Dugaan Tipikor Pada Pekerjaan Reboisasi Jadi Buah Bibir Masyarakat Tondano

Minahasa772 Dilihat

MINAHASA – postkota.net- Ribuan bibit pohon untuk penghijauan daerah rawan banjir di perkebunan Winetin, kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa dibiarkan mengering.

pasalnya ribuan bibit pohon dengan jenis bibit Kayu cempaka, bibit Pala, bibit Kemiri, bibit Alvokad, dan bibit durian tersebut tidak ditanam.

foto; bibit pohon yang hanya digantung dan mengering

Hasil temuan investihasi media ini, pada  kamis 26/01-2023 diketahui Kelompok Tani Wana Lestari, adalah selaku penerima Program Penghijauan dari Balai Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung BPDAS-HL Kementrian Lingkungan Hidup.

menurut data informasi yang diterima dari warga, bahwa anggaran penghijauan yang dikucurkan Pemerintah melalui BPDASHL pada Tahun 2021 sebesar 167 juta rupiah.

Kemudian di Tahun 2022, pemerintah juga mengucurkan anggaran sebesar 1,2 Miliar, melalui Kelompok Lestari Jaya dengan sasaran untuk penghijauan daerah bencana banjir.

“Namun disayangkan ribuan bibit pohon dengan anggaran Miliaran rupiah tersebut banyak yang tidak ditanam, bahkan dibiarkan mengering” ujar FR (nama disamarkan) warga Papakelan.

Baca juga:  RD-Vasung Lakukan Kunker ke Pemprov DKI Jakarta, Bahas Hibah Kendaraan untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat

lebih lanjut dikatakan FR, bahwa program penghijauan diberikan kepada kelompok Tani Wana Lestari, dengan ketentuan bahwa setiap anggota kelompok yang memiliki lahan perkebunan dilokasi tersebut layak menerima biaya penanaman sebesar Rp.7.000.000  namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai, bahkan tidak melibatkan sebagian besar anggota kelompok.

Bahkan ada upaya dari pengurus kelompok tani wana lestari untuk menggelapkan dana program dengan membentuk kelompok baru yang bernama Lestari Jaya pada pencairan tahap ke 2.

“Kami ada 40 orang warga yang diminta oleh kelompok, untuk menyediakan lahan dengan janji akan diberikan 7 juta rupiah setiap satu hektare lahan untuk ditanami bibit pohon, namun pada realisasinya tidak diberikan, bahkan di anggaran Tahun 2021 tidak ada aktifitas penanaman, sementara ditahun 2022 dengan anggaran yang begitu besar, ada realisasi pelaksanaan penanaman, namun kami melihat masih banyak ditemukan ribuan bibit pohon yang tidak ditanam”jelasnya.

Baca juga:  Melalui Siaran Pers, Pemkab Minahasa Minta Warga Waspada Bahaya Kebakaran

Kelompok Wana Lestari Artisi Rumbay yang ditemui sejumlah awak media pada kamis 26/01-2023 membantah informasi warga tersebut, dirinya mengaku bahwa kelompoknya telah melakukan penanaman.

“Kami sudah melakukan aktifitas penanaman, bahkan minggu kemarin juga kami aktifitas penanaman”ujarnya singkat.

Sementara itu Lurah Papakelan Meyni Rumbai ketika di konfirmasi melalui telepon seluler, mengelak memberikan informasi yang jelas, malah dirinya menyuruh wartawan mengkonfimasikannya ke Ketua Kelompok.

“lebih jelasnya silahkan hubungi ketua kelompok” kata meyni.(Udin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *