MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA — Nilai iman, integritas, dan keteladanan menjadi pesan utama dalam Ibadah Oikumene Pemerintah Kabupaten Minahasa Bulan Oktober 2026 yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Kamis (8/10/2026).
Ibadah tersebut tidak sekadar menjadi agenda kerohanian rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan moralitas aparatur sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan amanah pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ibadah dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolayan, SE.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, para asisten, staf ahli, kepala badan, kepala dinas, kepala satuan, Direktur RSUD, para kepala bagian, camat se-Kabupaten Minahasa, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Salomo dan Pentingnya Hikmat dalam Memimpin
Pelayanan firman Tuhan disampaikan Pdt. Tadius Batasina dengan bacaan Alkitab 2 Tawarikh 1:7–13. Firman tersebut mengisahkan permohonan Raja Salomo kepada Tuhan untuk memperoleh hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para aparatur pemerintahan. Hikmat dan kebijaksanaan dinilai tidak hanya diperlukan dalam mengambil keputusan, tetapi juga menjadi landasan untuk menghadirkan keadilan, ketulusan, serta integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, setiap keputusan dan tindakan aparatur memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, nilai-nilai iman diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman spiritual, tetapi diwujudkan dalam sikap profesional, jujur, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
ASN Diingatkan Jaga Keseimbangan Jasmani dan Rohani
Sementara itu, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S. dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan jasmani dan rohani bagi setiap aparatur pemerintah.
Menurutnya, kekuatan spiritual menjadi salah satu modal penting dalam membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Ia mengajak seluruh ASN menjadikan ibadah sebagai sumber kekuatan sekaligus penyegaran rohani. Nilai-nilai yang diperoleh dalam ibadah, kata dia, hendaknya tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat keteladanan juga menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Menjadi teladan, kata dia, harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.
Iman sebagai Penguat Pelayanan Publik
Melalui Ibadah Oikumene ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan semakin memperkokoh kebersamaan, memperkuat integritas aparatur, dan membangun semangat pelayanan yang dilandasi iman, moralitas, serta tanggung jawab.
Kehidupan spiritual pun diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan pribadi ASN, tetapi juga menjadi kekuatan moral dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Minahasa.
