MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa diserang gelombang disinformasi di media sosial. Sejumlah akun bodong diduga menyebarkan video hoaks yang menyudutkan pejabat daerah dan memicu kegaduhan publik dalam beberapa hari terakhir.
Video dengan narasi “pejabat lagi asik di tengah efisiensi anggaran” dipastikan menyesatkan. Faktanya, sejak kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan pemerintah pusat, aktivitas perjalanan dinas di lingkup Pemkab Minahasa justru diperketat.
Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Minahasa, Ricky Laloan, SH, Bupati Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, dan Sekda Lynda Watania menegaskan, setiap perjalanan dinas wajib mengantongi izin pimpinan dan hanya dilakukan untuk kepentingan mendesak yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Jika ada pejabat keluar daerah, itu sudah melalui izin dan karena kebutuhan yang benar-benar urgen,” tegas Laloan, Kamis (16/4/2026).
Ia juga meluruskan konten video yang viral. Menurutnya, rekaman tersebut merupakan peristiwa lama dan tidak relevan dengan kondisi saat ini.
“Itu bukan kejadian sekarang. Video lama, bahkan ada pejabat di dalamnya yang sudah pensiun,” ungkapnya.
Pemkab Minahasa menilai penyebaran video tersebut sebagai upaya sistematis membangun opini negatif. Langkah hukum pun disiapkan terhadap akun-akun yang terbukti menyebarkan hoaks.
“Ini akan kami bawa ke ranah hukum. Selain merugikan pemerintah daerah, juga menyentuh ranah pribadi,” tegas mantan Kabag Prokopim dan Kabag Persidangan DPRD Minahasa itu.
Secara hukum, penyebaran hoaks diatur dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024, Pasal 45A ayat (1), dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda hingga Rp1 miliar. KUHP Pasal 15 juga mengatur sanksi bagi penyebar kabar bohong yang menimbulkan keresahan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diminta tidak mudah terpancing.
“Bijaklah menyikapi informasi di media sosial. Jangan langsung percaya sebelum diverifikasi,” imbau Laloan.
Ia menambahkan, tingkat literasi masyarakat kini semakin baik dalam memilah informasi.
“Kami yakin masyarakat sudah semakin cerdas membedakan mana fakta dan mana hoaks,” pungkasnya.
