Wabup Vanda Sarundajang Letakkan Batu Pertama MPP Minahasa, Pelayanan Publik Masuk Babak Baru

Berita, Minahasa3 Dilihat

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai langkah baru untuk menghadirkan layanan pemerintahan yang lebih mudah, cepat, transparan dan terintegrasi.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., di Kelurahan Toukuramber, tepatnya di belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Minahasa itu turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab Minahasa, mulai dari para asisten, staf ahli, inspektur, Sekretaris DPRD, kepala badan dan dinas, kepala satuan, direktur RSUD, direktur PDAM hingga para kepala bagian.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas yang nantinya ditujukan sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP yang disampaikan pada kegiatan itu, ditegaskan bahwa pembangunan MPP bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan.

“Peletakan batu pertama hari ini bukan sekadar simbol dimulainya sebuah pembangunan fisik. Lebih dari itu, momentum ini merupakan tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.”

Baca juga:  Wagub Kandouw,Pj Bupati Kumendong Tinjau langsung Sejumlah Wilayah Terdampak Bencana di Minahasa

Bupati menekankan, masyarakat harus memperoleh pelayanan yang sederhana dan tidak berbelit-belit, dengan kepastian waktu dan biaya. Pelayanan juga harus ditopang aparatur yang profesional, berintegritas dan memiliki semangat melayani.

Melalui MPP, berbagai layanan pemerintahan dan layanan instansi terkait akan dipusatkan dalam satu tempat. Konsep ini diharapkan memangkas waktu dan tenaga masyarakat yang selama ini harus berpindah dari satu kantor ke kantor lain untuk mengurus kebutuhan administrasi.

Namun, Pemkab Minahasa menegaskan bahwa MPP tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung.

“Gedung yang baik harus diikuti dengan pelayanan yang baik. Fasilitas yang modern harus dibarengi dengan aparatur yang ramah, responsif, disiplin dan bertanggung jawab,” tegas Bupati.

Karena itu, pembangunan MPP diarahkan menjadi bagian dari transformasi budaya kerja aparatur. Perangkat daerah dan instansi yang nantinya terlibat diminta memperkuat sinergi dan meninggalkan pola kerja sektoral.

Baca juga:  Pdt. TEDY KANSIL, M,Th. PIMPIN PERJAMUAN KUDUS GMIM ANUGERAH KOKA

Koordinasi, integrasi dan komunikasi antarlembaga menjadi kunci agar seluruh layanan di MPP dapat berjalan efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Bupati juga meminta proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, transparansi, akuntabilitas serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Setiap tahapan pembangunan, menurutnya, harus dapat dipertanggungjawabkan karena fasilitas tersebut dibangun menggunakan sumber daya yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Kehadiran MPP nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha dan pihak lain yang membutuhkan pelayanan pemerintahan.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pemkab Minahasa menargetkan lahirnya sistem pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat—bukan hanya melalui fasilitas yang representatif, tetapi juga melalui aparatur yang profesional, ramah, responsif dan berintegritas.

Pembangunan MPP ini menjadi salah satu bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa mendorong terwujudnya daerah yang maju dan sejahtera, dengan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu fondasi pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *