Dandim 1302/ Minahasa Hadiri Peletakan Batu Pembangunan MPFS Oleh Mentri Koperasi Dan UKM RI

MINSEL,- postkota.net – Bertempat di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat 23/09/2022, pukul 09.46 wita.   Komandan Kodim ( Dandim )1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy bersama Forkopimda Kabupaten Minahasa Selatan mendampingi kujungan kerja Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah( UKM ) Republik Indonesia ( RI ) Teten Masduki serta pelatakan batu pertama pembangunan  Major Project Factory shering (MPFS) untuk mendukung Major Project Pengelolaan Terpadu UMKM Produk Kelapa dan Turunannya di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat 23/09/2022, pukul 09.45 wita.

Tampak sejumlah pejabat terkait turut serta dalam kegiatan tersebut antara lain Deputi Bidang Koprasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang UKM  Hanung Harimba Rahman, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI Riza Damanik, Mewakili Gubernur Sulut Ir. Ronald T.H Sorongan M.Si, Bupati Minahasa Selatan Franky D. Wongkar SH, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy, Kapolres Minahasa Selatan AKBP Bambang Harleyanto S.I.K, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Budi Hartono SH, M.Hum, Ketua Pengadilan Negeri Amurang Aryas Dedy SH, Pdt Joni Sinubu M.Th, Para SKPD, Camat, Lurah dan Hukum Tua serta para undangan.

Baca juga:  Beri Edukasi PBB Bagi Siswa SD, Dandim,1302Apresiasi Kinerja Babinsa Koramil,1302-19

Komandan Kodim ( Dandim ) 1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy Seusai kegiatan kepada Tim Media Center Kodim 1302/Minahasa mengungkapkan, “Kami sangat menyambut baik adanya pembangunan Major Project Factory shering ini, hal ini adalah salah satu upaya untuk mengajak para petani khususnya petani kelapa agar lebih kreatif lagi di dalam memasarkan hasil panen mereka nantinya, Ujar Dandim.

Lanjut Dandim, Kita ketahui bersama bahwa tanaman yang paling banyak kita temui di Indonesia salah satunya adalah tanaman kelapa, dan kita adalah penghasil kopra terbesar kedua setelah Filipina, diharapkan dengan adanya hal ini kedepan kita bukan hanya di kopra saja, bisa dari batok kelapa yang diolah menjadi briket, atau sabutnya bisa diolah menjadi serat sabut kelapa atau yang biasa di kenal dengan sebutan Coco Fiber, sehingga petani kita kedepan nantinya lebih sejahtera, “Tandasnya, (Mc./ Udin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *