POSTKOTA.NET – Walikota Caroll Senduk SH dan Wakil Walikota Wenny Lumentut SE mendapat dukungan stakholder untuk mengeroyok berbagai peluang supaya Kota Tomohon Nihil kasus Stunting.
Demikian dipastikan Kepala Dinas Pengendalian dan Keluarga Berencana Kota Tomohon Mareyke Manengkey SPd saat membawakan sambutan Walikota Tomohon pada kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2022 Kota Tomohon, Jumat (09/12/2022).
Menurutnya, Kota Tomohon turut berperan menurunkan angka stunting di angka 14 persen secara nasional pada tahun 2024 nanti.
“Dengan begitu target Menuju Generasi Emas 2024 dapat terwujud,” ujar Mareyke Manengkey.
Diseminasi Audit Kasus Stunting kali ini, sambunganya, bertujuan untuk mengetahui penyebab dan risiko kasus stunting.
Selanjutnya memberikan rekomendasi dan intervensi yang dibutuhkan supaya kasus stunting dapat dicegah.
“Dengan identifikasi yang menyasar calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, maupun concern terhadap pendampingan keluarga secara maksimal,” tandas Mareyke Manengkey.
Baca juga: Sawua Kolintang Cafe n Resto Destinasi Wisata Baru di Tomohon
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Pakar dari Provinsi Sulut maupun Kota Tomohon.
Di antaranya, Dr Muksin Pasambuna MSi (Ahli Gizi dari Poltekkes Manado) yang juga Ketua Pengurus Perhimpunan Gizi dan Pangan Sulawesi Utara.
Kemudian Jenniver Mantow SPsi MPsi Psikolog (perwakilan Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Sulut), dan dr Kristellina Tirtamulia SpA (dokter Spesialis Anak pada RSUD Anugerah Tomohon).
Ada juga Manager Program dan Kegiatan Satgas Percepatan Penurunan Stunting Sulawesi Utara Murphy Kuhu.
Peserta yang hadir, Kadis Pangan Novy Kainde MSi, perwakilan perangkat daerah, para Camat, Tim Teknikal juga organisasi profesi kesehatan.
