PostKota News

KKGM, Berbagi Sukacita Natal Ditengah Pandemi Covid-19

MINAHASA, postkota.co.id – Kerukunan Keluarga Gema Makawanua (KKGM) Tondano, berbagi kasih kepada masyarakat yang ada Kecamatan Tondano Raya dan Kecamatan Eris, Jumat (18/12) 2020.

Ketua Dewan Eksekutif KKGM Tondano Mikhael Rambitan SH, MH mengatakan, Berbagi kasih merupakan agenda yang dilakukan setiap tahun. Namun kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya selain membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, KKGM melaksankan kegiatan santa claus gratis, kepada anak-anak yang ada di wilayah Tondano Raya. Namun tahun ini sedikit berbeda, tidak ada santa claus gratis. mengingat kita harus memperhatikan anjuran pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Lanjutnya, Kegiatan sosial yang bertajuk “Berbagi Sukacita Natal ditengah Pandemi Covid-19”, Makawanua di bagi 5 tim yang tersebar di 5 kecamatan. Dan berbagi kasih dengan memberikan sembako kepada keluarga/masyarakat yang membutuhkan.

“Apa yang Makawanua berikan tidak seberapa, namun kiranya dapat sedikit membantu masyarakat terutama dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 ini” Tutur Ketua Dewan Eksekutif Mikha.

Turut berbagi kasih bersama Makawanua Tondano, Ketua DPD KNPI Minahasa Rifky Johanes Roring. (varly)

Pilihan Rakyat Kota Tomohon

TOMOHON, postkota.co.id – Kemenangan pasangan Caroll Senduk – Wenny  Lumentut  sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tomohon terpilih semakin mantap di genggam, hal ini dibuktikan dengan perolehan jumlah penghitungan suara di lima kecamatan se Kota Tomohon sudah mendapatkan hasil.

Berdasarkan hasil pleno PPK tingkat Kecamatan, Sabtu 12 Desember 2020, kemenangan Caroll-Wenny memperoleh hasil suara terbanyak, dan nantinya akan di plenokan di tingkat Kota Tomohon.

Dari hasil rekapan media ini berdasarkan jumlah hasil Pleno PPK tingkat Kecamatan sebagai berikut :

Paslon nomor urut 1 Jilly Gabriela Eman – Virgie Baker : 23.495 suara.
Paslon nomor urut 2 Caroll Senduk – Wenny Lumentut : 43.611 suara
Paslon nomor urut 3 Robert Pelealu – Fransiscus Soekirno : 550 suara.
Dari total jumlah suara pemilih, sebanyak 68.324pemilih.

Dengan demikian, total jumlah suara masing-masing paslon yang nantinya akan di Plenokan di tingkat Kota.

Keluarga Opa Albert Klarifikasi Pemberitaan di Media Salah

MINAHASA,postkota.co.id – Dugaan Pencabulan yang diduga dilakukan oleh tiga lelaki asal Tondano, dinilai keluarga salah satu terduga keliru. Pasalnya keluarga dari Opa Albert Manueke (79) menjelaskan bahwa lelaki tersebut tidak kerlibat melakukam tidakan pencabulan tersebut.

Dari keterangan Anak dari Opa Albert, Vekky Manueke mengatakan pemberitaan di media itu salah.

“Yang tercantum di kronologi yang dimuat dalam pemberitaan bahwa pada Senin (07/12) 2020, saat itu ayah kami ada sedang dirawat dirumah sakit. Jadi kami dari keluarga menilai itu ada kekeliruan oleh pelapor. Dan Ayah Kami tidak melakukan tindakan itu,” Ujar Vekky saat diwawancarai via WA Senin (14/12) 2020.

Dirinya juga menyampaikan bahwa Laporan yang dituduhkan kepada ayahnya oleh Pelapor itu salah.(varly)

Buntut Utang 10 Miliar di BPJS, Janji ROR-RD Bakal Sirnah

MINAHASA, postkota.co.id – Janji Bupati Royke Octavian Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey (ROR-RD) untuk menjamin warga Minahasa di bidang kesehatan pupus harapan.

Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh 42.630 jiwa didaftarkan dalam Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bakal tak berlaku lagi di tahun 2021. Hal itu, lantaran Pemkab Minahasa masih memiliki utang sekitar Rp10 miliar pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tondano.

Lantas, secara otomatis puluhan ribu rakyat Minahasa telantar dan tak akan dapat pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Tondano.

“Ya, saat ini masih ada sekitar Rp10 miliar lebih piutang yang belum dibayar Pemkab Minahasa. Itu dari Mei-Desember 2020,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano Efran Chandra Nugraha melalui Kabid Keuangan Andri Budiarjo ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (13/12) 2020.

Menurut Andri, pihaknya telah dua kali melayangkan surat kepada Pemkab Minahasa terkait piutang tersebut. Namun, mereka (Pemkab Minahasa) baru bisa menyanggupi pembiayaan satu bulan. Yakni piutang bulan April.

“Akhir bulan Desember ini kita akan layangkan surat peringatan terakhir kepada Pemkab Minahasa. Karena mereka menyanggupi membayar piutang hanya satu bulan saja,” tegasnya.

Lanjut Andri, dari beberapa kali pertemuan, Pemkab Minahasa berjanji akan membayar piutang pada bulan Mei. Namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Sampai saat ini belum ada pembayaran untuk bulan Mei, yang sudah dijanjikan. Padahal setahu saya transaksi keuangan itu dari pemerintah batas tanggal 15 Desember. Jadi ini bisa saja tidak dibayarkan,” terangnya.

Andri kembali menegaskan, jika Pemkab Minahasa tidak melunasi piutang sampai akhir bulan Desember 2020. Pihaknya tidak akan memperpanjang kerjasama pada tahun 2021.

“Setiap tahun kita evaluasi. Jadi, jika ada pemerintah kabupaten kota yang tidak komitmen membayar piutang pada tahun berjalan, tentunya tidak ada lagi kerjasama di tahun kemudian,” tegasnya.

Namun begitu, dia berharap Pemkab Minahasa bisa menyelesaikan piutang tersebut di akhir tahun ini. “Walaupun memiliki piutang beberapa bulan, kartu peserta kategori Jamkesda ditanggung Pemkab Minahasa masih aktif. Dan saat ini warga masih dilayani sampai 31 Desember 2020,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala ketika dimintai keterangan soal utang piutang tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan BPJS Kesehatan Tondano. Bahwa utang tersebut akan dibayarkan pada tahun 2021.

“Kita sudah jelaskan kepada pihak BPJS Kesehatan Tondano, bahwa utang itu akan dibayarkan di bulan Januari 2021. Karena sudah dianggarkan pada APBD 2021,” jelasnya.

Mangala berharap kerjasama ini bisa berlanjut di tahun 2021. “Makanya kita akan upayakan untuk menyelesaikan. Jika ada dana masuk, utang ini pada Mei akan dibayarkan. Tapi tidak untuk sampai Desember, karena dananya tidak cukup,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Minahasa melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Aswin Mokolinta menjelaskan, tahun 2020 jumlah warga yang dijamin dalam BPJS Kesehatan lewat Jamkesda sebanyak 42.630 jiwa.

“Terkait data Jamkesda itu yang ada pada kami. Soal total anggaran dan pembayaran itu ada pada Dinas Kesehatan,” ungkap Aswin.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Maya Rambitan menjelaskan bahwa total anggaran Jamkesda tahun 2020 berjumlah Rp36 miliar lebih, untuk menjamin 42 ribu jiwa. Namun anggaran tersebut telah terpotong karena adanya pandemi covid-19.

“Jadi, anggaran itu tidak lagi Rp36 miliar. Tapi sudah terpotong lantaran adanya refocusing anggaran. Dan ini berlaku di seluruh daerah,” jelas Rambitan.

Sebelumnya, Kepala BPJS Cabang Tondano Efran Chandra Nugraha mengatakan dari sembilan kabupaten kota yang melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Tondano. Hanya Pemkab Minahasa yang tidak komitmen membayar kewajiban.

“Ya, dari sembilan kabupaten kota yang masuk wilayah BPJS Kesehatan Tondano, hanya Pemkab Minahasa tidak komitmen bayar piutang Jamkesda. Dan konsekuensinya tidak diperpanjang kerjasama di tahun berjalan,” pungkasnya. (varly)

Kejari Minahasa Berhasil Bawa A,N Jadi Terpidana

MINAHASA postkota.co.id – Selasa (08/12) 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa melalui Tim Pidana Khusus dan Tim Intelijen berhasil membawa Terpidana lelaki Audy Ngantung (AN) yang melakukan tindakan pidana kasus Kredit Usaha Tani (KUT) Tahun anggaran 2002-2003 yang merugikan negara sebesar 1,6 M.

Terpidana tersebut telah mendapatkan putusan pengadilan tinggi yang berkekuatan hukum tetap (inkraht) pada tahun 2015.
yang mana terpidana tersebut telah menjadi DPO (daftar pencarian orang) sejak tahun 2016.

Terpidana Audy Ngantung berhasil di jemput langsung di kediaman Terpidana di daerah Desa Paslaten Kecamatan Remboken, yang mana terpidana Audy Ngantung berhasil terdeteksi oleh tim Pidana Khusus dan tim Intelijen Kejaksaan Negeri Minasaha, selanjut nya terpidana akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun di lapas kelas IIb Tondano. (varly pantow)

SAS Ucapkan Terima kasih Buat Warga Tomohon

TOMOHON,postkota.co.id – Ajang pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah Gubernur wakil Gubernur dan Walikota wakil Walikota di Sulawesi Utara telah selesai di laksanakan dengan aman dan lancar.

Untuk kota Tomohon dari hasil hitung cepat yang di lakukan beberapa lembaga survei yang ada menempatkan Olly Dondokambey Steven Kandow untuk Sulut unggul dari dua calon lainnya dan, caroll Senduk Wenny Lumentut untuk Tomohon unggul juga dari Dua pasangan calon lainnya juga.

Dari hasil yang di peroleh tersebut, Syerly Adelyn Sompotan (SAS) yang adalah ketua Tim Pemenangan Olly Steven Kota Tomohon langsung meberikan ucapan terima kasih banyak buat Warga Kota Tomohon yang suda memberikan hak suaranya di Pilkada kali ini.

“Saya memberikan ucapan terima kasih kepada masyarakat kota Tomohon yang suda memberikan hak suaranya sehingga, Olly Steven dan Caroll Wenny bisa menang telak di kota ini” kata SAS.

SAS menghimbau juga bagi para warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota dan meminta juga untuk mengawal akan kemenangan ini sampai ada penetapan resmi dari KPU Tomohon.

Hasil Survey IReS, CS-WL Diatas Awan

Indonesian Research and Survey (IReS) telah melakukan Survei dan Polling terkait dengan kontestasi Pilkada Kota Tomohon yang menampilkan tiga pasangan calon yang terdiri dari Pasangan Nomor 1 Jilly Gabriella Eman dan Virgie Baker, Caroll Senduk dan Wenny Lumentut dengan Nomor Urut 2, dan Robert Pelealu dan Fransiskus Marselo Soekirno dengan nomor urut 3.


POLLING

Polling yang dilakukan oleh IReS berfokus pada kematangan berorganisasi, kematangan bersosial, kematangan bermasyarakat, kematangan berbisnis, dan kematangan berpolitik.

Hasil polling IReS menyimpulkan bahwa dari seluruh pasangan calon yang disurvey berdasarkan kategori kematangan berorganisasi diperoleh hasil bahwa pasangan Caroll Senduk memiliki nilai 48,89 % menyatakan sangat baik dalam berorganisasi, jika dibandingkan calon lain seperti pasangan Jilly G Eman yang hasilnya 49,46 % menjawab kurang matang dalam berorganisasi, sedangkan pasangan Robert Pelealu terdapat 30,46 % cenderung menjawab kurang matang dalam berorganisasi.

Terkait dengan kematangan bermasyarakat, ternyata dari hasil survey diperoleh jawaban dari semua calon bahwa pasangan Caroll Senduk 48,89 % menyatakan sangat baik dalam kematangan berorganisasi. Selanjutnya pasangan Robert Pelealu 40,69 % jawabannya kurang matang dalam bermasyarakat atau bersosial, serta pasangan Jilly G Eman responden yang menjawab sebesar 54,89 % kurang mampu dalam bermasyarakat.

Selanjutnya dalam kegiatan berbisnis ternyata pasangan Jilly G Eman yang sebenarnya berangkat dari keluarga pengusaha justru memberi jawaban 45,05 % kurang matang dalam berbisnis. Sedangkan Pasangan Caroll Senduk mendapatkan jawaban 73,06 % menyatakan matang dalam berbisnis. Selain itu, pasangan Robert Pelealu kematangan berbisnisnya sebesar 34,75 % menyatakan buruk.

Terkait dengan kematangan berpolitik, pasangan Robert Pelealu justru mendapatkan jawaban 37,14 % buruk dalam berpolitik, Sedangkan pasangan Caroll Senduk mendapatkan jawaban sebesar 62,61 % matang dalam berpolitik. Dari data yang kami peroleh, hal ini dapat dilihat dalam keterlibatannya dalam kepengurusan partai politik sebagai ketua PDIP Kota Tomohon serta sebagai anggota legislatif kota Tomohon dua periode. Sedangkan pasangan Jilly G Eman mendapatkan jawaban 47,57 % menyatakan kurang matang dalam berpolitik.

Jika dibandingkan dengan seluruh pasangan calon, maka pasangan calon Caroll Senduk memiliki keunggulan paling besar dibandingkan dengan pasangan calon lainnya. Dari semua kategori yang menjadi fokus dalam survey ini menunjukan bahwa pasangan Caroll Senduk dapat dinyatakan sebagai pasangan yang sudah memiliki pengalaman dan matang dalam berbisnis, bermasyarakat dan berpolitik.


SURVEI

Terkait dengan kontestasi pilkada kota Tomohon, jika pemilihan kepala daerah dilaksanakan besok hari, maka pasangan calon Caroll Senduk akan menjadi pemenang, jika para pendukung secara objetif melihat rekan jejak dari semua pasangan calon tersebut diatas.

Namun, jika melihat kecenderungan yang ada pada dasarnya masyarakat kota Tomohon lebih memberikan apresiasi kepada pasangan calon Caroll Senduk, sehingga faktor penunjang untuk memenangkan pasangan Caroll Senduk dalam pilkada kota Tomohon harus menjadi perhatian utama.

Survey ini hanyalah rujukan bagi masyarakat kota Tomohon untuk lebih objektif melihat calon-calon yang bertarung di kota Tomohon, sekaligus memberikan pelajaran politik bagi masyarakat untuk lebih rasional dalam memilih calon berdasarkan hasil survei.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.