Tidak ada Izin Pemerintah dan Tetangga, Warga Tolak Lahan Pribadi Jadi Tempat Pemakaman di Kelurahan Koya

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Sejumlah warga tolak lahan pribadi dijadikan tempat pemakaman di Lingkungan ll, Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.

Menurut warga, pemakaman di lahan pribadi apa lagi berdekatan sekali dengan tempat untuk dijadikan pemukiman umum, tidak boleh dilakukan.

Sebab, kata mereka, selain melanggar aturan, juga akan menimbulkan ketakutan bagi tetangga yang akan membangun rumah di sekitar makam.

“Isteri saya yang hamil sembilan bulan kena syok dan masuk rumah sakit karena kaget mendengar ada yang dimakamkan berdekatan dengan tanah kita (kavling),” kata salah satu warga, kepada media ini, Senin (6/5/24).

Mereka keberatan, karena merasa sangat dirugikan atas tindakan keluarga almarhumah, yang memakamkan di lahan pribadi dengan tidak melihan dampak sosial terdapat masyarakat umum.

“Sebelum dimakamkan, kita sudah laporkan ke pemerintah setempat. Dan pemerintah setempat sudah mengeluarkan surat agar tidak dimakamankan di tempat pribadi, tapi pihak keluarga tidak menghiraukan surat tersebut,” kata warga lain.

Bahkan, sebelum dimakamkan, masalah tersebut sudah dilaporkan ke aparat kepolisian, dengan maksud untuk mengawal proses pemakaman agar tidak dilakukan di lahan pribadi.

“Kami sudah laporkan ke Polsek Tondano agar mencegah untuk tidak dimakamkan di tempat pribadi, melainkan di tempat pemakaman umum. Tapi Polsek Tondano juga tidak berbuat banyak, karena kenyataannya pemakaman tetap dilakukan di lahan pribadi,” ujar Genezy Motuloh, pemilik lahan sebelumnya.

Sebagai pemilik lahan klaving, dirinya merasa sangat dirugikan. Pasalnya, kata dia, warga yang sudah membeli kavling meminta mengembalikan uang karena sudah ada makam berdekatan di tanah mereka.

“Ada juga beberapa orang yang sudah ingin membeli kavling, namun dibatalkan karena sudah ada makam di dekat kavling yang akan mereka beli. Dan tentunya sebagai pemilik kavling, saya sangat dirugikan,” keluh Genezy.

Permasalah ini, kata dia, sudah dilaporkan ke pemerintah kelurahan, kabupaten, bahkan kepolisian Polres Minahasa.

“Saya berharap pemerintah harus mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena menurut saya, ada aturan yang melarang pemakaman dilakukan di lahan pribadi,” sebut Genezy.

“Jika ini tidak ada jalan keluar, dalam arti pemerintah tidak bisa mencarikan solusi. Tentunya saya bersama sejumlah warga yang keberatan, akan menempuh jalur hukum,” tambahnya.

Terpisah, Camat Tondano Selatan, Yoris Tumilantouw, menjelaakan bahwa sebelumnya pihak keluarga almarhumah meminta izin untuk dilakukan pemakaman di lahan keluarga. Namun, sebelumnya pihak keluarga harus mengurus izin terlebih dahulu ke pemerintah kabupaten.

“Jadi, pemerintah kelurahan meminta pihak keluarga untuk mengurus izin terlebih dahulu ke bagian pemerintahan di sekretariat daerah kabupaten Minahasa, dan harus ditandatangani bupati. Selain itu, pihak keluarga harus mendapat izin persetujuan dari tetangga,” jelasnya.

Namun, lanjut Camat Yoris, masukan yang disampaikan pemerintah kelurahan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Artinya, pihak keluarga tidak mengurus izin di bagian pemerintahan, dan juga langsung mendapat penolakan dari tetangga.

“Sebelumnya lurah dan aparat kepolisian dari Babinkamtibmas bersama keluarga sudah sepakat akan dimakamkan terlebih dahulu di tempat pemakaman umum, baru setelah izin sudah ditandatangani bupati, baru di pindahkan ke makam keluarga, dengan catatan wajib ada izin tetangga,” katanya.

Namun, lanjut Camat Yoris menjelaskan, kesepakatan tersebut tidak dilakukan oleh pihak keluarga. Bahkan, tetangga sudah memberikan penolakan terlebih dahulu sebelum pihak keluarga meminta izin terlebih dahulu.

“Setelah ibadah pemakaman selesai, saya berharap jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum. Tapi ternyata pihak keluarga mengantar jenazah ke lahan pemakaman keluarga. Dengan suasana berduka, tentunya pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya. (*)

INI SURAT PERNYATAAN PENOLAKAN:

Pj Bupati Kumendong ,Sekda Watania dan jajaran  Evaluasi Kinerja di Kemendagri RI

JAKARTA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Penjabat (Pj) Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong, MSi mengikuti Evaluasi Kinerja oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Evaluasi kinerja Triwulan tersebut berlangsung di Rupat Inspektorat Jenderal Kemendagri Jakarta, Senin (06/05/2024).

Pada kesempatan itu , Pj Bupati Minahasa didampingi Ketua TP-PKK Kab. Minahasa Ny Djeneke Kumendong Onibala, SH, MSA, Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Dr Lynda Watania, MM, M.Si.

Serta Asisten Pemerintahan dan Kesra, Inspektur, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Kepala Bapelitbangda, Kepala BKPSDM, Kepala BPBD, Kasat PolPP, Kadis LH, Kadis PMPTSP, Kadis Dukcapil, Kadis Pangan, Kabag Umum, Kabag Prokopim, dan Kabag Tapem.

Jemmy Kumendong mengatakan evaluasi dilakukan selang triwulan sesuai dengan ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

“Sebelum evaluasi di Kemendagri dilakukan pra evaluasi. Ada tiga aspek yaitu aspek pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” sebut Kumendong.

Disamping itu, evaluasi kinerja ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam kepemimpinan daerah.

“Jadi ada beberapa aspek yang dievaluasi, mulai dari pemerintahan, sosial masyarakat, hingga pembangunan,” kata Kumendong.

Ia menambahkan, hasil evaluasi ini nanti akan menjadi landasan untuk langkah-langkah perbaikan dan peningkatan kinerja ke depannya. (73″U)

Berikut Nama-Nama Tim Evaluator Itjen Kemendagri :
– Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM, CRGP, CGCAE, CFrA, selaku Inspektur Khusus Inspektorat Jenderal
– A. Husin Tambunan selaku Sekretaris Inspektorat Jenderal.
– Brigjen Pol. Rustam Mansur selaku Inspektur I Inspektorat Jenderal,
– Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, S.Sos, Mag.rer.publ selaku Inspektur II Inspektorat Jenderal,
– Elfin Elyas selaku Inspektur III Inspektorat Jenderal,
– Ihsan Dirgahayu selaku Plh. Insepktur IV Inspektorat Jenderal,
– Drs. Azwan, M.Si selaku PPUPD Ahli Utama Inspektorat Jenderal, Bachtiar Sinaga, SE, MM, CRGP, CGCAE selaku PPUPD Ahli Utama Inspektorat Jenderal,
– Muhammad Dimiyati, S.Sos., M.TP selaku PPUPD Ahli Utama Inspektorat Jenderal,
– Kusna Heriman selaku PPUPD Ahli Utama Inspektorat Jenderal,
– Wiratmoko, A.k., M.Ak selaku Auditor Ahli Madya, Dr. Nizwar Affandi selaku Tenaga Ahli Perencanaan Pengawasan Inspektorat Jenderal,
– Maharina Desimaria selaku Kepala Sekretariat (Kabag Anev).

RICKY RANTUNG Dilantik Ketua Panitia Bina Remaja Teladan Sinode GMIM Tahun 2024 

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID– Panitia Bina Remaja Teladan Sinode GMIM Tahun 2024 di lantik,Ricky Naldo Rantung,S.Pd Sebagai ketua Panitia Bertempat di GMIM Elim Papakelan Wilayah Tondano 1,Minggu,05 Mei 2024.
Acara Pelantikan Bina Remja Sinode GMIM tahun 2022 sendiri, di pimpin Ketua Wilayah Tondano 1 Pdt.Janet.Robot – Salangka,M.Th
Ketua Panitia Bina Remaja Sinode GMIM Ricky Naldo Rantung,S.Pd dalam sambutannya mengatakan,mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah mempercayakan kami dalam pelayanan ini,terima kasih juga kepada, Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS), Komisi Pelayanan Remaja Wilayah (KPRW) Tondano 1 selaku tuan rumah kegiatan Bina Remaja Teladan Sinode Gmim atas kepercayaan yang diberikan ini.”Ucap Rantung.
“Saya berharap, kiranya teman-teman baik yang duduk dalam KPRS, KPRW Tondano 1 mari kita bergandengan tangan dan berikan yang terbaik untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan bina remaja teladan sinode GMIM tahun 2024 semuanya untuk hormat & kemuliaan nama Tuhan”.Dirinya meminta kerjasama yang baik dari seluruh panitia bahkan semua pihak untuk saling mendukung agar kegiatan ini boleh berjalan dan terselenggara dengan segala baik.

Sementara itu,Pnt.Edward Saragih,S.AP Selaku KPRS GMIM yang baru terpilih kembali memintakan kepada panitia yang baru saja dilantik mari kita bersama menyukseskan kegiatan Bina Remaja Teladan yang sudah menjadi program kerja tahunan Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
Sedangkan menurut, Ketua KPRW Visca Deeng,S.Pd mengucapkan terima kasih kepada KPRS didalamnya Pnt. yang sudah boleh hadir bersama-sama dalam pelantikan. Bahkan kepada Ricky Naldo Rantung,S.Pd yang boleh bersedia dilantik sebagai ketua panitia.
– “Terima kasih atas kehadiran sehingga pelantikan panitia Bina Remaja Teladan Sinode GMIM tahun 2024 boleh berjalan dengan baik”.Pungkas Visca .

Kumendong: Pelantikan 26 Pejabat Eselon II, III dan IV Tidak Gampang Prosesnya Panjang ada 8 Langkah di Kementerian

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Setelah melewati proses panjang dan disetujui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), akhirnya Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, Dr Jemmy Stani Kumemdong MSi, bisa melakukan pelantikan pejabat.

Pelantikan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Bupati oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Drs. Moudy Pangerapan, MAP.

Sebanyak 26 pejabat eseleon ll dan lll di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, secara resmi dilantik Pj Bupati Jemmy Kumendong, di Ruang Sidang Kantor Bupati, Jumat (3/5/24). Perlu diketahui, sebelumnya ada dua pejabat teras sudah menjabat di posisi saat ini, namun masih berstatus pelaksana tugas. Dan baru saat ini menjadi status definitif, pasca mendapat persetujuan dari Mendagri untuk dilantik.Pejabat eselon II tersebut yaitu Johny Tendean AP MAP sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan. dan Lona Wattie SSTP MAP dilantik sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

untuk pejabat eselon III yang ikut dilantik yakni Refly Igir dipercayakan sebagai Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Albert Ombeng sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup. Ricky Laloan sebagai Kabag Prokopim, Denny Mangundap sebagai Kabag Umum. Dan terakhir Dianny Dien sebagai Camat Sonder.

Bupati Kumendong dalam sambutannya mengatakan bahwa proses pelantikan ini tidaklah mudah. Sebab, memiliki proses yang sangat panjang, karena dirinya adalah berstatus Penjabat Bupati.

“Prosesnya sangat panjang. Ini pun yang dilantik belum seluruhnya. Karena kalau penjabat, ada delapan langkah yang harus dilalui. Berbeda dengan definitif yang hanya tiga tahapan,” katanya.

Kemendong membeberkan bahwa sejak Bulan Desember 2023 lalu, proses pengurusan pelantikan telah dilakukan di Kemendagri. Dan pada Bulan Mei 2024, baru bisa melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan.

“Memang sejak 22 Maret 2024, tidak boleh lagi melantik pejabat. Karena sesuai ketentuan, enam bulan menjelang pesta demokrasi, penjabat gubernur dan penjabat bupati tidak boleh melantik pejabat struktural. Namun, hal itu bisa dimungkinkan, asal ada persetujuan dari Mendagri,” bebernya.

Kumendong pun berpesan kepada pejabat yang baru diambil sumpah dan dilantik. Agar menjaga amanah yang dipercayakan pimpinan dengan baik, serta tingkatkan kinerja pada bidang masing-masing.

“Jaga jabatan ini baik-baik dengan kinerja anda. Harus tingkatkan kinerja dari sebelumnya, harus lebih baik lagi. Jaga terus koordinasi, perkuat pengetahuan dan wawasan yang menjadi tuntutan di era sekarang ini. Saya ucapkan selamat kepada semua yang baru dilantik, dan selamat bekerja,” pungkasnya.

Hadir dalam pelantikan ini, Sekretaris Daerah Minahasa Dr Lynda D Watania MM MSi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Riviva Maringka MSi, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr Arody Tangkere MAP, serta jajaran pejabat Pemkab Minahasa. (*)

{ADVE}(73″U)

Bupati Kumendong Kunjungi Rumduk Korban Captikus Kawangkoan dan Korban Bencana di Weneru

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID  – Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, Dr Jemmy Stani Kumendong MSi bersama jajaran mengunjungi beberapa korban meninggal dunia karena diduga mengkonsumsi minuman keras (Miras), Jumat (3/5/24).

Selain mengunjungi beberapa korban meninggal dunia. Penjabat Bupati Jemmy Kumendong mengunjungi lokasi bencana alam tanah longsor di Desa Wineru, Kecamatan Kakas Barat.

Dikesempatan itu, Bupati Kumendong bersama jajaran Pemkab Minahasa memberikan penguatan serta penghiburan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Selain itu, Bupati Kumendong juga menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai kepada korban meninggal dunia dan bencana alam tanah longsor.

“Semoga bantuan ini bisa membantu keluarga baik keluarga korban meninggal dunia maupun korban bencana alam,” harapnya.

Khusus korban bencana alam, Kumendong menambahkan, akan ada bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Saya himbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, apa lagi minuman keras oplosan yang mengakibatkan kematian,” ujarnya.

“Sedangkan bagi warga yang tinggal di rawan bencana, agar selalu waspada terhadap cuaca yang tidak menentu akhir-aknir ini,” tambah Kumendong menghimbau. (*)

Wagub Kandouw,Pj Bupati Kumendong Tinjau langsung Sejumlah Wilayah Terdampak Bencana di Minahasa

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID -Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw SE, di dqmpingi Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong M.Si bersama Sekretaris Daerah Dr. Lynda Watania, dan  jajaran Pemkab Minahasa memantau langsung di lokasi bencana alam banjir dan tanah longsor di 6 titik lokasi sekaligus menyerahkan bantuan Sembako secara simbolis kepada korban bencana alam, Kamis (2/5/24).


Wagub Kandouw  sejumlah titik lokasi yang dipantau yaitu, Kelurahan Papakelan, Kelurahan Makalonsouw, Kelurahan Kiniar, Desa Seretan, Desa Eris dan Desa Toulimembet.

Kandouw menyampaikan, Selaku Pemerintah provinsi Sulawesi Utara tentu prihatin dengan adanya musibah bencana alam yang terjadi dibeberapa tempat di provinsi Sulawesi Utara, baik erupsi gunung ruang, banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan kerugian material bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Untuk lokasi dibeberapa titik di Kabupaten Minahasa sesuai yang terpantau, sudah tentu respon cepat dari pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi kerusakan terutama jalan penghubung yang putus akan diatasi secepatnya baik kewenangan dari nasional, provinsi ataupun kabupaten sesuai data yang ada” kata Kandouw.

Sementara itu Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong M,Si, menambahkan kepada masyarakat kabupaten Minahasa untuk selalu waspada dengan adanya cuaca extrim diakibatkan hujan deras yang terjadi beberapa hari ini.

“Kepada warga yang terkena musibah banjir dan tanah longsor agar kiranya dapat bersabar dan selalu berdoa agar terhindar dari musibah bencana alam akibat intensitas hujan tinggi” tandas Kumendong.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania MM, M.Si, Asisten 1 Drs. Riviva Maringka, PLT Asisten II Dr. Arody Tangkere MAP, Asisten III Dr. Vicky Tanor S.Pi, M,Si, serta sejumlah pejabat eselon II, Para Kabag dan Camat.[Adve] (73″U).

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.