu yang didampingi Kepala Dinas PMD Jefry Tangkulung SH.MAP mengatakan,” Atas Nama Bupati Dr.Ir.Royke O.Roring MSi,IPU Asean Eng dan Wakil Bupati DR (HC) Robby Dondokambey SSi, Kegiatan Workshop Sipades Bagi Operator Desa saya buka dengan resmi,” Kata Sekda.

Dalam kegiatan ini, Kadis PMD Jefry Tangkulung SH.MAP menjadi narasumber bersama tim Dinas PMD Propinsi Sulawesi Utara dan T.A.P3MD Kabupaten Minahasa yang terbagi menjadi tiga kategori diantaranya adalah, Kategori Aplikasi Sia Bumdes,  Penataan Aset Desa dan Profile Desa.(Udin)

Asesor Fredrich Kuen Serahkan Sertifikat Kompoten Wartawan Utama ke Puluhan Jurnalis

MAKASAR – postkota.net-   Asesor Pers, Fredrich Kuen, M.Si atas nama LSP Pers Indonesia menyerahkan puluhan sertifikat Wartawan Utama, Wartawan Madya dan Wartawan Muda Reporter berlisensi BNSP kepada peserta Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) yang dinyatakan kompeten.

Sebanyak 10 orang Pimpinan Redaksi serta beberapa orang Redaktur dan Wartawan menjadi penerima sertifikat kompeten, sekaligus menjadi pemegang sertifikat berlisensi BNSP yang pertama di bidang pers untuk kawasan timur Indonesia, yang diserahkan di Kantor TUK (Tempat Uji Kompetensi) YPMPK (Yayasan Pers Multimedia Phinisi Kuensyam) jalan Metro Tanjung Bunga Ruko Mall GTC Blok GA.9 No.7 Makassar, Senin (12/12/2022).

Fredrich mengingatkan bahwa Sertifikat Kompetensi bukan hanya salah satu penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja seorang wartawan, melainkan juga tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan kerja jurnalistik tanpa kesalahan (zero error).

Menurut dia,” kompetensi yang menjadi syarat kerja wartawan, idealnya dibarengi dengan reward (penghargaan) yang memadai baik oleh perusahaan media maupun negara,” Kata Fredrich

Sebab menjadi wartawan kompeten itu tidak mudah dan tidak instan, harus dibarengi kerja keras terlatih maupun otodidak.

,” Terlatih bila wartawan sambil kerja juga ikut pelatihan yang diselenggarakan perusahaan pers, organisasi pers atau perusahaan pers membiayai untuk mengikuti pelatihan jurnalistik pada lembaga pelatihan profesional agar memperoleh sumber daya manusia wartawan berkualitas sesuai yang diinginkan,” Katanya.

Sedangkan wartawan kompeten yang melalui jalur proses otodidak yakni “learning by doing” (belajar sambil menjalani rutinitas kerja). Ini memiliki resiko salah lebih besar karena belajar dari pengalaman (trial and error) dibanding bila belajar dari pengalaman orang atau mengikuti pelatihan.

,” Ada anekdot, wartawan profesional yang menjalankan tugas jurnalistik secara benar, bisa salah bila berhadapan dengan “kekuasaan” yang power full. Artinya, kerja benar saja bisa salah, sehingga wartawan harus membentengi diri dengan paham aturan kerja, menguasai standar operasional, memahami secara benar landasan kerja yang terurai pada Undang undang No.40 tahun 1999 tentang Pers serta melaksanakan dengan disiplin tinggi Kode Etik Jurnalistik,” Ungkapnya.

Dia juga mengatakan,” berdasarkan keadaan itu, tidak mudah menjadi wartawan kompeten, profesional dan independen, sehingga menjadi wajar dan ideal wartawan kompeten memperoleh reward,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, menjadi wartawan kompeten tidak mudah, mahal dan sulit mendapat kesempatan ikut uji kompetensi, sekalipun secara independen, maka banyak kalangan berharap kompetensi bagi wartawan bukan hanya syarat kerja profesional dan hasil kesepakatan organisasi pers, namun harus disertai reward.

Untuk media main stream (media arus utama) yang mapan secara finansial sudah banyak yang memberi reward kepada wartawannya seperti untuk jabatan tertentu hanya wartawan dengan kompetensi level tertentu yang bisa menduduki.

,” Media lainpun, yang sedang tumbuh dan berkembang, juga idealnya memberi penghargaan atas capaian Kompeten bagi pemegang sertifikat kompeten tersebut dengan jenjang karir yang jelas, ” Tutup Fredrich.(Udin)

Kepala TUK SWI Serahkan Langsung Sertivikat Kompetensi Wartawan di Surabaya

Surabaya – Pemimpin Redaksi Media Radar Indonesia, Yadi, dan wartawan Radar Indonesia, Imam Wahyudi, beserta Staf Administrasi TUK SWI (Tempat Uji Kompetensi Sindikat Wartawan Indonesia) sekaligus administrasi Wakomindo (Wartawan Kompetensi Indonesia) dan juga wartawan media Sindikat Post, Mahanani Dewi Mayangsari menerima sertifikat kompetensi wartawan yang diterbitkan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) melalui LSP Pers Indonesia. Selasa (13/12/2022).

Penyerahan Sertifikat Kompetensi Wartawan kepada Yadi, Imam Wahyudi dan Maya panggilan akrab dari Mahanani Dewi Mayangsari dilakukan kepala TUK SWI, Dedik Sugianto, di kantor TUK SWI jalan Kedung Anyar 7/50 Surabaya,

“Rasa bangga, mendapatkan sertifikat kompetensi wartawan, karena ini yang saya dambakan sebagai wartawan yang kompetensinya diakui oleh negara,” ujar Maya.

Dedik sebagai Kepala TUK SWI, merasa senang karena staf admin dan juga sebagai salah satu wartawannya di Media Sindikat Post, telah mendapatkan sertifikat kompetensi wartawan.

“Hari ini penyerahan sertifikat kompetensi ke Maya, pak Yadi dan pak Imam. Mereka menerima sertifikat kompetensi setelah mengikuti sertifikasi kompetensi wartawan (SKW) beberapa waktu lalu dan dinyatakan kompeten,” ujar Dedik.

“Akan ada lagi 31 sertifikat kompetensi yang akan diserahkan kepada wartawan yang telah dinyatakan kompeten pada saat mengikuti SKW beberapa waktu lalu,” terang Dedik.

Dedik yang juga asesor LSP Pers Indonesia berlisensi BNSP juga menerangkan bahwa di Jawa Timur sudah ada puluhan wartawan yang mengikuti SKW sejak digelar SKW di TUK SWI.

“Pasca LSP Pers Indonesia mendapatkan Lisensi dari BNSP untuk menyelenggarakan SKW, pelaksanaan SKW perdana di Indonesia digelar di TUK SWI pada 30 Mei 2022. Dan hingga saat ini penyelenggaraan SKW khusus di Jawa Timur, sudah diikuti kurang lebih 100 wartawan, dengan 3 skema, yakni wartawan muda reporter, madya, dan utama,” terang Dedik Sugianto.

Di tahun 2023, TUK SWI mempunyai target 500 wartawan yang akan mengikuti SKW di Jawa Timur. “Tentunya jumlah wartawan yang mengikuti SKW tahun 2023, harus lebih banyak dari tahun ini. Kita berusaha akan memenuhi target yang sudah dicanangkan, dan Insya Allah akan berhasil, karena saya lihat banyak sekali wartawan yang berkeinginan mengikuti SKW,” terang Dedik. (red)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.