Panitia PK2MB FISH Matangkan Persiapan

POSTKOTANEWS CO.ID  –  Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) terus mematangkan persiapan mereka menjelang pelaksanaan kegiatan. Rapat persiapan yang berlangsung pada Rabu (7/8/2024), di ruang rapat fakultas, dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Goinpeace Tumbel, S.Sos., MAP., M.Si.

Dalam rapat tersebut, Dr. Goinpeace Tumbel menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan semua panitia demi suksesnya acara PK2MB yang akan dilaksanakan pada 14-16 Agustus. “Kita harus memastikan segala persiapan berjalan lancar agar mahasiswa baru dapat merasakan pengalaman yang positif dan informatif saat memasuki kehidupan kampus, terutama akademik,” ujarnya.

Hadir pula dalam rapat tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Recky Sendow, SP., MM., PhD. Dalam arahannya, Dekan Recky Sendow menyampaikan apresiasi terhadap kinerja panitia yang telah bekerja keras dalam persiapan kegiatan ini. “PK2MB adalah momen penting bagi mahasiswa baru, dan kita harus memberikan yang terbaik untuk menyambut mereka,” katanya.

Rapat yang berlangsung dengan penuh semangat ini diakhiri dengan beberapa kesepakatan penting terkait jadwal, pembagian tugas, serta teknis pelaksanaan kegiatan. Panitia berharap dengan persiapan yang matang, PK2MB FISH Unima tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi mahasiswa baru.

Unima Resmi Ketambahan 2 Prodi Andalan.Apakah Itu?

POSTKOTANEWS.CO.ID  –  Universitas Negeri Manado (Unima) resmi membuka dua program studi baru, yakni S1 Geofisika dan S1 Ilmu Lingkungan, yang difokuskan pada mitigasi bencana alam dan eksplorasi sumber daya alam (SDA). Kabar gembira ini disampaikan langsung Rektor Unima, Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd, Rabu (14/8/2024) di Kampus Unima, berdasarkan Surat Keputusan Kemendikbud Ristek dengan nomor: Manual.1497/E1/HK.03.00/2024 sesuai salinan surat Mendikbud Ristek nomor 429/E/O/2024.

Menurut Prof. Deitje, pembukaan kedua program studi ini didasari oleh kebutuhan strategis Sulawesi Utara (Sulut), sebuah daerah yang kaya akan SDA namun rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan tanah longsor.

“Provinsi Sulut membutuhkan lebih banyak tenaga ahli yang memiliki keahlian khusus dalam bidang geofisika dan ilmu lingkungan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut,” ujar orang nomor satu di Unima ini.

Lebih lanjut dikatakan rektor, pembukaan Prodi S1 Geofisika di Unima juga mendapat rekomendasi dari Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), sebuah organisasi profesi terkemuka di bidang geofisika.

Menariknya, Dirjen Dikti Ristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc, yang dahulu menjabat sebagai Vice President HAGI, turut berperan dalam proses persiapan pembukaan prodi ini.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unima, Dr. Armstrong F. Sompotan, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan Prodi Geofisika dipicu oleh beberapa faktor utama, termasuk potensi besar SDA dan energi baru terbarukan di Sulut.

“Hingga kini, belum ada program studi di Sulut yang berfokus pada eksplorasi SDA dan energi, sementara kebutuhan akan SDM yang ahli di bidang geofisika untuk mitigasi bencana alam sangat mendesak,” jelasnya.

Oleh karenanya, kehadiran Program Studi Geofisika di Unima bertujuan untuk mencetak sarjana yang memiliki keahlian dalam mengelola SDA di Sulut, melakukan penelitian yang mendukung eksplorasi SDA dan energi terbarukan, serta berkontribusi pada mitigasi bencana alam di wilayah Indonesia Timur.

Katanya, program ini mencakup berbagai bidang keahlian, termasuk eksplorasi panas bumi (geothermal), tambang mineral, minyak dan gas bumi, seismologi, vulkanologi, dan mitigasi bencana alam lainnya.

Ditambahkannya, lulusan Prodi Geofisika diproyeksikan memiliki peluang kerja yang luas, baik di sektor pemerintah maupun swasta. Mereka dapat bekerja sebagai surveyor, interpreter, peneliti, pendidik, konsultan, atau di posisi manajerial di berbagai instansi seperti Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum, perusahaan minyak dan gas seperti Pertamina, Chevron, hingga perusahaan pertambangan besar seperti Freeport dan PT IMIP.

“Pembukaan kedua program studi ini tidak hanya menandai komitmen Unima dalam menjawab tantangan regional, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menjadikan Unima sebagai pusat pengembangan ilmu geofisika dan ilmu lingkungan di Indonesia Timur. Dengan demikian, Unima siap melahirkan generasi baru yang mampu mengelola SDA secara berkelanjutan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam,” tandasnya.

Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip  Danrem 131/Santiago Beri  Materi Pemahaman Bela Negara kepada Mahasiswa Baru Unima

POSTKOTANEWS.CO.ID  – Dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Manado (Unima) Tahun 2024, Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip, S.H., M.H., memberikan kuliah umum bertema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.” Acara ini berlangsung di Auditorium Maria Walanda Maramis, Kampus Unima, Tondano, dan dihadiri oleh sekitar 3.292 mahasiswa baru.

Acara dimulai dengan perkenalan singkat oleh Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip, yang kemudian melanjutkan dengan penyampaian materi. Dalam paparannya, Danrem menekankan betapa luas dan beragamnya Indonesia, yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Keberagaman demografis dan geografis Indonesia, menurutnya, membuat negara ini sangat terbuka terhadap pengaruh lingkungan strategis dan budaya.

Danrem juga menjelaskan tentang konsep sistem pertahanan semesta yang mengedepankan kekuatan militer dan non-militer. Ia menekankan pentingnya moral dan kesadaran bela negara, khususnya di bidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ipoleksosbud), sesuai dengan profesi masing-masing warga negara.

Baca juga:  Wakomindo Adukan Ketua PWI Pusat ke Kejati Jatim

“TNI adalah komponen utama dalam pertahanan negara, dan nilai-nilai yang terkandung dalam bela negara meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila sebagai ideologi negara, serta kesiapan berkorban untuk bangsa dan negara,” ujar Brigjen TNI Martin.

Setelah menyampaikan materi, Danrem melanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dialog bersama para mahasiswa. Dalam diskusi tersebut, ia mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga menyoroti maraknya kasus korupsi yang dianggapnya sebagai bentuk kerusakan mental, dimana pelakunya dengan sadar merampas hak orang lain.

Danrem 131/Santiago juga mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya bela negara. “Setiap warga negara wajib membela negara. Sikap kita dalam mengimplementasikan bela negara, antara lain, dengan tidak melakukan pelanggaran hukum serta menjalankan demokrasi dengan baik dan benar,” tegasnya.

Baca juga:  Kapolri. Beri arahan kepada seluruh kapolda. Untuk tingkatkan operasi basmi Paremanisme dan Debt collector. Kapolri .

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya kegiatan yang penuh dengan pesan kebangsaan dan semangat bela negara tersebut.**(U)

 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.