Opini Oleh : Angelo P Th Uno

Miras Pemicu Kriminalitas di sulut???

Tingkat kriminalitas di Sulut cukup memprihatinkan. Pasalnya, pelaku kriminalitas di Sulut didominan para anak muda bahkan ada masih duduk dibangku sekolah SMA/SMK yang masih mencari jati dirinya.
Beberapa kasus kriminal yang terjadi di wilayah Sulut dipicu dengan minuman keras (miras).

inst; Sejumlah Siswa/i SMK terjaring oprasi Miras


Bagaimana bisa miras menjadi penyebab bertambahnya angka kriminal di Sulut?
Seperti kejadian yang terjadi di kota Manado pada tahun 2022, kasus pembunuhan yang membuat korban tewas di lokasi kejadian perkara, hanya karena mereka sudah mengkonsumsi minuman keras.
Tentunya, hal ini harus diwaspadai bagi orang tua, agar anaknya tidak terjerumus dalam kongkow2 dan sudah mengkonsumsi miras.

Peran para tokoh lintas agama punya berpengaruh besar dalam menyampaikan soal bahaya miras bagi pemuda gereja atau Mesjid .


Sebagai barang bukti miras sangat mudah didapatkan di wilayah Sulut ini. Meski pihak kepolisian sudah berusaha melakukan razia miras, namun mereka tetap dengan mudah mendapatkan minuman yang membahayakan jika dikonsumsi sudah berlebihan.
Untuk itu, produksi miras di Sulut dan pendistribusiannya harus tepat sasaran, dan kewaspadaan dari keluarga, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus ditingkatkan, agar tidak ada lagi korban- korban miras. Dan tentunya tingkat kriminalitas semakin menurun.
Semoga

Pemdes Lemoh Salurkan Bansos Bagi 12 KK Terdampak Positif Covid-19 Omicron

MINAHASA- postkota.co.id- Dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 jenis Omicron, serta mengantisipasi terjadinya kontak erat antara pasien terpapar dan Masyarakat Desa , Maka Pemerintah Desa Lemoh Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa menyalurkan Bantuan Sosial(Bansos) berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) bagi 12 Kepala Keluarga terdampak Covid-19, Sabtu 19/03-2022.

Kegiatan Sosial ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Daerah melalui Pemerintah Desa Lemoh, sebagai pendukung tahapan Isolasi Mandiri Warga terdampak Positif Covid-19 demi menekan angka jumlah warga terkonfirmasi positif Pandemi Global yang mendunia tersebut.

Dalam penyaluran bantuan ini, Hukumtua Desa Lemoh Kecamatan Tombariri Timur Ilidius Walewangko S.Sos, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny.Emma Terok MP.d serta dibantu Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ny.Sintje Walewangko SPd, dan Sekertaris Desa Johanis Tambengi, mendatangi satu persatu Keluarga yang sedang melakukan Isoman serta menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga tersebut.

Bantuan Sosial berupa Beras, Minyak Goreng, Supermi,Gula dan telur adalah paket bantuan yang diserahkan tim Pemerintah Desa Lemoh dan di terima langsung 12 Kepala keluarga sebagai bantuan selama masa Isolasi Mandiri berlangsung selama 14 hari.

Hukumtua Ilidius Wakewangko S Sos kepada postkota.co.id mengatakan, Semoga bantuan ini dapat membantu Keluarga semasa pelaksanaan Isoman ,” Semoga bantuan ini dapat membantu Keluarga semasa pelaksanaan Isoman ,” Kata Walewangko.

Dia juga berharap,” agar keluarga yang sedang menjalankan Isoman agar dapat menahan diri agar tetap dirumah saja hingga dinyatakan sembuh,” ujar Ilidius Wakewangko S Sos.(Udin)

Pdt.DR Dan Sompe : MEMBANGUN KEBERSAMAAN PELAYANAN BERDASARKAN KASIH KRISTUS. Refleksi dari Filemon 1:4-22.

POSTKOTA.CO.ID – KEBERSAMAAN TERGERUS KARENA KEPENTINGAN. Tak heran ada ungkapan, tak ada teman dan musuh sejati, yang ada adalah kepentingan abadi. Hal ini terjadi karena kebersamaan didasarkan pada kepentingan diri dan kelompok dan bukan berdasarkan pada Kasih Kristus. Mari kita belajar dari cara Paulus mewujudkan kebersamaannya berdasarkan kasih Kristus dengan teman sekerjanya Timotius, dengan Onesimus seorang budak yang melarikan diri dari tuannya dan dengan Filemon seorang kaya pemilik btudak.

Pertama: AWALI KEBERSAMAAN DENGAN KESADARAN JATI DIRI. Dalam pasal 1:1-3, Paulus menyebutkan dirinya sebagai orang hukuman karena Kristus. Artinya, Paulus sadar tentang jati dirinya sebagai seorang yang dikasihi Kristus, pengikut dan pelayan Yesus sekalipun harus terhukum. Dengan dasar inilah ia menyurati, atau menjalin kebersamaan dengan Filemon. Hal ini mengingatkan jati diri kita, kita adalah orang-orang yang dikasihi Kristus. Kita adalah hamba Kristus, bukan hamba diri sendiri dan bukan hamba manusia. Kesadaran jati diri ini adalah awal dari kebersamaan. Oleh sebab itu orang yang sadar tentang jati dirinya, pasti akan membangun kebersamaan bukan berdasarkan kepentingan pribadi dan kelompok tapi berdasarkan kasih Kristus atau kepentingan Kristus. Inilah kebersamaan sejati bukan semu.

Kedua: INGAT, HARGAI KASIH DAN IMAN ORANG LAIN (ayt 4-7). Paulus mengucap syukur setiap kali ia mengingat Filemon dalam doanya. Tentang kasihnya kepada semua orang kudus dan imannya kepada Tuhan Yesus. Jadi supaya kebersamaan terbangun, jangan berorientasi pada diri dan kelompok sendiri. Ini adalah sikap eksklusif, individualistis dan mau menang sendiri bahkan kita tidak mau mengingat orang lain dalam doa kita. Kita lebih suka mengabaikan dan melupakan orang lain. Kita tidak terbiasa menghargai orang sekecil apapun jasanya bahkan kita mengabaikan imannya kepada Yesus. Oleh sebab itu supaya kebersamaan terwujud, ingat, hargai kasih dan iman orang lain.

Ketiga: TIDAK OTORITER SEKALIPUN MEMILIKI OTORITAS (ayt 8-10,14). Paulus sekalipun memiliki otoritas kerasulan sebagai pemimpin umat tapi tidak otoriter. Tidak melakukan kekerasa structural. Tidak menggunakan jabatannya untuk menekan dan mengancam teman pelayan. Ia katakan, sekalipun aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahakn kepadamu apa yang harus engkau lakukan, tetapi mengingat kasihmu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Artinya, sekalipun Paulus memiliki otoritas di dalamnya ada kepentingan pribadi, tapi ia tidak mau memaksa Filemon. Ia menghargai , menghormati dan meminta persetujuan Filemon tentang Onesimus, diterima atau tidak, semua tergantung padanya dengan sukarela. Demikian hal ini mengingatkan kita. Otoritas apapun yang ada pada kita, jangan pernah menekan dan mengancam orang lain. Ijinkan orang lain mengabil keputusan tanpa paksaan supaya kebersamaan tidak menjauh.

Keempat: JADILAH MEDIATOR PEMBANGUN KEBERSAMAAN (ayt 11-14). Paulus mengusahan kebersamaan antara Filemon dan Onesimus. Ia mengatakan bahwa dulunya Onesimus tidak berguna bagi Filemon. Tapi sekarang sangat berguna bagi Paulus maupun Filemon. Oleh sebab itu ia menyuruh Onesimus kembali kepada Filemon dan meminta Filemon menerima Onesimus kembali. Sikap Paulus ini, adalah upaya konkrit membangun kebersamaan. Sikap seperti ini sulit untuk dilakukan. Sering justeru kita mengambil keuntungan dan membiarkan perpecahan dan permusuhan terjadi. Bahkan kita sering menjadi “tim sukses” terjadinya perpecahan karena tekanan atau iming-iming yang menguntungkan. Seharusnya kita menjadi mediator pembangun kebersamaan untuk semua perbedaan dan pertentangan yang terjadi di sekitar kita. Bukan tukang antar mulu atau pembisik supaya tidak menyukai ataupun “memilih” orang tertentu.

Kelima: TIDAK PERLAKUKAN TEMAN SEBAGAI HAMBA, TAPI SAUDARA YANG KEKASIH (ayt 15-16). Setelah terpisah sejenak lamanya, Paulus meminta Filemon menerima Onesimus bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai saudara yang kekasih. Inilah kebesaran hati dari orang yang telah menerima kasih Kristus yang telah menebus semua orang, apapun latar belakang dan dan dosanya. Bagaimana dengan kita gereja dan pelayan masa kini? Jangan jadikan orang lain lain lebih rendah daripada kita apalagi memperlakukan mereka sebagai hamba, pesuruh dan jongos yang dikendalikan untuk kepentingan kita. Juga jangan membiarkan diri kita menjadi hamba manusia. Kita adalah sesama saudara di dalam Kristus dan kita sama-sama adalah hamba Kristus. Jadi harus lebih takut kepada Allah daripada takut kepada manusia.

Keenam: SIAP MENANGGUNG KESALAHAN ORANG LAIN (ayt 17-19). Selain meminta Filemon menerima Onesimus, Paulus juga memohon sebagai teman, jika Onesimus telah merugikan Filemon ataupun berhutang padanya, tanggungkalah itu semuanya pada Paulus dan Paulus akan membayarnya. Sebagai teman dan sebagai saudara di dalam Kristus, inilah tindakan mulia untuk terciptanya kebersamaan. Jika ada teman yang telah melakukan kesalahan, jangan mengumbar kesalahannya supaya orang menghukumnya, tapi sampaikan permohonan bahkan pertaruhkan persahabatan kita untuk menanggung kesalahan orang lain, supaya ada maaf dan kasih bagi orang lain sehingga terciptalah kebersamaan.

Ketujuh: BUAH DARI KEBERSAMAAN ADALAH HARAPAN, PENGHIBURAN, KEPERCAYAAN DAN KESEDIAAN MENOLONG (ayt 20-22). Paulus berharap pada Filemon supaya persahabatan mereka berguna dan terhibur dalam Kristus, saling percaya dan pada akhirnya kesediaan untuk menolong sebagaimana permintaan Paulus agar Filemon dapat memberikan tumpangan kepadanya. Hal ini mengingatkan kita, jika kebersamaan tercipta, maka tercipta harapan-harapan baru dalam persaudaraan di dalam Kristus. Kita akan saling menghibur dan akan saling menolong satu sama lain menghadapi berbagai godaan dan tantangan kehidupan.

Perayaan Minggu Sengsara lll ini menghentar kita untuk menghayati bahwa Yesus Kristus telah membangun persahabatan dengan kita. Dia mengasihi kita tanpa melihat masa lalu, kesalahan dan dosa kita. Bahkan Ia menanggung segala doa kita, supaya hubungan kita dengan Bapa di Sorga dipulihkan. Oleh sebab itu, mari kita bangun kebersamaan Pelayanan berdasarkan kasih Kristus. Amin.

Selamat Menghayati Minggu Sengsara lll. (200322).
Salam kasih, Pdt.Dr.Anthonius Dan Sompe,MPdK.

drg. Jeand’arc Senduk – Karundeng Hadiri Ibadah Syukuran Dan Penandatanganan Prasasti Wale Upus Ni Mama “Adriana”

POSTKOTA.CO.ID – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk – Karundeng menghadiri acara syukuran dan penandatanganan prasasti wale upus ni mama “adriana” yang di laksanakan di gedung woman and children shelter kelurahan kamasi satu, sabtu, 19 maret 2022.

Ibadah syukuran dan penandatanganan prasasti wale upus ni mama “adriana” di pimpin oleh khadim ibu pendeta Vanny Rina Suot, M.Th

Peresmian di tandai dengan penandatanganan prasasti wale upus ni mama “adriana” yang di tandatangani oleh Pnt. Dra. Adriana Ch. Dondokambey, M.Si sebagai ketua WKI Sinode

Dihadiri juga oleh kepala biro pengadaan barang dan jasa provinsi sulawesi utara yang mewakili juga ketua tim penggerak PKK sulawesi utara Wanda L. C. Musu, SE., ME., Ketua komisi I DPRD provinsi sulawesi utara Dra. Vonny Paat, ketua tim penggerak PKK kota manado Irene G. Angow – Pinontoan, ketua tim penggerak PKK kota bitung Rita Mantiri – Tangkudung, ST., Ketua tim penggerak PKK kabupaten minahasa Dra. Fenny Roring – Lumanaw, SIP, dan rektor universitas negeri manado Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd, turut hadir pejabat Pemkot Tomohon dr. John Lumopa selaku kadis P3A.

Laws*

Caroll JA Senduk SH, Kamis (10/3/2022) mengikuti Launching Permendagri Nomor 59 Tahun 2021

POSTKOTA.CO.ID Walikota Tomohon Caroll JA Senduk SH, Kamis (10/3/2022) mengikuti Launching Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta, yang dipimpin oleh Dr Sugeng Haryono selaku Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, mewakili Menteri Dalam Negeri.

Menurut Sugeng standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.

Launching ini diikuti oleh para Gubernur, Walikota/Bupati, Ketua DPRD Provinsi, serta Ketua DPRD Kabupaten Kota seluruh Indonesia, baik yang ikut secara tatap muka juga secara daring.

Kabupaten Kota di Sulawesi Utara yang ikut secara langsung yakni Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara.

Menurut Walikota dengan adanya launching ini, pihak Pemkot Tomohon mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan pemerintah Pusat seperti dalam penerapan Permendagri yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal yang berhak diperoleh oleh masyarakat.

Bhabinkamtibmas Erief Arifin Efendy, Pimpin Pembersihan Pohon Tumbang

Minahasa- postkota.co.id- Gerak cepat Bhabinkamtibmas Kelurahan Tataaran dua Brigadir Erief Arifin Efendy dan Babinsa Kelurahan Tataaran dua Serka Stenly Tindas, membersihkan dan menyingkirkan Pohon Tumbang diruas jalan Tondano-Tomohon Jumat 04/03-2022.

Kejadian pohon tumbang yang terjadi pada pukul 10 50 wita tersebut segera mendapat perhatian Para aparat kewilayahan setempat yang bersinergi dengan Pemerintah Kelurahan untuk menyingkirkan cabang Pohon yang menghalangi arus Lalu Lintas Jalur jalan raya Tondano Tomohon itu.

Selain Brigadir Arief Arifin Efendy dan Serka Stenly Tindas, nampak juga hadir Lurah Tataaran Dua Ny.Verra Panungkelan,S.Sos, serta Aparat Kelurahan lainya yang turut serta membantu menyingkirkan Cabang dan Ranting Pohon yang tumbang.

Dari Pantauan Wartawan Media ini, Kegiatan tersebut sempat menghambat lancarnya arus Lalu Lintas dati kedua arah, Namun berkat kesiagaan dan Sinergitas para aparat,maka selang sepuluh menit kemudian,Arus kenderaan kembali dapat berjalan normal.

Kasie Humas Polres Minahasa IPTU Johan Rantung kepada awak media mengatakan, Kejadian Pohon Tumbang, Tanah Longsor berapa hari ini terjadi di berapa titik, namun berkat kesiagaan para Anggota TNI dan Polri serta Pemerintah Kabupaten maka hal ini segera teratasi.

,” Dalam beberapa hari ini, Kejadian Pohon Tumbang,Tanah Longsor serta Banjir telah terjadi di berapa titik, Namun berkat kesiagaan para Anggota TNI dan Polri serta Pemerintah Kabupaten Minahasa, Maka hal ini dapat segera teratasi,” Ujar Rantung.

Dia juga menambahkan,” Dengan kondisi cuaca Extrim yang akhir akhir ini terjadi di Daerah, Maka diharapkan bagi Masyarakat agar tetap Waspada dan Berhati Hati saat mengendarai Kenderaan, ” Tutup Kasie Humas Polres Minahasa.(Udin)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.