Pemkab Minahasa Sambut Kunker Wagub Sumbar di TMP Tengku Imam Bonjol

Minahasa, postkota.co.id – Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Bupati Sumatra Barat Ir,Audy Joinaldy S,Pt. M,Sc. M.M, IPM, ASEAN,Eng. Ke Kabupaten Minahasa Senin 28/02-2022 Disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa, Nampak dalam pantauan wartawan Media ini, Assisten 1, Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa Drs Riviva Maringka M,Si bersama Assisten ll Ir.Wenny Talumewo serta Para Kepala Dinas menyambut Kedatangan Wagub Sumbar bersama Jajaran.

Kunker dalam rangka menindak lanjuti hasil rapar Koordinàsi tentang Penataan Lingkungan Makam Pahlawan Tuanku Imam Bonjol yang secara Virtual dilaksanakan pada 08/02-2022 lalu yang di ikuti Pemangku Kepentingan (Kementrian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi, Kementrian Sosial, Pemprov Sumbar Pemrov Sulut, Pemkab Pasamaan,Pemkab Minahasa, dan BPCB Sumbar, BPCB Gorontalo,serta BPNB Sulut.

Bertempat di Lokasi Cagar Budaya Taman Makam Pahlawan (TMP) Tuanku Imama Bonjol
Desa Lota Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, Kunker dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara Drs Jani Lukas, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Utara Apolos Marisan,S.Sos, Mohammad Natsir, Asisten 1 Setdakab Minahasa, Drs,Riviva Maringka,M.Si,
Assisten ll Ir.Wenny Talumewo, Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Minahasa, Drs,Steady Tumbelaka MSi, Kadis Sosial dr.Maya Rambitan, Para Staf Ahli Bupati, Kabag Umum Lona Lengkong, Kabid Kebudayaan Disbudpar Minahasa Yolanda EMG Kawatu, S.S dan Camat Pineleng Drs,Jonly Wua, M.M serta Hukum Tua Desa Lotta .

Kegiatan Kunker Wagub Sumatera Barat ini dilanjutkan dengan jamuan Makan oleh Pemkab Minàhasa bertempat di Restoran Astomi kelurahan Tonsaru Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa.(Udin)

Tak Ada Sosialisasi Hingga Ganti Rugi Lahan, Proyek Revitalisasi Dikeluhkan Warga

Minahasa- postkota.co.id-Pengerjaan mega proyek prioritas nasional pembangunan Revitalisasi Danau Tondano di Minahasa sampai saat ini masih menjadi polemik di Masyarakat Kota air Tondano.

Proyek Revitalisasi Danau Tondano Tahap 1 yang digagas oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 (BWSS), Kementerian PUPR, dilaksanakan Kontraktor PT Bumi Karsa, saat ini banjir keluhan warga.

Diketahui, Proyek Revitasilasi Danau tahap pertama tersebut berbanderol 200 Miliar lebih dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi 1, Kementerian PUPR,yang dikerjakan oleh PT Bumi Karsa selaku Kontraktor Proyek.

Dilaksanakan dengan tiga tahap, untuk tahap pertama ini meliputi pembangunan tanggul pembatas badan air danau sepanjang 6,5 kilometer, yang akan melewati 4 Kecamatan, yakni Tondano Selatan, Tondano Utara, Tondano Barat, dan Kecamatan Eris.

Terkait pembangunan revitalisasi ini, menuai keluhan sejumlah warga yang tinggal dipinggiran danau tondano.

Menurut DP warga asal Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, mengatakan mereka tidak tahu kalau adanya proyek revitalisasi ini.

“Sampai saat ini tidak ada sosialisasi, dari pihak Balai Wilayah Sungai dan PT Bumi Karsa, kami tidak tahu kalau proyek ini sedang berlangsung,” keluh DP saat ditemui langsung Tribunmanado.co.id, Senin (28/2/2022).

Warga khawatir rumah tempat mereka tinggal akan digusur dan menjadi lokasi pembangunan revitalisasi tanpa adanya tanggungjawab dari PT Bumi Karsa.

“Terus kami mau tinggal dimana kalau digusur, apakah kami harus tinggal dijalan, saya sudah 20 tahun lebih tinggal disini dan mencari nafkah disini,” ujar DP.

Senada, sejumlah warga Desa di Kecamatan Eris pun mengeluhkan pengerjaan Revitalisasi Danau Tondano tersebut.

Warga menilai PT Bumi Karsa dan Balai Sungai jangan sembarangan menyerobot lahan mereka dipinggiran danau.

“Jangan hanya sepihak, kami memang mendukung proyek revitalisasi danau tondano ini, tetapi harus ada ganti rugi lahan,” tegas warga setempat.

Sebelumnya, pekerjaan Revitalisasi Danau Tondano ini sempat terhenti, disebabkan protes adanya tuntutan biaya ganti rugi lahan oleh sejumlah warga yang mengaku memiliki hak atas lahan yang masuk dalam pengerjaan Proyek.

Menurut warga, pihak Balai Wilayah Sungai dan PT Bima Karsa telah menyerobot lahan mereka tanpa adanya ganti rugi dari pihak terkait.

Saat dikonfirmasi, PPK Danau Situ dan Embung Revitalisasi Danau Tondano Rachman Rasyid mengatakan sebelum pengerjaan proyek, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda terkait kesiapan lahan pembangunan.

“Tentu saya sangat menyayangkan ada masalah seperti ini, namun kita telah melakukan koordinasi dan langkah-langkah persuasif kepada masyarakat soal kesiapan pembangunan proyek revitalisasi, jadi sebenarnya tidak ada masalah,” kelit Rachman

Dijelaskannya, proyek yang berbanderol 200 Miliar ini, akan dilaksanakan tiga tahap pembangunan yang akan melewati empat kecamatan,

Sementara itu, menindaklanjuti masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Asisten ll Perekonomian dan Pembangunan Ir Wenny Talumewo telah melakukan mediasi sengketa lahan Proyek Revitalisasi Danau Tondano.

“Jadi kita masih melakukan mediasi, terkait tuntutan ganti rugi lahan pada Lokasi Pembangunan Revitalisasi Danau antara PT Bumi Karsa dan masyarakat,” kata Talumewo saat ditemui Tribunmanado.co.id di Kantor Bupati Minahasa.

Malahan, Talumewo menegaskan agar PT Bumi Karsa selaku pelaksana kegiatan Revitalisasi agar tetap melanjutkan pekerjaan, sementara untuk tuntutan Masyarakat akan dilakukan penelitian lebih lanjut sebagaimana aturan yang ada. (Udin)

SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN. Refleksi dari 1 Korintus 1:10-17.

POSTKOTA.CO.ID – DAMAI TAPI GERSANG. Inilah suasana yang bisa terjadi dalam persahabatan, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa jika tidak ada Solidaritas (rasa senasib, setia kawan). Dalam pelayanan tanpa Solidaritas, maka tak ada ber “Synhodos” (Yun: berjalan bersama). Yang ada adalah berjalan sendiri-sendiri berbalut kepentingan pelayanan akibatnya rentan perpecahan. Bagaimana mewujudkan Solidaritas dalam pelayanan agar tidak terjadi perpecahan? Paulus, terhadap jemaat multikultural Korintus yang sarat dengan bentuk pelayanan, ketokohan dan kepentingannya masing-masing, memberikan solusi terhadap hal ini.

1.DASAR: YESUS KRISTUS. Di ayat 10, Paulus menghimbau “aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, “demi nama Tuhan kita Yesus Kristus”. Jadi dasar terwujudkan solidaritas dalam pelayanan adalah “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Ini dimaksudkan supaya dengan menghormati nama Yesus orang akan menunjukkan sikap solidaritas agar perpecahan tidak terjadi. Jadi jika kita menghormati nama Yesus pasti mewujudkan solidaritas. Dengan demikian jangan pernah berkata mengenal , berkhotbah dan mengasihi Yesus , jika tanpa solidaritas. Ini sama halnya dengan menipu diri sendiri dan orang lain. Hal ini menegaskan bahwa dasar solidaritas kita bukan karena ikatan darah, jabatan, harta dan jasa baik seseorang, tapi karena Kristus jalan kebenaran dan hidup, yang solider hingga menebus dosa-dosa kita.

2.SOLUSI: SEIA SEKATA , ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR. Ini adalah cara bersolidaritas. Hal-hal ini diminta oleh Paulus didasarkan pada “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Seia sekata artinya sama-sama bersetuju/sepakat dalam semua hal. Berani menyesuaikan pendapat sendiri dengan pendapat orang lain; Erat bersatu adalah sikap yang tidak mempersoalkan berbagai perbedaan; Sehati sepikir berkaitan dengan sikap yang didasarkan pada hati nurani dan akal budi. Jadi sikap terhadap orang lain harus berdasar pada hati nurani dan rasio. Jadi jangan mewujudkan solidaritas hanya karena pertimbangan rasional lahiriah, untung dan rugi lalu membunuh hati nurani sebagai pusat pertimbangan baik dan jahat, salah dan benar. Oleh sebab itu jangan ijinkan apapun, bagaimanapun dan siapapun menekan kita hingga kita membunuh hati nurani kita sendiri.

3.KEPEDULIAN. Kepedulian berarti sikap memperhatikan karena kepekaan pada lingkungan adalah awal perwujudan Solidaritas. Inilah sikap keluarga Kloe sehingga melaporkan masalah perselisihan di Korintus kepada Paulus (ayt 11). Jadi kalau ada keadaan yang memprihatinkan, orang-orang baik jangan diam. Harus peka dan berbuat sesuatu. Sebagaimana kata orang bijak kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik. Hal yang sama terjadi dalam pelayanan karena banyaknya orang baik, yang bukan hanya diam tapi pragmatis. Takut kehilangan kekayaan dan jabatan sehingga bersikap diam dan ikut arus. Akibatnya pelayanan semakin mengalami perpecahan. Jadi setiap orang baik harus prihatin dan mengambil sikap untuk sebuah perubahan dalam pelayanan.

4.TANTANGAN: KULTUS INDIVIDU, EKSKLUSIFISME, MONOPOLI PELAYANAN, SUPERIORITY COMPLEX. Ini adalah factor-faktor penghambat solidaritas dalam pelayanan (ayt 12-17)
KULTUS INDIVIDU. Hal ini berarti pemujaan kepribadian atau kultus pemimpin. Masing-masing berkata aku dari golongan Paulus. Aku dari golongan Apolos (terpelajar dan fasih berhotbah) . Aku dari golongan Kefas (meragukan mandat Paulus). Aku dari golongan Kristus. Paulus mengkritik mereka “apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Bahkan kalaupun ada yang ia baptis, tidak boleh menjadi alasan pengkultusan dirinya. Jelas bahwa karena Kristus tidak terbagi-bagi, maka janganlah pesekutuan tubuh Kristus terpecah-pecah hanya karena soal siapa pemimpinnya. Oleh sebab itu sangat disayangkan kalau ada pelayan Tuhan menjagokan pemimpinnya di kolom, di jemaat dst, sementara menjatuhkan dan menjegal pelayan Tuhan lainnya. Di pihak lain ada pelayan yang memanfaatkan jasa pelayanannya untuk mengikat orang supaya patuh dan mengkultuskan dirinya.
EKSKLUSIFISME. Adalah sikap yang cenderung memisahkan diri dari orang lain. Sikap seperti ini biasanya muncul karena adanya kepentingan kelompok sehingga bersikap fanatic dan diskriminatif serta cenderung memberikan tekanan kepada pihak lain. Apalagi kalau memiliki jabatan, pengaruh dan pendukung sebagaimana kelompok Paulus, Apolos, Kefas dan lebih khusus yang mengaku kelompok Kristus yang menganggap rendah berhubungan dengan kelompok lain.

MONOPOLI PELAYANAN. Paulus bersyukur bahwa tidak ada seorangpun yang ia baptis selain Krispus dan Gayus, juga keluarga Stefanus (ayt 14-16). Ini berarti ia menghargai Apolos, Kefas dan lainnya yang membaptis. Artinya Paulus tidak memonopoli pelayanan. Demikian dalam pelayanan, solidaritas sulit terwujud karena ada pihak yang memonopoli pelayanan sehingga terkesan “one man show”. Padahal ada rekan anggota jemaat, diaken, penatua, guru agama dan pendeta serta kelompok lainnya.

SUPERIOROTY COMPLEX. Psikolog mengatakan, bahwa ini adalah sifat seseorang yang membuat ia merasa lebih hebat dari orang lain. Sering mengeluarkan klaim arogansi, memiliki opini yang tinggi terkait diri sendiri, suka menguasai dan enggan mendengarkan orang lain. Dan bukan tidak mungkin sifat ini dilakonkan untuk menutupi perilaku di masa lalu. Oleh kelompoknya, ia dipropagandakan untuk mencari keuntungan dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Kristus mengutus dia bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(ayt 17). Hal ini menunjukkan bahwa legalitas jabatannya sebagai Hamba Allah dan rasul, tidak membuatnya merasa lebih hebat dari orang lain sehingga harus menguasai dan merendahkan orang lain dalam talentanya masing-masing. Cukup baginya melaksanakan tugas utama sebagai pemberita injil. Orang yang melaksanakan baptisan dan tugas lainnya tidak kalah hebatnya. Oleh sebab itu jangan menganggap orang lain rendah sehingga tidak memberi kesempatan kepada orang lain dalam pelayanan.

5.JENIS: SOLIDARITAS MEKANIK , ORGANIK DAN SOLIDARITAS KRISTUS. 2 jenis solidaritas dikembangkan Emil Durkheim (Sosiolog,1858). Solidaritas mekanik muncul karena kesadaran tapi rentan pada monopoli dan tekanan (pada masyarakat primitive/homogen), sedangkan solidaritas organik karena kepentingan bersama, tapi rentan bukan pada hubungan tapi kepentingan (pada masyarakat modern/heterogen). Paulus bicara tentang “demi Yesus Kristus” inilah solidaritas Kristus yang tidak parsial, tidak pengkultusan, tidak monopoli dan tidak karena kepentingan pribadi tapi demi keselamatan orang yang dilayani.

Mari kita wujudkan Solidaritas dalam pelayanan. Jangan karena soal dukung mendukung terjadi perpecahan dalam jemaat. Mari halau semua tantangan penghambat solidaritas dan mari wujudkan solidaritas Yesus Kristus agar perpecahan terhindar dari pelayanan kita dan supaya gereja kita, tidak Damai tapi Gersang melainkan Damai penuh dengan sukacita sebagai gereja yang sehat.

Selamat melayani dengan Solidaritas Kristus. Soli Deo Gloria.(270222).
Salam kasih: Pdt.Dr.A.D.Sompe,MPdK.

Pemkab Minahasa Disorot, Lambat Tangani Sengketa Lahan Revitalisasi

Minahsa -postkota.co.id- Pemerintah Kabupaten Minahasa dinilai kurang tegas, terhadap kepemilikan lahan digaris Sepandan pesisir Danau Tondano.

Hal ini terlihat dari lambannya penyelesaian sengketa tanah pada Proyek Nasional Pembangunan Revitalisasi Danau Tondano

Protes warga atas kepemilikan lahan yang dilalui Proyek Nasional melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara 1 BWSS), Kementrian PUPR, dianggap sebagai pemicu terhentinya pekerjaan disalah satu titik pengerjaan Proyek.

“Lambannya Penyelesaian masalah sengketa tanah dilahan Proyek Revitalisasi, sebagai bukti Pemkab Minahasa kurang tegas, membuktikan apakah tanah atau lahan yang disengkatakan itu, masuk dalam garis sepandan atau tidak, sesuai dengan aturan yang tertuang dalam pasal 5 Undang-undan SDA”ujar Jefry Uno.SH, Ketua Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM), kepada sejumlah Awak Media, Sabtu (26/2/2022).

Menurut Uno, lambannya penyelesaian masalah sengketa dilahan Proyek, dikhawatirkan akan berdampak pada program pembangunan yang menjadi Visi dan Misi Bupati Minahasa.

“Pemkab Minahasa harusnya bergerak cepat menyelesaikannya, jangan sampai hal ini berdampak kurang baik pada rencana pembangunan berikutnya, yang pasti menghambat apa yang menjadi Visi Misi Bupati dan wakil Bupati Minahasa”tegas Uno.

Tanpa meminta Pemkab Minahasa, dalam hal ini pihak yang berkompeten turun ke lokasi pembangunan proyek untuk menentukan titik garis sepandan agar masalah sengketa segera selsai

Assisten ll Sekertariat Daerah Kabupaten(Setdakab) Minahasa Ir.Wenny Talumewo yang dikonfirmasi postkota Sabtu 26/02 via Cellulernya mengatakan, Saat ini Pemkab Minahasa sementara melakukan penelitian berkas dokumen kepemilikan lahan yang diajukan pihak warga,

,” Jadi Saat ini Pemkab Minahasa sementara melakukan Pemeriksaan dan Penelitian berkas kepemilikan lahan yang diajukan warga Masyarakat ,” Kata Assisten ll

Dia juga menambahkan, ” Bahwa sementara ini pihak pelaksana pekerjaan di arahkan untuk melanjutkan Pengerjaan Proyek melalui sesi sebelah untuk menunggu hasil keputusan selanjutnya,” jelas Wenny .(Udin)

Dinas Pariwisata Gelar Rakor Anugerah Desa Wisata Tahun 2022

Minahasa- postkota.co.id- Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Minahasa,Drs,Steady Tumbelaka MSi didampingi Sekertaris Dinas Dra,Cony Muntu MSi dan Kepala Bidang Pemasaran Melisa Rindonuwu memimpin langsung Kegiatan Rapat Koordinasi Keikut sertaan Desa Sendangan Kecamatan Sonder dalam Anugerah Desa Wisata Tahun 2022.

Kegiatan Rapat di mulai pada pukul.11.00 wita
Diikuti Camat Sonder,Deny Alexander Mangundap SS, Hukum Tua Desa Sendangan,Eddy Rampi , Pengurus Badan usaha milik desa, Ketua Fareck Community,Dony Menayang, dan jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Insan Parawisata Indonesia Sulawesi Utara.

Bertempat di Rumah Indah Desa Sendangan Kecamatan Sonder, Rapat kemudian di lanjutkan dengan kunjungan Kepala Dinas Parawisata kelokasi Wisata Puncak Lengkoan
Taman Eman, Wale Papetaupan,Wisata Kuliner, wisata budaya(cagar budaya),wisata alam yang kesemuanya dimiliki oleh Desa Sendangan Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa.

Kepala Dinas Parawisata Drs.Steady Tumbelaka MSi, melalui Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Melisa Rondonuwu kepada Postkota mengatakan, Desa Sendangan adalah salah satu Desa yang du ikutkan dalam Anugerah Desa Wisata Tahun 2022.

,” Desa Sendangan Kecamatan Sonder sengaja di pilih sebagai Anugerah Desa Wisata tahun 2022 karna potensi Keindahan Alam yang banyak dimiliki Desa ini,” Kata Melisa.

Dia juga berharap, Desa Lainya dapat mengikuti jejak Desa Sendangan dalam melakukan penataan permukiman serta area perkebunan bernuansa Wisata.,” Mudah mudahan desa lainya dapat mengikuti jejak penataan jeundahan permukiman sehingga dapat ikut serta dalam Anugerah Desa Wisata berikutnya.(Udin)

Jumlah Positif Covid-19 Meningkat, DBD Menguat Minahasa Dilanda Wabah

Minahasa -postkota.co.id- Ditengah tingginya penyebaran Covid 19 di Kabupaten Minahasa, kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) juga turut meningkat.

Dari data yang dikonfirmasi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, penyebaran DBD telah mencapai 36 kasus, selama dua bulan berselang, yakni dari bulan Januari hingga februari 2022.

Kasus penyebaran tertinggi yakni pada bulan Januari sebanyak 29 Kasus, sementara Februari bulan berjalan terkonfirmasi baru 7 kasus.

“Untuk kasus penyebaran DBD, hingga saat ini, telah mencapai 36 Kasus, dimana kasus tertingg yakni pada bulan januari, sebanyak 29 kasus dan 7 kasus di bulan Februari”jelas Sekdinkes Gaby Doaly, yang dikonfirmasi via SMS oleh Awak Media, pada Kamis (24/2/2022).

Gaby menambahkan, bahwa penyebaran penyakit Demam Berdarah, disebabkan oleh musim penghujan yang akhir intensitas cukup tinggi.

Doaly juga berharap dan menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dengan mengambil upaya 3M, yakni membersihkan penampungan air, menutup penampungan air dan mengubur barang bekas.

Sementara itu, upaya cepat pencegahan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Minahasa, melalui Dinas Kesehatan, yakni melakukan Fogging di Daerah-daerah rawan DBD.(Udin)

Warga Talikuran Remboken, Jemput Paksa Jenazah Positif Covid-19

Minahasa- postkota.co.id- Penolakan Pemakaman Pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 kembali terjadi Pada Masyarakat Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa,Kamis 24/02-2022 Pukul 16.30 wita.

S.M 47 Tahun jenis kelamin Perempuan alamat jaga 3 Desa Talikuran dinyatakan meninggal dunia Oleh Pihak Rumah Sakit Bethesda akibat terkonfirmasi Positif Covid-19 .

Keputusan pihak Rumah Sakit Umum Bethesda Tomohon bahwa pasien meninggal dunia karena Covid 19 ini tidak di terima oleh keluarga. Sehingga pasien yang berada di IGD di bawa paksa oleh pihak keluarga tanpa adanya standar keamanan Covid 19 menuju ke Desa Talikuran Kec. Remboken.

Atas kejadian ini,Kapolsek Remboken AKP Charles Lumanauw dan Anggota bersama Camat Remboken Viktor Sengke, dibantu personil Koramil Remboken,dan Gugus tugas Kec. Remboken Suster Ria Wenas dan Hukum Tua Desa Talikuran Bpk. Chresye Ruaw,segera bertindak melakukan upaya penggalangan dengan menghimbau kepada  pihak keluarga serta meng edukasi resiko penyebaran Covid-19

Hukumtua Desa Talikuran Chresye Ruaw yang dikonfirmasi Wartawan media ini melalui Cellulernya kepada wartawan mengatakan, Hingga malam ini pihak keluarga tetap bersikeras bahwa Jenasah tidak terpapar Covid,19 dan menolak pihak Aparat Kepolisian serta Camat dan Satgas Covid untuk melaksanakan Pemakaman hari ini.

,” Pihak Keluarga menolak anjuran aparat dan satgas untuk melaksanakan penguburan malam ini, dan rencanaya pihak keluarga akan menggelar pemakaman besok hari juma 25/02-2022,” Kata Ruauw.(*)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.