Bupati Kumendong ,Hadiri HUT ke 77 Desa Ampreng

Berita, Minahasa811 Dilihat

MINAHASA,POSTKOTANEWS.CO.ID -Pj Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, hadiri ibadah syukur perayaan ulang tahun ke-77 desa Ampreng kecamatan Langowan Barat. Sabtu

Diawali dengan Laporan singkat dari Ketua Panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat desa ampreng oleh kumtua ampreng Ny. Masri Aruperes, dengan bahasa Tontemboan dan selanjutnya mengunakan bahasa Indonesia.

Ibadah dipimpin Gembala GPDI Ampreng Herny Talumewo membuka acara .

Pj Bupati dalam sambutanya, menyampaikan banyak selamat kepada desa Ampeng yang berulang tahun ke 77, Dirinya mengapresiasi sambutan yang dibawakan hukumtua Ampreng dengan mengunakan dialek daerah Tonteboan.

Hari ulang tahun yang ke 77 tentu Ini adalah sebuah syukur boleh membilang usia yang ke-77 bagi desa Ampreng, Oleh karena itu atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa saya menyampaikan banyak selamat kepada Desa Ampeng dalam usianya yang ke-77.

Baca juga:  Jadi Buah Bibir, Penanganan Kasus Korupsi di Kejari Tondano disoroti

” saya agak terkesan dengan ibuku tua karena membawakan laporan dalam bahasa tontemboan kalau lawan sini kan tahun tumbuhan ini sebenarnya adalah salah satu bagian dari program saya untuk ke melestarikan budaya Minahasa salah satu budaya dari Minahasa, ”

Menurut Kumendong, itu sebenarnya adalah berbahasa daerah dalam pengamatan ternyata penutur bahasa daerah yang ada di Minahasa ini sudah tidak lebih dari 50% mungkin 30, 40 sampai 50 tahun ke depan Ya kurang sedikit sekali mungkin kurang 10%, bahasa daerah perlu dilestarikan, jangan malu berbahasa daerah, pemerintah memang perlu melestarikan pengunaan bahasa daerah ini, dari data yang ada pengunaan bahasa daerah kususnya di Minahasa tidak lebih 50 persen yang masih mengunakan bahasa daerah.

Baca juga:  Penyaluran BLT Migor Oleh TNI Kodim 1302 Minahasa Berlanjut di Kantor Koramil

Sangat penting pelestarian bahasa daerah di mulai dari pendidikan di sekolah, tapi sangat susah untuk dimasukan di dalam mulok, tapi alternatifnya bisa digunakan dalam peribadatan digereja-gereja,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *