MINAHASA POSTKOTANEWS.CO.ID MINAHASA – Musim kemarau yang belum berakhir mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Minahasa. Sejumlah lahan pertanian mengalami kekurangan air hingga menyebabkan tanaman mulai mengering dan mengancam produktivitas petani.
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS MAP turun langsung meninjau lahan pertanian di Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Rabu (30/9).
Dalam kunjungan itu, Pemkab Minahasa melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan pompa air kepada petani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian, khususnya lokasi yang berada dekat dengan sumber air.
“Pemkab Minahasa melalui Dinas Pertanian turun tangan membantu langsung petani. Musim kemarau ini masih belum usai, harus ada langkah nyata menghadapi kekeringan yang terjadi, terutama di pertanian,” kata Wabup.
Tak sekadar melakukan peninjauan, Wabup berdialog langsung dengan Kelompok Tani Lepo Weru untuk menyerap aspirasi petani terkait ketersediaan sumber air dan sarana pendukung pertanian.
Wabup juga ikut turun ke lahan, melakukan penyiraman tanaman sekaligus menanam cabai rawit bersama para petani.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan di wilayah Parepei. Untuk daerah lain yang terdampak, pemerintah menyiapkan pasokan air menggunakan mobil tangki PDAM.
“Untuk wilayah lain yang mengalami kekeringan, pemerintah menyediakan pasokan air dengan mobil tangki PDAM,” ujarnya.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Minahasa juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan mengajukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut antara lain berupa traktor dan mesin pompa air guna memperkuat sarana pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pertanian Christin Moniung Tampaguma, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, serta Camat Remboken Eigtmi Moniung.
