MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa melaluu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa resmi melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Tahun 2025, yang digelar pada Jumat, 5 Desember 2025. Di BPU Tondano.
Kepala Dinas PMD Kabupatrn Minahasa Artur Paliligan saat melaporkan Kegiatan KPM ini mengatakan tujuannya yaitu memperkuat peran kader dalam percepatan penurunan stunting ini dihadiri 227 peserta utusan desa di Kabupaten Minahasa.”kata Palilingan.
Lanjutnya Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan mandat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menegaskan pentingnya upaya terpadu, holistik, integratif, dan berkualitas hingga ke tingkat desa. Dalam laporan pembukaan, panitia menyampaikan bahwa pembinaan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja kader serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai ujung tombak pendataan dan intervensi stunting.
Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Linda D Watania, M.M., mewakili Bupati dan Wakil Bupati Minahasa. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas semangat para kaderyang mayoritas adalah perempuan,yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan manusia dan kesehatan generasi masa depan.”Ungkap Watania.
“Ibu-ibu adalah garda terdepan dalam memastikan generasi penerus lahir sehat dan kuat. Peran kader sangat penting, karena data dan laporan dari desa akan menentukan langkah strategis pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting,” ujar Sekda dalam sambutannya.
Sekda juga memaparkan capaian penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa yang turun dari 24% menjadi 19% pada tahun 2025. Meski demikian, ia menegaskan bahwa target OKEStream nasional yaitu 14% pada tahun 2024 belum tercapai, sehingga kerja kolaboratif seluruh sektor harus terus diperkuat.
Dalam materi pembinaan, Sekda Watania menekankan pentingnya akurasi data KPM, terutama terkait kondisi keluarga, ibu hamil, remaja putri, serta anak-anak berisiko stunting. Ia mengajak kader untuk aktif turun ke lapangan, memahami kondisi setiap keluarga, dan berani melaporkan kasus-kasus yang membutuhkan perhatian khusus—termasuk kehamilan remaja, kekurangan gizi, hingga buruknya sanitasi.
“Penurunan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir. Tidak hanya pada anak 1.000 HPK, tetapi mulai dari edukasi remaja, kondisi ibu hamil, hingga lingkungan tempat tinggal keluarga. Ibu-ibu kader harus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Sebagai ujung tombak di desa, KPM diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah desa, puskesmas, PAUD, dan perangkat kecamatan dalam memastikan setiap anak mendapatkan layanan kesehatan, gizi, dan lingkungan yang memadai.
Sekda Watania juga mengingatkan bahwa pembangunan manusia adalah pondasi bagi masa depan bangsa.
“Jika anak-anak hari ini lahir dalam kondisi stunting, mereka akan kesulitan bersaing di masa yang akan datang. Indonesia memiliki potensi besar, dan generasi emas 2045 harus dipersiapkan sejak sekarang.”
Kegiatan pembinaan KPM Kabupaten Minahasa Tahun 2025 ini ditutup dengan harapan agar seluruh kader tetap semangat menjalankan tugas, menjaga kepedulian terhadap masyarakat, serta bekerja dengan hati demi terciptanya generasi Minahasa yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
