POSTKOTA.CO.ID – Bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat 21 Mei 2021, drg. Jeand’arc Florentia Senduk-Karundeng dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kota Tomohon oleh Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Utara Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, sebelumnya drg. Jeand’arc Florentia Senduk-Karundeng telah dilantik sebagai Bunda PAUD Kota Tomohon pada tanggal 6 Mei 2021.
Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dalam sambutanya menyampaikan
selamat kepada Para Bunda PAUD se- Provinsi Sulawesi Utara yang telah dikukuhkan pada hari ini.
“Semoga melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Bunda PAUD di masing-masing kota/kabupaten sesuai dengan harapan dan keinginan.
Sementara itu, drg. Jeand’arc Florentia Senduk-Karundeng mengucapkan
banyak terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan yang telah mengukuhkan dirinya sebagai Bunda PAUD Kota Tomohon.
“Saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Bunda PAUD sesuai dengan cita-cita dan harapan yang telah diberikan kepada kami,” kata Ibu Jeand’arc Senduk-Karundeng itu.
Hadir juga pada kegiatan ini Kelompok Kerja PAUD Provinsi Sulawesi Utara, Para Bunda PAUD Kota/Kabupaten se- Sulawesi Utara dan Para Kepala Dinas Pendidikan se- Sulawesi Utara.
Tomohon,Postkota.co.id – Walikota Tomohon Caroll J.A. Senduk, SH bersama Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE mengikuti Upacara Bendera Virtual memperingat 113 Tahun Kebangkitan Nasional tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan disiarkan secara live streaming, bertempat di Command Center MPP Wale Kabasaran Kota Tomohon, Kamis 20 Mei 2021.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan semangat kebangkitan nasional mengajarkan kepada setiap warga negara untuk selalu optimis menghadapi masa depan. Dalam era digital kali ini, semangat kebangkitan nasional menjadi bukti ketangguhan bangsa dalam menghadapi pandemi.
“Bangkit, kita bangsa yang tangguh! Kita hadapi semua tantangan dan persoalan bersama-sama sebagai pewaris ketangguhan bangsa ini, tangguh dalam menghadapi pandemi Covid 19 yang sudah melanda secara global lebih dari setahun ini,” ujarnya dalam sambutan Upacara Bendera Peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Menteri Johnny mengajak seluruh warga negara untuk bersiap siaga dalam menghadapi ancaman gelombang baru pandemi Covid-19. “Sembari bersiaga menghadapi ancaman gelombang baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan,” tandasnya.
Selain itu, pada saat bersamaan Menkominfo mengimbau agar senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Terutama dalam menghadapi beredarnya disinformasi, misinformasi, malinformasi dan hoaks, Menkominfo mengajak masyarakat untuk tanggguh dalam menghadapi beragam tantangan selama masa pandemi.
“Hal ini ditujukan untuk menjaga kesatuan bangsa untuk menjaga kita sebagai suatu kesatuan sebagai bangsa. Mari kita manfaatkan ruang digital secara tepat dan secara bijak. Katakan tidak pada segala jenis hoaks, jenis ujaran kebencian, dan berbagai jenis penyalahgunaan ruang digital yang mencederai semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan diisi dengan hal-hal yang bermanfaat untuk kemajuan ekonomi secara khusus ekonomi digital yang berkembang dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Menteri Johnny juga mengajak masyarakat untuk tangguh dalam kebersamaan guna memulihkan ekonomi nasional Indonesia. Menurutnya, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan adalah ekonomi digital. “Di tengah pandemi bisnis dagang berbasis digital ini bahkan diproyeksikan tumbuh 33,2% dari tahun sebelumnya tahun 2020 yang mencapai 253 triliun, menjadi 337 triliun pada tahun 2021 ini,” paparnya.
Menurut Menkominfo, peningkatan jumlah transaksi lewat e-commerce juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam mendorong akseptasi digital kepada masyarakat, serta terus mengakselerasi perkembangan finansial teknologi dan digital banking.
“Hari Kebangkitan Nasional ini mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa dengan tanpa memandang perbedaan, suku, agama, ras, dan golongan. Mimpi kita untuk tancap gas memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa menuju Indonesia digital, semakin digital, semakin maju,” ungkapnya.
Tiga Agenda Kontekstual.
Melalui momentum bersejarah Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Johnny mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan sivitas Kementerian Kominfo, merefleksikan tiga hal penting yang menjadi dasar kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, tiga hal yang diretas perhimpunan Budi Utomo pada 113 tahun lalu meliputi: cita-cita untuk memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.
“Tiga hal diatas merupakan substansi makna kebangkitan nasional yang harus terus dipertahankan dan diaktualisasikan lintas generasi, senantiasa diterapkan dalam kerangka dinamis sesuai konteks zamannya,” jelasnya.
Menkominfo mengingatkan ketika era pra kemerdekaan kebangkitan nasional mampu menjadi ruh gerakan perlawanan terhadap hegemoni penjajah. Sedangkan pascakemerdekaan kebangkitan nasional menjadi inspirasi pelaksanaan pembangunan bangsa. Dan pada era reformasi membawa Indonesia menuju pengelolaan negara yang lebih terbuka dan lebih demokratis.
“Dalam konteks ini, makna kebangkitan nasional seyogyanya diarahkan menjadi faktor pemandu untuk mengembangkan demokratisasi di segala bidang, mewujudkan keadilan penegakan hukum, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Inilah agenda kontekstual yang sejatinya lebih dari cukup untuk mengantarkan bangsa Indonesia ke cita-cita ketiga yang diretas Budi Utomo, berbuat sesuai dinamika kehidupan bangsa saat ini,”.
Walikota Tomohon Caroll J A Senduk, SH mengatakan
jadikan momentum Harkitnas sebagai momentum untuk bangkit bersama guna pemulihan ekonomi akibat pandemi covid 19. Manfaatkan peluang-peluang ekonomi yg ada melalui pemanfaatan teknologi digital yang berkembang saat ini. Perkembangan dunia digital saat ini harus disikapi secara bijak dengan cara memanfaatkannya sebagai sarana memperoleh edukasi dan sumber litarasi, bukan justru sebaliknya dimanfaatkan salah antara lain menyebar hoax.
Sementara itu wawali Wenny Lumentut, SE mengatakan Bangkit dari keterbatasan, kemiskinan dan ketidakmampuan. Bisa kita lakukan, asalkan seluruh masyarakat Kota Bunga memiliki skill dan kompetensi. Pendidikan jadi kunci mengatasi masalah tersebut. Apalagi Tomohon juga dikenal sebagai Kota Pendidikan,” ujar WL
“Bangkit dengan pendidikan, melahirkan generasi-generasi unggul, berdaya saing dan siap pakai. Menuju Tomohon yang lebih baik dan hebat,” pungkas WL. (Michje)
POSTKOTA.CO.ID – Kelompok Tani (Poktan) harus benar – benar menjadi wadah yang memperjuangkan petani.
Demikian disampaikan Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, S.E. saat mengukuhkan Kelompok Tani Sombona Weru, Kelompok Tani Spekol Wakas dan Kelompok Tani Makaria Anugerah Kelurahan Paslaten Dua, Kamis (20/5).
“Melalui kehadiran kelompok tani, harus bisa memainkan peran dan fungsinya selaku organisasi yang memfasilitasi dan memperjuangkan kepentingan petani dengan tujuan utama adalah tercapainya kesejahteraan petani dan terciptanya keadaulatan pangan,” ujar Wawali.
Wakil Walikota Tomohon pada kesempatan itu mengatakan kelompok tani memiliki peranan penting dan merupakan wadah yang bertujuan untuk dapat meningkatkan perekonomian para petani secara otomatis juga turut serta membantu laju pertumbuhan pembangunan Kota Tomohon.
Lumentut berharap kepengurusan ini dapat mengemban amanah, bekerja dengan ikhlas serta bekerja berkualitas sehingga dapat mengelola kelompok tani dalam meningkatkan kesejahteraan para petani, sekaligus menjadi mitra bagi pemerintah Kota Tomohon untuk mencapai misi “memajukan sistem pertanian dalam rangka perwujudan kedaulatan pangan” di Kota Tomohon.
“Diharapkan juga kelompok tani ini benar-benar menjadi wadah bagi petani untuk memperoleh wawasan luas mengenai pertanian dengan penguasaan teknologi, akses permodalan, pemasaran dan sebagainya,” tuturnya.
Pengukuhan yang dilakukan di Kelurahan Paslaten Dua Kecamatan Tomohon Timur itu dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan serta penyerahan sertifikat.
Tampak hadir Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Steven Waworuntu, SSTP. bersama para penyuluh pertanian, Camat Tomohon Timur Klaudius Kalesaran, S.H., Lurah Paslaten Dua Royke Pangemanan, SIP., dan Para Pengurus Kelompok Tani
POSTKOTA.CO.ID – Walikota Tomohon Caroll J.A. Senduk, SH bersama Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE dan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan, AP, MSi mengikuti secara virtual Peluncuran Literasi Digital Nasional bertema “Indonesia Makin Cakap Digital 2021”, bertempat di Command Center MPP Wale Kabasaran Kota Tomohon, Kamis 20 Mei 2021.
Presiden Joko Widodo melakukan peluncuran Literasi Digital Nasional secara virtual yang disaksikan di 34 provinsi dan 514 kota/kabupaten. Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.
Kegiatan yang disiarkan secara langsung di 16 stasiun TV, dan melalui live streaming akun resmi IG, Tiktok dan YouTube Kemkominfo TV ini juga dihadiri secara virtual oleh sejumlah Menteri dan Pimpinan Tinggi Negara.
Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menyampaikan Tantangan di ruang digital semakin besar, sangat besar. Konten-konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif. Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian.
Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas. Perbanyak UMKM onboarding ke platform e-commerce, sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Literasi digital adalah kerja besar, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.
“Saya memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program literasi digital nasional ini. Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan Program Literasi Digital Nasional hari ini,” ujarnya.
Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan Program LDN berlangsung dengan 20.000 pelatihan di seluruh Indonesia. Menurutnya, target literasi digital sesuai dengan modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital, yaitu Digital Ethics, Digital Safety, Digital Skills, dan Digital Culture. Ke depan nantinya, setiap tahunnya program ini akan menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia.
Selain Program Literasi Digital Nasional, Kementerian Kominfo juga menyelenggarakan Program Digital Talent Scholarship (DTS). Program itu menyediakan 100.000 beasiswa pelatihan nongelar setiap tahun. Melalui DTS, Kementerian Kominfo memberikan peluang mengasah keterampilan digital tingkat menengah untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi antara lain big data, artificial intelligence, machine learning, cloud computing, cybersecurity, dan pemanfaatan kemajuan teknologi digital lainnya.
Menteri Johnny menyatakan, pelaksanaan program tersebut bekerja sama dengan 93 universitas dan politeknik di 34 provinsi. Sedangkan, pengembangan keterampilan digital tingkat lanjutan, dilakukan melalui program Digital Leadership Academy (DLA), yang terbuka bagi 300 pemangku kebijakan sektor publik dan privat setiap tahunnya.
POSTKOTA.CO.ID – Walikota Tomohon yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Tomohon J. S. T. Pandeirot, S.Pd., M.M. menghadiri dan membuka kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Tomohon. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Mall Pelayanan Publik Tomohon.,19/5/21
Dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon dr. John Lumopa, M.Kes., Panitera Pengadilan Negeri Tondano Devid Losu, S.H., Perwakilan Kejaksaan Negeri Tomohon Ibu Rastin Mokodompit dan peserta dari tokoh agama dan tokoh perempuan di Kota Tomohon.
Narasumber pada kegiatan ini Akademisi Dr. Preysi Siby, S.Psi., M.Si., Psikolog Jeniver Mantow, M.Psi. Praktisi Hukum Eunike Sumampouw, S.H, GCL., dan Pemerhati Gender Drs. Boaz Wilar.
Walikota Tomohon yang dibacakan Asisten I dalam sambutannya menyampaikan melalui pertemuan ini kiranya kita dapat disadarkan bahwa perempuan di indonesia terlebih khusus di kota tomohon, belum sepenuhnya memiliki rasa aman dari ancaman kejahatan kekerasan fisik, psikhis, penelantaran, seksual, perdagangan manusia (trafficking), kejahatan dengan menggunakan teknologi/media sosial, ini merupakan sebuah kenyataan yang harus kita hadapi dengan bijaksana. Dengan berorientasi pada pemecahan masalah serta tanggung jawab kita bersama dan seluruh komponen yang ada karena ini merupakan gejala sosial yang memprihatinkan, terjadi di tingkat sosial dan pendidikan tinggi maupun rendah dan dilakukan oleh orang-orang terdekat yang seharusnya bertanggung jawab melindungi bagi kehidupannya seperti orang tua, suami, saudara paman, bibi atau sebagai guru.
“Secara garis besar hak korban yang harus dilindungi berdasarkan undang-undang antara lain perlindungan dari rasa takut dan ancaman, mendapat pelayanan gratis medis, perlindungan identitas diri korban, perlindungan dalam rangka rehabilitasi sosial psikologis dan agama serta bantuan hukum baik proses pemeriksaan, penuntutan, dan pengadilan. Perlindungan hak korban menjadi sangat penting untuk dilaksanakan, karena tidak jarang terjadi pengaduan kekerasan dalam rumah tangga yang memicu kemarahan pelaku atau keluarga lain. Kemarahan terjadi akibat persepsi yang salah bahwa urusan rumah tangga dianggap masalah pribadi yang tidak perlu dicampuri pihak luar,” tuturnya.
Lanjutnya, dalam undang-undang 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (pkdrt) disahkan, untuk merubah persepsi yang tidak benar. oleh karena itu, diharapkan semua pihak terkait kiranya dapat memberikan perlindungan terhadap korban dan penyelenggaraan negara harus bertanggung jawab guna melindungi warga negara yang menjadi korban kekerasan.
“Maka ditegaskan bahwa korban memiliki hak-hak yang harus dilindungi agar dapat kembali menjadi warga masyarakat secara normal. Saya mengajak marilah kita pahami undang-undang yang telah menetapkan bahwa negara, pemerintah, masyarakat, maupun di dalam keluarga berkewajiban bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan hak–hak perempuan dan anak. Oleh karena itu, tanggung jawab bagi perempuan dan anak memerlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Marilah kita bersama–sama membangun iklim yang positif, kondusif dan bersahabat. Untuk itu kepada para peserta dan undangan, saya mengajak supaya dapat memberikan perhatian yang serius terhadap upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan baik yang terjadi dalam rumah tangga maupun diruang publik. Saya yakin bahwa melalui kegiatan ini pasti akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kota tomohon serta dapat berperan dalam menyampaikan pesan–pesan guna pembangunan keluarga yang harmonis dan sejahtera di masing-masing keluarga, organisasi, sekolah-sekolah maupun pada perangkat daerah.
POSTKOTA.CO.ID – Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, SH, diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot J. S. T. Pandeirot, S.Pd., M.M. menghadiri dan mengukuhkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mas Merah, di Persawahan Amian Kelurahan Taratara Dua, Kecamatan Tomohon Barat, Rabu (19/5).
“Selamat atas pengukuhan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) “Mas Merah” karena telah dinilai layak sebagai pelaku usaha perikanan,” kata Wali Kota dalam sambutan yang dibawakan Pandeirot.
Wali Kota berharap para pengurus dapat mengelola kelompok ini demi kemajuan dan kesejahteraan anggota pokdakan juga masyarakat yang ada di kelurahan Taratara Dua dan sekitarnya.
Menurutnya, usaha perikanan di Indonesia tetap menjadi sumber utama perekonomian begitu juga di Kota Tomohon.
“Sebab itu mendukung misi kami dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan di Kota Tomohon,” tukas Wali Kota.
Oleh karena itu, lanjut Wali Kota, diperlukan kerjasama dan keseriusan dalam mengelola sumber daya manusia melalui pelaku usaha perikanan dan penyuluh perikanan yang handal.
“Upaya memaksimalkan fungsi lahan perikanan harus menjadi perhatian bersama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan lokal,” tandasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut maka kelompok pelaku usaha perikanan selaku stakeholder pengelola perikanan, kata Wali Kota, harus fokus dalam menerima arahan dan pendampingan sebagai motivasi untuk terus berkreasi guna meningkatkan produktivitas, usaha dan hasil perikanan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar, memperjuangkan kepentingan pelaku usaha perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan adalah tujuan utamanya.
“Melalui kepengurusan kelompok yang telah dikukuhkan maka pengurus harus bisa menjalankan fungsi advokasi, pendampingan dan pembelaan terhadap berbagai kepentingan anggota kelompok pembudidaya ikan. fungsi pembinaan dan bimbingan sangat penting untuk diberikan kepada Pokdakan sehingga dapat meningkatkan produktivitas. serta fungsi motivator serta dinamisator diperlukan untuk dapat memberi motivasi dan pemahaman kepada seluruh stake holder perikanan, sehingga sinergi yang tercipta dapat semakin memajukan dunia perikanan,” urainya.
Sebagai anggota dan pengurus kelompok pembudidaya ikan, imbuhnya, harus sepakat untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing. serta mengerti dan menyesuaikan dengan teknologi yang menunjang kegiatan perikanan.
“Sehingga pada gilirannya akan memberikan hasil panen yang lebih baik demi kemudahan, efisiensi dan efektivitas,” ajaknya.
Itu semua, katanya lagi, memberi dampak positif pada biaya produksi sehingga pendapatan pelaku usaha perikanan akan meningkat.
“Saya berharap agar kelompok pembudidaya ikan “Mas Merah” benar-benar menjalankan fungsi dan perannya dengan baik sehingga menjadi wadah bagi pelaku usaha perikanan untuk memperoleh wawasan luas mengenai perikanan dalam penguasaan teknologi, akses permodalan, pemasaran dan sebagainya. teruslah bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan pangan di kota tomohon,” pungkasnya.
Turut hadir Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Sumber Daya Manusia Jantje Rau, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Steven Waworuntu, SSTP., Camat Tomohon Barat John Gigir, M.Pd., Lurah Taratara Dua John Lonta, SP., MAP. Lurah Taratara Tiga Jefry Loho, S.E., Ketua Pokdakan Mas Merah Mefie Aruperes bersama Para Pengurus beserta Anggota.
POSTKOTA.CO.ID – Status Penjabat (Pj) Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon, yang saat ini dipercayakan kepada Jemmy Ringkuangan, kembali diperpanjang.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Femmy Suluh, Selasa (18/5/2021) kepada awak media
Kepala BKD Sulut menjelaskan bahwa perpanjangan status penjabat Sekkot Tomohon selama dua Minggu.
“Untuk penjabat Sekkot Tomohon, kembali diperpanjang. Karena proses izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru keluar hari ini. Terkait seleksi terbuka untuk Sekkot Tomohon Defitif. Jadi, status penjabat yang dipercayakan kepada Pak Jemmy Ringkuangan itu diperpanjang. Nah dia itu terus berproses. Jadi, selama masih ada proses seleksi, maka status Penjabat Sekkot akan terus diperpanjang,” terang Femmy Suluh.
Ditambahkan Suluh, perpanjangan status Penjabat Sekkot Tomohon maksimal sampai tiga bulan kedepan atau sampai ada pejabat definitif Sekkot Tomohon dilantik.
“Kalau untuk seleksi belum dibuka. Karena suratnya kan baru ada. Jadi, selama masih berproses, otomatis akan diperpanjang lagi. Kalau seleksi terbuka telah selesai dalam dua Minggu kedepan, maka status Penjabat sudah hilang. Yang pasti sampai pejabat definitif dilantik. Nah diseleksi terbuka ini, dipersilahkan bagi siapapun yang tentunya memenuhi persyaratan sebagai calon Sekkot Tomohon,” imbuh Suluh.