Meriahkan HUT ke-598 Minahasa, Ormas Adat hingga Kepala OPD Tampil dalam Karnaval Seni Budaya

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa terasa dalam gelaran Karnaval Seni dan Budaya yang berlangsung meriah, Selasa (3/11/2026).

Mengambil titik start di Situs Sejarah Benteng Moraya, Tondano, karnaval tersebut dilepas langsung Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS MAP. Turut hadir dalam prosesi pelepasan jajaran Forkopimda dan Sekretaris Daerah Minahasa Dr Lynda Watania MM MSi.

Peserta kemudian bergerak menuju garis finis di Lapangan Sam Ratulangi Tondano dengan menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya Minahasa.

Karnaval ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga organisasi masyarakat adat. Semarak kegiatan semakin terasa dengan keikutsertaan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Minahasa.

Barisan OPD dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Drs Moudy Pangerapan MAP yang tampil mengenakan pakaian adat Kabasaran. Sementara itu, kepala OPD lainnya mengenakan busana putih hitam lengkap dengan ikat kepala berhias bulu burung manguni.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa pagelaran seni dan budaya bukan sekadar hiburan atau seremoni perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan representasi kekayaan, keindahan, sekaligus identitas budaya Minahasa yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Menurutnya, melalui tarian tradisional, musik, lagu daerah, dan berbagai ekspresi kesenian lainnya, masyarakat diajak untuk semakin memahami pentingnya menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya sebagai jati diri dan kebanggaan bersama.

“Budaya harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai identitas serta kebanggaan masyarakat Minahasa,” tegas Bupati yang akrab disapa RD tersebut.

Ia juga menekankan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-598 Minahasa, yakni “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”.

Menurut RD, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harapan sekaligus komitmen untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selain itu, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar kekayaan seni dan budaya Minahasa terus dikembangkan serta dipromosikan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian, warisan budaya leluhur tidak hanya dipertahankan sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi pembangunan serta perekonomian masyarakat.

Secara khusus, RD mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin mencintai, mengenal, dan mengambil bagian dalam pelestarian budaya Minahasa.

“Jadikan budaya sebagai kebanggaan dan kekuatan untuk membangun Minahasa yang semakin maju dan sejahtera,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati RD turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para seniman, budayawan, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mengambil bagian dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya Minahasa.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah sekaligus memperkokoh identitas Minahasa di tengah perkembangan zaman.

“Pagelaran ini menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.

RESMIKAN PERUMDA RANO MANGUNI MINAHASA, BUPATI RD TEKANKAN PROFESIONALISME DAN PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH

MINAHASA ,POSTKOTANEWS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Minahasa resmi meresmikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ranumanguni Minahasa, Selasa (3/11/2026). Peresmian ini menjadi langkah penting dalam transformasi kelembagaan perusahaan daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses transformasi perusahaan daerah menjadi Perumda Ranumanguni Minahasa.

Menurut Bupati, perubahan status tersebut bukan sekadar pergantian nama atau bentuk kelembagaan, melainkan momentum pembenahan menyeluruh terhadap pengelolaan badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Peresmian ini bukan sekadar perubahan nama atau bentuk kelembagaan, tetapi merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola badan usaha milik daerah agar semakin profesional, mandiri, dan berorientasi pada masyarakat,” tegas Dondokambey.

Ia menekankan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga keberadaan Perumda Ranumanguni Minahasa memiliki tanggung jawab strategis. Perusahaan daerah tersebut tidak hanya dituntut menjalankan fungsi usaha, tetapi juga harus memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal.

Bupati berharap, melalui perubahan kelembagaan ini, Perumda Ranumanguni mampu meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air bersih, memperbaiki konstruksi serta jaringan distribusi, menekan tingkat kebocoran, dan memastikan ketersediaan air yang layak, aman, serta berkelanjutan bagi masyarakat Minahasa.

Kepada jajaran direksi dan seluruh pegawai, Dondokambey mengingatkan agar momentum peresmian dijadikan sebagai awal semangat baru dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, inovatif, dan berintegritas.

Ia juga meminta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Setiap aset daerah harus dikelola dengan baik, setiap anggaran harus dipergunakan secara efektif, dan setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati turut menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Menurutnya, pelayanan kepada pelanggan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan responsif terhadap setiap keluhan masyarakat.

“Jangan sampai perubahan status kelembagaan hanya terlihat dalam administrasi, tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Dondokambey juga berbagi pengalaman saat pernah memimpin perusahaan air minum pada tahun 2016. Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis seperti kebocoran pipa harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

Ia juga menyinggung pengalaman penghapusan utang perusahaan air minum yang nilainya mencapai sekitar Rp45 miliar berdasarkan akumulasi kewajiban pada masa itu, ketika sejumlah wilayah Minahasa masih berada dalam satu pengelolaan.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa pembenahan perusahaan air minum membutuhkan keseriusan, koordinasi, serta keberanian melakukan perubahan tata kelola.

Pada kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Minahasa yang telah memberikan dukungan dalam proses pembentukan Perumda Ranumanguni.

Ia berharap dukungan legislatif dan seluruh pemangku kepentingan terus terjaga sehingga perusahaan daerah tersebut dapat bangkit dan kembali memperkuat fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Peresmian ini turut dihadiri perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Utara, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Minahasa, unsur TNI-Polri, Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN dan BUMD, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Pembangunan, Pdt. Winda Walalangi, M.PH., bersama unsur masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan publik di Kabupaten Minahasa.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Perumda Ranumanguni menjadikan peresmian tersebut sebagai tonggak sejarah untuk menghadirkan pelayanan air bersih yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Robby Dondokambey secara resmi menyatakan Perumda Rano manguni Minahasa diresmikan pada Selasa, 3 November 2026.

“Selamat bekerja dan selamat mengemban tanggung jawab dalam setiap usaha pengabdian kepada masyarakat Minahasa,” tutupnya.

HUT ke-598 Minahasa, Bupati, Wabup dan Sekda Ziarah ke Makam Para Mantan Pemimpin Daerah

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar ziarah ke makam para mantan Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa dan pengabdian para tokoh yang pernah memimpin serta meletakkan fondasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Tanah Minahasa.

Ziarah dilaksanakan di sejumlah lokasi berbeda dan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, serta Sekretaris Daerah Lynda D. Watania bersama jajaran masing-masing.

Bupati Robby Dondokambey mengawali rangkaian ziarah di makam Almarhum Warouw Karowan di Maumbi, Almarhum J. H. Rumambi di Sukur, Minahasa Utara, Almarhum H. R. Ticoalu di Airmadidi, Almarhum H. Karouw di Kauditan, Almarhum J. P. Mongula di Kairagi, serta Almarhum J. F. Lumentut dan Almarhum B. G. Lapian di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi.

Menurut Bupati Robby, ziarah tersebut bukan sekadar tradisi dalam rangka peringatan hari jadi daerah, melainkan wujud penghargaan atas kontribusi para pemimpin terdahulu.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan, apresiasi, serta tradisi penghargaan atas jasa dan dedikasi para pimpinan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Tanah Minahasa,” ucap Bupati Robby.

Sementara itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., bersama jajaran melaksanakan ziarah ke makam Almarhum Max Lumintang di Sonder, Almarhum A. L. Lelengboto di Tompaso Barat, Almarhum A. R. Warouw di Kakas, Almarhum E. F. Saerang di Langowan Timur, serta Almarhum Jan Rolos di Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Vanda mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan sekaligus menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi bagi kemajuan Minahasa.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pemerintahan dan jasa para tokoh yang pernah meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Minahasa,” kata Wabup Vanda.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania bersama jajaran juga melakukan ziarah ke sejumlah makam mantan pejabat daerah.

Lokasi yang dikunjungi meliputi makam Almarhum A. F. Sumampouw di Tondano Utara, Almarhum S. V. Runtu dan Almarhum Rull Kuron di Kembuan, Tondano, Almarhum D. A. T. Gerungan dan Almarhum A. Pelealu di Wawalintouan, Almarhum D. J. Montong di Tondano Selatan, serta Almarhum S. H. Sarundajang di Kawangkoan.

Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Almarhum Dolfi Tanor, Almarhum K. L. Senduk, dan Almarhum Boy Tangkawarouw di Tomohon, Almarhum E. Kandouw di Pineleng, serta Almarhum Jantje W. Sajow di Koka, Tombulu.

“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pemimpin terdahulu,” ujar Sekda Lynda.

Melalui rangkaian ziarah tersebut, Pemkab Minahasa menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan para pemimpin sebelumnya.

Momentum HUT ke-598 Kabupaten Minahasa pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pemerintahan, memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melanjutkan cita-cita pembangunan.

Semangat pengabdian para pendahulu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Minahasa yang semakin maju dan sejahtera.

HUT ke-60 GMIM Imanuel Sendangan, Bupati Minahasa Tekankan Kerukunan dan Ketahanan Pangan Keluarga

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID SONDER – Memasuki usia pelayanan ke-60 tahun, Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Wilayah Sonder, diharapkan semakin memperkuat peran gereja dalam menjaga kerukunan, membangun persaudaraan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey melalui Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Minggu (1/11/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Vanda Sarundajang, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan apresiasi atas enam dekade perjalanan pelayanan jemaat yang dinilai menjadi bukti kesetiaan Tuhan sekaligus buah dari perjuangan, doa, dan pengabdian para pendahulu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat bersyukur dan selamat merayakan HUT ke-60 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Sendangan,” ungkap Sarundajang.

Menurutnya, usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang menyimpan sejarah iman, pengorbanan, kebersamaan, serta kesetiaan dalam membangun kehidupan bergereja.

Karena itu, momentum perayaan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan dan memperkuat komitmen dalam bertumbuh di dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Bupati juga berharap GMIM Imanuel Sendangan terus menjadi terang Kristus di tengah masyarakat, menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Minahasa yang rukun, damai, dan sejahtera.

Gereja Didorong Jadi Perekat Kerukunan

Dalam sambutannya, Sarundajang turut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama dengan terus menghidupi semangat Torang Samua Basudara.

Ia menilai, kerukunan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah

Selain kerukunan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan keluarga, khususnya menjelang akhir tahun.

Melalui sambutan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat agar bijak mengelola keuangan rumah tangga, mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia juga mendorong setiap keluarga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan dan hortikultura, seperti cabai, tomat, bawang, serta aneka sayuran.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan langkah sederhana namun strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan kebersamaan antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, kita dapat memperkuat kemandirian pangan serta menjaga kesejahteraan masyarakat Minahasa,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Sarundajang.

Mengakhiri sambutannya, Vanda Sarundajang mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan, mempererat tali persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi muda.

Ia berharap, momentum HUT ke-60 ini menjadi titik penguatan bagi Jemaat GMIM Imanuel Sendangan untuk semakin dewasa dalam iman, bertumbuh dalam pelayanan, dan menghadirkan kesaksian nyata melalui tindakan kasih di tengah masyarakat.

Perayaan enam dekade pelayanan ini pun diharapkan tidak hanya memperkokoh kehidupan bergereja, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi jemaat dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Minahasa.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA MINAHASA FISHING COMPETITION 2026 DI BENTENG MORAYA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, secara resmi membuka ajang Minahasa Fishing Competition 2026 yang dipusatkan di kawasan Benteng Moraya, Tondano, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Pembukaan lomba diawali dengan laporan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Minahasa, Agustifo Tumundo, SE, MSi. Turut hadir Ketua TP-PKK Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE, Asisten I Sekda Dr. Riviva Maringka, MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Moudy Pangerapan, MAP, Kepala Dinas Perikanan Ir. Lendy Aruperes, Kepala Dinas PUPR Rivai Mamonto, ST, pimpinan KONI Minahasa, serta jajaran Dispora.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Minahasa Fishing Competition 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus mempromosikan potensi wisata dan kekayaan alam Danau Tondano.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Minahasa ke-598 yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Selain itu, lomba memancing ini juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Danau Tondano sebagai salah satu aset alam dan kebanggaan Kabupaten Minahasa.

Setelah melalui kompetisi, panitia menetapkan para pemenang dalam dua kategori, yakni kategori ASN dan kategori masyarakat umum.

Untuk kategori ASN, Juara I diraih Irene Rumagit, SE, MSi, yang membawa pulang Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Recky Rumagit dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Sementara Juara III diraih Aldi Onibala dengan Trophy Sekda Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Sementara pada kategori masyarakat umum, Juara I diraih Marlon Mahayu dengan Trophy Bupati Minahasa dan uang tunai Rp4.000.000. Juara II diraih Yurike Onibala dengan Trophy Wakil Bupati Minahasa dan uang tunai Rp2.500.000. Adapun Juara III diraih Deary Waroka dengan Trophy Ketua TP-PKK Minahasa dan uang tunai Rp1.500.000.

Melalui penyelenggaraan Minahasa Fishing Competition 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap potensi Danau Tondano semakin dikenal luas, sekaligus menjadikan kegiatan olahraga rekreasi sebagai salah satu daya tarik wisata dan penggerak ekonomi masyarakat.

BUPATI ROBBY DONDOKAMBEY BUKA SOSIALISASI SI RODA VASUNG, DORONG DIGITALISASI PEMBINAAN OLAHRAGA MINAHASA

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP., secara resmi membuka Sosialisasi Aplikasi Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Valid dan Unggul (SI RODA VASUNG), Jumat (30/10/2026), di Gedung TIC Benteng Moraya, Tondano.

Aplikasi SI RODA VASUNG merupakan inovasi yang digagas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Minahasa, Agustifo Tumundo, SE., M.Si. Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Proyek Perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara bersama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, SI RODA VASUNG menjadi langkah strategis dalam mendorong pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Minahasa melalui sistem pendataan yang terintegrasi dan berbasis digital.

Bupati yang akrab disapa RD itu menegaskan, ke depan seluruh data dan aktivitas olahraga di Kabupaten Minahasa perlu terdokumentasi dalam satu sistem digital agar lebih tertata, akurat, dan mudah diakses.

“Ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa. Karena itu, saya memberikan kesempatan kepada Kadispora untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan guna mengembangkan inovasi ini. Saya dan Ibu Wakil Bupati juga akan terus memonitor proses dan perkembangannya,” ungkap Dondokambey.

Ia menjelaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang turut membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk olahraga. Melalui SI RODA VASUNG, data atlet, catatan prestasi, hingga riwayat kejuaraan diharapkan dapat tersimpan secara sistematis dan terintegrasi.

Menurutnya, selama ini penelusuran rekam jejak atlet yang pernah meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan masih menjadi tantangan tersendiri. Padahal, data tersebut sangat penting sebagai dasar evaluasi dan acuan dalam menyusun pola pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Selama ini, ketika kita ingin mengetahui siapa saja atlet yang pernah meraih juara pada kejuaraan sebelumnya, terkadang kita kesulitan mendapatkan datanya. Padahal, rekam jejak prestasi tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi sekaligus menjadi referensi bagi pembinaan atlet generasi berikutnya,” jelasnya.

Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah daerah diharapkan dapat memetakan potensi atlet, mengukur perkembangan prestasi, serta menentukan arah pembinaan secara lebih tepat. Data tersebut juga menjadi dasar dalam memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Minahasa.

Bupati RD turut mengapresiasi capaian olahraga Minahasa dalam sejumlah ajang kompetisi. Ia berharap prestasi tersebut terus ditingkatkan melalui pembinaan yang terarah, dukungan anggaran, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Sementara itu, Kepala Dispora Minahasa Agustifo Tumundo dalam laporannya menjelaskan bahwa SI RODA VASUNG dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Data Valid, Prestasi Unggul, dan Kolaborasi Berkelanjutan.

Pilar Data Valid berorientasi pada pengelolaan data atlet secara digital, terintegrasi, dan akurat guna meminimalkan kesalahan dalam pendataan. Pilar Prestasi Unggul diarahkan pada peningkatan capaian olahraga secara berkelanjutan, sekaligus pemetaan potensi dan bakat atlet sejak usia dini.

“Sedangkan pilar ketiga adalah Kolaborasi Berkelanjutan, yakni membangun sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan,” urai Tumundo.

Melalui implementasi SI RODA VASUNG, pembinaan olahraga Minahasa diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pendataan konvensional, tetapi didukung informasi yang valid sebagai dasar perencanaan, evaluasi, dan pengembangan prestasi atlet.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Minahasa Dr. Riviva Maringka, M.Si., Sekretaris Dispora Minahasa Ronny Suwarno, S.Sos., Kabid Pembinaan Prestasi Dispora Frederikus Lumi, S.Pd., MAP., unsur Pengurus KONI Minahasa Jenly Rey dan Cinthya Pelealu, M.Pd., para ketua cabang olahraga se-Kabupaten Minahasa, insan pers, serta jajaran Dispora Minahasa.

SEKDA WATANIA BUKA SOSIALISASI ATURAN BARU LKPP 2026, PEJABAT PENGADAAN DIMINTA KUASAI REGULASI

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, membuka kegiatan sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (29/10/2026).dihadiri seluruh pejabat eselon II dan III dilingkup jajaran Pemkab Minahasa.
Kegiatan ini menjadi langkah penting Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memperkuat pemahaman aparatur terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam arahannya, Lynda Watania menegaskan bahwa pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa harus meninggalkan pola kerja lama yang berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi maupun persoalan hukum.
Menurutnya, penguasaan regulasi menjadi kebutuhan mendasar bagi kepala perangkat daerah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pejabat terkait lainnya.
“Penting sekali kepala-kepala dinas dan badan, termasuk KPA dan PPK, diberikan penguatan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mereka menguasai seluruh proses pengadaan barang dan jasa,” tegas Watania .

Ia mengingatkan, setiap tahapan pengadaan harus dilaksanakan secara cermat dan bertanggung jawab. Pejabat tidak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan kebiasaan atau kepercayaan kepada pihak lain tanpa memastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Sekda adalah proses pembayaran pekerjaan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pejabat berwenang tidak boleh langsung menyetujui pembayaran sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Watania, setiap keputusan harus didasarkan pada pemeriksaan yang memadai, bukan sekadar formalitas administratif.
Ia juga mendorong pejabat perangkat daerah memanfaatkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memperoleh pendampingan apabila menemukan keraguan dalam proses pelaksanaan pekerjaan maupun sebelum melakukan pembayaran.
“Kalau kepala dinas akan melakukan pembayaran dan masih ada keraguan, silakan meminta bantuan APIP untuk memastikan apakah prosesnya sudah benar. Jika menyangkut pekerjaan teknis seperti bangunan, perlu juga melibatkan tenaga teknis yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemeriksaan harus dilakukan sesuai bidang keahlian. Pejabat administrasi tidak dapat serta-merta memastikan kualitas pekerjaan teknis tanpa dukungan pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Karena itu, koordinasi dengan APIP dan perangkat daerah teknis dinilai penting untuk membantu memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan sebelum pembayaran diproses.

Lebih lanjut, Watania menegaskan bahwa tata kelola pengadaan barang dan jasa tidak hanya berfokus pada proses pelaksanaan dan pembayaran. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi, harus dipahami serta dijalankan secara benar.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius karena adanya regulasi baru menuntut pemahaman yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan dalam penerapannya.
“Penyelenggaraan pemerintahan harus dimulai dari proses perencanaan yang benar-benar dikuasai, kemudian dilaksanakan sesuai aturan sampai pada tahap pengawasan dan evaluasi,” tegasnya.
Watania juga mengingatkan bahwa pejabat yang terlibat dalam pengadaan tidak cukup hanya mengetahui prosedur secara umum. Mereka harus memahami ketentuan yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai regulasi baru di bidang pengadaan barang dan jasa, yakni Peraturan Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2026, sebagaimana disebutkan dalam arahan kegiatan.
Watania mengingatkan bahwa perubahan regulasi dapat membawa perbedaan ketentuan maupun mekanisme pelaksanaan yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh seluruh pejabat terkait.
Ia meminta peserta tidak mengabaikan kegiatan sosialisasi, melainkan mengikuti seluruh materi agar memahami perubahan aturan dan menghindari kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Menurutnya, peningkatan pemahaman terhadap regulasi bukan sekadar memenuhi kewajiban mengikuti kegiatan, tetapi merupakan bagian dari upaya melindungi pelaksanaan tugas pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan dapat memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa, serta meminimalkan risiko kesalahan prosedur yang dapat berdampak pada pertanggungjawaban hukum.
Penegasan Sekda tersebut menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap regulasi, ketelitian dalam memeriksa pekerjaan, serta koordinasi dengan unsur pengawasan harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.