Polisi Amankan Terduga Pelaku Penikaman  di Desa Tountimomor Kakas Barat

MANADO,- postkota.co.id- Humas Polda Sulut – Polisi Amankan seorang pria berinisial FK (40) yang telah melakukan penikaman di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat (12/6/2022) sekitar pukul 20.30 Wita, yang menyebabkan Gabriel Lontaan ( 20), warga setempat meninggal dunia.

Dihubungi terpisah pada Selasa (14/6/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

“Terduga pelaku si amankan setelah berada di rumah salah satu warga di sekitar Kecamatan Kakas Barat, beberapa saat kejadian,” ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast menguraikan kronologis kejadian penganiayaan.

“Awalnya korban bertengkar dengan adiknya kemudian dilerai oleh beberapa temannya. Beberapa saat kemudian korban pergi ke sebuah acara baptisan,” terangnya.

Saat korban tiba di lokasi acara, telah terjadi keributan dan tak berapa lama kemudian korban mengalami penikaman yang dilakukan oleh terduga pelaku.

“Korban mengalami sebuah tikaman di betis kiri hingga menyebabkan pendarahan. Penikaman terjadi karena salah paham akibat mabuk antara korban dan terduga pelaku,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Usai melakukan penikaman terhadap korban, terduga pelaku pergi meninggalkan TKP.

“Usai menikam korban, terduga pelaku langsung kabur dari TKP dan bersembunyi di rumah salah satu warga di Kecamatan Kakas hingga akhirnya berhasil diamankan polisi,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu korban yang mengalami luka serius, langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekannya.

“Korban mendapat luka tikam di betis kaki kiri dan dibawa ke RS Budi Setia Langowan untuk mendapat perawatan, namun nyawa korban tak bisa tertolong lagi,” pungkasnya.

Saat ini terduga pelaku sudah berada di Mako Polres Minahasa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(Udin)

Kapolda Sulut Tinjau Langsung ke Lokasi Kebakaran Rumah di Sario

Kapolda Sulut Tinjau Langsung ke Lokasi Kebakaran Rumah di Sario

MANADO,-postkota.co.id- Humas Polda Sulut – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno turun langsung meninjau lokasi kebakaran rumah warga di Sario, Manado, Rabu (15/6/2022) sore.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Pak Kapolda begitu mendapat informasi, langsung meninjau lokasi kejadian yang berada tepat di belakang kantor Ditlantas Polda Sulut,” ujarnya, yang turut mendampingi Kapolda.

Kapolda lalu mengarahkan untuk menambah armada pemadam kebakaran.

“Mengingat saat itu api cepat membesar, Pak Kapolda kemudian mengarahkan untuk menambah jumlah mobil pemadam kebakaran dan memerintahkan para personel yang masih di kantor untuk turut membantu memadamkan api,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Selain itu, Kapolda pun memerintahkan personel lainnya untuk mengevakuasi sejumlah kendaraan dinas Ditlantas ke tempat yang lebih aman.

“Evakuasi kendaraan dinas dilakukan untuk mengantisipasi merambatnya api ke area kantor Ditlantas Polda Sulut karena letaknya berdekatan dengan lokasi kebakaran,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Dalam upaya memadamkan si jago merah sore itu, Polda Sulut turut mengerahkan mobil AWC (Armoured Water Cannon) milik Ditsamapta.

“Jadi tidak hanya menurunkan personel, Polda Sulut juga mengerahkan mobil AWC untuk membantu memadamkan api,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Hingga beberapa saat usai kejadian, proses pemadaman masih dilakukan petugas pemadam kebakaran bersama personel Polda Sulut dan juga warga sekitar.

“Kejadian ini dalam penanganan lebih lanjut. Untuk penyebab kebakaran maupun kronologi kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.(Udin)

RSD ODSK Gelar Sosialisasi Pelayanan Paliatif

SULUT-postkota.co.id- Dorong kualitas pelayanan prima terhadap Maayarakat, Rumah Sakit Daerah ODSK menggelar sosialisasi Pelayanan Paliatif melalui talk show, Sabtu (21/5/2022)

Bertempat diruang Aula Rumah Sakit, Sosialisasi ini terlaksana atas Ide brilian dari Direktur Rumah Sakit daerah (RS) ODSK dokter Enriko Rawung MARS, Demi terlaksananya kemajuan pada pelayanan di rumah sakit ini.

Dokter Enriko Rawung MARS kepada media ini mengatakan, Pelayanan Paliatif adalah pelayanan perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu, mengurangi nyeri dengan memperhatikan aspek psikologis dan spiritual.

,” Pelayanan Paliatif adalah pelayanan perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu,,” Kata Enriko.

Diapun menambahkan, “Pelayanan ini juga menyediakan sistem pendukung untuk membantu keluarga korban menghadapi kematian dari anggota keluarga yang dicintai sampai pada proses perkabungan. dimulai dari penyakit terdiagnosis,” Ujarnya.

Menurutnya, “Pelayanan paliatif adalah perawatan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh, dengan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial-medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan,” Jelas Enriko

Lanjutnya,” lnovasi seperti yang akan diterapkan di RS ODSK dan menjadi RS ini sebagai yang pertama menjadi Penang ke ll, sehingga tidak semua orang harus melakukan pengobatan keluar negeri, lde gagasan ini sangat bagus bakal diterapkan di RS ODSK sehingga hal ini akan memberikan kenyaman bagi pasien yang akan melakukan pengobatan di rumah sakit daerah ODSK.,” Tutupnya.

Hadir sekaligus menjadi pembica pada talk show adalah.Prof.DR. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASM, FACP, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Dr. Siti Anissa Nuhonni, Sp.KFR(K), Bidang Pelayanan Sosial YKI, Dr. Gatot NA Winarno , Sp.OG ( K)-Onk., M.Kes, DMAS, Staf pengajar di RS Hasan Sadikin dan Kepala Dinas Kesehatan daerah dokter Debby Kalalo MARS serta Direktur RS ODSK dokter Enriko Rawung MARS.Pada kesempatan ini juga mennyerahkan buku dari dr. Nuhoni.(Udin)

RSUD ODSK Resmi ” Khusus Kesehatan OTAK “,Bagi Penderita Yang Baru 15 menit Mengalami Strok Bisa Sembuh.

POSTKOTA.CO.ID Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.SE Resmikann sekaligus Grand Opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK yang berlokasi di Jalan Bethesda, Kota Manado  ,Sabtu (23/4/2022).

Peresmian dan Grand Opening RSUD ODSK di awali Doa oleh Ketua Sinode GMIM DR. Pdt.Hein Arina.STh.MTh, selanjutnya ditandai penandatangan prasasti, dan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sulut ,di dampingi Ketua DPRD Sulut Dr. Fransiscus Andi Silangen,SpB.KBD dan Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo bersama Direktur RSUD ODSK dr Enrico Rawung , Menjadi tanda RSUD ODSK Resmi Beroperasi .


Dalam penyampaiannya Gubernur Olly Dondokambey mengatakan :  Pembangunan RSUD sebagai wujud komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam hal ini memberikan pelayanan kesehatan.
“Persyaratan administrasi sudah beres, kerja sama dengan BPJS tuntas, hari ini diresmikan. Kita bersyukur peresmian ini bisa berjalan dengan baik,”tutur Gubernur
Gubernur mengajak seluruh tenaga kesehatan,dokter-dokter yang ada di Sulawesi Utara bersama-sama mengembangkan RSUD ODSK.

“Mari sama-sama kita kembangkan rumah sakit ini. Bukan mau bersaing dengan rumah sakit yang lain, tapi kita melengkapi apa yang menjadi tugas tanggung jawab pemerintah di tengah-tengah masyarakat,”
Kesehatan itu merupakan pelayanan dasar, sehingga harus ditingkatkan supaya masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah.

“Kiranya pelayanan rumah sakit umum daerah dapat terus kita tingkatkan dan kualitas dapat kita jaga.
Gubernur mengatakan Begitu juga eksistensi rumah sakit yang merupakan presentasi pengembangan sumber daya kesehatan masyarakat dan memiliki fungsi yang sentral dalam konteks pembangunan berkelanjutan,”
RSUD ODSK akan tingkatkan dengan nantinya dibangun khusus pelayanan ibu dan anak, sehingga bisa langsung dimanfaatkan .

“Melayani dari ibu hamil sampai dengan pada saat anak itu tumbuh. Makanya kita akan bangun unit khusus, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa terealisasi.

Sehingga nantinya tahun depan sudah bisa dimanfaatkan, hingga pelayanan-pelayanan buat generasi-generasi mendatang kita,” ungkap Gubernur Olly Dondokambey.

Pemerintah berupaya menciptakan Sumber Daya Manusia yang betul-betul memiliki potensi, Mulai dari kandungan dengan memberikan asupan gizi dan vitamin yang tepat, hingga pada saat anak-anak lahir, sudah tidak ada lagi cerita stunting di Sulawesi Utara.

Gubernur menuturkan”bahwa Ini bukan hanya pusat pelayanan ibu hamil, tapi juga pusat edukasi buat seluruh masyarakat,”
Dengan telah dilakukan Penandatanganan kerjasama BPJS tahun 2021 maka tanggal 1 April 2022 telah dibuka pelayanan pasien BPJS dan non BPJS untuk rawat inap.

RSUD ODSK yang berklasifikasi tipe B ini telah melaksanakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang lengkap serta telah dilaunching di digitalisasi RSUD pada tanggal 20 April 2022.

Direktur ODSK Dr Enrico Rawung.MARS

Sementara Direktur RSUD ODSK Dr Enrico Rawung.MARS, mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Kegiatan ini sesuai standar dan sesuai Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, dan itu sudah diatur.,” sesuai arahan pimpinan yakni pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wagub Steven Kandou, kita akan memberikan pelayanan yang terbaik sesuai tupoksi yang ada,” ungkap Direktur Enrico

Lantjut Direktur ,Nantinya ke depan pihak rumah sakit akan memenuhi semua perlengkapan kesehatan untuk melayani masyarakat Sulut yang datang di RSUD ODSK, Memang skalanya masih satu lantai dan memiliki 50 tempat tidur tapi saya optimis kedepan rumah sakit umum daerah ini akan ada ketambahan tempat tidur,” ujar Mantan Ketua GM FKPPI kota Manado dan Mantan Kepala Rumah Sakit Noogan.

RSUD akan menangani Masalah Kesehatan Otak ,dimana penderita yang baru 15 menit mengalami strok ,pasein tersebut sudah berada di RSUD ODSK sehingga ini bisa di tangani secepatnya dan bisa sembuh.

Jadi RSUD ODSK salah aatu yang menjadi keinginan Gubernur benar benar terwujud dengan kerja sama dengan Pusat kesehatan otak nasional.

Armada Ambulance akan stand by di pusat perbelanjaan perbelanjaan .

Grand Opening RSUD ODSK turut dihadiri oleh Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat, Bupati Minsel Franky Wongkar, Walikota Tomohon dan para pejabat Pemprov Sulut, Tonaas Wangko LMI ,Sekretaris GM FKPPI SULUT Dolvi Makawena,SE bersama tamu undangan lainnya.

fegas*

Pdt.Dr. Anthonius Dan Sompe, M.Pd.K. : ” HINDARILAH DENDAM”. Refleksi dari Markus 6:14-29.

POSTKOTA.CO.ID – ORANG BENAR DIBUNUH KARENA DENDAM. Sejarah umum dan sejarah gereja telah mencatat hal ini. Bahkan masih berlangsung hingga sekarang. Orang benar sering menjadi korban dendam karena mengoreksi sesuatu (ajaran, aturan dan etika moral) yang salah. Apalagi kalau dirasakan mengusik kenyamanan dan kepentingan pihak tertentu. Demikian hal ini terjadi pada Yohanes Pembaptis yang telah menegur Herodes (raja setempat wilayah Galilea) yang telah mengambil Herodias isteri Filipus saudaranya. Mari kita berefleksi dari bagian Alkitab ini untuk menghindari dendam.

Pertama: SIAP DITEGUR. Dalam ayat 14-18 ada perkataan Yohanes: “tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu”. Tapi Herodes tidak siap ditegur bahkan ia menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya dalam penjara. Sikap seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang keras hati, merasa hebat, merasa berjasa dan merasa lebih tahu; Atau juga yang menganggap remeh ajaran, aturan dan nilai etika moral yang berlaku. Lebih berbahaya lagi jika ia memiliki otoritas (jabatan, kuasa, uang, pengetahuan), maka ia akan menggunakan orang lain untuk menyingkirkan orang yang menyampaikan kebenaran. Oleh sebab itu supaya kita terhindar dari dendam, kita harus siap ditegur.

Kedua: DENDAM MERENDA IKHTIAR MEMBUNUH (ayt 19). Dendam yang dibiarkan akan berubah menjadi niat untuk membunuh orang lain. Apakah karakternya, jabatannya, nama baiknya ataupun masa depannya. Tak heran ada orang yang suka menjatuhkan, suka merusak nama baik orang, suka menghalangi masa depan orang lain. Ternyata ujung-ujungnya adalah karena pernah ditegur atas sebuah kesalahan.

Ketiga: DENDAM MERUSAK HATI NURANI (ayt 20). Hati Herodes terombang-ambing, sekalipun ia senang juga mendengarkan Yohanes yang ia segani dan ketahui sebagai orang benar dan suci, sehingga ia melindunginya. Demikianlah dendam akan merusak hati nurani yang murni. Sekalipun kita mengetahui kebenaran, tapi kita tetap mendendam, maka hati nurani kita, tidak akan merasakan ketenangan. Oleh sebab itu supaya kita tenang, tidak terombang ambing, lepaskan pengampunan dan belalah orang benar. Dengan demikian hati nurani kita, tidak akan terus menerus mengalami kerusakan tapi pembaharuan. Sehingga ungkapan kita di hadapan Allah dan manusia “ya saya mengaku, bersedia dan berjanji dengan segenap hati”, menemukan penghayatannya yang terhormat.

Keempat: PENDENDAM SELALU MENCARI WAKTU PELAMPIASAN DENDAMNYA (ayt 21). Dikatakan bahwa Herodias isteri raja, menyimpan dendamnya untuk dilampiaskan. Pada akhirnya tiba kesempatan baginya, yakni di hari ulang tahun Herodes yang menjamu pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Alkitab mengungkapkan bahwa isteri seorang pejabatpun, yang seharusnya menjadi contoh dalam pelayanan, dapat menggunakan fasilitas jabatan suami, seperti pertemuan-pertemuan tertentu, untuk menyingkirkan orang yang tidak mereka sukai sebagai pelampiasan dendam. Oleh sebab itu berhati-hatilah, jabatan pelayanan, kapan saja dan di mana saja, dapat menjadi fasilitas/alat anggota keluarga kita, sebagai sarana penyaluran dendam menyingkirkan orang lain.

Kelima: KEBAIKAN DAN KEPOLOSAN HATI BISA DIPERALAT PENDEMDAM (ayt 22-25). Ketika dengan kepolosan hati anak gadis menari menuruti perintah ibunya dan ketika Herodes berbaik hati bersumpah memberikan apa saja yang diminta anak gadis Herodias itu karena telah tampil menari menyenangkan hatinya dan tamu-tamunya, maka kepolosan dan kebaikan hati mereka justeru diperalat/ dimanfaatkan oleh Herodias untuk menyalurkan kepentingan pribadinya. Demikian yang terjadi dalam pelayanan, kepolosan dan kebaikan hati kita dapat diperalat dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk untuk menyalurkan rasa dendam kepada orang lain. Oleh sebab itu, jaga kepolosan dan kebaikan hati kita supaya tidak diperalat/ dimanfaatkan orang lain.

Keenam: TAKUT KEHILANGAN JABATAN DAN POPULARITAS (Ayt 26-27). Raja yang melanggar sumpahnya, bisa kehilangan jabatan dan popularitas. Karena takut kehilangan semua itu, walau sedih, Herodes memerintahkan pembunuhan terhadap Yohanes dengan cara dipenggal. Demikianlah yang sering terjadi dalam kehidupan bersama. Karena takut kehilangan jabatan dan popularitas, orang rela menutupi sesuatu yang salah dan rela mengorbankan orang benar. Seharusnya, ia harus berani, sekalipun kehilangan jabatan, popularitas dan kekayaan, untuk membela kebenaran/ orang benar karena itu adalah panggilan imannya.

Ketujuh: DENDAM BAGAIKAN VIRUS BERJANGKIT MEMATIKAN (Ayt 28,29). Dendam Herodes dan Herodias sebagai generasi tua/orang tua berjangkit atau terinternalisasi pada anak dan orang sekitar. Seorang pengawal merasa tak bersalah, bahkan merasa hal itu sebagai tugasnya ketika memenggal dan membawa kepala Yohanes di sebuah talam kepada puteri raja. Selanjutnya gadis itu tanpa merasa terbeban memberikannya kepada ibunya. Jadi jika ada orang tua, generasi tua dan pemimpin menunjukkan sikap dendam, maka anak-anak, generasi muda dan orang sekitar akan terjangkiti dan merekapun akan mengambil bagian dalam perilaku yang sama. Oleh sebab itu, kita harus memutus mata rantai penyebaran virus dendam ini. Bagaimana caranya? Caranya hanya satu, yaitu kita semua harus “divaksin” dengan Kasih Kristus. Supaya tidak ada dendam di antara kita. Amin?

Diminggu Sengsara IV ini, mari kita hayati penderitaan Kristus. Jadilah kita orang yang suka ditegur. Jangan mendendam supaya kita tidak mengorbankan orang lain. Ingat dendam merusak hati nurani kita. Dan berhati-hatilah karena jabatan pelayanan bisa dipakai untuk menyingkirkan orang benar. Juga, jaga kepolosan dan kebaikan hati kita supaya tidak dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dan lebih terhormat lagi, jangan takut kehilangan jabatan, popularitas dan kekayaan untuk membela kebenaran/orang benar.

Jangan biarkan virus dendam ada dalam hati kita. Oleh sebab itu, jangan ijinkan hati kita dipengaruhi, dirasuki dan diintimidasi oleh apapun, dimanapun, bagaimanapun dan oleh siapapun. Sekalipun disertai iming-iming jabatan, popularitas dan kekayaan. Semua iming-iming itu, bagaikan pengawal pembawa “kepala Yohanes di atas sebuah talam” untuk menyenangkan hati pendendam.

Bersamalah menyuarakan kebenaran untuk mengoreksi apa yang salah, sekalipun harus menderita diperlakukan tidak adil, sebagaimana Yesus Kristus sekalipun harus menderita karena memihak kepada kebenaran Allah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Tuhan menyertai kita semua. Amin.

Selamat Menghayati Minggu Sengsara IV. Soli Deo Gloria.

SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN. Refleksi dari 1 Korintus 1:10-17.

POSTKOTA.CO.ID – DAMAI TAPI GERSANG. Inilah suasana yang bisa terjadi dalam persahabatan, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa jika tidak ada Solidaritas (rasa senasib, setia kawan). Dalam pelayanan tanpa Solidaritas, maka tak ada ber “Synhodos” (Yun: berjalan bersama). Yang ada adalah berjalan sendiri-sendiri berbalut kepentingan pelayanan akibatnya rentan perpecahan. Bagaimana mewujudkan Solidaritas dalam pelayanan agar tidak terjadi perpecahan? Paulus, terhadap jemaat multikultural Korintus yang sarat dengan bentuk pelayanan, ketokohan dan kepentingannya masing-masing, memberikan solusi terhadap hal ini.

1.DASAR: YESUS KRISTUS. Di ayat 10, Paulus menghimbau “aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, “demi nama Tuhan kita Yesus Kristus”. Jadi dasar terwujudkan solidaritas dalam pelayanan adalah “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Ini dimaksudkan supaya dengan menghormati nama Yesus orang akan menunjukkan sikap solidaritas agar perpecahan tidak terjadi. Jadi jika kita menghormati nama Yesus pasti mewujudkan solidaritas. Dengan demikian jangan pernah berkata mengenal , berkhotbah dan mengasihi Yesus , jika tanpa solidaritas. Ini sama halnya dengan menipu diri sendiri dan orang lain. Hal ini menegaskan bahwa dasar solidaritas kita bukan karena ikatan darah, jabatan, harta dan jasa baik seseorang, tapi karena Kristus jalan kebenaran dan hidup, yang solider hingga menebus dosa-dosa kita.

2.SOLUSI: SEIA SEKATA , ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR. Ini adalah cara bersolidaritas. Hal-hal ini diminta oleh Paulus didasarkan pada “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Seia sekata artinya sama-sama bersetuju/sepakat dalam semua hal. Berani menyesuaikan pendapat sendiri dengan pendapat orang lain; Erat bersatu adalah sikap yang tidak mempersoalkan berbagai perbedaan; Sehati sepikir berkaitan dengan sikap yang didasarkan pada hati nurani dan akal budi. Jadi sikap terhadap orang lain harus berdasar pada hati nurani dan rasio. Jadi jangan mewujudkan solidaritas hanya karena pertimbangan rasional lahiriah, untung dan rugi lalu membunuh hati nurani sebagai pusat pertimbangan baik dan jahat, salah dan benar. Oleh sebab itu jangan ijinkan apapun, bagaimanapun dan siapapun menekan kita hingga kita membunuh hati nurani kita sendiri.

3.KEPEDULIAN. Kepedulian berarti sikap memperhatikan karena kepekaan pada lingkungan adalah awal perwujudan Solidaritas. Inilah sikap keluarga Kloe sehingga melaporkan masalah perselisihan di Korintus kepada Paulus (ayt 11). Jadi kalau ada keadaan yang memprihatinkan, orang-orang baik jangan diam. Harus peka dan berbuat sesuatu. Sebagaimana kata orang bijak kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik. Hal yang sama terjadi dalam pelayanan karena banyaknya orang baik, yang bukan hanya diam tapi pragmatis. Takut kehilangan kekayaan dan jabatan sehingga bersikap diam dan ikut arus. Akibatnya pelayanan semakin mengalami perpecahan. Jadi setiap orang baik harus prihatin dan mengambil sikap untuk sebuah perubahan dalam pelayanan.

4.TANTANGAN: KULTUS INDIVIDU, EKSKLUSIFISME, MONOPOLI PELAYANAN, SUPERIORITY COMPLEX. Ini adalah factor-faktor penghambat solidaritas dalam pelayanan (ayt 12-17)
KULTUS INDIVIDU. Hal ini berarti pemujaan kepribadian atau kultus pemimpin. Masing-masing berkata aku dari golongan Paulus. Aku dari golongan Apolos (terpelajar dan fasih berhotbah) . Aku dari golongan Kefas (meragukan mandat Paulus). Aku dari golongan Kristus. Paulus mengkritik mereka “apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Bahkan kalaupun ada yang ia baptis, tidak boleh menjadi alasan pengkultusan dirinya. Jelas bahwa karena Kristus tidak terbagi-bagi, maka janganlah pesekutuan tubuh Kristus terpecah-pecah hanya karena soal siapa pemimpinnya. Oleh sebab itu sangat disayangkan kalau ada pelayan Tuhan menjagokan pemimpinnya di kolom, di jemaat dst, sementara menjatuhkan dan menjegal pelayan Tuhan lainnya. Di pihak lain ada pelayan yang memanfaatkan jasa pelayanannya untuk mengikat orang supaya patuh dan mengkultuskan dirinya.
EKSKLUSIFISME. Adalah sikap yang cenderung memisahkan diri dari orang lain. Sikap seperti ini biasanya muncul karena adanya kepentingan kelompok sehingga bersikap fanatic dan diskriminatif serta cenderung memberikan tekanan kepada pihak lain. Apalagi kalau memiliki jabatan, pengaruh dan pendukung sebagaimana kelompok Paulus, Apolos, Kefas dan lebih khusus yang mengaku kelompok Kristus yang menganggap rendah berhubungan dengan kelompok lain.

MONOPOLI PELAYANAN. Paulus bersyukur bahwa tidak ada seorangpun yang ia baptis selain Krispus dan Gayus, juga keluarga Stefanus (ayt 14-16). Ini berarti ia menghargai Apolos, Kefas dan lainnya yang membaptis. Artinya Paulus tidak memonopoli pelayanan. Demikian dalam pelayanan, solidaritas sulit terwujud karena ada pihak yang memonopoli pelayanan sehingga terkesan “one man show”. Padahal ada rekan anggota jemaat, diaken, penatua, guru agama dan pendeta serta kelompok lainnya.

SUPERIOROTY COMPLEX. Psikolog mengatakan, bahwa ini adalah sifat seseorang yang membuat ia merasa lebih hebat dari orang lain. Sering mengeluarkan klaim arogansi, memiliki opini yang tinggi terkait diri sendiri, suka menguasai dan enggan mendengarkan orang lain. Dan bukan tidak mungkin sifat ini dilakonkan untuk menutupi perilaku di masa lalu. Oleh kelompoknya, ia dipropagandakan untuk mencari keuntungan dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Kristus mengutus dia bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(ayt 17). Hal ini menunjukkan bahwa legalitas jabatannya sebagai Hamba Allah dan rasul, tidak membuatnya merasa lebih hebat dari orang lain sehingga harus menguasai dan merendahkan orang lain dalam talentanya masing-masing. Cukup baginya melaksanakan tugas utama sebagai pemberita injil. Orang yang melaksanakan baptisan dan tugas lainnya tidak kalah hebatnya. Oleh sebab itu jangan menganggap orang lain rendah sehingga tidak memberi kesempatan kepada orang lain dalam pelayanan.

5.JENIS: SOLIDARITAS MEKANIK , ORGANIK DAN SOLIDARITAS KRISTUS. 2 jenis solidaritas dikembangkan Emil Durkheim (Sosiolog,1858). Solidaritas mekanik muncul karena kesadaran tapi rentan pada monopoli dan tekanan (pada masyarakat primitive/homogen), sedangkan solidaritas organik karena kepentingan bersama, tapi rentan bukan pada hubungan tapi kepentingan (pada masyarakat modern/heterogen). Paulus bicara tentang “demi Yesus Kristus” inilah solidaritas Kristus yang tidak parsial, tidak pengkultusan, tidak monopoli dan tidak karena kepentingan pribadi tapi demi keselamatan orang yang dilayani.

Mari kita wujudkan Solidaritas dalam pelayanan. Jangan karena soal dukung mendukung terjadi perpecahan dalam jemaat. Mari halau semua tantangan penghambat solidaritas dan mari wujudkan solidaritas Yesus Kristus agar perpecahan terhindar dari pelayanan kita dan supaya gereja kita, tidak Damai tapi Gersang melainkan Damai penuh dengan sukacita sebagai gereja yang sehat.

Selamat melayani dengan Solidaritas Kristus. Soli Deo Gloria.(270222).
Salam kasih: Pdt.Dr.A.D.Sompe,MPdK.

PERHATIAN WAKETUM PP GM FKPPI IR AGOES SOERJANTO DAN KETUA PD SULUT DR.VICTOR MAILANGKAY ATAS KECELAKAAN MAUT YANG MENEWASKAN WARTAWAN SENIOR HERRY DJONY DUMAIS BERSAMA ISTRI .

POSTKOTA.CO.ID – Wakil Ketua Umum PP GM FKPPI Ir Agoes Soerjanto menunjukkan Keprihatinan atas Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara, tepatnya di depan Gereja Katholik Santo Joseph Padua Pasangan suami istri yang berboncengan tewas tragis terlindas truk tronton umat,18 Februari 2022 sekitar pukul 11 siang.

Kepedulian Waketum GM FKPPI Ir Agoes Soerjanto berupa bantuan yang di serahkan langsung Ke anak Almarhum Danny Dumais oleh Ketua PD GM FKPPI XXII yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dr.J Victor Mailangkay SH,MH di dampingi pengurus PC GM FKPPI Kota Bitung Ketua Pak Nimbrot Polontoh , Sek Kader Djumading , Wilson Tontey di saksikan Camat Girian .

Dr.Victor Mailangkay saat di wawancarai media Postkota.co.id mengatakan ; Mewakili Waketum PP GM FKPPI ,menyampaikan Turut Berduka cita atas kejadian yang sangat tragis menimpah Wartawan Senior Majalah Times Indonesia Herry Djoni Dumais bersama Istri Nurhaini Bakari .

Lantjut Victor ,Atas nama Keluarga besar GM FKPPI Sulawesi Utara dan juga sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi Mengucapkan Turut Berduka cita yang sedalam dalamnya ,kepada anak satu satunya Almarhum dan Almarhuma untuk tabah menghadapi kejadian seperti ini ,semoga Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan ketabahan pada Danny Dumais yang masih sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat semester 2.

Di Ketahui ,Kunjungan ketua PD XXII GM FKPPI Sulut Dr Victor Mailangkay ,di kamar jenasah pada pukul 16.00 dan lantjukan kunjungan kerumah duka di perum Girian Indah .
Di rencanakan Almarhum Herry Djoni Dumais bersama Istri akan di kebumikan pada hari sabtu jam 13.00 .

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.