Persmin Bungkam Persma di Klabat, 2-1 Meski Bermain 10 Pemain”Ini Pelajaran !”

MANADO,POSTKOTANEWS.CO.ID – Stadion Klabat menjadi panggung pembuktian Persmin Minahasa dalam laga uji coba sarat gengsi kontra Persma Manado, Sabtu (28/2/2026). Berstatus tim tamu dan sempat kehilangan satu pemain, Laskar Manguni Makasiow tetap tampil digdaya dan menundukkan tuan rumah dengan skor 2-1.
Derbi tetangga ini  berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal. Kedua tim saling melancarkan tekanan, namun disiplin lini belakang membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Persmin yang ditangani Marten Tao harus bermain dengan sepuluh orang setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah. Situasi tersebut sempat memberi angin bagi Persma. Namun alih-alih goyah, Persmin justru menunjukkan mental bertanding yang solid.
Kebuntuan pecah pada menit ke-67. Michael, sang maestro bernomor punggung tujuh, mencetak gol pembuka lewat penyelesaian klinis yang membungkam publik tuan rumah. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Persmin.
Menit ke-84, Michael kembali menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti, ia mencetak gol kedua sekaligus mengukir brace dan membawa Persmin unggul 2-0.
Persma baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time. Namun hingga wasit meniup peluit panjang, keunggulan tetap menjadi milik tim yang berada di bawah manajemen Renaldo Sengke itu.
Manajer Persmin, Richo Roring, menyebut kemenangan ini sebagai sinyal kesiapan tim jelang Liga 4.
“Perkembangan anak-anak sangat luar biasa. Menang di kandang Persma dalam kondisi kekurangan pemain adalah bukti bahwa Laskar Manguni Makasiow siap bersaing di Liga 4,” tegas Richo optimistis.
Sementara itu, Direktur Teknik Persmin, Yongky Rantung, memberikan apresiasi atas kerja keras tim, namun mengingatkan agar skuad tidak terlena.
“Kita bersyukur dengan hasil ini, tapi jangan terbuai eforia. Tim harus tetap fokus berlatih, memaksimalkan kekompakan, peningkatan teknik modern, dan fisik,” tandas Yongky.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persmin. Sebaliknya, bagi Persma Manado, hasil tersebut menjadi alarm serius untuk segera berbenah sebelum kompetisi resmi bergulir.

Tensi Sepak bola Sulut mulai ada kemajuan  ,jika  lebih bergairah lagi  seperti era 20 tahun yang lalu dimana  Persmin,persibom dan persma main di Divisi utama  (saat ini Liga 1) ini perlu ada perhatian  Pimpinan Tertinggi daerah Sulawesi Utara ,bukan memihak 1 Tim daerah saja ,namun keseluruhan ,hal ini menjadi buah bibir warga pencinta Bola kaki diluar Kota Manado. “Ujar Mejer warga Motoling.

Bupati Minahasa RD Hadir HUT Gmim di Minut

MINAHASA, POSTKOTANEWS.CO.ID– Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si., MAP, menghadiri Ibadah Syukur HUT Ke-91 GMIM Bersinode yang digelar di Rayon Minahasa Utara, bertempat di Lapangan Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Selasa (30/9).

Ibadah agung ini dipimpin oleh Khadim Pdt. Janny Rende, M.Th, selaku Pelaksana Tugas Ketua Sinode GMIM. Dalam khotbahnya, Pdt. Rende mengajak seluruh jemaat untuk terus memperkokoh iman, menjaga persatuan, serta memperluas pelayanan bagi masyarakat dan bangsa.

Perayaan syukur ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota DPD-RI Dra. Adriana Dondokambey, M.Si, Ir. Steva BAN. Liow, MAP, perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Plt. Kepala BPSDM Dr. Drs. Audy Pengemanan, AP, MAP, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, SE, MM, MAP, M.Si, Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar, SH, serta Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin Lotulong.

Selain itu, hadir pula pimpinan Sinode GMIM, Kompelka BIPRA Sinode GMIM, para Ketua Wilayah dan Ketua Jemaat se-Sinode GMIM, serta Diaken dan Penatua dari berbagai wilayah pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pelayanan GMIM yang kini telah memasuki usia ke-91 tahun.

“GMIM telah menjadi berkat dan pilar kerohanian bagi masyarakat Sulawesi Utara, termasuk di Minahasa. Melalui momentum syukur ini, mari kita terus memperkuat pelayanan, persatuan, dan semangat gotong royong demi kesejahteraan bersama,” ungkap Dondokambey.

Perayaan HUT GMIM Bersinode ke-91 ini menjadi wujud syukur atas karya dan pelayanan gereja yang senantiasa hadir mendukung pembangunan iman dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

 

Pemberhentian Sementara  DM Dosen Universitas Negeri Manado: Tindakan Tegas Rektor  Menuju Integritas Akademik

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID – Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), Dr. Joseph Kambey, telah mengambil langkah signifikan dalam menjaga integritas dan etika akademik di lingkungan universitas dengan menetapkan pemberhentian sementara terhadap dosen berinisial DM alias Danny. Keputusan ini diambil dan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor yang resmi dikeluarkan di Tondano.

Komitmen Terhadap Integritas.Keputusan ini menandai sikap tegas pimpinan Unima dalam mencegah pelanggaran yang dapat mencederai reputasi dan marwah institusi pendidikan tinggi. “Langkah ini mencerminkan komitmen kita untuk menjaga tata kelola kelembagaan yang baik dan memastikan bahwa setiap anggota sivitas akademika mematuhi norma-norma etika yang telah ditetapkan,” ujar Dr. Kambey dalam rilis resminya.

Hak Dosen Saat Menjalani Pembebasan.Dalam diktum KEDUA SK tersebut, dinyatakan bahwa selama masa pemberhentian sementara, DM tetap berhak atas gaji dan tunjangan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa Unima tetap menghormati asas keadilan dan perlindungan hak-hak pegawai negeri sipil, meskipun dalam situasi yang kompleks.

Proses Transparan dan Akuntabel.Pemberhentian sementara ini merupakan bagian dari mekanisme penegakan disiplin internal di Unima. Dalam diktum KETIGA, dijelaskan bahwa keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan dalam diktum KEEMPAT, keputusan diinstruksikan untuk dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait.

Keputusan ini memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan evaluasi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan norma hukum yang mengatur pendidikan tinggi. “Kami ingin memastikan setiap tindakan diambil berdasarkan prinsip-prinsip yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tambah Rektor.

Membangun Budaya Akademik Berintegritas .SK ini juga mencerminkan tekad Unima untuk membangun budaya akademik yang bersih, profesional, dan berintegritas. Rektor menegaskan, langkah ini adalah bukti nyata komitmen institusional dalam menegakkan hukum dan etika di lingkungan akademik.

Dengan langkah ini, Unima berupaya menegaskan posisinya sebagai institusi yang menjunjung tinggi keadilan prosedural dan akan terus berusaha menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tinggi. Keputusan ini menjadi pesan kuat bahwa universitas akan menindak tegas setiap pelanggaran untuk menjaga citra dan kualitas akademik.

Melalui keputusan ini, Universitas Negeri Manado menunjukkan bahwa tata kelola akademik yang baik adalah landasan utama untuk membangun kepercayaan dan reputasi di mata masyarakat. Pemberhentian sementara dosen DM diharapkan memberi pesan yang jelas tentang pentingnya integritas dan etika dalam setiap aspek kehidupan akademik di Unima.

Istighosah Akbar Warnai HUT ke-100 Nahdatul Ulama

Minut, -postkota.net- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT ) Nahdlatul Ulama ( NU ) ke-100, Pengurus Cabang menggelar kegiatan Istighosah Akbar yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang ( MWC ) Kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara yang dilaksanakan di Aula Gedung Bank Paruh Laba yang beralamatkan di Kelurahan Sarongsong, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara ( Minut ), Provinsi Sulawesi Utara, pada Minggu 05/02/2023 Pukul 14.00 Wita.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE, M.Ap, acara yang didahului dengan Istigosah yang dipimpin oleh Ustadz Alina Sum berlangsung dengan khusuk dan khidmat, kegiatan seperti ini bagi warga Nahdiyin Minahasa Utara adalah untuk yang pertama kali dilakukan, oleh karena itu antusias dari warga NU Kabupaten Minahasa Utara terlihat begitu nampak.

Pada kesempatan ini Bupati Joune Ganda memberikan sambutan, “Pertama-tama patutlah kita semua memanjtkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa oleh karena perkenaannya kita semua bisa hadir dalam peringatan HUT ke-100 Nahdatul Ulama yang ditandai dengan pelaksanaan Istighosah Akbar, pada kesempatan yang baik ini saya selaku pemerintah Daerah sangat bangga berada ditengah-tengah warga NU yang begitu antusias mendukung pemerintahan, Katanya.

Lanjut Bupati, pada kesempatan ini pula saya menyampaikan banyak terimakasih kepada warga NU yang sampai hari ini turut ambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan di Minahasa Utara, patut diacungkan jempol, ternyata NU itu lahir sebelum bangsa ini merdeka, kecintaan NU terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi, oleh karena itu pada momentum Istighosah Akbar ini saya menyampaikan selamat Ulang Tahun Nahdatul Ulama ke-100, semoga Nahdatul Ulama semakin jaya, “Tandasnya.

Sebelumnya Ketua PC NU Kabupaten Minahasa Utara Ir. Hi. Baidlowi Ibnu Hajar dalam sambutannya menyampaikan, “Nahdatul Ulama kali ini berulang tahun ke-100, artinya organisasi ini berdiri sudah Satu Abad lamanya, dalam perjalannya NU begitu banyak tantangan yang dihadapi, perjuangan para ulama NU dalam memerdekakan bangsa ini juga sangat luar biasa, pengorbanan mereka patut kita teladani, oleh karena itu warga NU Kabupaten Minahasa Utara harus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah agar pembangunan di Minahasa Utara terus berjalan, Ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua PC NU Minut mengungkapkan, pada kesempatan yang baik ini saya mewakili seluruh pengurus Cabang NU Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan banyak terimakasih kepada Bupati Minahasa Utara Bapak Joune Ganda atas kehadirannya dalam acara ini, semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua dalam melanjutkan pengabdian kita kepada NKRI, “Imbuhnya.

Turut hadir dalam HUT NU kali ini antara lain, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE, M.Ap, Kapolres Minahasa Utara AKBP Bambang Budi Wibowo S.I.K, Pembawa hikmah, KH. Ustadz Dr, KH, Ahmad Rajafi M.Hi, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara Djafar Efendy Moha, Ketua BKMM Kabupaten Minahasa Utara Ibu Prapti Moha Jumangin, Ketua PC NU Kabupaten Minahasa Utara Hi. Baidlowi Ibnu Hajar, Wakil Ketua PW NU Provinsi Sulawesi Utara Dr. dr. Hi. Abeng Elong SPOD, (Udin ).

Buka Puasa Bersama Maesaan Waya Lovers Sulut, Pererat Tali Persaudaraan

Minahasa Utara – postkota.co.id- Organisasi Maesa’an Waya Lovers Sulut (MWLS) menggelar rapat kebersamaan yang juga dirangkai dengan acara Buka Puasa Bersama sebagaumana terpantau crew postkota.co.id kegiatan ini penuh kebersamaan dan mempererat (tali persaudaraan) yang dilaksanakan di Perum Panamas, Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Uttara (Minut), Minggu 24/04/2022

Dalam Kegiatan ini, Ketua Umum MWLS, Yance Sumerah menyampaikan bahwa, dengan adanya edukasi yang telah diterapkan melalui pembekalan pelatihan dari TNI, Intel dan Teritorial, juga dari Kepolisian mengenai Binmas, Penmas dan terlebih penyampaian pencegahan kriminal, maka dalam mengelola data harus dasar 5 W 1 H dan sesuai pembekalan yang kita dapatkan dalam program literasi digital, bagaimana memberitakan sesuai program kita ; lawan hoaks, sebarkan kebaikan dalam potensi antara Jurnalistik dan Netizem Jurnalism.

Lanjut Sumerah, kita dukung pemerintah dalam program vaksinasi, diharapkan semua Maesa’an Waya Lovers Sulut jadi contoh mendukung program vaksinasi demi memutuss mata rantai Covid-19.

Ditambahkan Ketua I MWLS, Deki Pesik atau yang sering disapa, Panglima, mengharapkan, Perkumpulan Maesa’an Waya Lovers Sulut (MWLS) jangan Ada yang overacting. Dari pendataan, pengisian formulir, itu merupakan pernyataan kerjasama kita dengan pemerintah, penguatan akses dalam kearifan lokal.

Mari kita buat para Investor di Sulut merasa aman. Mengenai adat dan budaya, ada yang perlu kita lestarikan dan ada yang perlu kita tinggalkan. Seperti contoh di Medsos, jangan cuma karena kepentingan content seorang Disabilitas disebarkan, selalu ada caci maki, itu kebiasaan harus di tinggalkan.

“Kami pernah kampanyekan Stop No Make, nah di suasana ini mari kita buat Saudara-saudara kita Muslim menjadi rasa Alaman dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan,” ujar Pesik.

Turut hadir dalam acara tersebut, PJ Hukum Tua, Desa Maumbi, Novi Pangemanan, dengan kehadiran beliau menyambut Perkumpulan Maesa’an Waya Lovers Sulut, kiranya bekerja sama membangun Desa disituasi seperti yang terjad bagi anak muda, bagi masyarakat, Pemerintah Desa Mamumbi memerlukan bantuan bersinergi, kami dengan senang hati menerima Perkumpulan MWLS.
Sekretaris Desa Maumbi, Leonardo Moray, S.E, Kepala Lingkungan, Yanti Polii, S.Kom.

Seperti diketahui, Maesa’an Waya dengan nama kearifan lokal artinya bersatu semua dengan slogan “Mari Torang Jaga Sulut”.

Bertugas sebagai pelopor Kamtibmas warga masyarakat yang perpartisipatif atau disebut Pokdar Kamtibmas yang mengikuti Undang-undang swakarsa dan tentang pemolisian masyarakat,atau di sebut mata telinga aparat penegak hukum.  (Udin).

Pdt.Dr. Anthonius Dan Sompe, M.Pd.K. : ” HINDARILAH DENDAM”. Refleksi dari Markus 6:14-29.

POSTKOTA.CO.ID – ORANG BENAR DIBUNUH KARENA DENDAM. Sejarah umum dan sejarah gereja telah mencatat hal ini. Bahkan masih berlangsung hingga sekarang. Orang benar sering menjadi korban dendam karena mengoreksi sesuatu (ajaran, aturan dan etika moral) yang salah. Apalagi kalau dirasakan mengusik kenyamanan dan kepentingan pihak tertentu. Demikian hal ini terjadi pada Yohanes Pembaptis yang telah menegur Herodes (raja setempat wilayah Galilea) yang telah mengambil Herodias isteri Filipus saudaranya. Mari kita berefleksi dari bagian Alkitab ini untuk menghindari dendam.

Pertama: SIAP DITEGUR. Dalam ayat 14-18 ada perkataan Yohanes: “tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu”. Tapi Herodes tidak siap ditegur bahkan ia menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya dalam penjara. Sikap seperti ini biasanya dimiliki oleh orang yang keras hati, merasa hebat, merasa berjasa dan merasa lebih tahu; Atau juga yang menganggap remeh ajaran, aturan dan nilai etika moral yang berlaku. Lebih berbahaya lagi jika ia memiliki otoritas (jabatan, kuasa, uang, pengetahuan), maka ia akan menggunakan orang lain untuk menyingkirkan orang yang menyampaikan kebenaran. Oleh sebab itu supaya kita terhindar dari dendam, kita harus siap ditegur.

Kedua: DENDAM MERENDA IKHTIAR MEMBUNUH (ayt 19). Dendam yang dibiarkan akan berubah menjadi niat untuk membunuh orang lain. Apakah karakternya, jabatannya, nama baiknya ataupun masa depannya. Tak heran ada orang yang suka menjatuhkan, suka merusak nama baik orang, suka menghalangi masa depan orang lain. Ternyata ujung-ujungnya adalah karena pernah ditegur atas sebuah kesalahan.

Ketiga: DENDAM MERUSAK HATI NURANI (ayt 20). Hati Herodes terombang-ambing, sekalipun ia senang juga mendengarkan Yohanes yang ia segani dan ketahui sebagai orang benar dan suci, sehingga ia melindunginya. Demikianlah dendam akan merusak hati nurani yang murni. Sekalipun kita mengetahui kebenaran, tapi kita tetap mendendam, maka hati nurani kita, tidak akan merasakan ketenangan. Oleh sebab itu supaya kita tenang, tidak terombang ambing, lepaskan pengampunan dan belalah orang benar. Dengan demikian hati nurani kita, tidak akan terus menerus mengalami kerusakan tapi pembaharuan. Sehingga ungkapan kita di hadapan Allah dan manusia “ya saya mengaku, bersedia dan berjanji dengan segenap hati”, menemukan penghayatannya yang terhormat.

Keempat: PENDENDAM SELALU MENCARI WAKTU PELAMPIASAN DENDAMNYA (ayt 21). Dikatakan bahwa Herodias isteri raja, menyimpan dendamnya untuk dilampiaskan. Pada akhirnya tiba kesempatan baginya, yakni di hari ulang tahun Herodes yang menjamu pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Alkitab mengungkapkan bahwa isteri seorang pejabatpun, yang seharusnya menjadi contoh dalam pelayanan, dapat menggunakan fasilitas jabatan suami, seperti pertemuan-pertemuan tertentu, untuk menyingkirkan orang yang tidak mereka sukai sebagai pelampiasan dendam. Oleh sebab itu berhati-hatilah, jabatan pelayanan, kapan saja dan di mana saja, dapat menjadi fasilitas/alat anggota keluarga kita, sebagai sarana penyaluran dendam menyingkirkan orang lain.

Kelima: KEBAIKAN DAN KEPOLOSAN HATI BISA DIPERALAT PENDEMDAM (ayt 22-25). Ketika dengan kepolosan hati anak gadis menari menuruti perintah ibunya dan ketika Herodes berbaik hati bersumpah memberikan apa saja yang diminta anak gadis Herodias itu karena telah tampil menari menyenangkan hatinya dan tamu-tamunya, maka kepolosan dan kebaikan hati mereka justeru diperalat/ dimanfaatkan oleh Herodias untuk menyalurkan kepentingan pribadinya. Demikian yang terjadi dalam pelayanan, kepolosan dan kebaikan hati kita dapat diperalat dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk untuk menyalurkan rasa dendam kepada orang lain. Oleh sebab itu, jaga kepolosan dan kebaikan hati kita supaya tidak diperalat/ dimanfaatkan orang lain.

Keenam: TAKUT KEHILANGAN JABATAN DAN POPULARITAS (Ayt 26-27). Raja yang melanggar sumpahnya, bisa kehilangan jabatan dan popularitas. Karena takut kehilangan semua itu, walau sedih, Herodes memerintahkan pembunuhan terhadap Yohanes dengan cara dipenggal. Demikianlah yang sering terjadi dalam kehidupan bersama. Karena takut kehilangan jabatan dan popularitas, orang rela menutupi sesuatu yang salah dan rela mengorbankan orang benar. Seharusnya, ia harus berani, sekalipun kehilangan jabatan, popularitas dan kekayaan, untuk membela kebenaran/ orang benar karena itu adalah panggilan imannya.

Ketujuh: DENDAM BAGAIKAN VIRUS BERJANGKIT MEMATIKAN (Ayt 28,29). Dendam Herodes dan Herodias sebagai generasi tua/orang tua berjangkit atau terinternalisasi pada anak dan orang sekitar. Seorang pengawal merasa tak bersalah, bahkan merasa hal itu sebagai tugasnya ketika memenggal dan membawa kepala Yohanes di sebuah talam kepada puteri raja. Selanjutnya gadis itu tanpa merasa terbeban memberikannya kepada ibunya. Jadi jika ada orang tua, generasi tua dan pemimpin menunjukkan sikap dendam, maka anak-anak, generasi muda dan orang sekitar akan terjangkiti dan merekapun akan mengambil bagian dalam perilaku yang sama. Oleh sebab itu, kita harus memutus mata rantai penyebaran virus dendam ini. Bagaimana caranya? Caranya hanya satu, yaitu kita semua harus “divaksin” dengan Kasih Kristus. Supaya tidak ada dendam di antara kita. Amin?

Diminggu Sengsara IV ini, mari kita hayati penderitaan Kristus. Jadilah kita orang yang suka ditegur. Jangan mendendam supaya kita tidak mengorbankan orang lain. Ingat dendam merusak hati nurani kita. Dan berhati-hatilah karena jabatan pelayanan bisa dipakai untuk menyingkirkan orang benar. Juga, jaga kepolosan dan kebaikan hati kita supaya tidak dimanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dan lebih terhormat lagi, jangan takut kehilangan jabatan, popularitas dan kekayaan untuk membela kebenaran/orang benar.

Jangan biarkan virus dendam ada dalam hati kita. Oleh sebab itu, jangan ijinkan hati kita dipengaruhi, dirasuki dan diintimidasi oleh apapun, dimanapun, bagaimanapun dan oleh siapapun. Sekalipun disertai iming-iming jabatan, popularitas dan kekayaan. Semua iming-iming itu, bagaikan pengawal pembawa “kepala Yohanes di atas sebuah talam” untuk menyenangkan hati pendendam.

Bersamalah menyuarakan kebenaran untuk mengoreksi apa yang salah, sekalipun harus menderita diperlakukan tidak adil, sebagaimana Yesus Kristus sekalipun harus menderita karena memihak kepada kebenaran Allah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Tuhan menyertai kita semua. Amin.

Selamat Menghayati Minggu Sengsara IV. Soli Deo Gloria.

SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN. Refleksi dari 1 Korintus 1:10-17.

POSTKOTA.CO.ID – DAMAI TAPI GERSANG. Inilah suasana yang bisa terjadi dalam persahabatan, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa jika tidak ada Solidaritas (rasa senasib, setia kawan). Dalam pelayanan tanpa Solidaritas, maka tak ada ber “Synhodos” (Yun: berjalan bersama). Yang ada adalah berjalan sendiri-sendiri berbalut kepentingan pelayanan akibatnya rentan perpecahan. Bagaimana mewujudkan Solidaritas dalam pelayanan agar tidak terjadi perpecahan? Paulus, terhadap jemaat multikultural Korintus yang sarat dengan bentuk pelayanan, ketokohan dan kepentingannya masing-masing, memberikan solusi terhadap hal ini.

1.DASAR: YESUS KRISTUS. Di ayat 10, Paulus menghimbau “aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, “demi nama Tuhan kita Yesus Kristus”. Jadi dasar terwujudkan solidaritas dalam pelayanan adalah “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Ini dimaksudkan supaya dengan menghormati nama Yesus orang akan menunjukkan sikap solidaritas agar perpecahan tidak terjadi. Jadi jika kita menghormati nama Yesus pasti mewujudkan solidaritas. Dengan demikian jangan pernah berkata mengenal , berkhotbah dan mengasihi Yesus , jika tanpa solidaritas. Ini sama halnya dengan menipu diri sendiri dan orang lain. Hal ini menegaskan bahwa dasar solidaritas kita bukan karena ikatan darah, jabatan, harta dan jasa baik seseorang, tapi karena Kristus jalan kebenaran dan hidup, yang solider hingga menebus dosa-dosa kita.

2.SOLUSI: SEIA SEKATA , ERAT BERSATU DAN SEHATI SEPIKIR. Ini adalah cara bersolidaritas. Hal-hal ini diminta oleh Paulus didasarkan pada “demi nama Tuhan Yesus Kristus”. Seia sekata artinya sama-sama bersetuju/sepakat dalam semua hal. Berani menyesuaikan pendapat sendiri dengan pendapat orang lain; Erat bersatu adalah sikap yang tidak mempersoalkan berbagai perbedaan; Sehati sepikir berkaitan dengan sikap yang didasarkan pada hati nurani dan akal budi. Jadi sikap terhadap orang lain harus berdasar pada hati nurani dan rasio. Jadi jangan mewujudkan solidaritas hanya karena pertimbangan rasional lahiriah, untung dan rugi lalu membunuh hati nurani sebagai pusat pertimbangan baik dan jahat, salah dan benar. Oleh sebab itu jangan ijinkan apapun, bagaimanapun dan siapapun menekan kita hingga kita membunuh hati nurani kita sendiri.

3.KEPEDULIAN. Kepedulian berarti sikap memperhatikan karena kepekaan pada lingkungan adalah awal perwujudan Solidaritas. Inilah sikap keluarga Kloe sehingga melaporkan masalah perselisihan di Korintus kepada Paulus (ayt 11). Jadi kalau ada keadaan yang memprihatinkan, orang-orang baik jangan diam. Harus peka dan berbuat sesuatu. Sebagaimana kata orang bijak kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik. Hal yang sama terjadi dalam pelayanan karena banyaknya orang baik, yang bukan hanya diam tapi pragmatis. Takut kehilangan kekayaan dan jabatan sehingga bersikap diam dan ikut arus. Akibatnya pelayanan semakin mengalami perpecahan. Jadi setiap orang baik harus prihatin dan mengambil sikap untuk sebuah perubahan dalam pelayanan.

4.TANTANGAN: KULTUS INDIVIDU, EKSKLUSIFISME, MONOPOLI PELAYANAN, SUPERIORITY COMPLEX. Ini adalah factor-faktor penghambat solidaritas dalam pelayanan (ayt 12-17)
KULTUS INDIVIDU. Hal ini berarti pemujaan kepribadian atau kultus pemimpin. Masing-masing berkata aku dari golongan Paulus. Aku dari golongan Apolos (terpelajar dan fasih berhotbah) . Aku dari golongan Kefas (meragukan mandat Paulus). Aku dari golongan Kristus. Paulus mengkritik mereka “apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Bahkan kalaupun ada yang ia baptis, tidak boleh menjadi alasan pengkultusan dirinya. Jelas bahwa karena Kristus tidak terbagi-bagi, maka janganlah pesekutuan tubuh Kristus terpecah-pecah hanya karena soal siapa pemimpinnya. Oleh sebab itu sangat disayangkan kalau ada pelayan Tuhan menjagokan pemimpinnya di kolom, di jemaat dst, sementara menjatuhkan dan menjegal pelayan Tuhan lainnya. Di pihak lain ada pelayan yang memanfaatkan jasa pelayanannya untuk mengikat orang supaya patuh dan mengkultuskan dirinya.
EKSKLUSIFISME. Adalah sikap yang cenderung memisahkan diri dari orang lain. Sikap seperti ini biasanya muncul karena adanya kepentingan kelompok sehingga bersikap fanatic dan diskriminatif serta cenderung memberikan tekanan kepada pihak lain. Apalagi kalau memiliki jabatan, pengaruh dan pendukung sebagaimana kelompok Paulus, Apolos, Kefas dan lebih khusus yang mengaku kelompok Kristus yang menganggap rendah berhubungan dengan kelompok lain.

MONOPOLI PELAYANAN. Paulus bersyukur bahwa tidak ada seorangpun yang ia baptis selain Krispus dan Gayus, juga keluarga Stefanus (ayt 14-16). Ini berarti ia menghargai Apolos, Kefas dan lainnya yang membaptis. Artinya Paulus tidak memonopoli pelayanan. Demikian dalam pelayanan, solidaritas sulit terwujud karena ada pihak yang memonopoli pelayanan sehingga terkesan “one man show”. Padahal ada rekan anggota jemaat, diaken, penatua, guru agama dan pendeta serta kelompok lainnya.

SUPERIOROTY COMPLEX. Psikolog mengatakan, bahwa ini adalah sifat seseorang yang membuat ia merasa lebih hebat dari orang lain. Sering mengeluarkan klaim arogansi, memiliki opini yang tinggi terkait diri sendiri, suka menguasai dan enggan mendengarkan orang lain. Dan bukan tidak mungkin sifat ini dilakonkan untuk menutupi perilaku di masa lalu. Oleh kelompoknya, ia dipropagandakan untuk mencari keuntungan dalam pelayanan. Paulus mengakui bahwa Kristus mengutus dia bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(ayt 17). Hal ini menunjukkan bahwa legalitas jabatannya sebagai Hamba Allah dan rasul, tidak membuatnya merasa lebih hebat dari orang lain sehingga harus menguasai dan merendahkan orang lain dalam talentanya masing-masing. Cukup baginya melaksanakan tugas utama sebagai pemberita injil. Orang yang melaksanakan baptisan dan tugas lainnya tidak kalah hebatnya. Oleh sebab itu jangan menganggap orang lain rendah sehingga tidak memberi kesempatan kepada orang lain dalam pelayanan.

5.JENIS: SOLIDARITAS MEKANIK , ORGANIK DAN SOLIDARITAS KRISTUS. 2 jenis solidaritas dikembangkan Emil Durkheim (Sosiolog,1858). Solidaritas mekanik muncul karena kesadaran tapi rentan pada monopoli dan tekanan (pada masyarakat primitive/homogen), sedangkan solidaritas organik karena kepentingan bersama, tapi rentan bukan pada hubungan tapi kepentingan (pada masyarakat modern/heterogen). Paulus bicara tentang “demi Yesus Kristus” inilah solidaritas Kristus yang tidak parsial, tidak pengkultusan, tidak monopoli dan tidak karena kepentingan pribadi tapi demi keselamatan orang yang dilayani.

Mari kita wujudkan Solidaritas dalam pelayanan. Jangan karena soal dukung mendukung terjadi perpecahan dalam jemaat. Mari halau semua tantangan penghambat solidaritas dan mari wujudkan solidaritas Yesus Kristus agar perpecahan terhindar dari pelayanan kita dan supaya gereja kita, tidak Damai tapi Gersang melainkan Damai penuh dengan sukacita sebagai gereja yang sehat.

Selamat melayani dengan Solidaritas Kristus. Soli Deo Gloria.(270222).
Salam kasih: Pdt.Dr.A.D.Sompe,MPdK.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.