TONDANO- Menjelang hari raya Natal yang dinantikan oleh umat Kristen pada 25 Desember 2025, suasana kegiatan di masyarakat tengah meningkat. Warga sibuk berbelanja pakaian dan makanan untuk menyambut jamuan keluarga serta tamu. Namun, aktivitas tersebut terhambat oleh masalah krusial: pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa.
Sejak minggu lalu, warga Tondano menghadapi situasi darurat dengan pasokan air bersih yang macet total. Masalah ini menjadi sorotan utama menjelang Natal, terutama bagi para ibu rumah tangga yang membutuhkan air untuk persiapan.
“Keadaan ini sangat mengecewakan. Kami hanya memiliki satu hari sebelum Natal, dan kebutuhan air bersih kami terhambat,” keluh Buang, seorang warga dari kelurahan Luaan.
Dalam wawancara eksklusif, Buang mengekspresikan kekecewaannya terhadap kinerja PDAM di bawah kepemimpinan Denny Tangkere. “Awal-awal beliau menjabat sebagai Dirut, semua berjalan lancar. Air lancar mengalir ke rumah-rumah warga. Tapi sekarang, kami kembali pada kebiasaan lama dengan layanan yang sangat minim,” tambahnya.
Buang menegaskan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, dia sebagai tokoh masyarakat meminta agar Dirut Tangkere mundur dari jabatannya. “Kami sudah cukup menderita dengan masalah air bersih ini. Kami butuh pemimpin yang mampu menyelesaikan problem ini, bukan sekadar janji,” tegas Buang.
Masyarakat Tondano kini menanti tindakan nyata dari PDAM. Sebagai daerah yang dikenal dengan kepadatan populasi, keberlangsungan pasokan air bersih menjelang hari besar seperti Natal adalah sebuah kebutuhan mendesak. Apakah pihak PDAM akan segera mengambil langkah untuk memperbaiki pelayanan ini? Warga berharap jawaban dan solusi segera muncul agar Natal bisa dirayakan dengan sukacita, bukan dengan keluhan terhadap kekurangan air bersih.
Dari pantauan media ini ,banyak Warga Tondano beli air bersih melalui jasa mobil tong air bersih ,ini Miris dimana Wajah PDAM perusahaan mengelola Air bersih di Minahasa.
