Oklen Plt Golkar Minahasa ,Adrie Kamasih Klarifikasi Pergantian Ketua Golkar Minahasa: Bukan Pencopotan, Masa Jabatan Berakhir

Berita, Minahasa9 Dilihat

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pergantian kepemimpinan di tubuh DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa mendapat penjelasan langsung dari mantan ketua, Adrie Kamasih. Ia menegaskan, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II bukan disebabkan penilaian buruk terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya, melainkan karena masa jabatan periode 2020–2025 telah berakhir.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama anggapan bahwa dirinya diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan ketua.”Ungkap Kamasibertempat diruang komisi II kantor Dewan Minahasa.Selasa (13/10/26).

Adrie menjelaskan, kepengurusan yang dipimpinnya secara resmi berlaku untuk periode 2020–2025. Namun, tertundanya pelaksanaan pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara berdampak pada tertundanya proses pemilihan ketua DPD II di tingkat kabupaten dan kota.

“Perlu diketahui masyarakat bahwa masa tugas kami dari tahun 2020 sampai 2025 memang sudah selesai. Namun, karena pemilihan Ketua DPD I tertunda, pemilihan ketua DPD II juga ikut tertunda. Setelah pemilihan DPD I terlaksana, barulah dilanjutkan dengan proses pemilihan di tingkat kabupaten dan kota,” jelas Adrie.

Ia menyebut, setelah masa kepengurusannya berakhir, dirinya menerima perpanjangan masa tugas selama satu tahun. Adrie pun menyampaikan terima kasih kepada pimpinan partai yang telah memberikan kesempatan tersebut.

Menurutnya, penunjukan Plt merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa periode 2025–2030.

“Saya menyampaikan selamat kepada saudara yang dipercayakan pimpinan DPD I untuk mempersiapkan Musda pemilihan Ketua DPD II. Saya juga mengajak seluruh pengurus, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten, untuk mendukung pelaksanaan tugas Plt demi kelancaran organisasi,” ujarnya.

Baca juga:  Pimpin Apel PAM Unras Mahasiswa Unima Kapolres Souissa Ajak Jajaran Personil Bertindak Humanis

Adrie menegaskan, dirinya kini tetap menjadi bagian dari Partai Golkar dan menyerahkan proses selanjutnya kepada mekanisme serta petunjuk pimpinan partai.

Terkait kemungkinan kembali maju dalam pemilihan ketua, Adrie menyatakan belum mengambil keputusan. Ia memilih melihat perkembangan situasi dan kondisi organisasi ke depan serta menunggu arahan dari pimpinan partai.

Apler Bentian: “Bukan Karena Penilaian Buruk terhadap Kinerja”

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara, Apler Bentian, menegaskan bahwa penunjukan Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa tidak berkaitan dengan penilaian negatif terhadap kinerja Adrie Kamasih maupun kepengurusan sebelumnya.

Menurut Apler, keputusan tersebut didasarkan pada berakhirnya masa kepengurusan periode 2020–2025. Penunjukan Plt menjadi bagian dari langkah organisasi untuk memastikan roda kepengurusan tetap berjalan sekaligus mempersiapkan Musda.

“Tidak ada kaitannya dengan penilaian buruk terhadap kinerja Pak Adrie Kamasih dan teman-teman di DPD II. Ini murni karena masa kepengurusan beliau sudah berakhir dari 2020 sampai 2025,” tegas Apler.

Ia menjelaskan, Plt diberikan mandat untuk menjalankan roda organisasi serta mempersiapkan pelaksanaan Musda guna menentukan kepemimpinan DPD II Partai Golkar Minahasa untuk periode berikutnya.

Apler berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan secepatnya. Ia menyebut pelaksanaan Musda diupayakan berlangsung pada tahun 2026, sedangkan kepastian waktu pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan Plt Ketua DPD II.

Baca juga:  Robby Dondokambey Kembali Nahkodai PDIP Minahasa, Ini Susunan Pengurusnya

Plt Ketua Siapkan Konsolidasi dan Musda

Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa, Oklen Waleleng, menyatakan akan segera melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus dan kader untuk memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan.

Setelah menerima Surat Keputusan (SK) penunjukan yang diserahkan oleh Apler Bentian, Oklen menyebut salah satu langkah awalnya adalah menata kebutuhan internal organisasi, termasuk menunjuk Steizy Runtu sebagai sekretaris untuk membantu kelancaran tugas kepengurusan sementara.

Menurut Oklen, tugas utama Plt adalah menjaga keberlangsungan organisasi dan mempersiapkan pelaksanaan Musda. Ia juga menekankan pentingnya mengembalikan peran Partai Golkar agar memiliki posisi strategis dalam dinamika politik, baik pada pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah.

“Golkar harus menjadi penentu, bukan hanya penonton dalam Pilpres maupun Pilkada. Ini menjadi salah satu tugas untuk membawa kembali kejayaan Partai Golkar,” ujar Oklen.

Pergantian kepemimpinan sementara ini menjadi tahapan organisasi menuju pemilihan ketua definitif DPD II Partai Golkar Minahasa periode 2025–2030. Dengan mandat yang diberikan, Plt diharapkan mampu menjaga konsolidasi kader, menjalankan roda organisasi, dan mempersiapkan Musda sesuai mekanisme serta arahan pimpinan partai.

Catatan redaksi: Kepastian jadwal Musda dan tahapan pemilihan ketua definitif masih perlu dikonfirmasi kepada pihak DPD I maupun Plt Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *