MINAHASA,-postkota.net- Dipimpin Kapolsek Tondano AKP Ronny Maweikere, Unit Turjawali Samapta Polres Minahasa mengamankan 6 orang anak siswa SMA dan SMK yang diduga hendak melakukan tawuran kamis (09/02-2023).
Tim Turjawali AIPDA, Lucky Angkouw bersama Personil Anggotanya bergerak cepat setelah mendapatkan informasi dari Polsek Tondano yang saat itu berupaya menghentikan aksi ke 6 siswa ini.
Dalam kronologis kejadian tepatnya pada saat siswa lainya sedang khidmat mengikuti pelajaran disekolah, tiba- tiba ke enam siswa asal sekolah lain yang lagi bolos ini memasuki wilayah disalah satu SMA dengan cara meloncati pagar sekolah.
Tindakan siswa yang masuk meloncati pagar sekolah ini mendapat perhatian dari security sekolah yang saat itu sedang bertugas, sehingga dengan segera security ini mengusir mereka agar keluar dari halaman sekolah.
Ke enam anak tersebut segera keluar dan menunggu diluar sekolah seakan sedang menanti siswa di sekolah tersebut untuk di ajak tawuran.
Mengetahui gelagat para siswa ini maka security segera melaporkan kejadian dengan menghubungi Kapolsek Tondano AKP. Ronny Maweikere dan dengan sigap Kapolsek memerintahkan Anggotanya untuk mendatanggi TKP.
Pada saat itu juga, Tim Turjawali yang sedang berpatroli melakukan sambang ke TKP dan mengamankan ke 6 anak siswa SMA dan SMK ini untuk dimintai keterangan, namun pada saat itu Anggota Tim menemukan senjata tajam berupa badik yang terselip di pinggang salah satu siswa.
Setelah dilakukan pemeriksaan maka ke enam siswa ini langsung dibawa ke Mako Polres Minahasa dan diserahkan kepada Piket Reskrim yang bertugas.
Kapolsek Tondano AKP Ronny Maweikere yang dihubungi media ini Via Cellulernya di 0823-4969-… membenarkan kejadian tersebut dan ke 6 siswa ini sudah di amankan Tim Turjawali dan diserahkan ke piket Reskrim Polres Minahasa guna diberikan pembinaan.
” Benar adanya informasi ini, dan saat ini ke 6 siswa tersebut sudah diserahkan ke piket Reskrim untuk selanjutnya diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi perbuatan seperti ini,” Kata Kapolsek Mawikere.
Atas kejadian ini, Ketua Aliansi Wartawan Minahasa Jefry Uno SH menilai Aksi ke 5 siswa ini sebagai bukti kelalaian pihak sekolah dalam mengawasi anak didik mereka dan hal seperti ini perlu mendapat perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Utara agar lebih mengawasi kinerja pihak sekolah dalam membimbing siswanya.
“Aksi ke 5 siswa ini sebagai bukti kelalaian pihak sekolah dalam mengawasi anak didik mereka dan hal seperti ini perlu mendapat perhatian dari pihak Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Utara agar lebih mengawasi kinerja pihak sekolah dalam membimbing siswanya,”Kata Jefry Uno. (Udin)
