MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID TONDANO – Momen wisuda di Universitas Negeri Manado (Unima) tahun ini menjadi istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa. Selain menjadi ajang pencapaian akademik, prosesi tersebut juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya karakter dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Semester Genap Tahap II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Rabu (24/6/2026), Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., resmi menyandang gelar Magister Administrasi Publik (M.A.P.).
Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Vanda menyampaikan pesan yang mengundang perhatian seluruh hadirin.
“Ketika kekayaan hilang, tidak ada yang hilang. Ketika kesehatan hilang, sesuatu telah hilang. Namun ketika karakter hilang, maka segala-galanya telah hilang,” ujarnya.
Prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., M.B.A., tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Vanda Sarundajang. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa juga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dan meraih gelar Doktor (S3) di bidang Manajemen Pendidikan.
Mereka adalah:
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. Drs. Riviva Wailan Maringka, M.Si.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr. Tommy Wuwungan, S.Pd., M.M.
Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si.
Kepala Dinas Sosial, Dr. dr. Maya Chintya Rambutan, M.Kes.
Keberhasilan para pejabat tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan birokrasi.
Perjuangan di Balik Gelar
Mewakili seluruh wisudawan, Vanda Sarundajang mengajak para lulusan untuk tidak hanya berbangga atas gelar yang diraih, tetapi juga mengingat perjuangan panjang yang telah dilalui.
“Keberhasilan tidak lahir dari jalan yang rata. Setiap capaian adalah buah dari ketekunan, doa, pengorbanan, dan proses panjang yang kadang penuh dengan tantangan,” katanya.
Ia juga menyoroti perjuangan para mahasiswa yang harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan tanggung jawab lainnya. Menurutnya, setiap wisudawan memiliki kisah perjuangan yang patut dihargai.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan tersebut, Vanda mengajak seluruh wisudawan untuk memberikan tepuk tangan bagi diri mereka sendiri.
“Ayo, saya ajak kita semua. Kita tepuk dada kita sendiri. Kita beri tepukan untuk diri kita sendiri,” ucapnya yang disambut hangat para peserta wisuda.
Gelar Adalah Amanah
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, menegaskan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan pendidikan, melainkan amanah untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Gelar yang saudara peroleh adalah amanah untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus belajar, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta menjadi agen perubahan yang berintegritas dan berkarakter.
Wisuda ditutup dengan suasana khidmat melalui lantunan lagu Padamu Negeri yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta. Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Vanda Sarundajang dan para pejabat Minahasa yang baru diwisuda, capaian akademik ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, gelar akademik akan memiliki makna ketika disertai karakter yang kuat, integritas, dan ketulusan dalam melayani.
