Pendiri PERMIKOMNAS Akmal Budi Yulianto: Mahasiswa Harus Jadi Pemimpin Digital Berintegritas

MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Pendiri Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI), Akmal Budi Yulianto, mendorong mahasiswa informatika dan komputer untuk tidak sekadar menjadi pengguna dan penguasa teknologi, tetapi tampil sebagai pemimpin digital yang berintegritas, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Akmal dalam sambutannya yang diwakili Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-IX PERMIKOMNAS RI Tahun 2026 di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, 2 September 2026.

Dalam sambutannya, Akmal menegaskan bahwa PERMIKOMNAS harus menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan mahasiswa. Organisasi tidak boleh berhenti sebagai tempat berburu jabatan atau memperluas jaringan pertemanan, tetapi harus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin masa depan.

“Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang hanya mampu melahirkan pengurus baru, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru,” demikian pesan Akmal.

Sebagai salah satu pendiri, Akmal mengaku bangga melihat PERMIKOMNAS terus bertahan dan berkembang hingga memasuki penyelenggaraan MUNAS kesembilan. Keberlanjutan tersebut, menurutnya, menjadi bukti pentingnya organisasi dalam menyiapkan generasi mahasiswa yang memiliki kapasitas, karakter, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman berorganisasi merupakan proses pembelajaran kepemimpinan yang sesungguhnya. Di dalamnya, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, mengelola konflik, mengambil keputusan, hingga mempertanggungjawabkan amanah.

Teknologi Harus Menjawab Persoalan Masyarakat

Akmal juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, komputasi awan, hingga keamanan siber. Perkembangan tersebut membuka peluang besar bagi mahasiswa informatika untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia.

Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kematangan karakter dan nilai kemanusiaan. Mahasiswa tidak cukup hanya menciptakan teknologi yang canggih, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Dihadiri Assisten 1 dan Forkopimda, Kapolres Minahasa Pimpin Operasi Zebra Samrat 2022

Mulai dari memperluas akses pendidikan, mendorong digitalisasi UMKM, hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mahasiswa ditantang menghadirkan solusi yang berdampak langsung.

“Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin bijaksana,” tegas pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Pengalaman BPJS Kesehatan dalam mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat memperkuat pelayanan publik. Pemanfaatan layanan digital, termasuk aplikasi Mobile JKN, telah membuka kemudahan akses bagi masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan.

Dari pengalaman tersebut, Akmal menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya mengejar kecanggihan sistem atau banyaknya aplikasi yang dikembangkan. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana teknologi mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari berapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” demikian salah satu pesan utamanya.

Lima Pesan untuk Kader PERMIKOMNAS

Dalam sambutannya, Akmal menitipkan lima pesan penting bagi seluruh kader PERMIKOMNAS.

Pertama, membangun integritas sebelum mengejar prestasi. Kedua, menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, memperkuat kolaborasi dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Keempat, menjadikan organisasi sebagai ruang berkarya melalui program-program yang memberikan dampak nyata. Kelima, mempersiapkan diri menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Ia juga mendorong PERMIKOMNAS agar tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas organisasi. Sebaliknya, organisasi harus mampu menghadirkan program konkret dan berkelanjutan, seperti kolaborasi riset antarkampus, pelatihan keterampilan digital, pendampingan UMKM, edukasi keamanan siber, hingga pengembangan inovasi teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kualitas organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan, tetapi oleh manfaat dan perubahan yang dihasilkan.

Baca juga:  Wakil Bupati Minahasa Buka Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 di Kawangkoan

MUNAS Harus Melahirkan Persatuan dan Kepemimpinan Baru

Akmal juga mengingatkan bahwa MUNAS Ke-IX harus menjadi ruang demokrasi yang sehat dan dewasa. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam menentukan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihormati.

Namun, kompetisi tidak boleh merusak persaudaraan ataupun mengaburkan tujuan bersama.

“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan pernah kehilangan tujuan,” pesannya.

Lebih dari sekadar forum pergantian kepengurusan, MUNAS diharapkan menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah gerak PERMIKOMNAS, melahirkan kepemimpinan berintegritas, serta memperluas kolaborasi lintas perguruan tinggi dan generasi.

Penguatan jejaring alumni dan para senior juga menjadi perhatian. Pengalaman mereka dinilai sebagai modal penting untuk membimbing kader dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional, baik di sektor usaha, pemerintahan, maupun pelayanan publik.

Akmal turut mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan proses selama masa kuliah. Pengalaman memimpin rapat, menyusun program kerja, membangun kerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawab organisasi merupakan bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang,” demikian pesan penutup Akmal.

Melalui MUNAS Ke-IX, PERMIKOMNAS RI diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat komitmen untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Sebab, tantangan Indonesia di era digital tidak hanya membutuhkan generasi yang cakap teknologi, tetapi juga pemimpin yang bijaksana, berani mengambil tanggung jawab, dan mampu memastikan kemajuan teknologi membawa manfaat bagi sebanyak mungkin orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *